
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
"Dia siapa sih?! dari aura nya bukan orang biasa, dan lagi singa tadi, gak mudah dapet sertifikat adopsi singa. Tapi gue kaya pernah liat tu orang, dimana ya? ah gak mungkin! gak mereka orang yang beda, yang gue temuin orangnya dingin, lebih tua, dan rambutnya lebih panjang eh tapi bisa potong rambut sih. Kenapa juga Eva bisa deket sama tu orang!?" gumam Leo sambil meminum air kelapa muda, tatapan tajam mata nya terus saja mengarah kepada Seojun yang tengah menunggangi jet sky dengan lihay
"Woy napa Lo?" tanya Justin
"Gak papa" jawab Leo
"Jujur ngapa, apa yang Lo pikirin? gue tau Lo lagi mikirin sesuatu, dari kecil kita udah bareng dan gue udah hafal semua kebiasaan kalian" ucap Gibran
"Hem, kalian ngerasa pernah liat atau ketemu tu orang gak sih?" ~Leo
"Entahlah gue lupa" ~Gibran
"Gue, gue ngerasa hal yang sama kaya Lo, tapi ketemu dimana?!" ~Justin
"Masa sih kalian ngerasa kaya gitu? ko gue gak ya?" ~Gibran
"Nah kan, coba deh Lo inget-inget" ~Leo
"Gue inget! tapi mereka beda orang bro walaupun muka mereka beda-beda tipis" ~Justin
"Oh yaudah lah" ~Leo
"Yuk lanjut, masih satu ronde lagi" ~Gibran
"Males gantiin orang lain aja, gue mau tidur!" ~Leo, dengan cepat ia merebahkan tubuhnya di atas kursi panjang yang telah tersedia dan tidur disana tanpa takut kulitnya gosong terpapar sinar matahari
"Kalo urusan tidur, udah gak bisa di ganggu gugat dia, udah yuk Ran percuma ngajak si tukang mager ini" ~Justin
"Hem bener ucapan Lo, hadeh Leo Leo" ~Gibran
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Tepat pukul 12 siang mereka berkumpul di sebuah restoran untuk makan siang, makanan sudah dipesankan oleh guru pendamping jadi semua makanan mereka sama kecuali jika mereka ingin makanan yang lainnya maka mereka harus memesan nya sendiri dan membayarnya sendiri
Leo dkk yang baru mengambil makanannya dan hendak duduk pun langsung menuju tempat dimana Eva dkk duduk
"Kaya gak ada kursi lain aja" sindir Eva
"Serah-serah kita lah" jawab Justin
"Heh Lo pindah sono, gue mau duduk deket pacar gue" ucap Ratu
"Udah punya pacar masih aja gatel sama cowok lain, haha itulah yang dinamakan jala*g" ucap Mita dengan ektingnya yang sangat bagus, berpura-pura tidak tau menahu tentang Pangeran
"Bisa ngaca gak?!" tegas Zahra
"Zah, tahan emosi Lo" pinta Eva
"Gak Va, gue udah muak, kesabaran gue abis! Selama ini Lo terus dikatain ini itu gue masih diem, tapi sekarang gue gak bisa terima itu!!" ucap Zahra dengan tatapan penuh kebencian
"Mau apa Lo hah?!" tantang Mita
Zahra telah termakan emosi gara-gara mereka, tanpa sadar tangannya mengambil pisau yang digunakan untuk memakan steak yang ia pesan lalu mengarahkan nya ke depan Mita
"Zahra apa yang Lo lakuin, sadar Zah!" khawatir Cici
"Zah, udah jangan emosi kaya gini, masih ada banyak cara untuk nyelesein masalah ini, gak gini caranya!!" ucap Eva sambil menahan tubuh Zahra yang sudah kesetanan hendak menyerang Ratu dkk, sendari tadi mereka sudah menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar sana
"Haha murahan!" ~Ratu
"Eva" ucap Leo, Cici, Gibran, dan Justin
"Eh Va, Lo gak papa? lagian ngapain sih Lo ngehalangin gue buat bunuh tu orang!" ucap Zahra khawatir
"Kalo gue gak ngalangin Lo, gue bakal kehilangan sahabat gue! dan gue gak mau itu terjadi akhhh" ~Eva, darah segar terus mengalir deras dari telapak tangannya
"Hiks~ gue minta maaf" ~Zahra
"Udah mendingan kita obatin dulu luka nya" usul Gibran
Leo dan Justin membawa Eva ke ruang UKS untuk diobati, sedangkan Gibran dan Cici menemani Zahra untuk menenangkan nya. Acara makan siang itu pun menjadi berantakan akibat kejadian tersebut, seperti tak terjadi apa-apa Ratu dkk duduk santai sambil memakan makanan mereka
Ruang UKS~
Disana tampak Leo tengah mengobati luka di telapak tangan Eva dengan sangat serius dan teliti, lukanya cukup dalam hingga menghabiskan banyak sekali kapas dan perban. Sendari tadi Eva terus memperhatikan raut muka Leo tanpa berkedip, tatapan mata mereka pun bertemu saat Leo melihat kearah atas
"Tampan, eh apaan sih gak gak gak!" batin Eva
"Cute, I like it" batin Leo
"Eh kayanya gue masuk disaat yang salah ya? sorry-sorry gue pergi dulu silahkan dilanjut" ucap Justin yang baru saja masuk sambil membawa minuman untuk nya dan dua orang tersebut
"Justin" panggil Leo
"Ya?" jawab Justin dari ambang pintu hendak keluar
"Cepat kesini, gue haus" ~Leo
"Oh oke, nih" ~Justin
Setelah kejadian itu terjadi, Eva tak berani menatap wajah Leo dan Justin secara langsung, ia terus saja menunduk menyembunyikan wajahnya yang entah kenapa merasa panas
"Nih Va mau gak?" ~Justin
"Ah iya makasih" ~Eva, menerima minuman tersebut dengan tangan kirinya karena tangan kanan nya lah yang terkena pisau tadi
"Va..." ucap Zahra, berlari menuju Eva lalu memeluknya "Huwa gue minta maaf, gara-gara gue Lo jadi kaya gini" ~Zahra, memeluk erat Eva sehingga yang dipeluk merasa sesak
"Uhuk... uhuk... Zah, lepasin dulu. Iya udah lagian gue gak papa ko, tapi saran gue setiap ada masalah jangan emosi ataupun membunuh sebagai jalan keluar nya, kalau masih bisa di bicarakan baik-baik atau dengan cara lain kenapa harus membunuh ya kan?" ~Eva
"Hem, gue minta maaf" ~Zahra
"It's okey" ~Eva
"Thank you" ~Zahra, memeluk Eva
"Hem apa kalo Lo tau siapa gue sebenernya Lo bakal benci sama gue Va?" batin Leo tersenyum kecut
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Komen dong, kasih saran gitu 🥺 👉🏻👈🏻
Ditunggu dukungannya, sama besok gak up dulu ya 😊
Thank you...
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...