EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 92 Siapa aku? dimana aku? apakah aku salah alamat?



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Sejak kejadian malam hari itu, perusahaan milik ayah Ratu menjadi bangkrut dan terpaksa harus gulung tikar. Tidak hanya itu, ia juga ditangkap polisi karena perbuatannya sendiri, sudah berani mengusik keluarga Aldebaran


Ratu dan Mamahnya juga harus keluar dari rumah bak istana mereka untuk membayar ganti rugi uang yang telah dikorupsi kan, itupun masih kurang. Kini mereka harus bekerja keras untuk melangsungkan hidup mereka dan harus hidup tanpa fasilitas mewah lagi


°•°•°•°


Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik tengah menapakan kakinya di perusahaan sang anak. Para karyawan yang berpapasan dengannya langsung menunduk hormat pada mertua impian mereka


Ceklekkk...


Berjalan mendekati anaknya yang tengah membahas pekerjaan nya bersama dengan Gibran dan Justin, Vanya langsung meraih telinga sang anak menjewer telinga itu hingga sang pemilik merasa kesakitan


"Au au au aakh... Mah sakit" rintih Leo, yeah semenjak kejadian malam itu pula hubungan keluarga Aldebaran kini menjadi harmonis kembali seperti sediakala


"Bagus ya, Mamah tungguin satu jam di rumah tapi gak dateng-dateng, malah asik disini!!!" ucap Vanya emosi


"Emang hari ini ada apa sih Mah?" tanya Leo


"Wah gawat nih, bakal ada ceramah dadakan, siapin telinga. Bisa-bisa nya Leo lupa hari ini dia ada acara apa" batin Gibran dan Justin


Vanya memperkuat jeweran nya pada telinga Leo sampai telinga tersebut berubah merah dan semakin membuat Leo kesakitan


"Bisa-bisa nya kamu lupa hari ini kamu ada janji buat fitting baju pengantin buat acara pernikahan kamu!! bagus ya sekarang pas udah deket hari H malah santai-santai, dulu pas awal-awal yang ngebet siapa hah?! kalian berdua juga kenapa gak ngingetin temen kalian yang bandel nya minta ampun ini kalo hari ini dia harus fitting baju. Kenapa pada diam, ayo jawab!!!" ucap Vanya tanpa titik plus koma


"Kena juga gue" batin Gibran dan Justin


"Iya Mah maaf ya, tadi ada tugas dadakan jadi sampe lupa waktu deh. Kalo gitu kita langsung pergi aja yuk Mah, kasian Eva pasti dah nungguin" ucap Leo mencoba sabar


"Oh astaga, haduh kasian calon mantu Mamah harus nunggu, ini semua gara-gara kalian!!" ~Vanya


"Iya Mah/Tan maaf"


"Ran, Tin, kalian urus sisa nya kalo dah selese kasih ke gua biar gue cek lagi" ~Leo


"Okeh tenang aja" ~Gibran


"Hati-hati di jalan Tante" ~Justin


Mengendarai mobil sang Mamah, mereka pun pergi menuju rumah sakit Hansin untuk menjemput sang calon pengantin wanitanya


"Maaf Sus, Dokter Eva apakah ada diruangan nya?" tanya Vanya, sedangkan Leo mencoba menghubungi Eva untuk menanyakan dimana keberadaan nya


"Oh tadi sepertinya ada tapi pergi menjemput korban kecelakaan Bu, mungkin sebentar lagi ia kembali" jawab suster


"Begitu ya, yasudah terimakasih banyak" ~Vanya


"Kok gak diangkat-angkat sih, gak biasanya kaya gini?!" ~Leo


Disisi lain...


Seorang remaja korban tabrakan tengah kritis dan terus mengeluarkan darah, bahkan detak jantung nya sempat berhenti sebentar. Sebagai seorang dokter, Eva menjalankan tugasnya untuk memberikan pertolongan pertama pada pasien tersebut


Ia duduk diatas brankar yang didorong beberapa suster sambil berusaha menutupi luka agar darah tidak mengalir lebih banyak lagi. Ia sadar sendari tadi ponsel bergetar karena adanya panggilan telfon namun ia tidak bisa menjawab untuk saat ini


Tak sengaja saat melewati meja resepsionis ia melihat Leo dan Vanya yang kebetulan juga sedang melihat kearahnya


"Maaf" ucap Eva, lalu kembali fokus ke pasien kembali


Satu jam Leo dan Vanya menunggu, akhirnya Eva keluar menggunakan celana hitam, kaos putih, dan jas putih kebesaran nya


"Ah Mamah, maaf ya sudah membuat mu menunggu" ucap Eva


"Iya sayang tidak apa-apa, apakah kamu capai, kalo kamu capai mending kita batalkan saja dan ganti lain hari" ucap Vanya


"Tidak usah Mah, Eva bisa ko hari ini. Em Eva minta waktu lagi ya, buat ganti baju" ucap Eva tidak enak


