
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Satu bulan penuh mereka berlibur setelah satu tahun menempuh pendidikan di K'Internasional High School. Kini yang dulunya kelas 12 sudah lulus, kelas 11 menjadi kelas 12, kelas 10 menjadi kelas 11, dan selanjutnya
Eva yang memiliki tekad untuk merubah diri dan kehidupan nya menjadi lebih baik pun sedang berjuang mewujudkan impian nya itu. Target nya ia ingin mendapatkan beasiswa di universitas terbaik di jurusan kedokteran
Setiap hari ia bekerja mencari uang untuk membantu biaya sekolah nya yang diluar beasiswa, membantu keuangan keluarga, dan sedikit menabung untuk kebutuhan nya sendiri
Mungkin, orang lain saat waktu liburan seperti ini akan pergi berlibur kemanapun mereka mau. Tapi berbeda dengannya yang harus bekerja dan terus belajar. Dari pagi hingga sore ia gunakan untuk bekerja, sepulang dari tempatnya bekerja ia langsung menuju rumah sakit menjenguk sang adik yang kondisi nya tak kunjung membaik, sedangkan malamnya ia gunakan untuk belajar dan beristirahat
Di tengah malam yang sunyi, sebuah kamar dan segala isinya menjadi saksi bisu kesedihan seorang gadis cantik berumur 18 tahun
"Gue capek!!! hiks~ hiks~" ucap Eva disela-sela tangisan nya
Kamarnya adalah tempat ternyaman untuk meluapkan segala rasa kesedihan, kelelahan, dan rasa ingin menyerah nya. Sepertinya alam juga merasakan apa yang sedang dirasakan gadis tersebut, diluar sedang turun hujan dengan petir menggelegar di atas langit
"AAAAAKKKHHHH.... Kakek, Eva pingin sama Kakek aja hiks~ a.. aku cape Kek..." teriak Eva
Entahlah biasanya ia tidak akan sampai sefrustasi ini apalagi sampai berteriak kencang. Mungkin saja ia berani berteriak karena kedua orang tuanya sedang menginap di rumah sakit menjaga Aldi. Jadi dirumah hanya ada dirinya saja dan ia merasa bebas mau berteriak dan menangis sekencang mungkin tanpa harus khawatir kedua orang tua nya tau
Bisa dilihat penampilan nya sangat berantakan, rambut panjang yang sedari tadi ia tarik-tarik sendiri, hingga mengakibatkan banyak helai rambut yang tercabut dari akarnya. Baju basah penuh dengan air mata, mata sembab, hidung memerah tak hanya hidung namun muka dan telinganya pun ikut memerah
Duggg...
Tanpa ia sadari ia memukul tembok kamarnya dengan kencang, untung saja tidak sampai mengeluarkan darah atau yang lebih parah lagi
Hampir setiap malam ia selalu menangis entah itu ada sebabnya ataupun tidak, sepertinya menangis saat malam hari sudah menjadi hobinya akhir-akhir ini
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"Hah~ gak kerasa udah kelas 12 aja, gue harus lebih keras lagi belajar nya, beasiswa I'm coming, fighting!!" ucap Eva menyemangati diri sendiri sambil memakai sepatu
"Mah aku berangkat ya" pamit Eva
"Gak makan dulu sayang?" tanya Lusi
"Gak deh Mah langsung berangkat aja" ~Eva, mencium punggung tangan Lusi dan Riko lalu pergi menuju sekolah menggunakan sepeda
"EVAAA..." belum juga Eva memarkirkan sepeda dengan benar, ia sudah mendapatkan kejutan berupa suara bak petir yang menggelegar yang datangnya dari salah satu sahabatnya, Zahra
"Gak usah teriak-teriak, ini sekolah bukan hutan! ada apa sih?" tegur Eva
"Gak papa kangen aja" ~Zahra
"Baru juga kemaren kita ketemu" ~Eva
"Udah gak usah di ladenin, kita masuk aja yuk Va" ajak Cici
"Bener ucapan Lo, yaudah yuk" ~Eva, menggandeng tangan Cici lalu berjalan masuk tanpa mengajak Zahra
"Heiiii... gue ditinggalin, tungguin woy!!" ~Zahra
Dilain sisi, sebuah mobil mewah hitam mengkilap terparkir di parkiran sekolah, hal tersebut sontak langsung menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar tempat tersebut
"Kyaaa... siapa itu?!" heboh adik kelas baru
"Kaya tu pasti orangnya"
"Pasti Leo dkk itu mah" ucap seseorang yang sudah bisa menebak siapa orang di dalam mobil tersebut
"Astaga pangeran ku telah tiba"
"Ganteng, tajir, body perfect, pinter, huwaa tipe gue banget!!"
