EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 31 Cantik



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


"Aldi kamu istirahat aja ya di rumah! inget jangan sampe kamu kecapean ataupun stres kalo ada apa-apa langsung hubungi Kaka Kaka mau berangkat kerja dulu Oke!" nasihat Eva tanpa ada jeda saat ia berbicara


"Iya Kaka ku" jawab Aldi


"Jangan lupa obatnya diminum!" ~Eva


"Enggeh" ~Aldi


"Oke, kalo gitu Kaka pergi dulu, jaga diri baik-baik tau!" ~Eva


"Iya Ka" ~Aldi


"Oh ya, nanti palingan Mamah sama Papah bakal nyampe sekitar jam 4 an, jadi nanti kamu dirumah gak sendirian" ~Eva


"Kaka juga ati-ati, semangat kerjanya Ka!!! fighting!!!" ~Aldi


Waktu masih menunjukan pukul 1 siang, namun karena ia pulang gasik hari ini, jadi ia juga bisa berangkat kerja lebih gasik dari waktu kerja yang ditentukan. Menggunakan sepeda putihnya ia menyusuri jalan raya yang tak begitu ramai. Cuaca yang sangat panas apalagi saat tengah hari, membuat keringat bercucuran


Untuk soal sepeda mereka, kenapa sudah ada di rumah? jawabannya adalah tadi sang pak penjaga sekolah mengantarkan sepeda mereka ke rumah mereka, yang kebetulan rumahnya berdekatan


"Ugh... panas banget yak?! jangan bilang nanti malem bakal turun ujan, au ah" gumam Eva sambil menyeka keringat di dahinya


Restoran K'S, sebuah restoran terbesar di kota B, menjadi favorit bagi para kalangan bangsawan, pejabat, ataupun rakyat biasa. Tempatnya yang aestetik, dan banyak tersedia spot foto, itu juga menjadi daya tarik tersendiri dari tempat tersebut


"Va..." panggil Farrel dari pintu masuk restoran, dengan celana panjang berwarna hitam, kaos putih, yang merupakan seragam pelayanan restoran membuatnya terlihat sangat tampan. Apalagi ditambah gaya rambut ala-ala oppa Korea yang membuat nya terlihat cool


"Rel..." jawab Eva, setelah memarkirkan sepedanya Eva berjalan dengan senyum manis ke arah Farrel. Ia sedikit heran dengan banyaknya material bangunan dimana-mana


"Rel, ini ko banyak material bangunan sih? emang ada apa?" tanya Eva


"Oh ini, restoran kita tu mau di renov sama itu bagian samping tempat parkir mau di jadiin ruangan terbuka" jawab Farrel


"Ooo... terus parkir nya ntar dimana?" ~Eva


"Ntah, gue gak tau. Ko Lo dah berangkat kerja? bukannya ini masih jam-jam Lo sekolah ya?" ~Farrel


"Tadi gue izin gegara Aldi sakit" ~Eva


"Sakit apa?" ~Farrel


"Kata dokter sih cuma kecapean doang. Eh udah yuk masuk ntar dimarahin Pak Budi lagi" ~Eva


Disaat Eva ingin melangkah masuk restoran, dirinya bertabrakan dengan seorang pengunjung yang mengakibatkan ia kehilangan keseimbangan. Untung Farrel dengan sigap menangkap tubuh mungil Eva, sehingga ia tidak jadi terjatuh dan ya jadilah mereka saling bertatap-tatapan dengan romantis


Jika saja Gavin tidak datang mengagetkan mereka berdua, mungkin sampai saat ini mereka masih menjadi patung penjaga pintu restoran


"Kalian ngapain malah berdiri disini, di dalem masih banyak kerjaan! ayo cepet keja! malah ngobrol" tegur Pak Budi


"Iya Pak" jawab mereka bertiga kompak


Seperti biasa mereka melayani para pelanggan dengan ramah dan senyum yang mengembang di bibir. Semakin hari, semakin banyak pelanggan berdatangan ke restoran tersebut, jadi otomatis mereka akan semakin sibuk


Waktu istirahat mereka hanya saat shalat dan jam 6 sore hingga jam setengah tujuh saja. Selain itu mereka akan disibukan dengan pekerjaan masing-masing sampai pukul 9 malam


