EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 32 Nyamuk!!!



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Sekitar pukul setengah 9 kurang mereka sampai di depan rumah Eva dengan keadaan yang basah kuyup. Mereka sama sekali tidak menyadari adanya mobil Leo yang terparkir di sana, dipikiran mereka mungkin itu mobil tetangga


"Ayo Ka katanya mau mampir" ucap Eva


"Ntar aja deh, pulang dulu ganti baju baru kesini lagi" jawab Gavin


"Gue tunggu" ~Eva


"Nih sepedanya" ucap Farrel sambil menyerahkan sepeda Eva


"Thanks" ~Eva


"Yaudah gue sama bang Gavin pulang dulu ya, ntar gue kesini lagi" ~Farrel


"Siap" ~Eva


Tok... tok... tok...


Eva mengetuk pintu rumah setelah memarkirkan sepedanya pada tempat biasa ia meletakkan sepeda


Ceklekkk...


"Kaka? padahal baru jam segini udah pulang aja, kenapa? dipecat?" tanya Aldi bingung karena Eva pulang lebih awal dari biasanya


"Kalo ngomong dipikir dulu! pecat-pecat, udahlah Kaka mau masuk capek!" ucap Eva sambil menjitak kepala Aldi


"Punya Kaka satu gini amat yak sukanya main jitak-jitak, sabar-sabar. Akhhh... kumohon jangan sekarang" batinnya, merasakan dadanya nyeri lagi ia langsung memukul-mukul dadanya sendiri


Sementara itu, Eva melangkah dengan malas menuju kamar nya, sungguh hari yang melelahkan baginya. Saking lelahnya ia bahkan lupa jika hari ini kedua orang tuanya pulang, parahnya lagi ia tak melihat adanya Riko sang Ayah dan Leo yang sedang duduk di sofa. Sekilas Eva melirik ke arah sofa, dan mendapati sebuah benda yang tak lagi asing baginya


"Oooh... baju" ucapnya santai


1 Detik...


2 Detik...


3 Detik...


"Hah baju?! KYAAAAA... itu kan baju gue!!! Leo? Lo ngapain disini, itu baju gue ngapain Lo pake?!" ucap Eva setelah sadar


"Mamah yang nyuruh, soalnya bajunya tadi basah gak mungkin kan pake bajunya Mamah, kalo pake punya Aldi atau Papah pasti gak muat, jadi pake punya kamu deh eh pas" jawab Mamah


"Mamah, Papah, tapi kenapa harus baju yang itu, itukan baju kesayangan Eva, bahkan belum ku pake sama sekali, ah Mamah kan masih ada baju yang lainnya" protes Eva tak terima baju kesayangan nya yang belum pernah ia pakai gara-gara masih kebesaran sudah dipakai terlebih dahulu oleh Leo


"Yaudah si kan cuma dipinjem doang, udah gih sana mandi bau tau. Nak Leo silahkan diminum tehnya mumpung masih anget" ~Lusi, Merasa di bela, Leo pun menjulurkan lidahnya ke Eva


"Awas Lo ya!" ancam Eva lalu beranjak pergi untuk membersihkan tubuhnya


Mereka melanjutkan dengan obrolan-obrolan kecil yang membuat Leo seperti merasakan bagaimana rasanya kehangatan keluarga. Tak berselang lama kemudian, suara ketukan pintu kembali terdengar di telinga masing-masing


"Iya, masuk saja tidak dikunci ko" teriak Aldi yang malas membuka pintu


"Gak sopan kamu dek" ~Lusi


"Mager Mah" ~Aldi


"Assalamualaikum Om, Tante" sapa Gavin dan Farrel


"Waalaikumsalam, oh Gavin, Farrel, ayo masuk-masuk" ~Lusi


"Makasih Tante, oh ya Tan ini ada sedikit buah-buahan mohon diterima" ~Farrel


"Ya Allah makasih loh pake repot-repot segala, yaudah duduk, Tante buatin minuman dulu" ~Lusi "EVA, BURUAN KELUAR ADA TEMEN-TEMEN KAMU NIH!!!" teriak Lusi


"IYA MAH, BENTAR LAGI" jawab Eva dengan berteriak juga tentunya


"Haduh Mak sama anak sama aja, eh maaf ya atas ketidak nyamanan nya" ~Riko


"Iya Om gak papa" ~Gavin


Seorang gadis cantik keluar dari kamarnya, dengan baju tidur berwarna pink ada gambar dua beruang imut yang tersenyum manis dan tulisan 'Sweet Dreams' dan 'I Love You'. Ditambah rambut yang terurai rapih membuatnya terlihat sangat cantik nan imut


Hal tersebut tak luput dari dua tatapan terpesona Leo dan Farrel. Gavin yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"Ka Gavin!!!" ucap Eva sambil berjalan ke arah Gavin lalu duduk di sebelahnya


Mengobrol layaknya keluarga membuat suasana di rumah tersebut terasah hangat walaupun diluar hujan sedang turun. Canda tawa menghiasi wajah mereka semua kecuali Leo yang hanya tersenyum sedikit dan jarang nimbrung


Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul setengah 10 malam, semakin malam hujan semakin deras disertai angin kencang dan suara gemuruh petir


"Om, Tante, kita berdua pamit pulang dulu ya terimakasih atas jamuan nya" pamit Gavin


"Iya sama-sama, kapan-kapan main kesini lagi. Hati-hati juga ya dijalan tuh hujannya makin deras anginnya juga kencang" ~Lusi


"Iya Tante, kalau begitu Assalamualaikum" ucap Farrel, sambil mencium punggung tangan Lusi dan juga Riko, jika dengan Eva dan Aldi mereka hanya bertos saja. Hal tersebut dilakukan juga oleh Gavin


"Saya juga pamit pulang dulu Om, Tante" pamit Leo


"Yaudah gih sono pulang" ucap Eva


"Eva! gak boleh gitu ah" tegur Lusi


"Iya nak Leo, sekali lagi terimakasih ya atas tumpangannya maaf merepotkan, hati-hati di jalan" ~Riko


"Sama-sama Om. Mari Om, Tante" ~Leo


Leo berjalan ke mobilnya menggunakan payung agar tidak kehujanan. Ia mulai menghidupkan mesin mobilnya, namun hal aneh tiba-tiba terjadi. Mobil Leo yang tidak bisa nyala saat ia menghidupkan nya. Riko yang masih berada di luar pun menghampiri Leo menggunakan payung


"Nak Leo, mobil nya kenapa?" tanya Riko setelah mengetuk kaca mobil Leo


"Gak tau Om, padahal tadi pagi abis di servis, bensin juga full" jawab Leo


Jedarrr...


Suara petir bertambah keras ditambah kilatan petir yang menyambar dan hujan yang semakin deras, membuat malam itu terasa mengerikan seperti akan ada badai yang datang


"Nak, sebaiknya menginap saja di sini dulu. Hujannya tambah deras begini bahaya" ucap Riko


"Tapi Om, emang boleh?" tanya Leo


"Boleh-boleh saja asal tidak macam-macam, nanti biar Om izin ke Pak RT, jika kamu temennya Aldi yang menginap dirumahnya, bagaimana?" saran Riko


"Gak mungkin juga gue pulang hujan deres kaya gini, mana ni mobil sialan banget sih lu pake acara mati-mati segala lagi!!! yaudah lah apa boleh buat gue terima aja tawaran Om Riko" batin Leo


"Baiklah Om, maaf jadi merepotkan" ~Leo


"Gak ko, ayo masuk disini sangat dingin" ~Riko


Tengah malam~


Tengah malam yang gelap nan sunyi, terdapat dua pria tampan sedang tidur di atas kasur. Satu pria tertidur dengan pulas, dan yang satunya lagi terlihat tidak bisa tidur


"Sumpah ini kamar apa kebun binatang sih! nyamuk banyak banget, mana panas lagi kipas angin gak ada gunanya" gerutu Leo


Sudah dari tadi ia mencoba memejamkan matanya, berbagai cara telah ia lakukan agar ia bisa tidur. Mulai dari gaya tidur terlentang, miring kanan, miring kiri, tengkurap, tidak memakai bantal, menutupi matanya, sudah ia lakukan berharap ia bisa tertidur. Tapi hasil berkata lain, ia sama sekali belum bisa tidur sampai saat ini


"Gue gak tahan, gue ke luar aja lah!!!" batin Leo


Berakhir sofa lah tempat tujuannya saat ini, untung sofa tersebut terbuat dari bahan yang empuk, jadi masih lumayan untuk di tempati


Ceklekkk.....


Dari salah satu kamar terbukalah pintu tersebut, kebetulan jarak dari kamar ke sofa tak terlalu jauh. Cahaya dari dalam kamar tersebut tepat mengenai muka Leo, yang membuat tidur nya lagi-lagi terganggu


Berjalan dengan mata setengah terbuka, Eva berjalan menuju toilet. Tanpa sengaja dirinya menginjak sesuatu yang empuk dibawah padahal lantainya tak berkarpet. Rasa penasaran mengalahkan rasa ingin ke toilet nya, jadilah ia berjongkok dan meraba apa yang telah ia injak tadi


"Apa sih ini, kok kaya tangan ya? tangan siapa?" tanya Eva


Tiba-tiba ada lampu senter dari ponsel yang menyinari wajah Leo menjadikan Eva bisa melihat tangan siapa yang ia injak tadi. Tau jika Eva akan berteriak, dengan cepat Leo membungkam mulut Eva menggunakan tangannya


"Emmmmppp... emmppph..." ucapnya sambil memberontak


"Gue lepasin tapi jangan teriak!" bisik Leo yang mendapat anggukan kepala dari Eva


"Emp... Lo ngapain disini! bukannya Lo dah pulang oooh jangan-jangan Lo mau ngapa-ngapain ya!!! MA--" ucap Eva terpotong gara-gara mulutnya kembali di bungkam oleh Leo


