
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Hari ini adalah hari Minggu, dimana sebagian orang bisa bersantai-santai dan terbebas dari pekerjaan mereka sebentar. Tetapi itu tidak berlaku bagi Eva, ia harus bekerja dan ia sengaja mengambil sif pagi karena rencananya ia dan Pangeran akan pergi jalan-jalan nanti sore
Bersama para pelayan lainnya, Eva bersemangat melayani para pelanggan dengan ramah seperti biasa. Ia sudah tidak sabar ingin cepat-cepat waktu berada pada pukul 3 sore. Disaat jam istirahat tiba, Eva tak henti-hentinya memandangi sebuah kotak berwarna pink pemberian dari Pangeran tadi. Ya tadi sekitar pukul 9, Pangeran datang memberikan kotak tersebut sambil memberitahu nya bahwa nanti jam 3 ia akan mengajak nya jalan-jalan, setelah itu ia langsung pergi lagi entah kemana
Tak terasa waktu kerja Eva sudah berakhir dan waktu menunjukkan pukul 13.30. Seperti biasa ia mengendarai sepeda putihnya untuk pulang, namun bedanya saat ini adalah ia bukan pulang kerumah, melainkan pergi ke rumah sakit Hansin
Kamar Aldi sudah dipindahkan semenjak kondisinya bertambah buruk, ia dipindah ke ruangan yang hanya muat satu pasien saja dengan fasilitas kamar mandi, TV, AC, dll
"Dek cepet sembuh ya, Kaka kangen sama sifat laknat Lo, senyuman Lo, wajah polos Lo tapi taunya otak ngeres. Bentar lagi Lo juga ulang tahun kan? cepet bangun ntar Lo boleh minta hadiah apapun ke Kaka tapi jangan yang aneh-aneh ya" ucap Eva memandangi wajah pucat sang adik
"Gue ngerasa udah kaya orang gila tau gak, ngomong sendiri jawab sendiri. Sakit kah? kalo bisa, Kaka mau sakit kamu dibagi ke Kaka biar kamu gak kesakitan banget, dan kita bisa rasakan sakitnya berdua" sambungnya, tak ada jawaban apapun dari Aldi, ia hanya tertidur pulas dengan muka pucat nya
"Eva" panggil Lusi yang baru datang sehabis membeli makan siang di kantin
"Eh iya Mah ada apa?" tanya Eva
"Mamah denger semuanya, iya ya gak kerasa bentar lagi Aldi ulang tahun yang ke... 13, semoga di hari Aldi ulang tahun dia udah sembuh" ~Lusi
"Aamiin, semoga aja ya Mah" ~Eva
"Udah makan? kebetulan Mamah baru beli makanan yuk makan" ~Lusi
"Udah Mah tadi jatah makan siang" ~Eva
"Ooo yaudah nih Mamah tadi beli cemilan kripik kentang dimakan gih" ~Lusi
"Nah kalo yang ini gak bakalan nolak" ~Eva, cemilan adalah salah satu makanan favorit nya apalagi itu kripik kentang, bisa sekali habis olehnya dalam sekejap
Detik demi detik kini telah berlalu, waktu pun sudah menunjukan pukul 14.24. Dengan cepat Eva langsung menuju kamar mandi untuk mandi, Lusi sudah tidak penasaran lagi sebab Eva sudah memberitahu bahwa nanti ia akan pergi jalan-jalan bersama Pangeran. 15 menit yang dibutuhkan Eva untuk membersihkan tubuhnya, dan akhirnya ia keluar dengan dress pink pemberian dari Pangeran
"Mah cantik gak?" tanya Eva
"Waaah... sayang ini beneran kamu? ha? ya Allah anak Mamah cantik banget sih" jawab Lusi
"Anak siapa dulu" ~Eva
"Haha, pasti anak Mamah sama Papah lah. Tapi kayaknya ada yang kurang deh" ~Lusi
"Apa Mah? perasaan udah semua" ~Eva
"Sedikit polesan make up, kamu bawa bedak atau apa gitu gak?" ~Lusi
"Yang aku bawa apa yang biasanya aku pake" ~Eva
"Yaudah sini, biar Mamah yang bakal nyulap kamu menjadi seorang bidadari paling cantik" ~Lusi
Lusi langsung mendudukkan Eva pada kursi, lalu ia mengambil alat make up seadanya yang Eva bawa. Mulailah ia mendandani sang putri tercintanya dengan sangat hati-hati dan teliti. Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Lusi telah selesai menyulap Eva yang sebelumnya sudah cantik kini bertambah cantik
...EVA AURORA...
