
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Cukup lama Leo pingsan, kedua sahabatnya masih setia menunggu Leo hingga sadar. Sambil menunggu Leo siuman, mereka pun bermain PS milik Justin
"Eh gue laper nih, bikinin gue makanan dong" ucap Justin menyuruh Gibran untuk membuatkan makanan
"Gue juga, tapi Lo aja yang buatin Lo kan tuan rumahnya dan gue disini sebagai tamu, Lo tau kan tamu adalah raja so harus dilayani dengan sebaik mungkin oke" jawab Justin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv
"Gimana kalo pesen aja" ~Justin
"Serah, yang penting gue bisa makan dan gak mati kelaparan. Sangat memalukan seorang Gibran Arganta mati karena kelaparan" ~Gibran
"Yyy, pinjem hp buat pesen, hp gue lobet" ~Justin
"Em... eh bentar dulu, jangan bilang Lo pake saldo gue buat bayar makanan nya!!!" ~Gibran
"Yah udah terlanjur, hehe udahlah ikhlasin aja itung-itung amal sholeh, cuma 500 ribu doang ko kepakenya" ~Justin
"What!!! 500 ribu itu banyak benj*r, pesen apa aja Lo sampe segitu?!" ~Gibran
"Gue pesen pizza buat Lo, spaghetti buat Leo nanti, terus 3 hamburger buat gue, kentang goreng buat cemilan, terus apa lagi ya gue lupa intinya banyak lah. Ah elah cuma segitu doang juga gak bakal abis duit Lo tenang aja" ~Justin
"JUSTIN!!! Lo pesen makanan buat hajatan ha! Lo juga laper pa doyan pesen hamburger 3 sekaligus, belum yang lainnya siapa yang mau makan" ~Gibran
"Gue lah, perut gue kan tipe perut karet bisalah masuk semua tu makanan, kalo gak abis ya tinggal kasih ke yang mau, bereskan?" ~Justin
"Gendut baru tau rasa Lu" ~Gibran
"Oooh tidak mungkin, perut gue akan tetap sispack dan kotak-kotak ko walaupun makan seberapa banyak" ~Justin
"Serah lu dah" ~Gibran
Tanpa mereka berdua sadari Leo sendari tadi sudah sadar, namun ia tetap memejamkan matanya mendengarkan ocehan kedua sahabatnya itu. Lama kelamaan ia merasa terganggu dan berakhir "DIAM!!!" bentak Leo
"Leo? Lo udah sadar?" tanya Justin
"....." tak ada jawaban sama sekali dari Leo, ia hanya memejamkan matanya sambil bersender di senderan kasur dengan tangan sebagai bantalan. Penampilan nya sudah acak-acakan, baju lusuh, kancing baju yang hanya terkancing 3 manik sedangkan lainnya sudah terbuka, rambut acak-acakan, dan bau alkohol yang sangat menyengat
"Leo, kenapa Lo jadi kaya gini si? Lo suka sama Eva? kenapa dari dulu gak tembak aja langsung, liat sekarang dia udah jadi milik orang lain, be*o sih lu" ~Gibran
"Selagi belum ada kata 'sah' yang terucapkan, mereka belum seutuhnya resmi memiliki satu sama lain" jawab Leo datar plus dingin
"Maksud Lo, Lo mau ngrebut Eva dari Pangeran gitu?" ~Justin
"Siapa bilang" ~Leo
"Bunuh Pangeran dan dapatkan Eva?" ~Gibran
"Gue gak sebodoh dan sekeji itu misahin mereka, yang ada gue yang bakal dapet masalah. Gue yakin jodoh gak akan kemana" ~Leo
"Sabar ya bro, udah sono mandi bau banget Lo, kita udah pesenin makanan palingan juga Lo selese mandi makan dateng" ~Justin
Tanpa menjawab Justin, Leo beranjak menuju kamar mandi dengan sempoyongan. Saat ini mereka sibuk dengan urusan masing-masing, Justin yang sibuk menjawab telfon dari klayen, Gibran yang tengah serius mengotak-atik leptop, dan Leo yang masih berada di dalam kamar mandi
Dug.....
Dug.....
Dug.....
