
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Pelajaran yang penuh dengan hafalan telah berlalu, mata pelajaran tersebut adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kini waktunya bagi mereka untuk makan siang, jadilah semuanya langsung berbondong-bondong menuju kantin
"Zah, kantin yuk" ajak Eva sambil memutar badannya 180° menjadi mengarah ke belakang
"Bentar lagi, nih hampir selese" jawab Zahra yang sedang serius dengan tugasnya
"Okeh, sini gue bantu" ucap Eva
"Bro kantin yuk, laper nih gue" ajak Justin
"Hem..." jawab Leo
"Udahlah bro, kalo jodoh gak bakal kemana ko" ucap Gibran sambil merangkul pundak Leo
"Apa sih!!!" Leo berjalan bersama teman-teman nya menuju kantin, namun saat baru keluar kelas mereka melihat Pangeran yang sedang bersender di dinding seperti sedang menunggu seseorang
"Eh, Eva belum keluar?" tanya Pangeran
"Belum, tuh masih dikelas" jawab Justin
"Oh oke thanks" ucap Pangeran
Mereka pun berjalan ke arah kantin dengan gaya cool mereka, hal tersebut lah yang membuat para siswi disana terpesona akan ketampanan Leo dkk bisa dibilang jika meraka itu most wanted di sekolahan K'Internasional High School
Tak lama kemudian Eva bersama Zahra keluar dari kelas. Pangeran yang melihatnya pun langsung menyapa kedua gadis cantik tersebut
"Hai" sapa Pangeran
"Hai" jawab Eva dan Zahra
"Mau kemana?" tanya Pangeran
"Kantin, ikut yuk" ~Eva
"Hayok, gue yang traktir gimana?" ~Pangeran
"Dengan amat senang hati kita terima ya gak Zah" ~Eva
"Of course" ~Zahra
Berjalan nya mereka bertiga menuju kantin juga tak kalah mengambil banyak perhatian. Tapi kebanyakan dari mereka hanya mengagumi ketampanan Pangeran, ada juga yang secara terang-terangan menyatakan kekagumannya, meminta nomor telfon Pangeran, dan masih banyak lagi
Skip sampai kantin~
Suasana disana sangatlah ramai, bangku-bangku telah penuh ditempati oleh banyaknya siswa yang kelaparan ataupun hanya sekedar untuk menyemil dan mengobrol saja. Dari kejauhan lebih tepatnya dari meja Leo dkk, Gibran memanggil Eva dan Zahra untuk duduk disana
"Udah terima aja yuk, dari pada duduk di lantai" ucap Zahra
Akhirnya mereka duduk bersama Leo dkk, Zahra duduk sebelah Gibran, sedangkan Eva yang hendak duduk di sebelah Leo menjadi gagal gara-gara Pangeran yang terlebih dahulu duduk, jadilah ia duduk di sebelah Pangeran
Jadi urutan nya, di bangku sebelah kanan ada Zahra dan Justin duduk di pinggir, Gibran di tengah. Sedangkan di bangku sebelah kiri ada Gibran yang duduk di antara Eva dan Leo
"Sialan ni orang" batin Leo
"Heh! selama gue ada, gue gak bakalan biarin Lo deket sama my princess" batin Pangeran menatap Leo datar
"Ran, gue mau tanya sama Lo, why Lo tiba-tiba balik ke Indo? terus ngapain Lo disini?" tanya Eva dengan mulut yang masih penuh dengan bakso
"Gue kangen sama Lo" jawab Pangeran
"Ish yang bener" ~Eva
"Ya itu dah bener by, gue disini juga karena Lo. Niatnya gue mau sekolah juga disini tapi gue masuk nya tahun ajaran baru, biar bisa sama Lo terus" goda Pangeran
"Uhuk... uhuk..." bukan Eva, melainkan Leo lah yang tiba-tiba tersedak minuman yang sedang diminumnya, terlihat juga kedua daun telinganya berubah menjadi merah
"Oke, gue udah tau maksud Lo, haduh bakal ribet nih" bisik Justin pada Gibran
"Napa Lu?" tanya Zahra
"Gak papa" ~Leo
"Really? bagus dong kalo Lo sekolah disini, temen gue tambah. Ya iya lah nanggung, Senin besok juga udah ujian akhir tahun. Hah gak nyangka gue udah mau lulus aja" ~Eva
"Abis lulus kita married gimana?" ~Pangeran
"WHAT!!!" teriak mereka yang ada di meja tersebut
"Hahaha... kagak canda doang, serius amat dah hidup kalian ni. Eh udah jam segini gue pulang dulu ya, inget jangan nakal!!! Makanan nya dah gue bayar ya by, so makan yang banyak biar pipinya tambah chubby" ~Pangeran, ia mengedipkan sebelah matanya lalu beranjak pergi
