EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 47 Cacing Terbang



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


"Serahkan dirimu terlebih dahulu"


"Leo, gue mohon tolong jaga Eva" ~Pangeran


"Huf~ drama yang membosankan" batin Leo


Perlahan Pangeran mendekatkan diri ke arah orang tersebut, tepat saat orang tersebut telah mendorong Eva dan hendak menancapkan pisau tersebut ke tubuh Pangeran


"Pangerannn....!!!" ~Eva


DOR.....


Srettt.....


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Sebuah pisau tertancap di tubuh indahnya, tak hanya itu sebuah peluru juga ikut serta menembus perut yang kotak-kotak sudah seperti roti sobek. Pertanyaan nya siapa yang tertusuk dan tertembak itu, apakah Pangeran?


Salah, bukan Pangeran orangnya, melainkan orang yang telah mencoba membunuhnya. Melihat ketua mereka sudah tak bernyawa lagi, para anak buah orang tersebut pun langsung melarikan diri kembali menuju markas mereka. Leo adalah orang dibalik tewasnya orang itu, ia menembakkan sebuah peluru tepat di kepala lalu membalikkan pisau ditangannya ke leher orang tersebut


"Leo?" ucap Eva dengan rasa terkejut ditambah rasa takut


"Em sorry gue kelepasan, anggap aja Lo gak liat ini semua, lupain aja" kata Leo. Bagaimana bisa Eva berpura-pura tidak melihat atau lupa akan kejadian pembunuhan tepat di depan matanya, tapi jika Leo tidak melakukan hal tersebut mungkin sekarang Pangeran lah yang berada di posisi orang tersebut


"Pangeran..." ia teringat jika Pangeran dalam keadaan tidak baik-baik saja saat ini "Leo, gue boleh minta tolong satu lagi? please bantuin gue bawa Pangeran ke rumah sakit atau klinik, gue gak bisa nyetir" pinta Eva


"Hem..." dengan ikhlas ia membantu Eva membawa Pangeran untuk bisa mendapatkan pertolongan. Kebetulan tempat yang terdekat dari lokasi adalah klinik, jadi mereka membawa Pangeran kesitu saja


"Dok, keadaan Pangeran gimana?" tanya Eva saat melihat dokter keluar dari ruang priksa


"Pasien tidak apa-apa, cuma luka lebam dan tangannya yang terkilir saja, tidak ada yang lebih serius dari itu ko Mba" jawab sang Dokter


"Hah... sukurlah, dok boleh saya menjenguk nya?" tanya Eva


"Boleh silahkan, saya permisi dulu" pamit Dokter


"Leo ayo" entah kenapa ia menarik tangan Leo untuk masuk menemui Pangeran "Ran, kamu gak papa? ada yang sakit? atau apa bilang sama aku" ~Eva, khawatir


"Aku gak papa ko by, em Leo makasih ya udah nyelametin kita berdua" jawab Pangeran, tangan kanannya yang di balut perban dan terdapat beberapa perban menempel di wajah tampan nya


"Iya" ~Leo


"Serasa jadi nyamuk gue, lagian ni cewek ngapain sih pake segala ngajak gue masuk, sengaja buat pamer kemesraan sama prince-prince nya itu?, huh!!" batin Leo sebal


"Ini udah jam 7 lewat loh, kalian gak berangkat sekolah?" ~Pangeran


"Kamu lagi sakit kaya gini gimana aku bisa ninggalin kamu coba, udah sekarang kamu fokus ke kesehatan kamu dulu. Kalo perlu kamu keluar kotanya besok aja kalo udah sembuh" ~Eva


"Gak bisa kaya gitu dong by, kamu harus tetep sekolah kamu kan anggota OSIS apalagi Leo ketuanya, pasti kalian udah ditunggu sama yang lain. Kalo untuk urusan ke luar kotanya gak bisa ditunda lagi nanti sore aku akan berangkat, tenang aja aku disana gak langsung kerja ko. Udah gih sana berangkat, Leo titip Eva" ~Pangeran


