
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh para murid pun akhirnya tiba, sama seperti waktu mereka berangkat berkemah dulu, kini mereka juga menggunakan bus untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan yang sudah direncanakan oleh anggota OSIS dan para guru. Setiap kelas akan mendapat bus mereka masing-masing, jadi mereka akan satu bus hanya dengan teman sekelas mereka saja
"Yah kursi yang buat 3 orang udah penuh" ucap Zahra kecewa
"Yaudah gak papa kalian berdua aja, gue duduk di belakang kalian sama yang lain" usul Cici
"Beneran gak papa?" tanya Eva
"Iya gak papa, cuma tempat duduk ini yang penting masih deketan kan" ~Cici
"Bener juga sih, yaudah thanks Ci, Va gue rekues tempat pinggir sebelah cendela ya hehe" ~Zahra
"Hem..." ~Eva
"Lah deket cewek landak ternyata" ucap Gibran menyadari jika sebrang kursi mereka yang muat untuk 3 orang diisi oleh Zahra dan Eva
"Enak aja lu bilang gue landak ha?!" ~Zahra
"Bener kan? tu liat baru dibilang kaya gitu aja langsung sensi" ~Gibran
"Gak nyambung!" ~Zahra
"Udah, diem" lerai Eva yang sendari tadi merasa risih berada di tengah-tengah antara mereka berdua
"Geseran" perintah Leo datar plus dingin kepada Gibran
Jadilah saat ini Leo duduk di pinggir samping Gibran dan untuk Justin ia malah sudah tertidur sambil menyenderkan kepalanya di kaca bus. Setelah murid diabsen satu persatu oleh walas mereka masing-masing, bus tersebut berjalan maju meninggalkan halaman sekolah tercinta mereka
Selama perjalanan, suasana di dalam bus tersebut sangatlah sepi, nyaman, tentram, damai. Semua orang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing
"Nih Va, mau ndengerin lagu gak?" ~Zahra, memberikan salah satu kabel headset nya
"Gomawo" ~Eva
Perjalanan terus berlanjut, cuaca bertambah panas tapi untungnya bus yang mereka tumpangi ber-AC, dan entah sejak kapan suasana di bus tersebut berubah menjadi ramai dan berisik. Walaupun brisik Eva tetap saja bisa tertidur dengan nyenyak, hal itu berbeda dengan Leo yang terpaksa bangun gegara kebisingan teman-teman nya
Disaat sedang asyik-asyiknya mengobrol atau bercanda bersama teman, tiba-tiba bus oleng dan sedikit miring ke kanan. Hal itu membuat semua orang terhuyung ke kanan, sedangkan Eva yang tertidur pun tak bisa menahan dirinya sendiri dan berujung mendarat di telapak tangan Leo. Ya dengan sigap Leo mengulurkan tangannya untuk menahan Eva agar tidak terjatuh. Anehnya kejadian tadi itu sama sekali tidak membuat Eva membuka matanya, ia masih setia dengan tidur nyenyak nya mungkin diakibatkan karena akhir-akhir ini ia sulit untuk tidur
"Emang bener cewek aneh, nggak bangun sama sekali Lo, kalo tangan gue gak nahan udah nyungsep deh Lu, malu-malu dah" batin Leo
"Yak! seharusnya gak usah di tolongin biar jatuh aja sekalian, awas aja nanti Lu Va" batin Mita kesal
"Woy Zah, tarik nih sahabat Lo, bisa-bisanya dia masih tidur!" perintah Leo
"Iya bentar, mungkin gegara akhir-akhir ini dia gak bisa tidur jadi sekalinya tidur udah kaya mayat hidup" Zahra berusaha menarik Eva dan meletakan nya di pundaknya
"Kenapa?" tanya Cici dari belakang
"Gak papa udah kembali ko, eh Leo liat noh temen Lo juga mana dua-duanya lagi" jawab Zahra
"Hem" ~Leo
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Sampailah mereka di tempat tujuan pertama yaitu sebuah museum yang sangat megah. Museum tersebut dikelilingi oleh kolam ikan dan beberapa air mancur turut menghiasi tempat tersebut. Disana juga terdapat beberapa sport foto yang bagus nan aestetik, oleh karena itu sebagian siswa saat ini sedang disibukan mengabadikan momen itu menggunakan kamera atau pun ponsel mereka
"Vaci, ke air mancur itu yuk, bagus kayanya kalo kita foto disana" ajak Zahra pada Eva dan Cici, mudahnya disingkat menjadi 'Vaci'
"Kuy lah" jawab Eva sambil menggandeng kedua tangan sahabatnya
Ceklekkk...
