
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Hidup di negara orang sendirian tanpa ada keluarga atau teman yang mendampingi, merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi Eva. Dia tinggal di negri orang untuk belajar dan menggapai cita-cita nya, disamping itu dia juga belajar tentang bagaimana hidup mandiri, intinya masih banyak lagi pembelajaran yang dapat diambil
Sebenarnya Eva tidak sendirian ke Jepang, ada mahasiswa lain juga yang pergi namun ternyata mereka beda kampus, menjadikan mereka harus berpisah
Belajar dengan giat, mencuci, membereskan kamar asrama, memasak makanan, kadang kala dia juga pergi bekerja di sebuah Restoran dekat kampus untuk menambah pundi-pundi uangnya, itu semua sudah mulai biasa ia lakukan
Walaupun melelahkan tapi harus ia jalani, dirinya memiliki prinsip yang membuat nya tetap semangat dalam melakukan semua rutinitas nya sehari-hari
"Aku harus bisa! ada orang lain yang harus aku beri sandaran di kemudian hari. Mamah yang udah susah payah mengandung ku 9 bulan, melahirkan ku dan pastinya sangat sakit dan penuh perjuangan. Papah yang udah kerja keras untuk keluarga nya. Mereka yang telah membesarkan ku dengan baik sampai saat ini, memberikan ku kasih sayang, cinta, dan segalanya untukku. Ada adik yang sedang berjuang untuk tetap hidup. Hah~ sangat berat tapi aku harus kuat!!!" ucapnya
Sebisa mungkin ia mempelajari dan memahami setiap lika-liku kehidupan nya, untuk menjadi pelajaran saat ini dan di kemudian hari. Diam-diam, disana Eva juga mempelajari sedikit berbagai macam masakan asli sana. Di restoran tempat nya bekerja ia sering memperhatikan chef-chef disana mencoba mengingat apa saja dan bagaimana membuat makanan disana. Lalu tak jarang pula jika ada waktu luang ia mempraktekkan apa yang telah ia liat dan pelajari
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Semua telah berubah, lima tahun sudah Eva jalani, kehidupan nya mulai berubah seiring berjalannya waktu. Lima tahun ia hidup disana bukanlah hal yang mudah, gaya hidup disana sangatlah berbeda jauh dengan daerah asalnya. Sempat ia kesulitan dan ingin menyerah mengimbangi gaya hidup disana namun berkat usaha, dan dorongan teman-teman baik yang ada disana ataupun Zahra, Cici, bahkan Leo dkk ia mulai bangkit lagi dan berusaha sekuat tenaga
Perjalanan yang sangat panjang akhirnya bisa menemukan pintu keluar nya, hari ini adalah hari dimana dia akan mendapatkan gelar dr yang siap bekerja merawat dan membantu para pasien
Ia merasa iri pada mahasiswa lain, disaat hari bahagia nya seperti ini dia hanya sendirian sedangkan yang lain berkumpul bersama keluarga mereka masing-masing
"Hey Evaaa... sini" panggil seorang gadis cantik bahkan sangat cantik. Namanya adalah Chiyoko. Dia salah satu teman yang lumayan dekat dengannya, baik, cantik, imut, manis, lembut, penyayang sungguh Eva saja terpesona dengan sosok Chiyoko ini
Note : Anggap aja mereka bicara pake bahasa Jepang
"Iya sebentar" jawab Eva, segera mungkin ia menyelesaikan aktivitas nya bersama ponsel pintar yang selalu ia bawa dan berjalan mendekati Chiyoko dan keluarganya "Hallo, Om, Tante, bagaimana kabar kalian?" tanya Eva sopan
"Baik sayang, kamu sendiri?" jawab mamah dari Chiyoko
"Baik juga" ~Eva
"Eva, keluarga kamu kan di Indo, jadi anggap aja orang tua aku itu bentar apa ya bahasa Indonesia nya em... ah ya 'Mamab Papah' oke!" ~Chiyoko
"Bukan Mamab tapi 'Mamah'. Gak usah gak papa, aku bisa sendiri ko" ~Eva
"Ah ya itu Mamah hais, gak ada penolakan!" ~Chiyoko
"Iya Eva, kami juga gak keberatan ko" ucap Papah dari Chiyoko
"Em baiklah, terimakasih banyak selama ini kalian telah banyak membantu ku hiks" ~Eva
"Sama-sama, cengeng! ini hari bahagia bukan hari duka jadi tersenyum lah. Ayo gabung sama yang lain" Chiyoko menarik lembut tangan Eva dan membawanya berkumpul bersama teman-teman lainnya
Jadilah orang baik maka orang-orang akan bersikap baik juga kepada mu, tapi tetap harus waspada karena semua orang bisa berubah menjadi jahat, bahkan orang terbaik dalam hidup mu bisa menjadi bom terbesar dalam hidup mu
Menggunakan seragam wisuda lengkap, para lulusan kedokteran maju satu persatu menuju panggung untuk menerima penghargaan dari kerja keras mereka selama ini
Dug... dug... dug...