"Nah perfect" ucap Lusi puas akan hasil karya tangannya
"Em makasih ya Mah" ~Eva
"Sama-sama sayang" ~Lusi
"Eva ke toilet dulu ya kebelet hehe" ~Eva
"Yaudah sana, tapi hati-hati, lama loh make up nya" ~Lusi
Tok... tok... tok... Bersamaan dengan masuknya Eva ke dalam toilet, suara ketukan pintu terdengar. Dengan cepat Lusi membukakan pintu tersebut dan terlihat lah seorang lelaki tampan yang tak lain lagi adalah Pangeran Wiliam
...PANGERAN WILIAM...
"Assalamualaikum Mah" sapa Pangeran
"Waalaikumsalam, udah dateng toh cepet banget, ayo masuk Eva lagi di kamar mandi" jawab Lusi
"Gimana kondisi Aldi Mah?" tanya Pangeran
"Ya seperti itulah Ran, masih sama" jawab Lusi sambil tersenyum, namun dibalik senyumannya terdapat luka yang sangat besar
"Yang sabar ya Mah, Pangeran yakin Aldi bakal cepet sembuh seperti sediakala. Ini Eva lama ya?" ~Pangeran
"Iya makasih sayang, tadi kamu yang bilang sama Mamah buat sabar, tapi sekarang...?" ~Lusi
"Hehehe..." ~Pangeran, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Mah... tau hp ku dimana?" Eva keluar dari toilet sambil merapihkan bajunya. Pangeran dan Lusi yang mendengar suara tersebut pun refleks menengok ke arah suara itu berasal. Seketika pandangan Pangeran terkunci akan kecantikan wanita yang memakai dress pink pemberian nya. Pandangan mereka saling bertemu, dan terjadilah tatapan dari mata ke mata seperti di film-film
Lusi yang melihat nya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya, dasar anak muda batinnya, "Uhuk... ekhem..." ~Lusi, berpura-pura batuk, hal itu berhasil membuat kedua manusia tersebut tersadar dan masing-masing dari mereka menjadi salah tingkah (salting)
"Mah, eh Ran kamu udah sampe?" pertanyaan konyol keluar dari mulut Eva, sudah jelas-jelas Pangeran berada di hadapannya itu berarti Pangeran sudah datang masih juga ditanyakan "Aish be*o kali gue" gumam Eva meruntuki diri sendiri
"Kalian itu ya, udah sana katanya mau jalan-jalan" ~Lusi, dengan tawa kecil nya
"Iya Mah, kami pamit dulu ya" ~Pangeran, mencium punggung tangan Lusi
"Mah, Eva pergi dulu" ~Eva, mencium punggung tangan Lusi setelah Pangeran
"Hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut, Pangeran tolong jagain putri Mamah ini" ~Lusi
"Tanpa Mamah minta pun Pangeran bakal jagain ko" ~Pangeran
"Assalamualaikum" ~Pangeran dan Eva
"Waalaikumsalam" ~Lusi
Mereka berdua berjalan menyusuri lorong demi lorong rumah sakit sambil berpegangan tangan. Setibanya mereka di parkiran, motor hitam mengkilap terparkir di parkiran dengan rapih
"Tadaaa... suka gak by? ini aku baru beli pake uang hasil kerja keras aku sendiri loh" tanya Pangeran
"Woahhh... seriusan ini punya kamu? black, aku suka banget" jawab Eva
"Yaudah yuk naik, kita langsung ke tempat tujuan pertama kita" ~Pangeran yang sudah duduk di atas motor tersebut
"Gimana aku bisa naik? aku kan pake dress" ~Eva
"Ah iya ya, yang ada nanti kamu jadi tontonan cowok mata keranjang. Nih pakai jaket aku buat nutupin" ~Pangeran