Ceklekkk...
Banyak sekali mereka mengambil foto di tempat tersebut, hingga terakhir mereka ingin berfoto di tangga berlatar belakang gedung museum tersebut, tapi lebih bagus hasilnya jika mereka di fotokan
"Guys minta tolong ke siapa ya buat motoin?" ~Zahra
"Ke tiga pengangguran itu aja tu" ~Eva, menunjuk Leo dkk
"Nah iya ide bagus, yaudah sono Lo aja kalo gue yang minta udah ujung-ujungnya pasti ditolak, kalo Lo pasti gak" ~Zahra
"Lah napa jadi gue?! Ci Lo aja sono, gak papa ko mereka bukan singa yang makan manusia" ~Eva
"Gak deh, gue gak berani Lo aja udah sana" ~Cici
"Hais yaudah tunggu sini. Excuse me" ~Eva
"Paan" jawab Leo, sedangkan kedua sahabatnya hanya memperhatikan
"Tolong fotoin kita bertiga ya, disana tu oke!" ~Eva
"Enak aja emang kita photographer apa" ~Leo
"Tolongin napa sih cuma pencet-pencet ini doang juga susah amat" ~Eva, memberikan ponselnya ditangan Leo dengan paksa
"Ehek seorang Leo berhasil ditaklukkan oleh seorang gadis, beuh wkwk" goda Justin
"Bac*t Lo berdua!" ~Leo
Akhirnya mau tidak mau, Leo harus mengalah dan memfoto ketiga gadis yang sudah siap di posisi masing-masing dengan gaya masing-masing. Malas berteriak sebagai kode, Leo hanya menghitung mundur menggunakan jari tangannya, dan...
Ceklekkk...
Ceklekkk...
Ceklekkk...
"Oke cukup, thanks" ~Eva, mengambil kembali ponselnya lalu melihat hasil foto Leo bersama Zahra dan Cici
"Anak-anak ayo masuk!" teriak Bu Dewi dari arah pintu masuk
Semua murid yang sedang fokus pada kegiatan masing-masing kini berbondong-bondong memasuki museum sesuai arahan Bu Dewi dan guru lainnya
"Sebel sebel sebel, iiiiish selalu aja tu orang beruntung tadi aja gue minta tapi gak ada respon sama sekali dari mereka. Tapi Eva apa? dengan mudahnya Leo mau!" kesal Ratu
"Gimana kalo kita kerjain aja nanti pas di dalem museum" usul Mita
"Harus itu, berani-beraninya ngerebut apa yang seharusnya milik kita, yuk lah kita masuk dulu" ucap Lintang
Charlyn? ada bareng mereka tapi sepertinya dia sedikit kapok mengerjai Eva, setelah kejadian di mall waktu itu dan ternyata Pangeran tidak main-main dengan ucapannya. Malamnya setelah mengantarkan Eva pulang, Pangeran langsung berdiskusi bersama sang Papah untuk mencabut semua kerja sama perusahaan mereka dengan perusahaan keluarga Charlyn, dan itu disetujui oleh Alby, malam itu juga mereka memutuskan hubungan kerja sama mereka yang mengakibatkan saham perusahaan keluarga Charlyn anjlok
Baru pertama menginjakkan kaki mereka disana, mereka sudah disuguhkan dengan berbagai macam foto dan keterangan dari benda yang ada. Memasuki ruangan kedua dimana disana ada banyak kursi, layar lebar di depan seperti di bioskop, kali ini mereka akan diajak untuk menonton sedikit cuplikan video perjuangan para pahlawan dulu saat memperjuangkan kemerdekaan
