
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Terlihat ada beberapa bus yang terparkir di depan K'Internasional High School, jika dihitung maka ada 5 bus besar yang nantinya akan membawa sebagian murid kelas 11
Sebelum berangkat, seluruh murid kelas 11 yang mengikuti acara tersebut dikumpulkan terlebih dahulu di lapangan untuk diberi arahan oleh pak kepala sekolah
"Cek... cek... ah baiklah, selamat pagi anak-anak" sapa Pak Kepala Sekolah
"Pagi Pak!!!" ~All dengan semangat yang menggebu-gebu
"Wah... wah... sepertinya kalian semua sudah tak sabar ya? baiklah tanpa berlama-lama lagi Bapak disini hanya ingin berpesan pada kalian, kalian disana harus saling tolong-menolong dan melindungi satu sama lain. Kenapa? karena lokasi perkemahan kalian itu berada di tengah hutan belantara. Pastikan juga barang-barang yang sekiranya penting buat kebutuhan kalian jangan sampai tertinggal, atau terlupa. Mengerti?!" ~Kepala Sekolah
"Mengerti Pak..." ~All
"Saya rasa cukup, sekian dari Bapak terimakasih. Mungkin ada tambahan dari guru-guru lain?" ~Kepala Sekolah
"Saya Pak" ~Pak Handoyo
"Ya silahkan" ~Kepala Sekolah
"Langsung saja, untuk nomer kursi kalian nanti bisa mengambil nya disana, kebetulan di sana Bu Dewi sudah siap. Sistem tempat duduk kali ini acak, jadi dimana dan dengan siapa kita duduk Bapak harap kalian bisa terima paham!?" ~Pak Handoyo
"Paham Pak" ~All
"Baiklah untuk keselamatan di perjalanan dan di sana mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa menurut kepercayaan masing-masing dimulai" ~Pak Handoyo
Hening itulah suasana saat ini, mereka fokus pada doa menurut kepercayaan mereka masing-masing dengan khusyuk. Setelah doa selesai mereka langsung berhamburan mendekati Bu Dewi untuk mengambil nomor kursi mereka. Nomor sudah berada di tangan masing-masing, mereka pun langsung berpencar mencari tempat duduk mereka
Melihat Ratu sedang menukar nomornya dengan seseorang yang kebetulan satu kursi bersama Leo di bus 4, dengan sogokan beberapa lembar uang. Leo langsung mengikuti apa yang Ratu lakukan, ia menukar nomornya dengan nomor milik seorang lelaki dari kelas 11 B dan akhirnya ia mendapat kan nomor 9 bus 3
Tanpa berlama-lama lagi dia menuju bus 3 dan mencari kursi bernomor 9 "Sial!!! gak sama ulet keket itu, malah sama cewek nyebelin ini huh! apes banget sih gue!" gerutu Leo saat mengetahui bahwa ia se kursi bersama Eva
Leo mendaratkan bokong nya dengan kasar di kursi tepat sebelah Eva, hal itu membuat cewek yang sedang menunduk sambil mengecek tasnya di bawah itu jadi kepentok kursi depan
"Akhhh... Lo!!!? ngapain Lo disini?" tanya Eva kesal
"Duduk lah" jawab Leo
"Hais kenapa harus gue yang duduk sama cowok nyebelin ini sih huh!" gumam Eva yang masih bisa di dengar oleh Leo
"Kalo bukan sesuai nomor, gue juga ogah kali duduk sama Lo" ucap Leo
"Apalagi gue!" kata Eva
"Bener-bener ni ya cewek aneh! disaat yang lainnya berlomba-lomba buat bisa sama gue, lah dia" batin Leo
"Eva" panggil Zahra dari kursi depan
"Zah, Lo disitu ah sukurlah tempat duduk kita deketan, gue pindah sebelah Lo aja ya" pinta Eva
"Udah ada gue" jawab Gibran sambil mengangkat tangannya
"Yaudah pas kalo gitu, Lo tukeran sama gue biar bisa sama sahabat Lo ini dan gue bisa sama Zahra" ~Eva
"Eva, tidak ada tukar-menukar! ini bus nya sudah mau berangkat, lebih baik kamu bantuin Ibu untuk mengabsen siswa-siswa yang ada di sini" tegur Bu Dewi
"Baik Bu" ~Eva
"Haha... kasian, lucu juga ni anak" batin Leo
Akhirnya Eva pun melaksanakan perintah yang di berikan Bu Dewi, satu persatu ia mulai mengucapkan nama-nama siswa-siswi yang berada di dalam bus 3. Kebetulan Leo dkk satu bus di bus 3, hanya saja mereka beda kursi Leo bersama dengan Eva, Gibran bersama Zahra, dan Justin bersama salah satu anak laki-laki dari kelas 11C
...Style yang dipakai Leo...
