EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 22 Berkemah Part 2



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


SORE HARINYA


Setelah dibiarkan beristirahat dengan nyenyak, kini mereka dibangunkan untuk kembali beraktivitas. Dimana para siswa akan mencari kayu bakar di hutan sekitar area perkemahan, sedangkan untuk para siswi nya akan membentuk beberapa kelompok yang nantinya bertugas memasak makanan


Setiap kelompok terdiri dari 5 orang, jika para siswi yang mengikuti acara perkemahan itu dijumlahkan ada 40 orang. Berarti bisa dipastikan jika akan ada 8 kelompok yang terbentuk


"Anak-anak cepatlah buat 8 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang" perintah Bu Dewi selaku pendamping utama


"Baik Bu..." ~All


Dengan segera semuanya menggerombol menjadi 8 kelompok, di kelompok Ratu ada pastinya Ratu dkk ditambah satu orang lagi bernama Monica. Eva? pastilah dirinya bersama dengan Zahra dan Cici, kini mereka masih membutuhkan 2 orang lagi untuk diajak menjadi anggota kelompok mereka, tapi yang jadi pertanyaan siapa dua orang yang mau sekelompok dengan mereka itu?


"Hai... bolehkah kami ikut bergabung dengan kelompok kalian?" tanya seorang perempuan dengan rambut pendek sepundaknya


"Iya, bolehkah kami berdua bergabung dengan kalian. Perkenalkan nama ku Lili dan ini adik kembar ku Lulu, kami murid baru" ucap seseorang yang bernama Lili


"Tentu, kami dengan senang hati menerima kalian. Perkenalkan namaku Eva Aurora kalian bisa memanggil ku Eva saja" jawab Eva


"Nama ku Zahra salam kenal yah" ~Zahra


"Kalo nama ku Cici, salam kenal juga" ~Cici


"Terimakasih" ~Lili dan Lulu


"Heh kalian yakin mau satu kelompok dengan mereka?" ejek Ratu


"Memangnya kenapa?" ~Lulu


"Ah pantas saja kalian anak baru jadi tak mengerti, sudahlah tak penting. Girls mending kita siap-siap aja yuk, sebentar lagi Leo dkk akan pulang dan pastinya akan satu kelompok dengan kita" ~Ratu dkk pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke habitat nya lagi


"Ish tu mulut pengin gue ulek-ulek terus gue hampas sejauh-jauhnya deh, bisanya cuma fitnah orang mulu" gerutu Cici kesal


"Memangnya kenapa sih? ada apa sebenarnya?" ~Lili


"Nanti akan ku jelaskan, lebih baik kita mulai memasak saja yuk" ~Eva


"Tapi kami tak pandai memasak" ~Lili


"Tak apa, kita belajar sama-sama aja. Jujur aku malah tak bisa memasak haha..." ~Zahra


"Benar yang diucapkan Zahra kita akan belajar bersama-sama. Em... sebelum itu bisakah kita tak menggunakan bahasa baku seperti ini, rasanya sangat aneh" ~Eva


"Oke" ~All


Untung gue sering liat Mamah masak dan bantuin jadi sekarang gak kebingungan deh, batin Eva sambil mengupas bawang merah, putih, dan bahan-bahan yang lainnya dengan lihai bersama Cici dan Zahra. Sedangkan si kembar sedang menyiapkan alat-alat untuk memasaknya. Sangat sulit membedakan keduanya, semua terlihat sama. Namun lama-lama mereka sudah mulai bisa membedakan nya dengan cara memperhatikan letak tai lalat mereka. Jika Lili memiliki tai lalat di leher sebelah kirinya dan Lulu memiliki tai lalat di leher sebelah kanan


Setelah semua bahan siap, kini mereka tinggal mengandalkan Eva dan Cici untuk mengolah semua bahan-bahan yang ada. Tapi bukan berarti mereka bertiga lepas tangan tak mengerjakan apa-apa, mereka juga turut membantu sambil memperhatikan bagaimana dua chef itu memasak


Banyak pertanyaan dilontarkan oleh mereka bertiga tentang seputar masakan, dengan senang hati Eva atupun Cici menjawabnya


Karena bahan-bahan hanya mendukung mereka untuk memasak nasi goreng, jadilah mereka memasak nasi goreng dalam porsi yang lumayan banyak. Nantinya tak hanya mereka saja yang menikmati nasi goreng tersebut, namun ada 5 siswa yang juga akan memakan nasi goreng tersebut


Bau sedap masakan mereka bisa tercium hingga ke tenda guru, saat itu Bu Dewi yang sedang memasak dengan para guru pendamping lainnya pun tertarik mendekat ke arah mereka


"Kalian memasak apa? bau harumnya sampai tercium ke tenda guru loh" ucap Bu Dewi


"Eh Bu, oh itu Bu ya sama kaya yang lain kita masak nasi goreng" jawab Zahra


"Ah iya Ibu lupa, siapa yang memasaknya?" ~Bu Dewi


"Kita semua yang memasaknya Bu. Ibu mau mencobanya?" ~Eva


"Tidak usah lagian Ibu juga memasak sama guru-guru lain, buat kalian aja. Ibu kembali ke tenda ya" ~Bu Dewi


"Ya Bu..." ~All


Setelah kepergian Bu Dewi, mereka melanjutkan acara masak-masak mereka lagi. Semua bumbu sudah menyatu dengan nasi, bau lezat pun sudah tercium, menandakan bahwa nasi goreng tersebut sudah siap disantap. Menata dengan rapih di atas piring berjumlah 10 dan menambah beberapa komponen pelengkap, salah satunya adalah telor ceplok bikinan Lili dan Lulu menambah kesan tersendiri terhadap nasi goreng itu


