
...~HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN~...
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
"Gak, dia gak boleh bahagia di atas penderitaan ku!!" gumam Ratu geram. Ia tidak terima melihat Eva bahagia disana mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya, sedangkan dirinya menderita disini menjadi pelayanan rendahan yang dipandang rendah oleh orang-orang di acara tersebut
Dengan langkah yang kokoh, ia berjalan maju menuju atas pelaminan sambil membawa segelas jus jeruk dan langsung menumpahkan nya ke gaun mahal yang dipakai Eva
Byurrr...
"RATU!!!" bentak Leo, membuat siapa saja yang mendengarnya gemetar ketakutan
"Beraninya kau menumpahkan jus itu, dimana tata krama mu!!" bentak nya lagi
"A... aku gak terima kamu menikah dengan wanita jala*g itu, apakah kamu gak ingat dulu dia pernah menjual dirinya ke om-om untuk mendapatkan beasiswa" ucap Ratu tak terima membuat semua orang terkejut
Plakkk...
Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Ratu "Cukup dari dulu kau mengatakan ku sebagai wanita jala*g, hah~ sungguh bodoh diriku dulu menerima semua ejekan yang keluar dari mulut busuk mu itu!! Sekarang jangan harap aku hanya diam, dulu aku mendapatkan beasiswa dengan usaha ku sendiri berkat kepandaian yang aku punya bukan hasil menjual diri SEPERTI MU" ucap Eva dengan nafas yang memburu menahan amarah
"Kau sudah merusak acara ku, tangkap dia!!" titah Leo
"Gak, Leo... aku mencintaimu, itu semua tidak benar!! yakkk lepasin!!" ucap Ratu yang diabaikan oleh Leo, yang justru fokus kepada sang istri yang terkena tumpahan jus tadi
"Ayo ikut aku" ajak Leo membawa Eva masuk kelantai dua untuk mengganti gaun
Untung saja ada gaun pemberian Qisiana yang diberikan sebagai hadiah pernikahan mereka, jika tidak maka mereka akan kalang kabut mencari pengganti gaun tersebut
Gaun berwarna purple itu semakin membuat kecantikan alaminya terpancar begitu terang, seterang sinar mentari yang menyinari bumi. Leo pun ikut mengganti stelan jas nya menggunakan jas serba putih
Acara demi acara berlangsung dengan lancar walaupun tadi ada sedikit gangguan, tapi itu bukanlah masalah yang besar.
°•°•°•°
Selesai nya acara tersebut semua pun kembali ke rumah masing-masing, beristirahat melewati malam hari itu dengan tenang. Tapi tidak dengan sepasang pengantin yang baru menikah itu. Mereka pergi kesebuah vila di tengah hutan yang damai
Sekitar pukul 9 mereka berangkat menuju tempat tersebut, mereka menghabiskan 1 jam perjalanan sampai akhir nya mereka sampai di tempat tersebut
"Ini rumah siapa?" tanya Eva yang masih menggunakan gaun purple nya
"Milik kita, ayo masuk" jawab Leo
"Kita bakal tinggal disini?" tanya Eva lagi
"Terserah kamu, kalau kamu suka kita bisa tinggal disini atau aku sudah menyiapkan rumah lainnya untuk kita tinggal, gimana?" ucap Leo
"Aku ikut saja" ~Eva
"Hem anak pintar" ~Leo
"Yakk!! aku sudah besar!" ~Eva
"Iya iya, ini kamar kita kau bisa bersih-bersih dulu, bajunya sudah ada di dalam" ~Leo
"Ah akhirnya bisa mandi" tanpa berfikir panjang lagi ia langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, berendam sebentar merilekskan tubuh nya
30 menit kemudian Eva keluar dengan menggunakan baju tidur putih nya, tatapan nya tak sengaja bertemu dengan Leo yang membuatnya tiba-tiba salting dan gugup. Kebalikan dari Eva, Leo malah tersenyum penuh arti dan melewati Eva begitu saja menuju kamar mandi
"Hais kenapa aku sangat gugup!! ah sebaiknya aku tidur saja langsung, iya benar!!" ucap Eva, merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk lalu menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala
"Dasar cewek aneh!" ucap Leo menggelengkan kepalanya lalu menyusul Eva masuk kedalam selimut tersebut, memeluk tubuh ramping sang istri dari belakang "Hey aku tidak suka dibelakangi!!" dengan tenaganya ia memutar balikkan tubuh kecil itu menjadi menghadap nya
"Eeeh..." gagal sudah rencana Eva untuk berpura-pura tidur
Cuppp...
