EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 67 Sahabat



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Setelah mengetahui jika sang putri menerima beasiswa apalagi itu di luar negri, Riko dan Lusi sangat bahagia, bangga, terharu, dan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Mereka beruntung anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang jauh lebih tinggi dari pada mereka


Doa yang selama ini mereka panjatkan akhirnya satu-persatu mulai terkabul dan berbuah manis. Dan semoga doa mereka tentang kesembuhan Aldi juga cepat terkabul


"Hem... pengin banget gue kasih kabar bahagia ini buat nenek, tapi apa nenek masih nganggep gue sebagai cucunya? jujur gue masih sakit hati, kecewa sama perilaku dan ucapan nenek ke Papah sama Mamah. Tapi walaupun nenek udah mutus hubungan nya sama keluarga gue, dia tetep nenek gue, ibu yang udah melahirkan dan merawat Mamah, sampai kapan pun darahnya juga akan tetap mengalir di dalam tubuh Mamah dan gue sendiri" gumam Eva


Saat ini dia sedang menikmati malam-malam sunyi di kamarnya saja. Ia duduk di cendela sambil memandangi langit-langit ditemani sebuah buku di pelukannya. Pandangannya kosong, namun menyimpan berbagai masalah yang sudah tidak bisa dihitung jumlahnya



*Anggep aja lagi malem :)


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Satu Minggu telah berlalu dan Minggu ini adalah waktunya bagi kelas 12 menjalankan tugas mereka, mengikuti ujian terakhir demi masa depan mereka sendiri. Mereka semua sangat antusias mengikuti ujian tersebut dan berharap mendapatkan nilai terbaik


Satu Minggu itu pula Eva mengambil cuti kerja dengan alasan ingin fokus terhadap ujian nya terlebih dahulu, dan itu memang kenyataannya. Seminggu itu ia benar-benar bekerja keras, belajar dengan tekun mengusahakan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Terkadang juga Eva, Zahra, dan Cici belajar bersama agar mereka bisa bertukar ilmu satu sama lain


Percayalah hasil tidak akan mengkhianati usaha, jika nanti hasil nya kurang memuaskan berarti itu adalah buah dari kerja keras kita sebelumnya. Dan jika ingin lebih dari itu, maka kita juga harus meningkatkan kualitas usaha kita


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


"Ish gue deg-degan sama hasil ujian nya" ucap Eva khawatir, ya ujian telah berakhir, cepat bukan? ya lah author yang cepetin :)


"Ya Allah sabar atuh Va, baru juga kemaren kita selese ujian, butuh proses kali buat ngoreksi jawaban-jawaban nya" ucap Cici


"Tau tapi ish!! andai gue bisa puter waktu biar lebih cepet, tangan gue udah gatel nih" geram Eva


"Yaudah sono dorong bumi biar lebih cepet muternya" saut Leo yang duduk tenang sambil memainkan ponselnya


"Nah tu bener" tambah Zahra


"Gila lu pada" ~Eva


"Lu yang gila og*p" ucap serempak dari Leo dkk dan Zahra plus Cici "Hahaha..." dilanjut mereka yang tertawa bersama


"Huf~" yang bisa Eva lakukan saat ini adalah mendengus kesal akibat tingkah teman-teman nya


"Guys bentar lagi kita misah" ucap Justin yang langsung merubah suasana, awalnya penuh tawa kini mendadak menjadi diam


"Yaaa pada akhirnya kita bakal jalani hidup kita masing-masing" ~Cici


"Mau gak kita berenam sahabatan?" tanya Zahra


"Sahabat? lah kemaren-kemaren berarti apaan dong? kalo Lo baru ngomong sahabat?" ~Gibran


"Temen lah" ~Zahra


"Astaga gue kira" ~Gibran


"Serah aja" ~Leo datar


"Nah ketua udah ngomong, anak buah eh bukan maksud gue tangan kanan nya juga ngikut" ~Justin


"Va???" ~Zahra


"Yaaaa?" tanya Eva yang sendari tadi bengong


"Oke, kita sahabat!" ~Zahra


"Ha? sahabat apaan?" ~Eva


"Kebanyakan bengong sih Lu, jadi kek orang bo*oh kan" ~Leo


"Apa Lo bilang, awas aja kalo nilai gue lebih tinggi dari Lo ya! kalo kaya gue bod*h berarti Lo puffttt..." ~Eva