...Style yang dipakai Eva...
Author : "Cuma Leo & Eva aja ya, soalnya kalo semuanya takut kebanyakan. Atau kalian mau semuanya aja?"
Setelah semua nama tersebutkan dan tercatat dengan baik, Eva kemudian menyerahkan daftar nama-nama tersebut ke Bu Dewi. Dengan kondisi bus sudah berjalan, Eva kembali ke tempat duduknya. Entah nasib sial ataupun beruntung, saat ia hendak kembali ke tempat duduknya bus tiba-tiba mengerem mendadak hingga mengakibatkan ia terjatuh kepangkuan Leo yang sedang memejamkan matanya sambil mendengarkan musik melalui handset
Mata mereka saling beradu, ada rasa aneh dalam diri mereka saat berdekatan, rasa nyaman, tenang, jantung berdetak lebih kencang berkali-kali lipat, dll. Cukup lama mereka seperti patung yang saling berpelukan, hingga teriakan para siswi membuyarkan semuanya. Dengan cepat Eva langsung berdiri lalu kembali ke tempat duduknya
Tak membutuhkan waktu yang lama, kini mereka sedang melewati jalan yang sekitarnya adalah hutan. Kabut putih tebal menyelimuti hutan tersebut, sudah dipastikan jika udara disana sangatlah segar namun sayang seribu sayang mereka belum bisa menikmati udara tersebut. Karena mereka masih harus berada di dalam bus untuk menempuh perjalanan yang masih cukup panjang
"Ini udah masuk hutan tapi perjalanan nya masih jauh, ah bosen banget gue! mana si Zahra asik sama game online nya. Ini juga dasar beruang, hibernasi mulu kerjaannya. Mau main hp tapi baterai gue lobet gak bawa power bank. Huf~" gumam Eva sambil menatap ke arah cendela untuk melihat pemandangan yang masih sangat asri itu
Tiba-tiba ia merasakan ada benda berat yang menimpa bahunya, saat melihat kesamping alangkah terkejutnya ia melihat kepala Leo yang menyandar di bahunya. Dengan muka damainya yang terlihat sedang kelelahan dan deru nafas teratur nya, membuat Eva tak tega jika harus menyingkirkan kepala Leo. Entah atas dorongan apa, tangannya kini bergerak dan menyingkirkan rambut Leo yang menutupi matanya. Sadar akan apa yang barusan ia lakukan, ia langsung menarik kasar tangannya dan memfokuskan kembali ke pemandangan hutan lagi
Singkat waktu, kini mereka telah sampai di tempat yang akan digunakan untuk berkemah. Ah ternyata salah, mereka masih harus berjalan menyebrangi sungai dengan arus air cukup deras, jika ingin sampai di tempat tujuan
"Woy, bangun dasar 'beruang' bukan tapi 'kucing' ah terserah lah, udah nyampe, bangun... pegel nih pundak gue!" ucap Eva berusaha membangun kan Leo
Perlahan kelopak mata Leo mulai membuka, ia belum menyadari jika sekarang ini dirinya masih menyandar di bahu Eva. 1 detik, 2 detik, 3 detik kemudian baru ia tersadar
"Lo, ngapain Lo! dasar emang semua cewek pasti nyari kesempatan dalam kesempitan. Lo sengaja kan nyenderin kepala gue di pundak Lo!" tuduh Leo
