
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Pelajaran pertama di kelas 11 A telah selesai, kini semua siswa-siswi berbondong-bondong menuju surga sekolah untuk mengisi perut mereka yang keroncongan minta diisi, tempat tersebut adalah kantin sekolah
"Va, kantin yuk" ajak Zahra
"Lo duluan aja" jawab Eva
"Lo kenapa? ko Lo pucet gitu? Lo sakit?" tanya Zahra khawatir
"Gak, biasalah" ucap Eva
"Yaudah yuk ke UKS istirahat dulu" ~Zahra
"Gak usah, gue gak papa ko. Udah sono kekantin gue tau Lo lagi laper kan?!" ~Eva
"Hehe... yaudah gue ke kantin dulu ya, ntar gue bawain minuman anget buat Lo" ~Zahra
"Um... gomawo" ~Eva
Ditinggal lah Eva sendirian di dalam kelas, ia menenggelamkan kepalanya di atas meja dengan satu tangan sebagai bantal dan satunya lagi untuk memegangi perutnya yang sakit
"Ah kebelet lagi, huf~ bisa!!" ucap Eva
Berjalan perlahan menuju toilet, dengan menahan rasa sakit pada perut nya yang membuat muka Eva pucat. Skip setelah selesai dari toilet, ia hendak kembali menuju kelasnya namun ditengah jalan ia di cegat oleh Ratu dkk
"Ngapain sih, gue mau ke kelas minggir!" ucap Eva
"Heh, cewek ingusan ni mulai berani ternyata haha" ucap Charlyn
"Lo! ngapain Lo tadi pagi pake segala berangkat bareng sama pacar gue hah!" bentak Ratu
"Pacar? pacar yang mana? Ooo Leo? bukan gue yang minta nebeng dia sendiri yang minta nebeng sama gue, udah minggir gue mau ke kelas" ~Eva
"Eits... bentar dulu, sayangnya gue gak percaya sama Lo! guys enaknya kita apain ya ni cewek?" ~Ratu
"Gimana kalo kita buli aja" ~Mita
"Good saran" ~Lintang
"Em hai, tadi pagi gue bangun kesiangan terus langsung berangkat sekolah tanpa minta uang saku, gue laper gue minjem uang Lo ya" ucap Ratu sambil mengambil paksa uang saku Eva
"Pufttt... 50 ribu doang hahaha dasar orang kere, 50 ribu buat apaan coba, Ratu Lo yakin uang segitu cukup?" ~Mita
"Walaupun cuma 50 ribu itu gue dapet dari jerih payah gue sendiri, gak kaya kalian yang cuma bisa minta ke nyokap bokap kalian doang!" ~Eva, entah kekuatan apa yang merasuki tubuh nya sehingga saat ini ia berani kepada Ratu dkk
Plakkk.....
Satu tamparan keras mengenai pipi mulus Eva, mengakibatkan adanya darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Tidak sampai disitu saja, Ratu dkk juga menyiramkan sewadah tepung terigu ke tubuh Eva
Hahaha....
"Lo mau gue bilang ke bokap gue, buat nyuruh cabut beasiswa Lo hah?! atau Lo mau dikeluarin aja dan gak bisa masuk ke sekolah manapun?" ~Ratu
"Nyiut juga kan Lu" ~Lintang
"Okey, gue akan turutin permintaan Lo, tapi dengan satu syarat" ~Ratu
"Apa itu? tapi gue mohon jangan cabut beasiswa gue, karena itu sangat berharga buat gue" ~Eva
"Iya, syaratnya gampang ko. Lo cuma perlu bersujud di kaki gue, gampang kan?!" ~Ratu
"A... apa" ~Eva
"Gak mau? yaudah yuk Ratu kita aduin ke bokap Lo aja" ~Charlyn
"Jangan! iya gue mau" ~Eva
"Yaudah cepetan! kaki gue dah pegel nih" ~Ratu
Sebenarnya jawaban dengan kenyataan Eva berbeda jauh bak langit dan bumi, tapi demi pendidikan nya dan ia juga tidak ingin menambah beban kedua orang tuanya ia rela melakukan hal tersebut, selagi masih dirasa tidak keterlaluan. Saat ini dia sudah menekuk kedua kakinya terduduk di lantai dengan tatapan mata yang kosong
"Bentar-bentar, gimana kalo kita live in aja, mubazir kan momen bagus kaya gini gak di apa-apa in" ucap Charlyn yang langsung mengambil ponsel Ratu, lalu melakukan siaran langsung di salah satu aplikasi yang bernama 'Instagram'
"WOY KALIAN SEMUA KESINI!!! CEPET!!!" teriak Mita, mengundang para siswa-siswi lainnya
Berkumpulah sebagian murid K'Internasional High School di situ untuk menyaksikan adegan tersebut, ditambah lagi para penonton live di Instagram milik Ratu yang sangat banyak dan bertambah banyak
Air mata lolos begitu saja dari pelupuk mata Eva, ia merasa harga dirinya seperti terinjak-injak tapi ia tak bisa berbuat apa-apa lagi
"Woy cepetan!" bentak Lintang
"Hallo guys, sebentar lagi kita akan menyaksikan momen yang sangat menyenangkan dan bersejarah. So ikuti terus ya love you guys" ucap Charlyn menyapa para penonton live nya itu
Untuk Ratu, sendari tadi ia hanya tersenyum atas kemenangannya. Teriakan demi teriakan dari siswa-siswi yang ada di sana membuat Eva bertambah pusing, sedangkan guru-guru entah berada dimana saat ini
"Sungguh ini sangat memalukan, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ya Allah tolonglah hamba mu ini" batin Eva memohon pertolongan kepada sang maha kuasa
Perlahan dengan mata yang tertutup Eva menundukkan badannya hendak bersujud di kaki Ratu. Namun, dari arah kanan ada seseorang yang menerobos secara paksa kerumunan para siswa-siswi yang sedang menonton adegan tersebut dan langsung berlutut memeluk tubuh Eva yang penuh dengan tepung tanpa ragu-ragu agar ia tak jadi bersujud...
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Siapa ya yang meluk Eva? apakah Leo? jawab di kolom komentar ya 😉
Maaf up nya sedikit 🙏🏻😭 lagi persiapan buat PAT dan ini author udah sempet-sempetin nulis, so semoga kalian suka ya... ditunggu dukungannya~
Thank you 🤗
Saranghae ❤️
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...