Dengan senang hati Eva menerima jaket dari Pangeran, lalu mengikatkan pada pinggang nya. Setelah memakai helm, Eva pun naik ke atas motor sambil berpegangan pada pundak Pangeran
"Siap?" ~Pangeran
"Hem... tapi jangan ngebut-ngebut ingat pesan Mamah" ~Eva
Pangeran melajukan motor barunya menyusuri jalanan kota, membelah keramaian, bersama Eva
"By kamu adalah orang pertama yang aku boncengin pake motor ini" ucap Pangeran terus fokus menyetir
"Iya kah? seberapa sepesial aku buat kamu?" tanya Eva
"Sangat-sangat sepesial!!! Pegangan yang erat aku mau ngebut" kata Pangeran
"Hah?! eh jangan kencang-kencang" ucap Eva yang di abaikan oleh Pangeran
Dan benar saja, Pangeran mempercepat laju motornya membuat Eva yang dibonceng langsung melingkar kan tangannya di pinggang Pangeran, alah bilang aja modus si Pangeran. Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di restoran pinggir pantai
"Kita mau ngapain disini?" tanya Eva sesudah turun dari motor
"Kita makan dulu sebelum jalan-jalan yah, tapi sebelum itu tutup mata ya" pinta Pangeran
"Tutup mata lagi? nanti kamu ninggalin aku lagi, gak mau ah" ~Eva
"Gak bakal by, mau ya please" ~Pangeran, dengan puppy eyes nya
"Yaudah deh" ~Eva
Perlahan Pangeran menutup mata Eva menggunakan kain hitam di sakunya. Setelah itu ia menuntun Eva berjalan memasuki restoran tersebut
"Tunggu sebentar disini" ~Leo, saat sudah menghantarkan Eva di tempat yang telah ia siapkan
"Mau kemana, tuh kan kamu--" ~Eva
"Gak aku gak bakalan ninggalin kamu. Oke sekarang kamu boleh buka penutup matanya" ~Pangeran
"Aku buka nih" ~Eva
Terbukalah kain hitam tersebut, mata indah milik Eva langsung menyapu keindahan pemandangan sekitar. Pantai yang sangat cantik, banyak bunga mawar bertaburan di sekitarnya, sebuah tempat makan romantis bernuansa kerajaan, dan pada akhirnya matanya berhenti pada seorang lelaki tampan yang bersimpuh di depan nya sambil menyodorkan setangkai bunga mawar merah
"Bagaimana?" tanya Pangeran
"Selalu itu pertanyaan yang keluar dari mulut mu, dan selalu itu pula jawaban ku. Makasih Pangeran" jawab Eva
"Panggil by atau sayang gitu masa nama mulu!" ~Pangeran
"Akan aku coba" ~Eva
"Oke, mau gak ni bunganya? capek loh kaya gini terus" ~Pangeran
"Mau lah, siapa suruh kaya gitu" ~Eva
"Iya iya my princess, ayo duduk" ~Pangeran
Bersamaan mereka berjalan tiba-tiba alunan musik romantis berputar mengiringi langkah mereka berdua menuju sebuah tempat makan yang sudah disulap sedemikian rupa. Menarik kursi yang hendak diduduki Eva lalu mempersilahkan nya duduk. Memastikan Eva sudah duduk dengan nyaman, Pangeran berjalan dan duduk di hadapan Eva
Kini meja bundar dengan berbagai hiasan menghalangi mereka berdua, tak lama kemudian ada beberapa pelayan menghampiri mereka dan menyajikan makanan yang sudah dipesan oleh Pangeran
"Enjoy your meal by" ~Pangeran
"Yeah, you too em... by" ~Eva
Menikmati hidangan yang telah disajikan, rasanya sangat enak dan berhasil memanjakan mulut. Mata yang dimanjakan dengan pemandangan pantai. Angin sepoi-sepoi, desiran ombak yang sangat lembut, cuaca tidak terlalu panas, dll, sungguh tempat yang sangat nyaman