"Smart" ~Leo


"Stupid not smart!!" ~Eva


"I'm smart, and you stupid! you know!!" ~Leo


"Diem, gak usah dilanjutin sumpah ni ya kalian masalah sepele kaya gitu aja gak ada yang mau ngalah" ~Gibran


"Diem aja Lu kura-kura!!!" ~Leo dan Eva, mengetahui julukan itu dari Justin


Jam pulang sekolah sudah tiba, murid-murid berbondong-bondong ke luar dari lingkungan sekolah untuk pulang. Karena ujian telah berakhir, Eva pun kembali mengais rezeki di Restoran K'S


"Annyeong Kak Gavin, Farrel" sapa Eva


"Em... dah selese ujiannya, gimana, lulus, peringkat ke berapa?" tanya Gavin berturut-turut


"Yap, belum tau hasilnya lah bang kan baru kemaren selese ujiannya" jawab Eva


"Va, Lo tambah kurus yak?" tanya Farrel


"Ha?! iya po, masa sih? perasaan gak deh, gini-gini doang" ~Eva


"Sumpah gue gak boong, ya kan bang?" ~Farrel


"Hehe iya Lo kurusan sekarang, yang awalnya udah kurus tambah kurus aja Lo" ~Gavin


"Kecapean Lo, gue tebak akhir-akhir ini Lo lupa makan ya?" ~Farrel


Semua yang di katakan Gavin dan Farrel memang benar, hal itu membuat Eva hanya bisa tersenyum kiyuk. Dia menyadari jika satu Minggu terakhir ini ia kurang memperhatikan pola makannya bahkan pernah satu hari dia tak makan apapun, mungkin karena ia terlalu sibuk belajar, belajar, dan belajar


"Iya oke yang kalian omongin bener, berat badan gue turun 3 kilo. Tapi kalian tau gak kalooo..." ~Eva


"Kalo?" tanya Gavin dan Farrel bingung


"GUE DITERIMA KULIAH DI JEPANG!!!" heboh nya


Krik... krik...


Kedua Kaka beradik itu diam, masih membutuhkan waktu untuk mencerna kalimat yang baru saja Eva lontarkan


"Jepang?! negara sakura itu?" Gavin membuka mulut


"Iya Ka, huwaaa... gue bahagia banget!! awalnya ya tu Ka gue gak yakin pengajuan beasiswa gue bakal diterima di kampus-kampus. Tapi ternyata wah... malah diterima di luar negri" ~Eva


"Congrats ya, belajar yang bener, dan jangan lupa jaga kesehatan Lo, makan juga jangan sampe lupa!! belajar boleh malah harus, tapi jangan sampe ngabaiin kesehatan Lo sendiri" ~Gavin


"Okey" ~Eva


"Gue ikut seneng kalo Lo juga seneng" ~Farrel, berubah masam


"Thank you Rel, gue gak bakal ngelupain kalian. Gue janji kalo gue udah balik ke Indo nantinya, gue bakal kunjungi kalian secepatnya" ~Eva


"Janji??" ~Farrel, kembali sumringah, setelah mendengar ucapan Eva. Dia kira saat dan sesudah dari sana, Eva akan melupakan dirinya dan tak mau lagi berteman bersama nya lagi, tapi ternyata itu semua salah besar


"Yes of course doa in gue ya" ~Eva


"So pasti" ~Gavin dan Farrel


"GAVIN... FARREL... EVA... KERJA JANGAN MALAH NGERUMPI DISANA!!!" panggilan bak gemuruh petir terdengar di telinga mereka. Dengan refleks mereka berlarian tidak jelas, bahkan menabrak satu sama lain


"Auuu..." rintih mereka


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Tugas mulai berdatangan apalagi author dah kls 9, jadi maaf kalo up nya gak teratur •́ ‿ ,•̀


Keep healthy !


Like, vote, komen, hadiah nya ya...


Thank you ʕ• ᴥ•ʔ


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...