
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Rasa pusing langsung menyambar kepala Leo, dirinya yang baru terbangun dari tidur panjangnya pun mengerang kesakitan sambil memegangi kepalanya. Saat rasa sakit sudah mereda, kedua manik matanya langsung menyapu bersih tempat di sekitar, sebuah kamar yang tidak terlalu kecil tapi bagus dan elegan, dengan dua buah jendela, kasur yang empuk berukuran sedang, dll
"Gue dimana?" tanya Leo
Akhhhh...
Shittt...
"Tadi malem, cewek itu bawa gue kemana sih?! tapi kaya gak asing kamarnya" ucap Leo
Ceklekkk...
Krieeet...
Suara pintu terbuka terdengar, dengan refleks Leo langsung melihat kearah pintu. Dari sana muncullah seorang perempuan yang masih berpakaian baju tidur, ditangan nya ia membawa nampan berisi segelas air, roti dengan selai coklat, dan sebuah obat
"Dah sadar toh, baru gue mau bangunin" ucap Eva, sambil meletakkan nampan tersebut di atas meja disamping tempat tidur
"Lo bawa gue kemana?" tanya Leo
"Ke rumah gue, abisan gue bingung mau bawa Lo kemana lagi gue kan gak tau rumah Lo dimana kecuali rumahnya Nyonya Vanya, katanya Lo gak mau kan gue anterin ke situ? terus pas gue ke apartemen yang dulu katanya udah alih pemilik, so yaudah gue--" jawab Eva terpotong
"Dari mana Lo bisa kenal sama wanita itu?" sela Leo
"Maksud Lo nyonya Vanya?" tanya Eva sambil mendudukkan dirinya di tepi ranjang
"He'em" ~Leo
"Gue udah kenal nyonya Vanya dari SMA dulu, gegara Mamah kerja disana, emang ada apa sih? kok Lo manggil nyokap Lo sendiri 'wanita itu' bukan Mamah?" ~Eva
"Gak papa" ~Leo
"Oke kalo Lo gak mau cerita, gue keluar dulu, itu di minum obat pereda rasa pusing nya setelah makan, oh ya one again gue udah telfon Justin ngasih tau kalo Lo ada disini" ~Eva
"Hem..." ~Leo
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Sekitar pukul 7 pagi, Leo baru keluar dari kamar Aldi dengan kemeja putih yang sudah kusut, dasi terpasang sembarangan, jas yang ia tenteng, dan rambut yang acak-acakan, tapi penampilan seperti itu justru membuat nya terlihat lebih menarik. Meletakkan nampan tadi di atas meja makan lalu bergabung di ruang keluarga dimana disana sudah ada Justin dan Eva yang tengah mengobrol berdua
"Astaga Leo... Lo? kalian abis ngapain?" pertanyaan aneh muncul dari mulut Justin
"Sembarangan kalo ngomong! kita gak ngapa-ngapain yah!!" tegas Eva sambil menjitak kepala Justin
"Auuu" ~Justin
"Ternyata selain obat tidur juga ada obat perangsang di dalamnya" ucap Leo
"Ohhhh terus?" ~Justin
"Ya tau sendiri lah" ~Leo
"Oh oke, gue paham. Kasian juga hidup Lo, nasib jadi orang ganteng ya gini banyak yang naksir" ~Justin
"Tau sendiri gimana?" ~Eva
"Jadi gini kan obat perangsang itu... ah Lo tau sendiri kan gimana efeknya, nah terus kalo gak ada pasa--" ~Justin, yang langsung dibekap oleh Leo
"Pasa apa?" ~Eva
"Pasa... pasar iya pasar, btw thanks ya buat kemaren malem sama kasih tumpangan" ~Leo
"Haih pasar?" ~Eva
"Mau berangkat kerja kan? gue anterin mau?" ~Leo mencoba mengalihkan topik pembicaraan
"Em boleh deh, udah siang juga. Bentar gue ambil jas sama tas gue dulu" ~Eva
"Tin Lo bawa mobil apa?" ~Leo
"Sport putih yang kemaren Lo beli, kenapa?" ~Justin