Debaran jantung Eva dapat terdengar lumayan jelas, antara gugup, terharu, senang, bercampur aduk menjadi satu. Matanya sudah berkaca-kaca dan tangannya bergemetar disaat menerima piagam dan selempang sebagai salah satu mahasiswa terbaik
"Hiks~ saya tidak nyangka, bisa mendapatkan apa yang saya dapat kan sekarang, ini semua seperti mimpi bagi saya. Terimakasih kepada Tuhan ku (Allah) tanpanya saya tidak bisa di posisi ini. Mamah, Papah, Adek, terimakasih kalian adalah orang paling berjasa dalam hidup ku. Terimakasih juga kepada para dosen dan dokter-dokter, teman-teman, dan semua orang. Entahlah aku bingung harus berbicara apalagi, ini bukan hanya kesuksesan ku saja tapi ini adalah kesuksesan kita semua, sekali lagi saya, Eva Aurora berterima kasih sebesar-besarnya, tanpa kalian semua saya tidak bisa berdiri di depan sini, terimakasih..." ucap Eva menggunakan bahasa Jepang, dari atas panggung dan dihadapan banyak orang, setelah mengucapkan itu semua ia langsung membungkuk kan badannya lama sebagai rasa hormat nya kepada orang-orang disana
Suara gemuruh tepuk tangan menggema di gedung tersebut, membuat air mata Eva tidak bisa dibendung lagi. Sebuket besar yang berisikan beraneka ragam jenis bunga cantik diberikan kepada Eva dari pemilik universitas langsung
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"Sungguh ini seperti mimpi ku dulu, dan mimpi itu sudah menjadi kenyataan. Pah, Mah, aku ingin memeluk dan menangis dipelukan kalian hiks~ hiks~ Dua hari, ya dua hari lagi aku akan pulang dan bisa memeluk kalian. Aldi Kaka datang, Kaka akan berusaha menyembuhkan mu, Kaka berhasil nemuin cara buat nyembuhin kamu, tapi Kaka kurang yakin akan hasilnya" ucap Eva
Saat ini dirinya sedang duduk bersender di kasur sambil memeluk foto keluarga nya, sampai-sampai ia tertidur dengan sendirinya
Anggap saja dua hari telah berlalu, kini adalah waktunya bagi Eva untuk pulang ke negara asalnya setelah 5 tahun pergi. Banyak kenangan indah di negri Sakura ini yang tidak ingin ia tinggalkan, tapi di tanah kelahirannya jauuuh lebih banyak kenangan baik indah atau pun sebaliknya yang menjadi bumbu perjuangan nya dulu
Tak...