Dilanjut ke ruangan-ruangan selanjutnya, semua murid terlihat bahagia bisa mengunjungi tempat seperti ini. Sendari tadi Leo dkk hanya mengekori Eva dkk, entahlah mungkin mereka bingung mau kemana karena sudah jelas museum seperti ini bukanlah tipe mereka, dari pada bingung jadi mereka hanya mengikuti kemana Eva dkk pergi melangkah
Sudah berjam-jam mereka lalui untuk berkeliling museum tersebut, hingga sampailah di ruangan terakhir. Banyak patung atau ornamen karya orang-orang ternama berjejer disana
"Tu, gue punya ide" ucap Mita
"Apa?" tanya Ratu
"Sini gue bisikin" kata Mita, entahlah apa yang mereka bisikkan sampai raut muka Ratu yang awalnya suram kini berubah cerah seketika
"Dari mana kita bisa dapet benda itu?" ~Ratu
"Tenang aja gue bawa ko, jadi sekarang tugasnya adalah ngaitin benang ini ke Eva" ~Mita
"Mudah itu mah, sini biar gue aja" ~Ratu
Ratu berjalan mendekati Eva sambil membawa tali yang jika tidak detail melihatnya tidak akan kelihatan. Disaat sudah berada didekat Eva, ia sengaja menabrak Eva, sebenarnya ia sedang mengaitkan tali tersebut ke baju Eva
"Eh kalo jalan liat-liat dong, main nabrak-nabrak!" bukan Eva yang protes melainkan Zahra
"Serah-serah gue lah" ~Ratu
"Huf~ nyebelin banget sih tu orang" ~Zahra
"Udahlah gak usah diurusin, gak penting" ~Eva
Entah sejak kapan Leo kini sudah berada di belakang Eva dan berusaha mengambil tali yang berada di rok nya yang terhubung ke sebuah patung, jika saja sampai Eva berjalan jauh pasti patung tersebut akan jatuh dan rusak, ujung-ujungnya pasti ganti rugi
"Yakkk... Lo ngapain hah?!" tegur Eva
"Gak ngapa-ngapain" jawab Leo santai
"Alah boong kan lu, ngaku nggak?!" ~Eva
"Gue udah bilang, gak ngapa-ngapain bambang" ~Leo
"Bambang mata mu, gue punya nama ya!!!" ~Eva
"Zah, Va, sini deh" panggil Cici
"Ditolongin malah..., kalo gue gak ngambil ni tali Lo bisa kena denda ratusan juta Eva Aurora" gumam Leo, Leo membawa tali tersebut ke Ratu dkk, namun mereka mengira jika Leo datang karena ingin menghampiri Ratu
"Hai by, ngapain kamu kesini? kangen ya sama aku, atau kamu mau jalan bareng hem? ayo" ucap Ratu sambil mencoba menggandeng tangan Leo
"Punya kalian kan? gue punya bukti sekali gue laporin kalian bisa kena hukuman, so jangan main-main sama gue!" ucap Leo penuh penekanan, lalu beranjak pergi kembali mengikuti Eva dkk
"Hah? ko bisa ketauan si? bukannya tadi gue udah masang di rok Eva dengan mulus?!" ~Ratu
"Gawat nih kalo Leo ngelaporin kita, gue gak mau kena hukuman lagi! bisa-bisa gue abis sama nyokap bokap gue" ~Charlyn
"Gagal lagi, padahal tadi tu hampir aja! akh sebel gue, bay gue mau keluar duluan!" ~Mita
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Saran please 💜
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~ ^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...