"Yank... kamu ko muji-muji mereka didepan aku"
"Apa sih? ya biarin aja, kalo pun kamu dibandingkan dengan mereka kamu kalah jauh"
"Oke, kalo gitu kita putus!"
Drama di pagi hari yang membosankan, hal itu sudah biasa mereka lakukan saat kedatangan most wanted di sekolah tersebut
Dengan cool nya mereka turun dari mobil mewah tersebut menggunakan kaca mata hitam dan tas mereka yang hanya diselempangkan di salah satu pundak saja. Suara teriakan para siswi pun semakin kencang dikala mereka bisa melihat siapa orang di dalam mobil mewah tersebut
"Gue udah lama gak denger suara kek gini" ucap Gibran
"Halah setiap hari juga kita denger kalo keluar kandang" ucap Justin
"Bahasanya lo 'kandang' gak ada yang lebih bagus apa? mension bagus, mahal, mewah, luas, gitu dinamain 'kandang'" ~Gibran
"Biarin, serah gue pemiliknya juga gak marah" ~Justin. "Gak ada artinya buat dia, dibakar aja kayanya gak papa tuh"
"Lo pikir bikin mension itu gak pake uang?! mau gue ambil seluruh organ tubuh kalian buat ganti rugi? itupun kurang!!" ucap Leo datar sambil terus berjalan dibuntuti oleh dua sahabatnya
"Sungguh kejam!" ~Gibran dan Justin
"Ngaca!" ~Leo
Berhentilah mereka di depan sebuah papan mading besar yang tertempel di dinding. Semua yang sedang berkumpul disana pun langsung memberi jalan kepada ketiga orang tersebut tanpa disuruh
"Sumpret mata gue pusing liat ni tulisan kecil-kecil, Tin baca gih cari nama kita ada di kelas berapa" ~Gibran
"Ini juga lagi dicari kura-kura" ~Justin
"Hem... go back to class with him" batin Leo ( Kembali satu kelas dengannya )
"Ikut gue, gue dah tau dimana" ucap Leo pada kedua sahabatnya yang masih sibuk mencari nama mereka di papan mading
"Ha? udah nemu? ko gue gak nemu-nemu ya" ~Justin
"Be*o sih Lu, dah yuk" ~Gibran
"Nj*r gue dibilang be*o, lu o'on" ~Justin
"I don't hear it, I don't care" ~Gibran ( Aku tidak mendengar nya, aku tidak perduli )
Beralih dari Leo dkk kini di kelas MIPA 12B sedang berkumpul tiga orang sahabat yang bingung mau duduk dimana
"Gak ada bangku yang muat tiga apa ya?!" ucap Zahra
"Ya gak lah, dua-dua. So siapa yang mau duduk sama siapa?" jawab Eva
"Kalian berdua aja, biar gue yang duduk di belakang" usul Cici
"Is it okay?" ~Eva
"It's okey baby, dah duduk pegel nih kaki" ~Cici
"Okey, thank you" ~Zahra
Akhirnya Eva dan Zahra duduk di kursi bagian tengah sedangkan Cici masih duduk sendiri di belakang mereka. Tak lama kemudian datanglah tiga most wanted di kelas tersebut dan langsung mengambil posisi mereka sendiri-sendiri. Leo dan Gibran yang duduk di sebelah bangku Zahra dan Eva, Justin sendiri langsung duduk di sebelah Cici tanpa ba-bi-bu
"Kaka ngapain duduk disini?" tanya Cici
"Emang gak boleh? astaga udah berapa kali gue bilang, jangan panggil Kaka kita itu seangkatan!" jawab Justin
"Eh em maaf Ka hais maksud nya Jus... tin" ucap Cici kaku saat menyebutkan nama 'Justin'
"Hem..."
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Like, vote, komen, hadiah nya...
Thank you so much 😇❤️
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...