Bertepatan dengan selesai nya mereka memasak, para siswa yang lelah dan lapar sehabis mencari kayu bakar pun mulai berdatangan. Sesuai instruksi Pak Handoyo, mereka dibagi menjadi 8 kelompok setiap kelompok juga terdiri dari 5 orang


KELOMPOK 4


"Bisa di makan gak nih?" tanya nya pada Eva dkk


"Ya bisa lah, coba aja gue pastiin kalian bakalan ketagihan sama masakan kita" jawab Zahra


Ada rasa ragu saat ia ingin memakan nasi goreng buatan Eva dkk, dengan sekali hap segerombol nasi goreng telah berhasil mendarat sempurna di dalam mulut siswa itu. Alangkah terkejutnya ia saat merasakan bahwa nasi goreng tersebut sangatlah enak, tanpa memperdulikan apapun lagi ia langsung melahap nya dengan rakus


"Apa lagi yang kalian tunggu, makanlah tenang aja gak ada racunnya ko" ucap Eva


Sama seperti siswa pertama tadi, keempat siswa lainnya juga ikut memakan nasi goreng itu dengan lahap. Ada rasa senang, puas, dan lega di hati Eva dkk, hasil kerja keras mereka untuk membuat nasi goreng tersebut tak sia-sia


KELOMPOK 7


Di kelompok 7 terdiri dari Ratu dkk dan Leo dkk ditambah dua siswa lainnya. Disana Ratu dkk sudah siap dengan nasi goreng hasil masakan mereka, mereka sangat percaya diri dengan hasil masakannya yang terlihat seperti biasa saja, sampai-sampai mereka tak menyicipi nya terlebih dahulu


"Wah... sepertinya enak nih" puji siswa yang sebenarnya ada perasaan pada Ratu


"Gue ko nggak yakin ya" batin Leo dkk


"Ko gitu sih Leo, gue kan udah capek-capek masakin ini. Masa Lo nggak ngehargain gue sih" kata Ratu


"Kalo gue bilang nggak ya nggak!" ~Leo berjalan meninggalkan tempat tersebut. Sebenarnya perutnya sudah keroncongan minta diisi, namun saat melihat nasi goreng yang dibuat oleh Ratu dll selera makannya hilang begitu saja


"Ini kalo gue gak laper banget, gue lebih milih gak makan deh" batin Gibran, ia mulai memasukkan sesendok nasi goreng kemulutnya dan "Uhuk... uhuk... buset ini nasi goreng apa garem laut sih, wasin banget bisa-bisa kalo gue terus makan sakit perut yang ada" batinnya lagi


Disaat Justin hendak memasukkan suapan pertama nya, dengan cepat Gibran menahan tangan Justin


"Tin, temenin ke toilet yuk gue kebelet nih" ~Gibran


"Sendiri aja sana, gue laper mau makan" ~Justin


"Oh ayo lah, please" ~Gibran sambil memberikan sebuah kode pada Justin


"Okeh" ~Justin yang paham akan kode Gibran


"Eh kalian mau kemana? terus makannya gimana?" tanya Mita


"Toilet, buat Lo aja" ~Gibran


"Iiii... sebel sebel sebel!!! au ah gue juga gak mau makan" ~Ratu


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Di sebuah tenda berwarna biru tua, terdapat 3 manusia tampan sedang menahan lapar dengan cara memakan sepotong roti yang dibagi menjadi 3 bagian. Walaupun sudah memakan roti tersebut, itu tak membuat mereka kenyang perut mereka masih saja meronta-ronta meminta haknya untuk diisi makanan


Karena letak tenda Leo dan Eva tak terlalu jauh jadi Eva masih bisa melihat mereka yang sudah terlihat seperti anak jalanan yang tak mempunyai cukup uang untuk membeli makanan. Mulut mengatakan 'tidak usah membantu mereka' namun hati nya tergerak untuk membantu mereka


"Ci..." panggil Eva


"Ya ada apa?" jawab Cici


"Nasi gorengnya masih gak?" ~Eva


"Masih banyak kek nya" ~Cici


"Gue ambil semua ya" ~Eva


"Ha? Lo yakin mau ngehabisin sebanyak itu?" ~Cici


"Bukan buat gue" ~Eva


"Terus?" ~Cici


"Buat ngasih makan nyamuk, ya buat orang lah" ~Eva


"Serah lah Lo lah" ~Cici


Dengan cekatan, Eva menuangkan sisa nasi gorengnya di piring lalu memberikannya kepada Leo dkk "Nih makan" ucap Eva


"Apa ini?" tanya Leo


"Nasi, gue tau kalian belum makan. Mau gak?" ~Eva


"Aman? bisa dimakan gak tuh?" tanya Gibran


"Gak, yaudah kalo gak mau bilang aja" ~Eva


"Enak aja gue mau, sini" ~Justin


"Nih, gue balik ke tenda dulu, serah mau dimakan apa enggak" ~Eva


Setelah kepergian Eva, barulah Leo dan Gibran memperhatikan makanan itu, sedangkan Justin sudah memakannya dengan lahap. Melihat hal tersebut membuat Leo dan Gibran mulai mencoba dan berujung sama, yaitu memakannya dengan lahap


"Enak juga masakan si cewek aneh itu, rasanya sama persis kaya masakan Mamah" batin Leo


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Hallo, gimana dengan cerita "Perjalanan Hidup Eva Aurora" ini, suka gak? tolong kasih sarannya ya.


Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Favoritkan


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...