EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 100 Extra Part End~



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Di dapur yang sangat mewah, seorang wanita cantik tengah menggoreng ayam, entah kenapa ia ingin sekali memakan ayam goreng saat ini. Dengan lihai nya Eva memasak ayam tersebut menjadi hidangan yang sangat menggugah selera. Ditengah-tengah keasikan nya menggoreng, Lusi sang ibu pun datang menghampiri


"Sayang, perkiraan lahiran kamu kapan?" tanya Lusi


"Em... deket-deket ini sih Mah, kenapa?" jawab Eva


"Gak papa, Mamah cuma mau nanya aja. Kamu udah ngerasa ada kontraksi apa gitu?" ~Lusi


"Kontraksi ya? belum sih Mah" ~Eva


"Ohhh yaudah, kalau gitu Mamah ke depan dulu ya, kaki Mamah pegel" ~Lusi


"Oke, Mamah istirahat aja, jangan sampe kecapaian" ~Eva "Eh kenapa aku jawabnya gak sih padahal sebenernya iya, tadi pagi aku ngerasa sedikit, ah sudahlah Mamah udah jauh" batinnya


Kembali ia melanjutkan aktivitas nya sambil menyenandungkan sebuah lagu luar untuk mengenang masa lalunya yang sangat menyukai kpop


"Lagi masak apa?" tanya Aldi tiba-tiba muncul


"Astaga dek ngagetin aja kamu, untung ni panci gak melayang!" tegur Eva


"Iya maaf, bagi ya tu ayam, leper ku" ~Aldi


"Duduk aja dulu, bentar lagi mateng" ~Eva


"Oke" ~Aldi


Disaat beberapa ayam potong telah mendarat di piring dan hendak dibawa ke meja makan, tiba-tiba, "Au... ini kenapa? eh kok tambah sakit, apa jangan-jangan aku mau... aaaaaaakkkhhh..." erang Eva sambil memegangi perut dan pinggang nya, sebuah cairan bening juga mengalir di kaki jenjang nya


"Ka... kak Lo kenapa? jangan bikin gue takut deh Kak, please deh..." panik Aldi


"Aldi panggil Mamah!!" titahnya


"MAMAH..." ~Aldi


"Gak bakal kedengaran og*p, aaaaauuu cepet!!" ~Eva


"Bentar, Kakak duduk disini dulu ya gue panggil Mamah dulu" ~Aldi, langsung berlari mencari sang Mamah ataupun Leo dengan keringat dingin di jidatnya


"MAMAH..." ~Aldi


"Apa sih? teriak-teriak ini--" ~Lusi


"Kak Eva... di dapur... dia... apa si namanya..." ~Aldi


"Apa, jangan bikin Mamah penasaran?! oh atau jangan-jangan. Aldi panggil Abang kamu!!" ~Lusi


"Iya Mah" ~Aldi


Sontak seluruh manusia di mension tersebut kalang kabut, panik sebab Nyonya mereka hendak melahirkan. Di dapur Eva, Lusi, dan beberapa pelayan tengah menunggu kehadiran calon Ayah dari bayi tersebut, yang tengah bekerja di rumah


"Sayang kamu gak papa?" tanya Leo panik


"Aduh malah ditanya, cepet bawa istri kamu ke rumah sakit!!" tegur Lusi


"Ah iya Mah" ~Leo, mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke rumah sakit dengan segera


Gerbang raksasa itu langsung terbuka, bersamaan dengan itu dua mobil sport mewah melaju cepat meninggalkan pekarangan mension tersebut. Membelah jalanan ramai dua mobil tersebut telah diberi jalan oleh orang suruhan Leo agar jalan mereka tidak dihalangi oleh kendaraan lain. Hal tersebut tentu saja membuat mereka menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar


Di dalam sebuah ruangan bernuansa putih, ada seorang perempuan tengah menaruhkan nyawanya demi melahirkan malaikat kecil di dalam perutnya. Entah sudah berapa tetes darah yang mengalir keluar, Leo dengan setia berdiri di samping nya memegang erat tangan sang istri dan memberikan beberapa kata penyemangat untuknya. Hanya itu yang bisa Leo lakukan, jika bisa rasa sakit itu dialihkan biarlah dia saja yang merasakan nya. Hatinya sakit saat melihat orang yang ia cintai kesakitan


"Sayang, kamu kuat, kamu pasti bisa, ini demi anak kita ya. Aku mencintaimu..." ucap Leo lembut, mengecup kening penuh keringat Eva sambil meneteskan air mata


"Aaaaaa... Leo hiks~ sakit" ~Eva


"Iya sayang, kamu pasti bisa ya, ayo sayang" ~Leo, ia membungkus tangannya dengan dasi yang ia pakai "Gigit ini" Leo menyerahkan tangannya yang dibalut dasi