"Gue pake mobil itu, Lo lake mobil gue. Yang atep nya bisa dibuka gue butuh udara segar" ~Leo
"Wokeh, pake aja mobil-mobil Lo" ~Justin
Setelah siap mereka pun pergi, Justin yang pergi ke kantor, sedangkan Leo dan Eva pergi ke rumah sakit Hansin untuk mengantarkan Eva bekerja
Angin pagi yang sangat menyejukkan dan masih belum terlalu tercemar, dapat merilekskan pikiran sejenak. Atap mobil yang terbuka membuat angin tersebut dapat keluar masuk dengan mudah menerpa dua manusia di dalamnya
Mobil yang melaju dengan kecepatan sedang membelah keramaian pun menjadi pusat perhatian orang-orang, pasalnya jarang ada yang memakai mobil tersebut karena memang mobil itu sendiri sangatlah limited edition yang hanya ada 10 di dunia, ditambah lagi dua orang di dalam mobil tersebut
Kurang dari setengah jam akhirnya mereka sudah sampai di depan rumah sakit Hansin. Eva keluar dari dalam mobil lalu berdiri di samping pintu kemudi Leo
"Thanks" ucapnya
"Hem... oh ya jangan deket-deket sama cowok itu" jawab Leo
"Emang kenapa? woy jawab dulu pertanyaan gue?!! lah dasar tu anak main kabur aja" kesal Eva
"Kamu ngapain disini?"
"Oh yaudah masuk kita ada banyak jadwal operasi hari ini" ucap Pangeran datar
"Baik Dok, saya permisi dulu" ucap Eva lalu berjalan memasuki gedung rumah sakit tersebut
"Tadi siapa kaya gue kenal, tapi kalo emang dia terus apa hubungannya sama Eva itu?" batin Pangeran memandangi mobil Leo yang perlahan menghilang
Mereka berjalan beriringan memasuki rumah sakit Hansin menuju ruang kerja mereka. Baru juga keluar dari lift mereka sudah di sambut oleh beberapa suster dan dokter yang memberitahukan tentang kondisi pasien
"Dokter, di ruangan 15 detak jantungnya semakin melemah, luka tembakan nya terinfeksi walaupun kami sudah mengambil peluru tersebut dan memberinya obat. Dokter saya minta bantuannya" pinta sang dokter bernama Atez
"Tidak bisa Dokter Atez, pasien Dokter Pangeran di ruang 2 juga sedang kritis dan butuh penanganan segera, Dokter mari kita tidak punya banyak waktu!" ucap suster
"Apa tidak ada dokter yang bisa menangani salah satunya? bagaimana bisa saya menangani 2 orang sekaligus?!" ucap Pangeran
"Ada Tuan, namun untuk pasien ruang 2 adalah pasien anda" ~Suster
"Tapi Tuan saya butuh bantuan anda" ~Dokter Atez
"Hais..." Pangeran memijat pilipis nya lalu melirik kearah Eva "Kamu bisa kan mengoperasi seseorang yang terkena luka tembak?" tanya Pangeran
"Bisa Dok, kebetulan saya pernah melakukan operasi seperti itu sebelum nya" jawab Eva
"Bagus, dokter Atez dia yang akan membantu mu, namanya Eva namun masih dalam tahap uji coba, tapi sepertinya dia bisa membantu mu, nanti jika saya sudah selesai saya akan menyusul, maaf saya permisi dulu, saya harus segera menangani pasien saya" ~Pangeran
"Baik Dok terimakasih, senang bertemu dengan Anda Dokter, perkenalkan nama saya Atez, mari dok kita tidak punya banyak waktu" ~Atez
"Ah iya mari, Dokter Atez bisa anda ceritakan kronologi nya?" pinta Eva sambil berjalan setengah berlari menuju ruang operasi
"Baik Dok, jadi begini....." ~Atez
"Baiklah saya sudah mengerti, bisa saya melihat hasil data hasil pemeriksaan nya juga?" ~Eva