"Ya sudah kalau itu keputusan kamu, Mamah tunggu disini" ~Vanya


"Oke, sebentar ya Mah gak lama kok" ~Eva langsung pergi tanpa menyambut calon suaminya dulu


"Gini amat ya, cowok ganteng gini di abaiin sama calon istri nya sendiri haha mengsedih. Serasa pengin ganti tapi gak jadi lah, dia edisi terbatas yang sangat langka dan berharga!!" gumam Leo


°•°•°•°


"Hallo jenk, aduh gimana kabarnya dah lama gak ketemu loh" sapa pemilik butik yang merupakan teman dari Vanya, sebut saja dia Qis


"Baik jenk kamu sendiri? iya lah kamu sibuk terus, setiap reunian pasti kamu gak ikut" jawab Vanya


"Baik juga dong, em iya juga ya aduh maaf deh. Oh ya btw itu calon mantu kamu?" ~Qis


"Iya cantik kan, kenalin dia Eva calon mantu favorit ku" ~Vanya


"Cantik banget jenk astaga, kok kamu bisa nemu cewek kaya dia sih? aaa ku jadi ngiri. Hallo sayang perkenalkan nama Tante Qisiana panggil aja Tante Qis" ~Qis


"Iya hallo Tante Qis" jawab Eva memperlihatkan senyuman manis andalan nya


"Manis sekali" ~Qis


"Udah deh jenk liat tuh muka calon mantu ku dah kaya kepiting rebus kamu puji-puji terus. Gaun yang aku minta ada kan?" ~Vanya


"Hahaha... baiklah-baiklah, untuk urusan gaun kau tidak usah khawatir aku sudah mempersiapkan 10 gaun terbaik rancangan ku sendiri. Dan akan sangat cocok di tubuh indah calon menantu mu, ayo ikut dengan ku" ~Qis menarik tangan Eva dan Vanya menuju sebuah ruangan yang penuh dengan gaun-gaun cantik


"Siapa aku? dimana aku? apakah aku salah alamat? perasaan bukan hanya dia calon pengantin nya, tapi kenapa hanya dia saja yang dianggap huf~ sabar-sabar" ucap Leo sambil mengelus dadanya


°•°•°•°


Greppp...


Dari belakang ia tiba-tiba memeluk Eva yang tengah kebingungan memilih gaun pernikahan nya, menempelkan dagunya di pundak Eva. Entahlah akhir-akhir ini Leo memiliki sifat baru, yaitu manja tapi hanya kepada calon istri nya saja ia berperilaku seperti itu


"Kau kenapa?" tanya Eva


"Apakah hanya kau saja calon pengantin nya? sendari tadi aku terus saja tidak dianggap huh!!" jawab Leo, menghirup aroma lembut parfum Eva yang membuat candu baginya


"Hahaha kasian" ~Eva


"Huff~ beraninya kau" ~Leo, sengaja meniupkan udara ke leher Eva


"Geli tau, lepasin banyak orang malu!!" ~Eva


"Itu hukuman untuk mu, jika kau sudah menjadi istri ku maka hukumnya tidak akan seringan itu sayang" ~Lep


"Apaan sih, ah menurut kamu gaun mana yang cocok buat aku, ini membuat ku pusing!!" ~Eva, mencoba mengalihkan topik


"Semuanya cocok untuk mu baby, gimana kalo yang itu" ~Leo


"Aih no no no, itu terlalu terbuka bagian atasnya" ~Eva


"Eva... Leo... kemarilah Mamah sudah menemukan gaun yang pas untuk kalian, kalian coba dulu gih. Tapi Qis aku minta di ruangan yang berbeda ya, biar gak bisa liat satu sama lain" ~Vanya


"Loh kenapa Mah?" ~Leo


"Biar buat surprise besok pas hari H nya sayang" ~Vanya


Keduanya pun berpisah untuk mencoba pakaian mereka masing-masing. Di ruangan Eva, ia terlihat seperti boneka yang sangat cantik dengan gaun putih membalut tubuh indahnya


"Woah calon menantu mu cantik sekali, seperti boneka bahkan lebih" puji Qis


"Aku juga tidak menyangka dia bisa secantik itu, sayang kau cantik sekali apakah kau nyaman menggunakan gaun ini hem?" tanya Vanya


"Eee gimana ya Mah, kayaknya di bagian pinggang agak kebesaran hehe" jawab Eva


"Coba saya liat, ah iya benar pinggang mu kecil sekali, baiklah tidak apa nanti aku kecilkan" ~Qis


Setelah mengganti pakaian nya kembali, mereka pun kembali dan mendapati Leo sedang duduk sambil membaca majalah. Waktu sudah semakin sore, Leo dan Vanya mengantarkan Eva pulang terlebih dahulu sebelum kembali ke mension


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Thank you♡


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...