"Huf~ AAAAAA... mmmm..." ~Eva


"Anj sakit juga!!!" gumam Leo


Sebuah tangisan bayi menggema di ruangan tersebut, rasa lega menjalar di tubuh mereka semua terlebih Eva. Bayi mungil tengah berada di atas tubuh Eva agar berinteraksi dengan sang Mamah. Tanpa sadar air mata kebahagiaan mengalir deras dari kedua orang tua bayi mungil tersebut


"Terimakasih sayang" hanya itu yang Leo katakan, mulutnya terasa kaku untuk mencurahkan semua isi hati nya


Setelah dibersihkan dan dibalut dengan kain, bayi tersebut diserahkan kepada Leo. Tangan nya bergetar saat bayi mungil itu berada dalam dekapan nya, rasa hangat langsung menjalar di tubuh nya, jantungnya berdetak kencang, dan sebuah senyuman tak pernah luntur dari bibir nya. Ia melirik kearah brankar dan mendapati Eva yang tersenyum tulus pada mereka berdua


"Tuan, Nyonya akan segera kami pindahkan ke ruang rawat, jadi anda bisa menunggu nya disana?" ucap sang Dokter


"Ah baiklah Dok, bayinya?" ~Leo


"Jika anda ingin membawa nya tidak apa-apa, tapi hati-hati dia masih sangat rentan terhadap dunia luar" ~Dokter


"Sayang aku bawa anak kita ke luar ya, pasti disana banyak yang pengin ketemu" ~Leo


"Iya" ~Eva


"Baiklah Nyonya mari kita pindah ruangan" ~Dokter


"Tunggu Dok, anda... Dokter Cantika?" tanya Eva ragu


"Iya nama saya Cantika, kenapa ya Nyonya?" ~Dokter Cantika


"Apa dokter masih ingat dengan anak kecil yang jatuh terus dokter tolong dan anda mengantarkan anak dan ibunya ke rumah?" tanya Eva


"Anak kecil, apa kau Eva...?" ~Cantika


"Benar saya Eva!!" ~Eva


"Oh astaga Eva!!! kamu sudah dewasa sekarang" ~Cantika


"Hehe... Kakak cantik tau gak, aku berhasil meraih cita-cita ku loh" ~Eva


"Benar kah? woah kakak bangga sama kamu. Eh sampai lupa, kita pindah dulu ya" ~Cantika


"Iya terimakasih atas bantuannya Kak" ~Eva


°•°•°•°


Sebuah kebahagiaan tiada tara datang melalui bayi cantik mungil yang saat ini tengah menjadi rebutan para orang-orang yang menyayangi nya. Pipi gembul nya selalu saja menjadi comotan mereka. Mukanya sangat mirip dengan Leo, namun matanya menurun dari Eva, sungguh sempurna ciptaan Tuhan yang satu itu


"Terimakasih tuhan kau telah memberikan kebahagiaan ini, semoga kedepannya kebahagiaan ini akan terus menyertai anak-anak ku dan keluarga ku" batin Eva


"Iya, sudah berapa kali kau mengucapkan itu hem?" ~Eva


"Entahlah ini tidak akan cukup untuk membalas semua perjuangan mu selama ini. Terimakasih telah hadir di hidup ku yang gelap untuk memberikan cahaya, you are my everything!! I Love You So Much..." ~Leo


"I also love you more than you love me" ~Eva


"No no no, cinta ku lebih besar!" ~Leo


"Hais... terserah kamu aja lah, oh ya namanya siapa?" tanya Eva yang membuat perhatian semua orang tertuju pada mereka berdua


"Nama ya gimana kalau Liqueena Earliora Aldebaran?" usul Leo


"Nama yang bagus, Liqueena Earliora Aldebaran, Liora..." ~Eva


Semua merasa bahagia atas kehadiran Baby Liora. Mulai saat itu semuanya memiliki jalan hidup masing-masing, mereka hidup bahagia walaupun pastilah ada batu krikil yang hadir di tengah-tengah mereka untuk lebih menguatkan hubungan antara mereka


°•°•°•°


Satu tahun telah berlalu, baby Liora sudah bisa berjalan dengan lancar, sungguh cepat perkembangan nya. Ia tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik, menggemaskan, pandai, dll yang ia turunni dari kedua orang tuanya


Kini mereka tengah berada di kapal besar milik Leo pribadi. Menyeberangi lautan bersama keluarga kecil mereka hendak berlibur bersama


"Gak kerasa kita udah punya anak aja, nambah baby yuk sayang, kayaknya asik tuh biar Liora juga punya temen main" ucap Leo, memeluk Eva dari belakang, posisi mereka kini tengah berada di ujung depan kapal menikmati sunset yang sangat indah


