
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Setelah berlangsung nya perlombaan pertama, kini mereka semua dipersilahkan untuk beristirahat selama setengah jam. Mereka menggunakan waktu tersebut, untuk melakukan aktivitas masing-masing
Sesuai yang di beritahukan oleh Pak Handoyo tadi, perlombaan kedua adalah Game Wahana. Dimana semua murid akan berpasang-pasangan dalam mainkan game tersebut
"Untuk game kedua kali ini akan di lakukan secara berpasang-pasangan. Jadi mau ditentukan sendiri atau dari pihak sekolah?" tanya Pak Handoyo
"Sendiriiiiiii..." ~All
"Baiklah kalau begitu maunya, tapi peraturannya berpasangan ya dua-dua, laki-laki satu dan perempuan satu. Sebelum itu silahkan untuk yang laki-laki ambil kain di depan nanti setelah mendapat kan pasangan, kalian ikatkan kain ini di salah satu tangan kalian berdua menjadi satu. Paham?!" ucap Pak Handoyo
"Paham Pak!!!" ~All
Semuanya pun langsung berpencar mencari pasangan masing-masing. Banyak juga yang mengerumuni Leo dkk untuk meminta mereka menjadi pasangannya, salah satunya ya siapa lagi jika bukan Ratu dkk. Merasa risih dengan kehadiran dan sikap mereka semua, Leo dkk pun menolak
"Kalian semua apa-apa an sih, kaya gak ada cowok lain aja yang mau jadi pasangan kalian! dengan sikap kalian kaya gini bukan buat kita tu jadi suka sama kalian. Justru kita bakalan mandang kalian itu cewek alay dan kita jadi ilfil tau gak!!!" tegas Justin
"Terutama Lo, Lo, dan Lo!" tunjuk Gibran kepada Ratu dkk
"Lagian kita juga udah punya pasangan" ucap Justin
"Siapa?!" ~All
"Em... nah itu dia, bentar" Justin menghampiri seorang gadis cantik nan imut, lalu menariknya ke hadapan semua orang "Ini pasangan gue" ~Justin
"Hah?! pasangan apaan?" tanya Cici bingung, yap benar perempuan yang Justin tarik adalah Cici
"Ih masa Lo lupa sih, pasangan perlombaan nanti loh. Lo jadi pasangan gue titik, gue gak nerima penolakan!" ~Justin
"Ha?" ~Cici
"Udah nurut aja" bisik Justin, ia pun mengikatkan sebuah kain berwarna merah pada tangannya dan tangan Cici bersamaan
Cici yang sebenarnya masih bingung pun hanya mengangguk dan menurut saja
"Gue juga udah punya" Gibran berjalan mendekati Zahra "Dia pasangan gue" ucap Gibran sambil langsung mengikat tangan mereka berdua menjadi satu
"Apa-apa an Lo! gue ga-- puffft..." ucap Zahra terpotong karena mulutnya yang sudah dibekap oleh tangan kekar milik Gibran
"Leo, Lo pasti belum punya kan? sama gue aja yuk. Gue dengan senang hati nerima jadi pasangan lo, please ya" ucap Ratu dengan nada manjanya
"Kata siapa?! tu pasangan gue" ucap Leo datar sambil menunjuk Eva yang sedang asik menonton drakor (Drama Korea) lewat benda pipih ditangannya
"Gak mungkin! Lo sama gue aja, dari pada Lo sama cewek jala*g itu hah-" ~Ratu
"Stop! emang Lo siapa ngatur-ngatur gue?!" tegas Leo
Berjalan mendekati Eva dengan membawa sebuah kain berwarna hitam yang langsung ia ikatkan pada tangan kiri nya dan tangan kanan Eva
"Eh apa-apa an ini!" ~Eva
"Udah diem aja, nurut!!!" bentak Leo yang membuat Eva langsung diam seribu bahasa
"Dia kenapa ya? marah sama gue? tapi apa salah gue? apa jangan-jangan gara-gara gue menang? masa iya sih? tapi gue akuin si serem juga kalo dia lagi marah kaya gitu" batin Eva dengan sejuta pertanyaan di dalam pikirannya
Kebetulan tempat dimana game wahana itu akan berlangsung, sedikit jauh dari area perkemahan. Hal tersebut mengharuskan semua murid dan guru menempuh perjalanan sekitar 15 menit lamanya dengan berjalan kaki
Ada rasa canggung antara Leo dan Eva saat mereka berjalan berdua. Semenjak Leo membentaknya tadi, Eva mendadak menjadi pendiam entah kemana perginya sikap cerewet nya itu. Sementara itu, ada beberapa pasangan mata yang menatap mereka kesal, sudah bisa ditebak kan siapa mereka