"Hello, enak aja gue gak nyari kesempatan dalam kesempitan ya, dan asal Lo tau justru Lo yang sengaja kan nyenderin kepala Lo di pundak gue!" tuduh balik Eva
"Dih ogah banget gue nyenderin kepala gue di pundak Lo" ucap Leo yang tak mau mengalah begitupun Eva
"Udah ngaku aja deh Lo! Lo sengaja nyenderin kepala Lo terus pura-pura tidur kan!" ucap Eva
"Ngaku apa sih?! gue tidur beneran, jadi gue gak tau..." ucap Leo terpotong
"Leo, Eva, kenapa kalian masih ada di sini? semuanya sudah turun nanti ketinggalan jauh loh" potong Bu Dewi
"Hah?!" ~Leo dan Eva melihat sekitar dan tak menemukan satupun manusia yang ada di bus kecuali mereka bertiga "Ini semua gara-gara Lo!!!" ~Leo dan Eva
"Sudah-sudah, kalian ini debat terus cepat turun atau nanti kalian akan ketinggalan jauh dari rombongan" ~Bu Dewi
"Baik Bu" ~Leo dan Eva
Hanya tersisa Leo, Eva, Bu Dewi, dan Pak Handoyo saja yang belum menuju tempat perkemahan. Jadilah mereka berempat berjalan bersama-sama, awalnya memang lancar-lancar saja namun saat ingin melewati sungai mereka sedikit mendapat masalah, pasalnya tak ada jembatan yang biasanya digunakan untuk menyebrang
"Arusnya deras sekali" ucap Bu Dewi ragu untuk menyebrangi sungai tersebut
"Iya Bu, mana gak ada jembatan lagi" sambung Eva
"Begini saja, kita saling berpegangan tangan agar tidak terbawa arus. Bagaimana?" usul Pak Handoyo
"Yakin Pak?" tanya Bu Dewi
"Bismillah saja Bu" jawab Pak Handoyo
Mereka berpegangan satu sama lain, paling depan ada adalah Pak Handoyo yang memegangi tangan Leo dan Bu Dewi, sedangkan untuk Eva ia berpegangan pada tangan Bu Dewi. Dengan hati-hati mereka menerobos arus air sungai, tas berat yang mereka bawa sedikit membuat mereka kesusahan
Ternyata dasar sungai tersebut sedikit licin, hampir saja Eva terpeleset dan jatuh namun itu tak jadi karena dengan sigap Leo menangkap tangan Eva agar tak terjatuh. Langkah demi langkah sudah mereka jalani, tak sia-sia perjuangan mereka saat itu karena berkat usaha mereka kini mereka memuai hasilnya, yaitu mereka bisa menyebrangi sungai tersebut dengan selamat dan aman
Jalan bertanah nan becek ditambah lagi dengan kondisi kaki mereka yang basah membuat mereka juga harus berhati-hati. Sekitar 5 menit berlalu, barulah mereka sampai di area perkemahan. Disana terlihat sudah banyak orang yang saling bantu membantu membangun tenda, ada juga yang sedang beristirahat, dan melakukan kegiatan masing-masing
Leo dan Eva langsung bergabung bersama sahabat mereka masing-masing dan membantu mereka mendirikan tenda yang nantinya akan digunakan oleh mereka untuk beristirahat
Dari tenda sebrang terlihat ada empat perempuan yang memandang Eva kesal, siapa lagi jika bukan Ratu, Mita, Charlyn, dan Lintang
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Saran
❥ Favoritkan
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...