
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Suatu perbandingan kegiatan yang sangat berbeda antara keduanya, yang satu berusaha sekeras tenaga menyelamatkan nyawa seseorang dan satunya lagi mati-matian membunuh setiap musuh yang menghadang
Bunyi dentingan pedang, tembakan, rintihan, jeritan, pukulan, mengubah suasana hutan yang awalnya damai dan sepi menjadi penuh dengan suara menyeramkan. Darah berceceran dimana-mana, banyak orang yang mati mengenaskan terpisah dari tubuh mereka ataupun dengan senjata yang menancap
Lain hal nya di rumah sakit Hansin, Elektrokardiogram terus berbunyi dan menampilkan garis-garis naik turun yang menggambarkan detak jantung Aldi. Tetesan darah dari kantong darah terus mengalir ke tubuh Aldi, memastikan jika ia tidak kekurangan darah saat operasi berlangsung
Sreeet...
Buggg...
Dorrr...
Di tempatnya berada Leo masih santai menghadapi para musuhnya yang jumlah ratusan bahkan ribuan orang. Tanpa sengaja pandangan nya melihat seorang laki-laki tinggi, dengan pedang ditangan kanan nya dan pistol ditangan kirinya. Orang tersebut menggunakan topeng menjadikan Leo tidak bisa melihat bagaimana paras orang tersebut
"Akhirnya aku menemukan mu, mari kita bermain" ucap Leo tersenyum semirik "Hallo" ucap Leo dengan suara berat yang membuat suaranya seakan menakutkan
"Menyerah lah sebelum ku habisi semua anggota, markas, dan termasuk dirimu sendiri!!!" ancam nya
"Tidak semudah itu" ~Leo
"Heh~ beraninya kau mengusik ketenangan ku, bersiaplah mati!!!" ~Tuan Kim 1
"Siapa takut, mari kita selesaikan di tempat yang hanya ada kita berdua saja bagaimana?" ~Leo
Orang tersebut tidak menjawab ucapan Leo barusan, dia langsung saja pergi menuju tempat sepi disusul oleh Leo
Disinilah mereka berada, disebuah hutan gelap hanya bersinar kan cahaya rembulan dan cuaca dingin yang menyelimuti hutan tersebut. Suara air terjun yang sangat indah dan merilekskan, mengalirkan debit air jernih yang didalamnya terdapat beberapa makhluk yang hidup di dalam air
Namun suasana indah tersebut harus tercemar oleh suara dentingan pedang antara kedua ketua mafia terbesar di dunia. Mereka berdua bertarung untuk membuktikan siapa yang berhak dan layak mendapat gelar mafia terkuat pertama diantara banyaknya mafia-mafia lain. Keduanya sama-sama terobsesi oleh gelar tersebut, hanya tinggal satu langkah lagi mereka bisa mendapatkan gelar tersebut yaitu dengan cara mengalahkan atau membunuh salah satu dari mereka
Gerak tubuh saat memainkan pedang mereka, seperti sebuah tarian. Jatuh bangun mereka menghadapi satu sama lain, tenaga terkuras habis, cuaca bertambah dingin, malam pun hendak pagi, namun pertarungan mereka belum menemukan ujungnya
Byurrr...
"Heh~ menyerahkan dan akui aku adalah pemenang nya" ucap Leo saat berhasil membuat si Tuan Kim ini tercebur ke dalam sungai
"Menyerah tidak ada didalam kamus ku" entah sejak kapan ada sebuah batu di tangannya, dengan cepat ia melemparkan nya kearah Leo yang mengakibatkan Leo ikut tercebur di ke dalam sungai
Luka-luka ditubuh mereka membuat sebagian air sungai tersebut berubah menjadi merah. Tanpa rasa letih mereka melanjutkan pertarungan tersebut sampai titik darah penghabisan. Gemercik air yang sangat besar menandakan pertarungan tersebut sangatlah sengit. Walaupun pedang mereka telah hanyut dibawa aliran sungai, mereka tetap bertarung tanpa senjata
Buggg...
Buggg...
Leo memukul tengkuk Tuan Kim mengakibatkan ia tidak sadarkan diri, namun sebelum ia kehilangan kesadaran nya ia sempat mendorong Leo hingga membentur bebatuan besar dibelakang nya
Sungguh lucu, dua manusia kuat ini sedang terkapar tak berdaya tersangkut di bebatuan dan tertabrak literan air. Keduanya sama-sama pingsan dengan luka masing-masing
Hingga akhirnya Tuan Kim 2 dan Gibran tidak sengaja menemukan kedua orang tersebut saat sedang bertarung
"LEO...!!!" teriak Gibran terkejut
"HYUNG!!!" teriak Tuan Kim 2
🌟 Hyung : Panggilan dalam bahasa Korea, untuk lelaki yang lebih muda ke lelaki yang lebih tua (Kakak)
"Pingsan" ucap Gibran
"Bagaimana ini?" tanya Kim 2 datar
"Kita sudahi terlebih dahulu peperangan ini, sampai mereka pulih, bagaimana?" jawab Gibran tak kalah datar
"Baiklah saya setuju, nyawa Hyung ku lebih penting" ~Kim 2
Mereka pergi membawa ketua mereka masing-masing dan menunda peperangan tersebut untuk sementara waktu
°•°•°•°
Tin... tin... tin...
Detak jantung mulai kembali normal luka operasi pun sedang dijahit dengan teliti dan serapi mungkin. Setelah melakukan itu semua, Eva mundur beberapa langkah bersender di tembok dan jongkok. Ia tak menyangka operasi itu telah berakhir dan berhasil sesuai harapan nya
"Dokter kita berhasil" ucap salah satu suster "Akhirnya setelah 10 jam, kita berhasil juga Dok" sambungnya
"Hah... hiks~ hiks~ hiks~" mulut terasa kaku, hanya menangis saja yang ia bisa
"Dokter, anda kenapa?"
"Hiks~ tidak, tidak apa-apa, saya bahagia setelah 7 tahun lebih, akhirnya operasi ini terlaksana kan dan berhasil. Lama saya menunggu momen-momen ini" ucap Eva lirih
"Saya mengerti perasaan anda, selamat sekarang anda sudah berhasil dan adik anda akan segera sembuh"
"Iya terimakasih, ini juga berkat kalian terimakasih telah membantu ku" ~Eva tersenyum
"Sama-sama, sebaiknya anda beristirahat saja dulu pasti anda lelah, biar adik anda akan diurus oleh perawat lain"
"Hem baiklah, tolong beritahu kepada perawat nya untuk mengganti infusnya tiga jam dari sekarang dan ya perhatikan transfusi darah nya. Jika dia sudah sadar segera panggil saya" ~Eva
"Baik Dok, apakah anda butuh bantuan untuk kembali ke kamar anda? sepertinya anda sangat lemas"
"Tidak usah, saya bisa sendiri, terimakasih, saya permisi dulu" ~Eva
Dengan langkah yang sempoyongan Eva kembali ke kamar nya di rumah sakit tersebut. Entah kenapa saat ini ia merasa lemas dan pusing, padahal ia pernah mengoperasi dengan waktu yang lebih lama dan efeknya tidak seperti ini, tapi kali ini? entahlah
"Uhukkk uhukkk, Hais ku kenapa sih ko pusing banget gini, ah palingan tidur bentar nanti sembuh" gumam Eva memegangi pelipis nya
Hap...
Eeeemmmpp...
Dugggg...
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
...Hapus semua kenangan sedih. Saling berpegangan tangan dan tersenyum♡...
Thank you...
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...