Terdengar beberapa kali suara pukulan dari dalam kamar mandi, Gibran dan Justin yang mendengarkan nya pun hanya menghela nafas panjang. Mereka tau apa yang sedang terjadi di dalam sana, jadi mereka membiarkan hal tersebut asalkan masih berada di batas kewajaran
Apa yang terjadi di dalam kamar mandi? jawabannya adalah Leo yang sedang memukuli dinding kamar mandi untuk meluapkan seluruh kekesalannya. Ia tak perduli dengan tangannya yang sudah mengalirkan darah segar
"Leo?! segitunya Lo kehilangan dia, gue gak nyangka seorang Leondra Aldebaran sekarang jadi kaya gini cuma gara-gara 1 cewek, aneh" batin Gibran
"Gue ikut prihatin sama kondisi Lo Le, pasti sakit kan? apalagi Lo udah pernah ngerasain kaya gini 2 kali, huf~ gue sebagai sahabat Lo cuma bisa ngelakuin yang terbaik buat Lo. Sabar, semoga dia bisa bikin Lo bahagia Leo" batin Justin
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Dreeettt... dreeettt...
Suara ponsel bergetar dia bawah kasur membuat sang pemilik langsung memungutnya dari bawah kasur. Tangannya yang panjang dan berotot meraba-raba mencari kebenaran ponsel, dengan mata yang masih tertutup rapat
📱📱📱
"Em... ada apa?" tanya Justin dengan suara serak khas bangun tidur
"....."
"Apa?!!!" Justin langsung terbangun, mata yang sebelumnya tertutup dan enggan terbuka kini terbuka lebar
"....."
"Gimana bisa, dasar gak becus kaya gitu aja harus kita yang turun tangan! terus apa gunanya kalian, kalian digaji bukan buat malas-malasan!" ~Justin
"....."
"Akh... yaudah tunggu sampai kita datang, jangan mengambil keputusan apapun itu walaupun kau dipaksa, paham!" ~Justin
📱📱📱
Ia mematikan sambungan telepon secara sepihak, saat ia melihat ke arah jam dinding disana masih tertera jam 05.00 pagi. Dengan rasa kesalnya ia membangunkan kedua sahabatnya, satu ada di sebelah nya yaitu Leo, satunya lagi ada di sofa yaitu Gibran
"Leo bangun, ada masalah di perusahaan" ucap Justin
"Masih pagi ah malez, masalah apa si?" jawab Leo
"Perusahaan xx maksa kita nerima kerjasama nya, dengan ancaman akan mengambil proyek kita di Korea, Lo tau kan dia bisa dengan mudah mengambilnya apalagi anaknya adalah menantu klayen kita. Kalo itu terjadi kita bakal rugi besar, belum lagi kita akan kehilangan kepercayaan Tuan Park, dan..." ucap Justin terpotong
"Diem, masih pagi Lo udah kaya burung beo aja bikin gue gak mood tau gak!" ~Leo
"Lo ko santai banget si, perusahaan kita bisa bangkrut kalo kaya gini. Itu lagi belum bangun juga, woy Ran bangun perusahaan dalam masalah" ~Justin beralih ke Gibran dan membangunkan nya
"Leo, Lo jangan santai-santai kaya gini dong" ~Justin
"Ada saat nya untuk kita jatuh dan bangkit, mungkin kita lagi jatuh. Tenang aja gue udah tau ini semua pasti bakal terjadi, jadi gue udah siapin rencananya. Satu lagi mangsa yang masuk ke dalam perangkap nya sendiri, sangat membuang-buang waktu ku saja!" ~Leo, dengan senyum devil nya
"Bagus deh kalo Lo udah tau jadi lebih tenang gue" ~Gibran
"Terus kita ngapain?" ~Justin
"Menunggu orang itu masuk ke perangkap nya sendiri. Kasih tau guru kita hari ini gak masuk, ntar ke perusahaan nya jam 7 an aja, gue mau tidur dulu jangan ganggu gue!!!" ~Leo
"Wokeh" ~Gibran dan Justin
Jam 07.00~
Mereka bertiga telah rapih mengunakan setelan jas masing-masing. Dengan ekspresi datar mereka berjalan santai menuju parkiran mobil, menghiraukan tatapan dan omongan orang-orang yang memuji-muji atas ketampanan mereka