"Maaf" gumam Leo yang masih bisa di dengar oleh Eva
"Apa?" tanya Eva untuk memastikan jika pendengarnya tak salah
"Sorry, tadi gue gak ada maksud buat bentak lo" ~Leo
"Oh oke" ~Eva
"Emang bener-bener ni ya cewek, sumpah pengin gue eeegggh... nyebelin banget sih!" batin Leo kesal
Tak terasa langkah kaki mereka telah mengantarkan mereka sampai di tempat dimana game wahana akan di lakukan. Sebuah pemandangan yang sangat indah tercipta di tempat tersebut, banyak nya pohon-pohon membuat udara di sekitar situ begitu segar lagi menyejukkan
"Nah kita sudah sampai, bagaimana suka?" tanya Bu Dewi
"Suka banget Bu" ~All
"Wah ini pemandangan nya bagus banget, buat foto-foto bagus banget nih. Zahra, Cici, musti ajak selfi nih" ucap Eva
Tanpa memperdulikan Leo yang ikut tertarik mengikuti langkah nya mencari Zahra dan Cici, ia tetap berjalan sedikit berlari mencari kedua sahabatnya itu. Bagaimana tidak tertarik, tangannya dan tangan Leo kini sedang diikat menjadi satu otomatis kemana pun Eva pergi Leo pasti akan ada di sampingnya begitu pun sebaliknya
"Zahra... Cici..." panggil Eva
"Ya?" jawab Zahra dan Cici
"Selfi yuk mumpung pemandangan nya bagus" ~Eva
"Yok, gue juga sebenernya mau ngajak Lo selfi tapi gue gak tau Lo dimana" ~Zahra
"Kuy lah" ~Cici
Seakan melupakan pasangan mereka (pasangan untuk game loh ya, bukan pacaran), mereka langsung mengambil posisi nya masing-masing. Nah pada saat itulah mereka baru menyadari, disaat mereka kesulitan untuk menempatkan posisi mereka
"Lah gue lupa ada mereka" ucap Eva menepuk jidatnya, sedangkan Leo dkk hanya menunjukkan ekspresi datar
"Gimana dong, sia-sia banget kalo pemandangan bagus kaya gini gak di abadiin" protes Cici
"Gini aja, dilepas dulu" usul Zahra
"Ribet banget" ucap Gibran langsung merebut ponsel Eva dari tangannya "Merapat! 1, 2, 3" ~Gibran
Cekrek...
"Bentar-bentar kenapa kalian jadi ngikut kita foto sih?" ~Zahra
"Yaudah si, udah terlanjur juga kan" ~Justin
"Sini hp gue" ~Eva
"Bentar. Lah Lo nggak save no gue?" ~Gibran yang baru melihat isi ponsel Eva berniat untuk mengirim foto tadi ke ponsel nya
"Haha... ngarep ya, gue tau temen gue ini emang cantik, pinter--" belum sempat Cici melanjutkan ucapannya tapi sudah di potong terlebih dulu oleh Gibran
"Idih gak yah" ~Gibran
Dikarenakan permainan kedua ini akan segera di laksanakan, jadilah pembicaraan mereka berenam harus ditunda terlebih dahulu. Semua nya pun langsung berkumpul menjadi satu dan siap mendengarkan arahan dari Pak Handoyo
"Ya anak-anak, seperti yang telah diketahui kita telah sampai di tempat wahananya. Bisa dilihat disana ada beberapa wahana yang harus kalian lalui untuk mendapatkan seikat bunga dan peta disana. Kalian harus bisa mendapatkan kedua benda tersebut karena nantinya bunga dan peta itu sangat berguna untuk permainan selanjutnya, Paham?!" jelas Pak Handoyo
"Paham Pak" ~All
"Pak, apa nantinya gak susah kalo kita lewati wahana-wahana itu dengan berpasangan, apalagi tangan keiket? mending sendiri-sendiri aja deh pak" protes salah satu siswa
"Justru itu bisa melatih kerjasama dan kekompakan kalian. Sudahlah kalian protes terus dari tadi, sekarang cepat ambil posisi masing-masing!!! Bapak kasih waktu 3 menit buat berdiskusi, dimulai dari sekarang!" tegas Pak Handoyo
"Ya Pak!" ~All
"Inget ya nanti Lo jangan nyusahin gue!" ucap Leo
"He'em" jawab Eva malas
"Intinya Lo nanti ikutin apa kata-kata gue" ~Leo
"Hem" ~Eva
"Denger gak sih gue ngomong?! Hem, Hem mulu" ~Leo
"Ya denger lah kuping gue masih berfungsi dengan baik dan jelas, gue cuma lagi males aja ngomong, apalagi sama Lo!" ~Eva