"Ini Dokter" ~Atez menyerahkan sebuah map biru kepada Eva
Walau sambil berjalan ia tetap fokus membaca berkas tersebut, dan saat melihat hasil ronsen pasien ia merasa ada sesuatu yang mengganjal. Ia merasa ada sesuatu di dekat hati sang pasien
Sebuah ruangan beraura tegang di masuki oleh mereka berdua setelah memakai baju hijau khusus dan beberapa perlengkapan lainnya
"Ini Dok pasien kita. Semuanya ini adalah dokter Eva dia yang akan membantu kita" ucap Atez
"Salam Dok, mohon bantuannya"
"Hem baiklah" jawab Eva. Otak-otak nya kini sedang berusaha bekerja dengan serius mengamati satu persatu alat yang mendeteksi tingkat kondisi pasien saat ini
"Setelah saya memeriksa tentang data pasien dan mendengarkan cerita dari Dokter Atez tadi, seperti nya masih ada peluru kecil bahkan sangat kecil yang tertinggal di dekat hati pasien, kebetulan peluru tersebut mengandung zat berbahaya, kita harus cepat mengeluarkan nya. Tapi kita harus hati-hati, peluru tersebut berada di dekat hati sedikit saja kita lalai maka nyawa pasien akan melayang" jelas Eva menunjuk sebuah layar dimana disana ada rekaman foto pasien
"Baik Dok" ~All
"Baiklah mari kita mulai" ~Eva, yang diangguki oleh semuanya
Lampu operasi pun kembali menyala menandakan operasi sedang dimulai. Operasi berlangsung mulai dari pukul setengah sembilan pagi. Di dalam ruang operasi tersebut, semua dokter dan suster saling bantu membantu untuk menyelamatkan nyawa pasien yang merupakan salah satu CEO besar di kota tersebut
Entah sudah berapa banyak darah yang keluar dan masuk kedalam tubuh pasien, bahkan di baju Eva dan yang lainnya sudah berlumuran darah segar yang sangat kental dan amis. Peluh mengalir deras menandakan kerja keras mereka yang sangat melelahkan
Waktu demi waktu terus berjalan, 3 jam sudah mereka berkutat di dalam ruang mencengkam itu. Dari atas profesor Anji sedang mengawasi kerja Eva, ia tersenyum entahlah apa arti senyuman tersebut
Tut... Tut... Tut...
Detak jantung telah kembali normal, peluru kecil tersebut berhasil mereka keluarkan, bekas operasi pun telah dijahit, itu semua berarti operasi yang mereka lakukan berjalan lancar dan berhasil
Sebuah senyuman terukir di bibir mereka setelah 3 jam mereka berwajah tegang
"Terimakasih Dokter" ~All
"Sama-sama, kita telah bekerja keras untuk ini jadi ini adalah berkat kita semua, keberhasilan kita, saya juga mengucapkan terimakasih" ~Eva, membungkukkan badan, seperti nya membungkukkan badan sudah manjadi kebiasaan nya
"Em!!" ~All
"Kalau begitu saya permisi dulu, pasien hanya perlu menunggu sampai kondisi nya sedikit stabil baru kita bisa memindahkan nya ke ruangan" ~Eva
"Yes doc" ~All
"Seperti nya operasi nya sudah selesai, baguslah" ucap Pangeran
"Dokter?!" ~Eva
"Kerja bagus" ~Pangeran
"Terima kasih dok, saya permisi dulu" ~Eva
"Huf~ awal yang melelahkan tapi menyenangkan" gumam Eva sambil melepas baju operasi nya yang penuh noda darah dan memasukkan nya ke tempat yang telah disediakan
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Sorry kalo banyak kesalahan. Like, vote, komen...
Gomawo ♡
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...