Leo :
Gibran :
Justin :
Skip DIAMOND CORPORATION~
Diamond Corporation, sebuah perusahaan yang sangat besar dan berpengaruh di Asia. Sangat sulit mengajak kerjasama dengan perusahaan tersebut, makannya siapapun yang berhasil bekerjasama dengan Diamond Corporation atau disingkat menjadi D'CORPORATION nasib mereka akan beruntung
CEO perusahaan tersebut tak lain lagi adalah Leondra Aldebaran, dengan kedua sahabatnya yang ia jadikan tangan kanannya. Mereka bertiga membangun perusahaan tersebut dengan usaha mereka sendiri, tidak ada campur tangan dari kedua orang tua mereka sama sekali
Perusahaan yang awalnya hanya perusahaan kecil dan banyak yang meremehkan atas kualitas nya kini sudah bisa berubah menjadi perusahaan terbesar yang sangat disegani oleh para pengusaha-pengusaha lainnya. Hal tersebut tak luput dari kerja keras mereka bertiga, bahkan kesuksesan mereka telah merambat ke negara-negara tetangga dan masih banyak lagi keunggulan lainnya
"Selamat pagi Tuan" sapa Mia sekertaris Leo sambil membukakan pintu ruangan Leo
Tak ada jawaban dari Leo dkk, seperti biasa wajah datar mereka yang mereka tunjukkan jika sedang berada di lingkungan kerja
"Kau keluar!" perintah Leo pada Mia
"Apa Tuan ingin dibuatkan kopi?" tawar Mia
"Saya tidak suka mengulangi perkataan saya lagi" ucap Leo
"Baik Tuan, saya permisi" ~Mia
"Apa rencana Lo ?" tanya Justin
"Tin, Lo cari bukti-bukti yang menunjukkan kalo perusahaan xx udah korupsi uang negara dan beberapa bukti lainnya. Terus Lo Ran, hubungi Tuan James katakan kalo gue terima tawarannya" jelas Leo
"Oke, gue keruangan gue dulu" ~Justin
"Lo seriusan mau nerima tawaran Tuan James itu, buat apa?" ~Gibran
"Ya serius, buat jaga-jaga aja kalo perusahaan kita yang di Singapura di serang kita bisa mengandalkan mereka" ~Leo
"Lah iya, gue lupa kalo yang di Singapura juga lagi ada sedikit problem, haduh banyak masalah ya. Rencana Lo buat masukin perusahaan xx ke perangkap cuma lewat bukti korupsi mereka doang?" ~Gibran
"Gak, gue ada rencana cadangan kalo rencana 1 gak berjalan mulus, tapi gue pastiin cara yang pertama udah cukup. Tinggal kasih bumbu-bumbu aja biar tambah berasa" ~Leo
"Ooo... oke, gue balik ke ruangan dulu" ~Gibran, yang diangguki oleh Leo
Kebetulan ruangan Leo berada di antara ruangan Gibran dan Justin, jadi jika ada apa-apa mereka bisa langsung masuk tanpa harus berjalan jauh lagi
"Huf~" sebelum mengerjakan semua berkas-berkas yang menumpuk di mejanya, ia menghela nafas terlebih dahulu menenangkan pikiran lalu mencoba untuk fokus terhadap pekerjaan nya saat ini
Ketiga orang tersebut mengerjakan tugas masing-masing dengan sangat serius dan teliti, hingga waktu menunjukan pukul 09.30
Tok... tok... tok...
"Masuk" jawab Leo dingin
"Tuan, nanti saat jam makan siang kita ada pertemuan dengan Tuan Sirex di Dalgona Café" ucap Mia
"Atur saja" ~Leo
"Baik Tuan, saya permisi dulu" ~Mia
"Hem, urusan Tuan James udah kelar, tinggal giliran Tuan Sirex, mau bermain-main dengan ku rupanya baiklah mari kita lihat siapa yang akan hancur kali ini" gumam Leo
Tuan Sirex adalah orang dibalik pemaksaan kerjasama antara D'CORPORATION dengan perusahaannya sendiri, ialah yang telah mengancam Leo bahwa jika Leo tidak menerima kerja sama itu maka ia akan merebut proyek besar Leo di Korea Selatan
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Like
Vote
Komen
Saran
Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...