Sepatu sneaker putih nya mendarat di atas permukaan aspal, dari dalam mobil Chiyoko, Eva keluar disusul oleh yang nya. Ya Chiyoko lah yang mengantarkan Eva ke bandara menggunakan mobilnya
Chiyoko membantu Eva membawakan satu koper besar nya, Eva pun sama ia menggeret koper lainnya yang mempunyai beban cukup berat
"Aaaah kamu dan keluarga mu pindah saja ke Jepang, aku masih belum puas bersama mu" rengek Chiyoko hais padahal usianya lebih tua dari Eva, tapi kelakuan nya seakan-akan dirinya adalah adik bagi Eva
"Doa kan aku agar bisa kembali berkunjung kesini, atau bisa saja kau yang kesana. Pintu rumah ku akan selalu terbuka lebar untuk mu" ucap Eva
"Huf~ baiklah kapan-kapan aku akan berkunjung ke rumah mu dan akan mengacak-acak kamar mu hahaha" ~Chiyoko
"Hais terserah, nanti aku juga akan mengajakmu berkeliling dan aku akan memperkenalkan mu ke teman-teman ku" ~Eva
"Jangan membuat aku melupakan semua pekerjaan ku disini!! aku akan pergi kesana disaat aku ada waktu libur. Tapi kenapa kamu gak terima aja sih kerjaan rumah sakit itu? malah ngasih ke aku tapi btw makasih ya. Rumah sakit itu besar dan terkenal Va, gajinya juga besar apalagi buat kamu" ~Chiyoko
"Gak Chi, sebesar apapun gaji yang ditawarkan disini, aku akan tetap pulang bekerja disana, merawat adikku, dan menjalankan tugas ku menjadi anak" ~Eva
"Aku bangga sama kamu, dan aku beruntung punya temen kaya kamu" ~Chiyoko
"Aku jauh lebih beruntung mempunyai teman seperti mu Chiyoko. Kalau ada undangan jangan lupa kabarin ya hehe" ~Eva
"What?! aku masih ingin bekerja dan sukses dulu, baru setelah itu cari pasangan dan menikah" ~Chiyoko
"Kan bisa bekerja sambil mencari pasangan" ~Eva
"Kau terus menggoda ku! ngaca kamu sendiri juga sama. Udah sana pesawat nya mau take off" ~Chiyoko
"Ngusir?" ~Eva, dengan puppy eyes nya
"Bukan gitu astaga Eva--" ~Chiyoko
"Iya iya aku paham, peluk?" ~Eva, menentang kan tangan nya
"Hais kau membuat ku menjadi cengeng hari ini hiks" ~Chiyoko, memeluk Eva erat begitupun sebaliknya
"Udah jangan sedih! aku pamit dulu ya makasih selama ini udah mau bantuin aku, you are my best friend, older sister, and much more" ~Eva
"Em... hiks~ udah sana pergi hiks~" ~Chiyoko
"Okey, don't miss me, but I will miss you so much. babay" ~Eva
"Jahat kamu boleh merindukan ku tapi kenapa aku tidak?" ~Chiyoko
"Haha jangan marah, just kidding baby" ~Eva
"Haha baiklah" ~Chiyoko
Terpaksa percakapan mereka harus berakhir dulu, pesawat akan take off. Sekali lagi ia merasa berat meninggalkan orang yang ia sayang untuk menemui orang yang ia sayang juga 'perpisahan memang selalu menyakitkan, tapi tidak semua perpisahan berakhir menyakitkan' batin Eva
Duduk termenung di dalam pesawat membuat Eva bosan, mau membuka ponsel, tapi rasa malas lebih kuat hanya sekedar untuk membuka tas ransel kecil
"22 tahun sudah aku hidup, hem tua juga ya. Waktu berputar begitu cepat, rasanya baru kemarin aku bisa berlarian dan bermain dengan bebas tanpa beban, tapi sekarang aku sudah mempunyai tanggung jawab. Em masih lama, tidur aja lah" ucap Eva
Setelah menemukan pintu keluar masih ada pintu-pintu lainnya yang belum terbuka. Semakin tinggi pohon itu tumbuh maka semakin kencang pula angin yang menerjang
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
...Lakukan yang terbaik mulai dari sekarang jika kamu tidak ingin menyesal dikemudian hari, yakinlah kamu pasti bisa, fighting!!!💜...
Maaf kalo banyak kesalahan mohon di maklumin ya hehe, suka gak sama cerita ini?🥺
Love you all (。♡‿♡。)
THANK YOU SO MUCH 🌟❤️
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...