"Cieee... blushing" goda Zahra
Ada rasa tidak suka pada diri Leo saat Pangeran memanggil Eva dengan sebutan 'by', ingin rasanya ia menyumpal mulutnya. Tapi apalah daya, dia bukan siapa-siapa yang berhak menegur ataupun melarang seseorang untuk dekat dengan Eva
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Seperti biasa setelah pulang sekolah, Eva akan menuju tempat kerjanya dengan mengendarai sepeda. Namun sesampainya di sana ia mendapat informasi jika restoran tersebut tutup untuk beberapa hari, dikarenakan adanya pembangunan yang nanti bisa menjadi resiko jika restoran tersebut tetap dibuka
"Ailah tutup, kenapa gak ada yang ngasih gue kabar si. Eh iya gue lupa, gue dari tadi belum sempet nelfon Mamah buat nanyain keadaan Aldi" ucap Eva. Sebelum ia melanjutkan perjalanan nya, ia putuskan untuk menelfon Mamahnya terlebih dahulu
📱📱📱
"Hallo Mah, assalamualaikum" sapa Eva
"Waalaikumsalam, ada apa sayang?" jawab Lusi
"Ini Mah mau nanya, gimana keadaan Aldi?" ~Eva
"Mamah belum tau sayang, hasil lab nya belum keluar kamu doain aja ya yang terbaik" ~Lusi
"Aamiin Mah semoga adek cepet sembuh, kalo gitu Eva ke rumah sakit ya kebetulan hari ini restoran tutup jadi Eva gak kerja" ~Eva
"Gak usah sayang,, kalo mau nanti malem aja sekalian Mamah minta tolong bawain baju-baju Mamah ya. Soalnya kalo sekarang sama aja kamu belum boleh masuk ketemu sama Aldi, sama Mamah minta maaf kamu harus sendirian lagi dirumah" ~Lusi
"Ooo... begitu, okelah nanti malem aja sekalian nanti aku bawain baju Mamah, Papah mana Mah?" ~Eva
"Papah kerja, dan kayanya bakalan lembur hari ini" ~Lusi
"Yaudah kalo gitu Eva pulang aja, eh gak jadi Eva izin main ke rumah pangeran boleh Mah?" ~Eva
"Pangeran bukannya lagi di London ya?" ~Lusi
"Iya Mah, tapi dia udah pulang, tadi pagi juga ketemu di sekolah" ~Eva
"Boleh dong hati-hati ya, sama Mamah titip salam buat Pangeran, sama keluarga nya, maaf belum bisa berkunjung" ~Lusi
"Oke nanti Eva sampein, dah dulu ya Mah, Babay Assalamualaikum" ~Eva
"Waalaikumsalam" ~Lusi
📱📱📱
Kembali Eva mengayuh sepedanya menuju rumah Pangeran, kira-kira membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari restoran ke rumah Pangeran
Tanpa sadar kini ia sudah tiba di rumah sahabat dari kecil nya itu, rumah tersebut masih terlihat sama seperti dulu. Rumah mewah berwarna putih bersih, taman kecil di depan, dan ada dua mobil mewah terparkir di depan garasi. Sudah bisa di tebak jika Pangeran itu bukan dari keluarga biasa
Ting... tong...
Eva memencet bel rumah tersebut, tak lama kemudian keluarlah wanita paruh baya berusia 44 tahun yang masih terlihat seperti 25 tahunan. Wanita tersebut sangat lah cantik, tubuh nya yang masih kencang dan slim, padahal ia sudah memiliki satu anak dan usia anaknya sudah 17 tahun
"Ya siapa ya? eh sebentar kamu... Eva kan? temennya Pangeran?!" tanyanya
"Iya Mah, ini Eva" jawab Eva, ya dari dulu Eva sudah memanggil orang tersebut dengan sebutan 'Mamah'
"Wah ya Allah, kamu udah beda banget tambah cantik aja kamu ih" ucapnya, pemilik dari nama Risa
"Mamah bisa aja, Mamah juga masih keliatan awet muda. Mamah kangen..." ~Eva
"Utututu... Mamah juga kangen banget sama kamu sayang" ~Risa, memeluk Eva erat begitupun sebaliknya "Sampe lupa Mamah ayo masuk, Pangeran ada didalem Mamah juga mau bikin kue" ~Risa
"Wau kue, dah lama gak makan kue buatan Mamah" ~Eva
"Hahaha... iya ya udah berapa tahun eh bukan puluh tahun malah ya. Dulu kamu masih imut-imut banget ih gemesin lah pokoknya, eh sekarang udah tumbuh jadi gadis cantik kaya gini" ~Risa
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Udah bisa ketebak kan sama siapa🤣
Baca dan nantikan terus kelanjutan kisah Eva ya...
Ditunggu dukungannya...
Love you all ❤️
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...