"Tapi--" ~Eva


"Gak ada tapi-tapian, udah sana berangkat" ~Pangeran


"Oke, jaga kesehatan jangan lupa istirahat, aku berangkat dulu by Babay" ~Eva


"Babay too" ~Pangeran "Sebentar" cegat Pangeran saat Leo hendak menyusul Eva


"Apa?" tanya Leo datar


"Gue tau, Lo suka sama Eva, karena itu gue mau ngomong sesuatu sama Lo" jawab Pangeran


"Gak tau, cepet apa yang pengin Lo omongin" ~Leo


"........."


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Saat diparkiran, Eva sudah menunggu Leo di samping motor sport Leo. Tak lama kemudian Leo pun datang


"Ngapain Lo disini?" tanya Leo


"Gue mau nebeng lah" jawab Eva


"Emang gue mau boncengin Lo?!" ~Leo


"Aaaa... Leo please gue nebeng ya, ni udah telat loh kalo kita debat yang ada tambah telat nanti. Udah ish lama Lo" ~Eva, mendorong Leo untuk menaiki motornya lalu disusul dirinya yang juga ikut naik tanpa persetujuan Leo


"Huf~ nih pake helm, nyusahin aja Lu" ~Leo


"Apa?" ~Eva


"Gak, tadi ada cacing terbang" ~Leo


"Tanya sendiri, pegangan gue mau ngebut" ~Leo


Seperti orang kesurupan, Leo membawa laju motornya dengan kecepatan tinggi. Banyak orang-orang yang menegur mereka namun dihiraukan oleh Leo, ia dengan muka datarnya tetap melajukan motornya cepat seperti kilat. Sedangkan orang yang ia bonceng jantungnya berdebar-debar, karena saat Leo mendahului kendaraan lain apalagi truk besar ia seperti sedang membawanya terbang ke langit dan hendak menjatuhkan nya tiba-tiba


Ciiittt.....


Leo mengerem motornya mendadak, mengakibatkan ban belakang terangkat ke atas cukup tinggi. Ia mengerem karena ia telah sampai di parkiran sekolah. Karena ujian sudah berlalu, jadi kalau mereka masuk terlambat tidak terkena hukuman, namun hanya mendapat pertanyaan saja dari satpam penjaga pintu gerbang, alasan mengapa mereka bisa telat


"Woy turun kita udah sampe, meluk-meluk terus nyaman Mbanya? inget udah punya pacar" ucap Leo


"Ha, udah nyampe, gue masih hidup kah, apa jangan-jangan gue udah mati?" tanya Eva beruntun


"Lo masih idup ege" ~Leo


"Hah sukurlah, Lo itu ya bisa gak sih bawa motor gak usah ngebut-ngebut, bikin orang jantungan aja tau gak!! mana tadi Lo kaya mau nabrak" ~Eva


"Yayaya... silahkan dilanjutkan ceramahnya, gue masuk dulu bay" ~Leo


"Eh Leondra Aldebaran!!!" ~Eva, ia pun ikut pergi menuju kelas mereka


Di dalam kelas~


Melihat sahabatnya baru berangkat sekolah, membuat Zahra dan Cici merasa aneh, sebab biasanya Eva akan berangkat lebih awal dari mereka berdua, nah sekarang malah kebalikannya. Lain halnya dengan Mita, ia sangat terkejut saat melihat Eva bisa berangkat sekolah


"What! Eva ko bisa? bukannya harusnya dia... huh dasar gak becus, ngurus dua orang aja gak bisa!" batin Mita kesal


"Va, tumben baru berangkat biasanya gasik? gue kira Lo gak berangkat" tanya Cici


"Iya, tadi pas dijalan sama Pangeran ada kendala sedikit, untung Leo dateng tepat waktu" jawab Eva sambil mendudukkan dirinya di kursi