"Tidur lah aku tau kau pasti capek" ucap Leo mengecup puncak kepala Eva
"Terimakasih" ucap Eva malu-malu
Rasa lelah membuat meraka cepat berkela dalam mimpi masing-masing, dan mengabaikan malam yang indah itu
°•°•°•°
Entah berapa kali bibir itu menciumi wajah sang istri, hingga membuat Eva mengeliat bagaikan seekor kucing yang baru bangun. Mata nya berusaha menyesuaikan cahaya di ruangan tersebut, hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Leo yang terlihat sangat acak-acakan. Yeah itulah kebiasaan Leo saat bangun tidur, pasti penampilan nya sangat berantakan
"Good morning" sapa Leo penuh senyuman
"Emm... morning too" jawab Eva dengan suara serak nya "Yakkk..." ucap Eva saat hendak bangun tapi langsung ditahan oleh Leo sehingga tubuh itu kembali menempel dengan kasur
"Aku lapar" ~Leo dengan puppy eyes nya
"Kau lapar, baiklah kau mau makan apa aku masak kan dulu, tapi btw dimana dap--" ucap Eva terpotong akibat ulah Leo yang mencium bibirnya tiba-tiba
"Jika yang sudah ada tersedia, kenapa harus memasak? bolehkah?" pinta Leo
"Ha...? a... aku be... belum sikat gi... gi..." jawab Eva gagap
"Aku anggap iya" ~Leo
Entah sejak kapan posisi mereka sudah berubah dengan Eva yang berada di bawah kungkungan Leo. Memandangi wajah nya dengan teliti lalu mulai menautkan bibir mereka. Eva yang saat itu masih setengah sadar pun langsung tersadar 100% dan melotot terkejut
Merasa tidak ada balasan apapun dari partner nya itu, ia pun menggigit bibir bawah Eva agar terbuka, sebuah lidah berkelana di dalam mulut satu sama lain, saling bertukar saliv hingga membuat suara aneh yang memenuhi kamar besar tersebut. Tangan nakal Leo mulai menelusuri apa yang bisa ia jamah, dan...
Sreeett...
"Yakkk... apa yang kau lakukan?!" tegur Eva saat Leo merobek bajunya paksa hingga kancing baju bertebaran di mana-mana
Mengabaikan teguran tersebut, Leo kembali membungkam mulut manis nan ranum itu hingga bengkak dibuatnya. Dari bibir turun menuju leher jenjang mengecup, hisap, dan menggigit hingga kiss merk tertinggal disana. Suara laknat yang berusaha Eva tahan akhirnya keluar juga, membuat gairah Leo semakin memuncak
"Akkkhhh..."
Beberapa menit kemudian tubuh mereka sudah polos tanpa satu helai kain pun, pakaian pun berserakan di bawah kasur. Baru juga Leo ingin bermain lebih dalam tapi suara telfon mengganggu olahraga di pagi hari itu
"Akh... a... angkat dulu aaa! siapa tau penting!!"
"Tidak ada yang lebih penting darimu sayang"
"Angkat dulu"
"Baiklah-baiklah" terpaksa Leo menghentikan terlebih dahulu aktivitas nya untuk mengangkat sebuah telfon, sedangkan Eva menutup tubuh polosnya agar tidak kedinginan
"Apa?!" tanya Leo sewot
"Ngapain Lo?" tanya balik Gibran
"Buat anak lah" ~Leo, membuat Eva malu dan langsung menenggelamkan seluruh tubuh nya di bawah selimut 'bisa-bisa nya dia sefullgar itu di hadapan orang lain' batin Eva
"What?! belum selesai, yang ada Lo puas istri Lo bisa tewas!" saut Justin
"Apa sih orang baru dimulai juga, dah lah kalian ganggu aja! bay!!" ~Leo memutuskan telfon sepihak
Diseberang sana Gibran dan Justin langsung menyumpah serapahi temannya itu sepuas mereka, mumpung orangnya sedang asik dengan hal lain
Leo melirik kesamping, tangannya perlahan membuka selimut tersebut, dan terlihatlah wajah Eva yang memerah lucu
"Kenapa kau memberi tahu mereka?!"
"Memangnya kenapa? mari lanjutkan yang tadi. I Love You Baby"
"Too..."
Mereka melanjutkan kembali aktivitas panas mereka, tangan Leo yang nakal berhasil meremas gemas kedua gunung kembar itu, yang sangat menarik perhatian nya
Hingga tercium bau anyir darah dan masuknya cairan hangat di dalam rahim, itulah puncak ******* nya. Walaupun menyakitkan tapi sangat nikmat, lahar bening keluar dari pelupuk mata Eva perasaan nya sungguh campur aduk saat ini
Tidak sampai situ saja, Leo masih menginginkan lebih sampai melanjutkan ronde permainan tersebut hingga 3 ronde. Apalah daya Eva yang sudah terkapar lemas akibat ulah Leo
AAAAAAAKKKKHH...
Cuppp...
"Terimakasih" ucap Leo mengakhiri dengan kecupan singkat di bibir Eva, dia langsung ambruk kesamping setelah menyemburkan lahar nya. Memeluk erat tubuh kecil itu dan kembali beristirahat setelah tenaga terkuras habis
Malam pertama yang diganti dengan pagi pertama yang panjang nan melelahkan pun sudah berakhir, Leo yang menanamkan benih-benih nya di rahim Eva dan Eva yang memberikan mahkota yang selama ini sudah ia jaga sebaik mungkin,, sampai akhir nya ia berikan kepada lelaki yang sudah berstatus suami bagi nya
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Gimana? ini author nulisnya kerjasama sama temen author, ide (bagian ITUANNYA) dari dia terus author tuang ke bentuk tulisan, ehek moga suka. Thank you♡
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...