"Hais aku belum kepikiran buat nambah anak!" ucap Eva


"Ah baiklah-baiklah, nanti juga kalo dilakuin jadi sendiri haha" ~Leo


Hening... mereka kembali menikmati pemandangan sunset dari atas kapal dengan terpaan angin nakal yang mengenai tubuh mereka


"Hey kau kenapa? kenapa jadi diam gini?" tanya Leo


"Em... aku jadi ingat janji ku dulu buat nemuin siapa pelaku yang udah membunuh sunset ku, sampai sekarang aku belum menemukan nya, aku--" ucap Eva


"Kata siapa belum ketemu? udah kok aku udah simpen tu pelaku di markas, gak tau mau diapain" ~Leo


"Apa, kamu udah tau? kenapa gak kasih tau ke aku sih?" ~Eva


"Iya maaf sayang, nanti kalau udah pulang terserah kamu deh mau diapain" ~Leo


"Dia harus membayar semuanya! tapi siapa pelakunya?" ~Eva


"Saudara kamu sendiri, Mita. Dia menyewa mafia dan kebetulan mafia itu musuh aku, jadi saat aku menyerang mafia itu aku tidak sengaja menemukan kenyataan kalau Mita lah yang udah bunuh Pangeran" ~Leo


"Hah~" ~Eva


"Udah kamu jangan sedih, Pangeran juga pasti gak mau liat kamu sendih" ~Leo


"Gak kok, em... kamu gak cemburu atau gimana gitu? ya secara kan kamu orangnya terlalu posesif!" ~Eva


"Kata siapa aku gak cemburu, tentu aku cemburu. Dan kamu harus meredakan rasa cemburu ku ini" ~Leo


"Caranya?" ~Eva


"Coba kamu katakan 'jangan coba-coba cium-cium cucu-cucu ku kalau cuma mau cium cucu-cucu ku cuma-cuma'" ~Leo


"Ha? jangan coba-coba cium-cium cucu-cucu ku kalau cuma mau cium cucu-cucu ku cuma-cuma, emmphh..." ~Eva


Bibir mereka bersatu menjadi sebuah ******* yang sangat dalam dan lama. Berciuman di atas kapal dengan terpaan angin alami membuat suasana romantis diantara mereka berdua berkali-kali lipat. Namun suasana romantis itu harus berhenti saat seorang baby kecil berlari kearah mereka sambil menangis


"Mamah..." rengek nya


Tangan Eva sontak mendorong tubuh Leo lalu mengusap air liur yang belepotan di sekitar bibir nya


"Sialan tu anak, selalu aja gini!!" gumam Leo kesal


"Utututu... anak Mamah udah bangun ya sayang, sini" ucap Eva lembut sambil berjongkok menunggu anaknya yang melangkah dengan kakinya yang kecil


Hap...


Liora tengah berada di pelukan Eva, dia pun mengangkat tubuh mungil Liora keatas agar baby kecil itu bisa melihat pemandangan indah dan memastikan keselamatan bayi itu tetap terjaga


"Papa... hahaha hihi..." ~Liora, dengan ketawa nya yang sangat imut, seperti nya apapun yang ada pada diri Liora itu terkesan imut dan indah


"Sumpah ni anak, anak siapa sih kamu?!" gumam Leo


"Heh, kamu bilang apa?! ya jelas-jelas anak kamu lah, anak siapa lagi coba, jangan ngadi-ngadi ya!!" ~Eva


"Iya sayang, Liora anak aku sama kamu. Sini sayang sama Papah, utututu... kiyowo banget sih anak papah" ~Leo, mengadukan hidung mancungnya dengan hidup mancung mungil Liora dan menghujani banyak kecupan lembut di muka Liora


"Foto yuk..." ajak Eva


"Boleh" ~Leo


"Bentar, mas tolong fotoin ya" ~Eva


"Baik Nyonya"


Keluarga kecil itu langsung mengambil posisi dengan baby Liora berada di tengah-tengah mereka berdua. Leo dan Eva bersamaan mencium pipi gembul Liora yang membuat bayi kecil itu tersenyum senang


Cekrekkk...


Sebuah kenangan indah yang akan terus dikenang untuk kedepannya tercetak indah didalam sebuah foto. Sejak saat itu mereka melanjutkan hidup mereka dengan penuh cinta yang berlimpah


...꧁༺ END ༻꧂...


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Thank you...


Akhirnya tamat juga, sebenernya rencana awal end nya bukan gini ㅋㅋㅋ masih ada satu orang lagi yang dimasukin ke dunia Eva dan itu beda negara. Tapi kalo dipikir-pikir udahlah Eva berakhir sama Leo aja >.<


Sekali lagi makasih udah mau baca cerita ku yang bosenin ini ya, babay see you in the next story!!♡


Babay...


Love you all~💜❤️


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT STORY ۝...