"Lo!!!" ~Leo "Gue suka bingung sama sikap nya, kadang sok berani, kuat, dingin. Kadang penakut, lemah. Emang bener-bener cewek aneh" batin Leo
3 menit sudah berlalu, sebelum memulai permainannya Pak Handoyo menjelaskan terlebih dahulu peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh para peserta. Salah satu peraturan nya adalah mereka hanya diperkenankan untuk melewati wahana-wahana yang ada dalam durasi waktu sekitar 10 menit saja
Baiklah langsung saja kita mulai permainannya. Semua peserta beserta pasangannya masing-masing kini telah berada tepat di belakang garis start. Sebuah tiupan peluit sebagai aba-aba pun terdengar nyaring di telinga mereka. Dengan cepat, mereka semua berlomba-lomba untuk memenangkan permainannya, saat ini Leo dan Eva masih memimpin didepan walaupun sudah di depan namun mereka juga tidak boleh lengah karena pasangan lainnya pun kini sedang saling mengejar
Rintangan pertama ada sebuah gundukan tanah yang tidak terlalu tinggi dan cukup menantang untuk di lewati dikarenakan kondisi gundukan tanah tersebut yang lumayan licin. Baru juga mereka melewati satu rintangan, baju mereka sudah kotor terkena noda tanah tersebut. Rintangan pertama telah dilalui oleh sebagian peserta dengan cepat
Sekarang berlanjut ke rintangan ke dua, dimana disana terdapat sebuah tangga yang terbuat dari tali. Dengan hati-hati mereka memanjat agar bisa sampai di atas rumah pohon. Di depan mata mereka ada seutas tali yang menghubungkan rumah pohon dengan rumah pohon yang lainnya
"Hah~ bisa pelan-pelan gak? capek gue" keluh Eva
"Kalo kita pelan yang ada kita kalah, waktu juga terus berjalan. Udah yuk cepetan!! dasar siput!" ucap Leo
"Iya bawel" jawab Eva
Langkah demi langkah mereka jalani, berjalan di atas seutas tali bukanlah hal yang mudah bagi mereka, membutuhkan keseimbangan dan kekompakan antar sesama pasangan agar bisa melewati nya. Untunglah ada sebuah pengaman, jadi jika mereka terjatuh mereka akan aman
Jika tadi mereka berusaha untuk naik, sekarang waktunya bagi mereka untuk turun. Sebuah ayunan sudah siap membantu siapapun untuk turun. Sayang sekali kali ini Leo dan Eva sudah berhasil di dahului oleh dua pasangan sekaligus
Skip. Tiba saatnya kini tinggal rintangan terakhir yang harus mereka lewati demi mendapatkan peta dan bunga itu
"Akhhh..." rintih Eva
"Napa Lo?" tanya Leo
"Kaki gue terkilir" ~Eva
"Bisa-bisa nya?" ~Leo
"Ya bisa lah orang gue nyeimbangin langkah kaki Lo, sampe-sampe gak liat kalo ada lubang" ~Eva
"Ngrepotin aja lu! mana udah ketinggalan jauh lagi" ~Leo
"Eh eh ngapain Lo, turunin ga?!" protes Eva saat tubuhnya sudah melayang karena digendong oleh Leo ala bridal style, ya walaupun aga susah karena tangan mereka yang terikat
"Bisa diem ga?! pegangan yang kenceng" ~Leo
Leo berlari sekencang mungkin dengan menggendong Eva, rintangan terakhir nya adalah mereka harus berlari 500 meter dengan kondisi jalan yang berlika-liku
Sudah bisa ditebak siapa yang akan menang kan? ya siapa lagi kalau bukan Leo dan Eva. Berkat kemampuan berlari Leo yang cepat, mereka bisa menyusul ketertinggalan mereka
"Hah~ hah~ berat banget sih lu!" ucap Leo sambil menurunkan Eva dari gendongan nya
"Siapa suruh main gendong-gendong aja, au... au... au..." jawab Eva
"Sakit kah?" ~Leo
"Menurut Lo?!!!" ~Eva
"Huf~ kaki Lo kenapa Va?" tanya Zahra yang baru sampai bersama Gibran
"Terkilir" jawab Eva
"Ya Allah ko bisa, yaudah sini ikut gue, gue obatin dulu" ~Zahra
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Maaf lama up nya & ngebosenin
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Favoritkan
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...