Kecuali hari ini, semua karyawan di pulangkan lebih awal dikarenakan semua makanan dan bahan-bahan nya sudah habis terjual. Jam setengah 8, semua makanan di restoran tersebut sudah ludes, masih banyak orang yang datang ke restoran tersebut dan berakhir kecewa. Bukan kecewa karena makanan, pelayanan, ataupun tempatnya, namun mereka kecewa gara-gara mereka telat datang sehingga tidak bisa makan disana


Tapi tenang saja masih ada hari esok. Pihak restoran akan menambah segala bahan-bahan makanannya agar nanti tidak sampai kehabisan lagi seperti hari ini


"Yah ujan, gimana pulangnya dong gak bawa payung lagi gue. Bener kan tebakan gue tadi siang, malemnya pasti turun ujan" ucap Eva


Eva :



Tak lama kemudian dua pria tampan menghampiri nya sambil memberikan plastik kepada Eva. Sedangkan yang di kasih bingung, plastik? buat apa? pikirnya


Farrel :



Gavin :



"Itu plastik buat bungkus ponsel Lo, biar gak ke ujanen" jawab Gavin yang mengerti jika Eva membutuhkan penjelasan atas plastik tersebut


"Owlh gue kira buat apa, oh ya kalian pulang pake apa?" tanya Eva


"Ya nyepeda lah masa pake helikopter, uang dari mana kita" jawab Farrel


"Bawa payung atau mantel mang?" ~Eva


"Gak" ~Farrel


"Lah terus?" ~Eva


"Ujan-ujan nan, mau gak? gak yaudah" ~Farrel


"Ujan-ujan nan ya? em... kayanya seru, boleh juga, bentar gue bungkus ponsel gue dulu" ~Eva


"Widiw... ponsel Lo itukan keluaran terbaru, yang kalo gak salah harganya lebih dari 20 juta an apa lebih gitu" ~Gavin


"A... a... apa Ka?!! 20 ju... juta!!!" ucap Eva tak percaya


"Gue juga denger segituan, bahkan lebih, aneh kan Lo yang beli ko gak tau harganya berapa" ~Farrel


"Ini gue cuma dikasih, ya kali gue bisa beli ponsel semahal itu, jadi..." ~Eva


"Siapa yang ngasih?" ~Farrel


"Ah udah lah kita pulang aja yuk, gak penting gak usah dibahas" elak Eva agar pembicaraan mereka tak melebar kemana-mana lagi


"Eits bentar dulu, nih pake jaket nya buat nutupin tubuh Lo yang kurus itu. Oh ya kita nanti boleh njenguk adek Lo gak? mumpung belum terlalu malem banget" ~Gavin


"Enak aja body goals kaya gini dibilang kurus! boleh-boleh aja, btw thanks Ka" ~Eva


"Yuk, nih pake payungnya Lo kan lagi... bisa berabe ntar. Gue yang ngeboncengin Lo ya" ~Farrel


Eva menerima payung dari Farrel dengan malu-malu bahkan kini pipinya sudah berubah menjadi merah merona, dikarenakan ternyata Farrel mengetahui jika dirinya sedang datang bulan


Ditengah guyuran hujan yang mengguyur tubuh mereka (kecuali Eva) dan dengan penerangan yang kurang tak membuat mereka takut. Bahkan tanpa malu mereka tertawa keras menikmati guyuran hujan tersebut


Sedangkan Gavin yang ikut merasa bahagia melihat senyum adiknya yang telah lama hilang setelah kematian kedua orang tua mereka akhirnya kembali


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


DI RUMAH EVA


Ternyata Riko dan Lusi baru saja sampai di rumah, dikarenakan mereka berangkat dari sana jam 5 sore plus kemacetan yang terjadi. Ditambah lagi sepeda motor Riko yang mogok


Tapi untung ada seseorang yang menawari mereka tumpangan, jadinya sepeda motor Riko ditinggal di bengkel sedangkan Riko dan Lusi ikut mobil yang memberi mereka tumpangan


"Lah ini kan rumah nya si cewek aneh itu" batin Leo, ya Leo lah yang telah memberikan tumpangan kepada Riko dan Lusi