"Kendala apa? jadi Lo berangkat nya sama Leo bukan Pangeran?" tanya Zahra


"Tadi pas di jalan gue sama Pangeran dicegat, ntah sama siapa gue juga gak tau. Pangeran turun buat ngelawan mereka, karena Pangeran kalah jumlah jadi dia kewalahan, mana polisi yang gue telfon kaga dateng-dateng. Terus gue asal deh nelfon orang, eh yang ketelfon si cowok nyebelin itu" jelas Eva panjang lebar


"Ya Allah, tapi Lo gak papa kan? Leo? Pangeran?" ~Cici


"Gue sama Leo gak papa, Pangeran luka si tapi gak sampe serius udah di obatin juga. Udah gak usah khawatir, gue gak papa ko cuma masih sedikit trauma aja" ~Eva


"Trauma kenapa?" ~Zahra


"Woy semuanya diem!!! Pak Ketos eh maksudnya wakilnya mau ngomong" belum sempat Eva menjawab pertanyaan Zahra namun sudah didahului oleh teriakan Justin. Seketika siswa kelas tersebut langsung diam lalu kembali duduk di kursi masing-masing dengan rapi


"Ekhem... langsung aja gue gak bisa basa-basi, acara akhir tahun nya Senin depan, terus nanti kita bakal ke 3 tujuan yaitu Museum, Tempat bersejarah, sama ke Pantai, kemungkinan bisa sampe malem, jadi kita bakal nginep semalam di fila atau semacam hotel disana. Untuk barang bawaan, bawa yang penting-penting aja, satu lagi kita bakal gabung sama kelas lain, kecuali dekel sama kakel" jelas Gibran


"Asiappp... qaqa" ucap siswi fens dari Leo dkk


"Setelah otak panas dan hampir meledak, akhirnya bisa liburan juga uy" ucap yang pikiran nya liburan terus


"Yes bisa sama ayang beb gue" ucap siswa yang bucin nya kelewatan


"Kapan ni pulang, pen rebahan gue mata dah berat" jerit kaum rebahan


"Asek pasti banyak makanan tu, apalagi di pantai seafood I'm coming" ucap si tukang makan


"Yaudah gitu aja, kita pamit buat ngasih tau yang lainnya" ~Gibran


"Bentar, Lo ikut gue" perintah Leo pada Eva


"Hem" jawab Eva


Mereka berempat berpencar ke setiap kelas 11 yang sekarang sudah menjadi kelas 12, memberitahukan tentang hal yang sama kepada mereka. Kebetulan Eva dan Justin selesai terlebih dahulu, jadi ia memutuskan untuk duduk di bangku taman dari pada ke kelas. Ia menatap kosong objek di depannya, pikirannya kini sedang kemana-mana, satu sisi ia memikirkan adiknya yang tak kunjung sembuh, disisi lain ia juga memikirkan keadaan Pangeran


"Dengan kondisi Pangeran yang kaya gitu, dia tetap kekeh pergi ke luar kota. Tapi kenapa gue kaya gak rela gitu ya, semoga gak terjadi apa-apa sama Pangeran" batin Eva


"Ngapain Lo disini?" tanya Leo


"Ish kalo dateng kasih kode ke apa ke ngagetin aja!" jawab Eva


"Lo nya yang keasikan bengong, Lo kenapa, masih kebayang kejadian tadi udah gue bilang lupain, anggap semua itu gak pernah terjadi" ~Leo


"Gimana bisa gue ngelupain yang jelas-jelas didepan mata gue, Lo... gue sempet berpikir sebenernya Lo siapa? Gue udah 2 kali liat Lo ngelawan orang misterius, dan dari mana Lo dapet senjata itu?" ~Eva


"Gue gak bisa jawab, tapi kalo emang waktu itu ada dan terjadi gue akan kasih tau ke Lo, siapa gue sebenernya" ~Leo, pergi meninggalkan Eva sendirian


"Maksudnya?" gumam Eva, saat Leo sudah jauh dari tempatnya saat ini


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Thanks 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...