"Gue bilang jangan teriak! pikiran Lu, gue disini disuruh bokap Lo buat nginep, mobil gue juga lagi mogok. Karena gue gak tahan di kamar adek Lo, jadi gue keluar" ~Leo


"Nginep?! jadi Lo dari tadi auuuu..." belum sempat ia melanjutkan ucapannya ia langsung berlari menuju toilet untuk menuntaskan hajat nya


"Kenapa tu cewek?" tanya Leo bingung "Lumayan juga tu ijekan nya" sambungnya


Tak membutuhkan waktu yang lama, Eva telah keluar dari dalam toilet hendak kembali menuju kamar. Disaat ia melewati Leo, ia bersikap cuek seakan-akan tidak ada Leo disana, begitupun Leo


Suasana telah kembali seperti semula, Leo yang telah berhasil tidur dengan nyenyak, dan suasana sepi hanya suara hujan yang jatuh menimpa sebagian permukaan bumi. Berbanding terbalik dengan Eva, kini malah dia yang tidak bisa tidur


"Ish kenapa sih!!! tidur Eva! tidur! ngapain juga mikirin cowok nyebelin itu. Tidur yuk tidur!!!" semakin Eva memaksakan dirinya untuk tidur, semakin juga ia memikirkan Leo. Tidur di luar dengan cuaca dingin tanpa menggunakan selimut dan banyak nyamuk, kira-kira itulah yang ada dalam pikiran Eva saat ini


"Aaakhhh..." ~Eva


Mengambil selimut di dalam lemari, lalu membawanya keluar. Sejenak waktu seperti berhenti berputar, melihat wajah damai Leo yang sedang tidur membuat Eva diam mematung. Hingga seekor nyamuk mengganggu nya


Plakkk...


Eva menampar pipinya sendiri bertujuan untuk membunuh nyamuk yang sudah berani menggigit pipi mulusnya itu


"Nyamuk sialan!!! jadi gatel kan pipi gue" umpat Eva


"Kenapa neng?"


"Nang neng nang neng, nama gue bukan Neneng! eh..." ~Eva


"Ngapain Lo disini?" tanya Leo


"Em... itu... ya terserah gue dong, rumah rumah gue. Nih gue cuma mau ngasih ni doang" ~Eva melempar selimut tersebut ke muka Leo


"Cieee... perhatian nya" ~Leo


"Apa sih! gak usah ge'er deh jadi orang, gue ngasih selimut tu biar nyamuk nya gak bisa ngegigit, kalo nyamuknya ngisep darah Lo kan jadi kenyang tuh dan bisa bertambah banyak" ~Eva


"Yayaya..." ~Leo


"Dah lah gue mau balik ke kamar" ~Eva


"Yaudah sono, ganggu tidur gue aja. Hus.... hus..." ~Leo


Disaat Eva beranjak dari tempat ia berdiri, nasib sial menimpanya. Ia tersandung selimut dan terjatuh tepat di atas Leo, tidak itu saja namun tiba-tiba lampu mati, dan suara petir kembali terdengar keras


"AA--- mmmpph..." teriak Eva yang langsung di bungkam oleh Leo


"Suuuuut... gue bilang jangan teriak" bisik Leo


"Hiks~ g... gue takut gelap g... g... gue--" ~Eva


"Ada gue, bentar ponsel gue mana ya?" Leo meraba-raba sekitarnya untuk mencari ponsel. Setelah menemukan ponsel tersebut, ia langsung menghidupkan senter


Terlihatlah Eva yang sedang menyembunyikan wajahnya di dada bidang Leo, melihat hal tersebut bukannya marah malah ia tersenyum. Tidak biasanya, padahal Leo itu tipikal orang yang tidak suka dekat dengan cewek, tapi Eva? entahlah mungkin Eva berbeda dari yang lain


"Woy nyaman banget Lu berat tau kagak, satu hal lagi gue cowok normal!" ~Leo


Mendengar kalimat Leo yang terakhir, sontak ia langsung bangun lalu berpura-pura membenarkan baju "Awas aja kalo Lo macem-macem!!! sekarang temenin gue cari lilin" ~Eva


"Dih ogah, cari aja sendiri" ~Leo


"Ooo... jadi gitu, oke, sekarang Lo keluar! pulang sono" ~Eva


"Yaudah yuk, dasar bawel!!" ~Leo


"Serah gue dong" ~Eva


Menyusuri rumah dengan berbekal senter ponsel, Leo dan Eva sibuk mencari-cari lilin dan korek api. 5 menit telah berlalu, akhirnya mereka menemukan kedua benda tersebut yang ternyata ada di dapur. Eva menyalakan lilin tersebut lalu meletakkan nya di ruang tamu satu dan dikamar nya satu. Setelah itu mereka kembali ke tempat masing-masing untuk melanjutkan tidur mereka yang tertunda


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Ekhem... kayanya ada yang mulai suka nih, akan kah hubungan Leo bersama Eva naik ke tingkat yang lebih tinggi?


Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Saran


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...