"Nak mampir dulu" tawar Riko


"Tidak usah Om, saya langsung pulang saja" jawab Leo


"Nak mampir saja dulu ya sekedar ngeteh, hujannya deras bisa bahaya nanti berkendara di saat hujan deras begini. Itu juga bajunya basah nanti masuk angin" ucap Lusi yang membuat Leo tidak bisa menolak nya


"Baiklah Tante, maaf merepotkan" ~Leo


"Yaudah yuk masuk diluar dingin" ~Riko


"Assalamualaikum" ~Riko dan Lusi


"Waalaikumsalam, akhirnya ada yang pulang juga, Mamah!!! loh bentar Kaka bukannya temennya Kaka yang waktu itu ya? ko Mamah sama Papah bisa sama Kaka ini?" tanya Aldi


"Iya" ~Leo


"Tadi kebetulan dijalan motor Papah mogok, dan untungnya nak Leo ini mau nolongin kita" ~Riko


"Ooo... gitu to" ~Aldi


"Nak Leo bawa baju ganti gak?" tanya Lusi sambil menyajikan teh hangat dan beberapa cemilan di atas meja


"Gak Tan" ~Leo


"Basah gitu kasian nanti masuk angin, pake bajunya Aldi gak mungkin pasti kesempitan, kalo pake baju Papah kebesaren, gak mungkin pake baju aku" ~Lusi


"Ah gak usah Tante, Leo gak papa ko" tolak Leo yang sudah membayangkan jika ia memakai baju yang ukurannya sangat besar dan menggunakan daster, sungguh memalukan pikirnya


"Tante ada ide, kamu pakai baju anak Tante aja sebentar Tante cariin" Lusi langsung berjalan ke kamar Eva untuk mencari pakaian yang bisa dipakai oleh Leo


Beberapa menit kemudian~


"Nak Leo bisa pake baju ini, seperti nya muat" ~Lusi


"Ah beneran Tante gak usah, Leo gak papa ko" ~Leo "Masa iya gue harus pake bajunya si cewek aneh itu sih, ish oh no no" batinnya


"Ganti saja nak Leo, nanti masuk angin Lo" ~Riko


"Ta--" ~Leo


"Sudah ayo Tante anter ke kamar Aldi buat ganti" ~Lusi


"Tidakkkkk!!!! jangan kamar ku, Mamah tau sendiri kan aku orangnya gimana. Mah kamar ku udah kaya kapal pecah" ~Aldi


"Makannya dibersihin!" ~Lusi


"Gak sempet Mah, kan aku juga lagi sakit" alasan Aldi


"Dasar kamu ni ya alasan saja, ayo nak Leo masih ada kamar lain ko. Sudah ini masuk saja" ~Lusi


"Baik Tante, terimakasih" ~Leo


Leo pun memasuki kamar dengan warna yang serba pink dan putih, sudah bisa ditebak jika kamar tersebut adalah milik Eva. Tanpa membuang-buang waktu lagi, Leo langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang telah di berikan Lusi tadi


Leo :



"Oke lah gak terlalu buruk juga ni baju, tapi pink hah~ sudahlah" ucap Leo


Saat Leo hendak keluar dirinya tak sengaja melihat sebuah foto yang membuatnya tertarik. Akhirnya Leo mengambil bingkai foto tersebut, dan duduk di atas kasur sambil memperhatikan foto Eva


Foto yang dimaksud :



"Cantik" ucap Leo tanpa sadar, sadar akan apa yang telah ia lakukan tadi ia langsung mengembalikan kembali bingkai foto nya pada letaknya. Lalu melihat sekeliling kamar tersebut


"Buset banyak juga piala-piala nya, bentar ini foto siapa, orang ini ko kek mirip gue ya? au ah mending gue keluar" ucapnya menunjuk foto Suga BTS


Foto yang dimaksud :



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Akankah Leo dan Farrel berjuang untuk mendapatkan cinta Eva? atau hanya Farrel? atau Leo? atau bahkan tidak ada?


Jawabannya ada di episode-episode selanjutnya, so nantikan episode selanjutnya sambil menunggu yuk :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Saran


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...