
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
"Awwsh... uhukkk gue dimana, ko bisa ada di markas, bukannya gue lagi main sama tu Kim Kim ya?" gumam Leo setelah sadar dari pingsan nya
Hal pertama yang ia lakukan adalah mengecek ponselnya terlebih dahulu, terlihat ada beberapa pesan dan telfon masuk dari nomor yang tidak dikenal
"Datanglah SENDIRI ke tempat biasa tanpa membawa orang lain, jika kau tidak ingin melihat tubuh wanita mu terbujur kaku!!!"
"Pangeran"
*Foto Eva sedang disekap di sebuah tempat dengan muka yang sudah pucat pasi dan keringat dingin bercucuran, jika dilihat dari tanda-tandanya ia sedang sakit*
"Bajing*n!!! beraninya kau menyentuh milikku!! akan ku pastikan nyawa mu melayang jika sampai terjadi apa-apa padanya!!" geram Leo
Dengan cepat ia menghubungi Zio untuk menyiapkan jet pribadi nya agar ia bisa segera kembali ke negara Indonesia. Selama perjalanan ia sama sekali tidak bisa tenang, kepulangan nya saat ini juga tidak diketahui oleh Gibran atau pun Justin
Walaupun tubuhnya lelah, ia tetap memaksakan untuk pergi secepat mungkin. Tapi bukan Leo namanya jika terburu-buru melakukan sesuatu tanpa berfikir akibat dari apa yang ingin dilakukan
Menggunakan motor sport hitam favoritnya, ia menelusuri jalanan aspal ditengah hutan dengan tenang. Sampai tibalah ia di depan sebuah bangunan tua yang sudah jauh dari kata layak huni
"Keluar lah aku sudah datang!! seperti sarat yang kau ajukan aku datang sendiri" ucap Leo datar, memasukkan kedua tangannya di saku celana
Ceklekkk... keluarlah Pangeran dengan senyum semirik nya dan tampilan acak-acakan "Haha baguslah kau datang tepat waktu, hampir saja aku ingin menikmati tubuh wanita mu dulu, sebelum aku bunuh" ucap Pangeran mencoba memancing emosi Leo
"Oh, karena aku sudah datang so berikan dia kepada ku" ~Leo
"Tidak semudah itu, kau, bawa dia kemari biarkan dia melihat seseorang yang sangat mencintai nya terbunuh" ~Pangeran
"Baik Bos"
"Dasar pengecut, beraninya keroyokan!" ~Leo
"Terserah kau mau bilang apa, atau jangan-jangan kau merasa takut? haha kalau begitu aku bisa dengan mudah memberikan nya dan membebaskan mu, tapi dengan syarat kembalikan mafia dan perusahan ku!" ~Pangeran, menunjuk Eva yang dibiarkan tergeletak di atas tanah
"Apa yang sudah menjadi milikku tidak akan bisa menjadi milik orang lain lagi. Dan kau telah melampaui batas, bersiaplah menjemput ajal mu!" ~Leo, mengeluarkan pedang mengkilap yang sangat tajam
Eva yang mendengar suara yang tidak asing ditelinga nya pun perlahan membuka mata, samar-samar ia melihat Leo dengan penampilan yang sangat menakutkan
"Leo..." lirih nya. Leo yang mendengar pun menoleh dan tersenyum mengetahui jika Eva masih hidup walaupun dengan kondisi yang memperhatikan
"Akhhhh... sakit sekali hiks~ hiks~ apakah ini akhir hidup ku? setidaknya aku sudah melakukan yang terbaik yang aku bisa. Mamah... Papah..." gumam Eva tanpa bisa mengucapakan nya secara langsung
"Mari kita liat siapa yang akan menjemput ajal nya kali ini" ~Pangeran juga mengeluarkan senjata nya berupa katana "Serang" titah Pangeran kepada para bawahannya
Dentingan senjata terdengar nyaring ditempat tersebut. Dengan sisa tenaga yang ia punya, Leo berusaha melawan, membantai habis orang-orang yang sudah berani mengganggu ketenangan nya. Hingga akhirnya tersisa Pangeran saja yang masih hidup
"Dasar gak guna!!" kesal Pangeran melihat para bawahannya mati
"Menyerah lah, dan perbaiki hidup mu, ingat ada adik mu yang tersiksa melihat Kakak laki-laki nya seperti ini" ~Leo
Trang...
Trang...
Bug...
Sreeett...
Akhhhh...
Pangeran jatuh terkapar di atas tanah dengan luka sayatan dimana-mana
"Sudah ku bilang menyerah lah, kau bukan tandingan ku!" ~Leo
"Tidak akan!" ~Pangeran, kembali bangkit namun bukan menyerang Leo, melainkan berjalan mengarah ke tempat Eva berada. Menodongkan sebuah pistol tepat di kepala Eva
"Hahaha... bagaimana? selangkah kau maju maka aku akan menembakkan peluru ini dan membuat wanita mu mati haha" ~Pangeran
"KAU... LEPASKAN DIA, URUSAN MU DENGAN KU BUKAN DENGANNYA!!!" ucap Leo sudah tersulut emosi
"Tapi dia ada hubungannya dengan mu, jika dia mati aku yakin kau juga akan mati. Baiklah mari kita hitung mundur" ~Pangeran
"JAUHKAN TANGAN MU DARINYA!!" ~Leo
"3"
"2"
"1"
Dorrr...
Suasana hening tercipta setelah suara tembakan tersebut dilepaskan. Seseorang ambruk bersimpah darah dan nyawa yang telah melayang
Leo yang melihatnya pun langsung lemas dibuat nya. Darah berceceran dimana-mana, bahkan mukanya pun terkena cipratan cairan amis tersebut. Pedangnya terlepas begitu saja dari tangannya
"Eva..." lirihnya
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Sorry author akhir-akhir ini lagi sibuk, ide pun kurang lancar (>▂<) Makasih, like vote komen ya guys please♡
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...