Melihat piring mereka berdua sudah kosong, Pangeran mengajak Eva untuk mendekat ke arah bibir pantai
"Air nya sejuk sekali" ucap Eva saat air laut mengenai kaki jenjang nya
"Sesejuk saat aku memandang mu" ucap Pangeran
"Ha? apa an sih, nih rasain haha" ~Eva, mencipratkan air laut ke wajah Pangeran
"Asin!" ~Pangeran
"Ya iyalah asin kan air laut by" ~Eva
"Akhirnya kau sudah memanggil ku by, baiklah terima serangan balik ku" ~Pangeran
Terjadilah aksi ciprat-cipratan air laut satu sama lain, yang berujung menjadi kejar-kejaran. Tawa mereka tak pernah luntur, kebahagiaan saat mereka berdua bersama bisa membuat Eva sedikit melupakan masalah hidupnya. Banyak para pengunjung lain melihat mereka berdua sebagai pasangan yang sangat romantis
Dengan susah payah Eva mengejar Pangeran, langkah kakinya yang tak selebar Pangeran membuat dirinya susah untuk bisa menangkap Pangeran. Hingga akhirnya ia memilih untuk berhenti dan duduk di atas pasir putih, menikmati angin dan pemandangan indah, menghiraukan panggilan Pangeran
"Ko berhenti si? cape?" tanya Pangeran yang juga ikut duduk di samping Eva
"Gak, nah ketangkep kan" jawab Eva, memeluk tubuh Pangeran
"Ish kamu curang, aku gelitikin baru tau rasa!" ~Pangeran, menggelitiki Eva
"Hahaha... Ran berhenti!!!! hahaha.... iya aku minta haha... maaf. Hahahahaha... berhenti pipi ku kram nih" ~Eva
"Makannya jangan kaya gitu lagi" ~Pangeran
"Iya iya" ~Eva
"Yaudah sini tiduran" Pangeran merebahkan tubuhnya di atas pasir putih dan memposisikan lengan kanannya untuk dijadikan bantalan bagi Eva
"Pinjem jaket nya" ~Eva
"Ah iya, nih" ~Pangeran
Menikmati keindahan sunset di tepi pantai berdua, membuat sore hari itu terasa sangat indah. Tanpa sepengetahuan Eva, sendari tadi Pangeran terus memandangi wajah nya yang sedang tersenyum memandangi sunset yang lama-lama menghilang bak ditelan bumi
"Apa aku masih bisa melihat wajah cantik kamu ini by? aku berharap iya, aku gak mau seperti sunset yang hanya indah sekejap dan setelah itu pergi menghilang dari muka bumi lalu digantikan oleh gelapnya langit. By apapun yang akan terjadi kedepannya, aku akan selalu mencintaimu dan akan selalu bersamamu. Love you so much" batin Pangeran
"Yah udah ilang sunset nya, eh by kamu kenapa ko kaya sedih gitu?" ~Eva
"Gak papa, aku berharap kita tidak seperti sunset yang hanya--" ~Pangeran
"Suuut... kamu ngomong apa sih, kita akan selalu seperti ini, jangan menjadi apapun dan siapapun jadilah diri sendiri, Pangeran yang ku kenal dan Eva yang kau kenal oke" ~Eva
"Kau selalu bisa menenangkan hatiku" batin Pangeran
"Kau benar, jadi lah diri sendiri. Yaudah gimana kalo kita ke tujuan kedua?" ~Pangeran
"Ayo...!" ~Eva, antusias
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Author : "Author potong dulu ya, kalo kepanjangan takut tambah ambrul-adul 😆🙂 Jangan lupa untuk Like, Vote, komen, saran please, dan kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya"
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...