EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 35 Matahari = Kutub Selatan / Sahabat ?



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Namun, dari arah kanan ada seseorang yang menerobos secara paksa kerumunan para siswa-siswi yang sedang menonton adegan tersebut dan langsung berlutut memeluk tubuh Eva yang penuh dengan tepung tanpa ragu-ragu agar ia tak jadi bersujud...


Tercium lah aroma parfum yang sudah tidak asing lagi oleh Eva. Aroma yang sudah lama ia rindukan, pelukan hangat nya membuat ia merasakan sesuatu yang dulu telah hilang kini hadir kembali


Walaupun sudah bertahun-tahun lamanya ia tak berjumpa dengan orang tersebut, namun ia masih ingat betul harum parfumnya. Jelas ia ingat, sebab dulu ia lah orang yang telah memilihkan jenis parfum tersebut


Cukup lama mereka berpelukan, saling mengalirkan rasa rindu satu sama lain. Seakan Eva sangat percaya orang yang ia peluk adalah orang yang dimaksud oleh nya


"Pangeran...?" panggil Eva lirih


"Iya, kau masih mengenaliku?" tanya orang tersebut yang bernama Pangeran William sambil melepaskan pelukannya dan menatap intens wajah cantik Eva begitupun sebaliknya


Pangeran William :



"Tentu saja, bahkan dari aroma parfum mu, aku sudah yakin jika itu kau" ucap Eva, tersenyum dengan muka pucat


"Aaaaaa... Miss you my baby princess" ucap Pangeran sambil memeluk Eva kembali


"Miss you tu my prince" ucapnya sambil membalas pelukan Pangeran


Orang-orang yang ada disana pun dibuat terkejut-kejut bahkan Ratu sampai membuka mulutnya tak percaya. Melihat Eva yang berpelukan bersama lelaki tampan dan terlihat sangat kaya. Ditambah lagi mereka memanggil dengan sebutan 'My baby princess' dan 'My prince'


"Ayo berdiri" ucap pangeran lembut sambil membantu Eva berdiri lalu menatap tajam Ratu dkk, dan yang ditatap hanya diam seribu bahasa "Lain kali kalo mau bikin konten kaya gini kasih tau dulu ye, jadi bisa di siapin sama latihan dulu. Yok by kita ke UKS, Lo pucet banget, Lo gak papa kan?" ucap Pangeran


"Gak papa ko" jawab Eva


Pangeran memapah Eva menuju ruang UKS, membiarkan orang-orang disana bengong. Bingung dengan apa yang tadi dilihatnya tadi


Leo dkk, Zahra, dan beberapa murid lainnya yang tak sengaja berpapasan dengan mereka pun bingung, siapa orang yang bersama Eva itu? itulah isi pikiran mereka. Mengakhiri kebengongannya, Zahra langsung pergi mengikuti Eva, ditangannya juga sudah ada minuman dan roti untuk nya


"Hati-hati by" ~Pangeran membantu Eva naik ke atas brankar


"Ha?! 'by' siapa dia sebenarnya? kenapa dia manggil Eva 'by' sih? apa jangan-jangan mereka pacaran? tapi kapan? perasaan Eva gak pernah pacaran, dia juga sama gue terus" batin Zahra


"Zah, Lo kenapa?" tanya Eva saat melihat sahabatnya diam


"Ah gue gak papa" jawab Eva


"Gue tau, Lo pasti bertanya-tanya kan siapa dia. Haha... oke gue jelasin, jadi tu dia sahabat gue waktu gue kecil dan itu sebelum gue masuk sekolah jadi Lo gak tau dia. Namanya Pangeran William, selama ini dia tinggal di London jadi ya gitu. Ran kenalin dia sahabat gue Zahra, Zah kenalin Pengeran" jelas Eva


"Ooo... baru paham gue" ~Zahra


"Salken" ucap pangeran sambil ngulurin tangannya


Membalas uluran tangan Pangeran, "Salken too, terus kenapa kalian manggilnya by? apa kalian berpacaran??" ~Zahra


"Pufttt... gak itu tu cuma panggilan kita berdua aja, kita berdua temen ya kan Ran?" ~Eva


"I... iya cuma temenan aja ko" ~Pangeran "Jadi Lo selama ini nganggep gue cuma temen doang Va? hah~ padahal gue berharap lebih, tapi gue akan terima, gue gak mau sampe hubungan kita hancur cuma gara-gara perasaan gue ini" batin Pangeran


"Hah~ oke hanya teman" batin Eva


"Lebih juga gak papa, oh Va nih ada minuman sama roti makan dulu gih, pucet banget gitu, ntar gue ambilin baju ganti, Lo bawa kan?" ~Zahra yang mendapat anggukan oleh Eva


"Oh ya Va, ko Lo tadi mau aja digituin sama mereka! sumpah ni ya gue geregetan banget pen hajar" ~Pangeran


"Ya gimana lagi, kalo gue nentang mereka yang ada mereka bakal ngadu ke bokap nyokap mereka dan berujung beasiswa gue bakalan dicabut ato gue bisa dikeluarin dan udah gak bisa sekolah lagi" ~Eva


"Ish... yaudah gue bakal bantuin Lo, gue akan bilang ke nyokap bokap gue tentang masalah ini" ~Pangeran


"Jangan! gak gak boleh! gue gak mau!" ~Eva


"Why baby? dari dulu Lo selalu aja nolak bantuan gue" ~Pangeran


"Ya karna gue gak mau, udahlah gak usah dibahas lagi. Btw gimana kabar Om Tante? mereka sehat kan? aaa gue kangen sama mereka" ~Eva


"Selalu aja gitu! kalo Lo butuh bantuan bilang gue oke, kabar mereka baik ko kalo kangen mainlah ke rumah, gimana kalo abis sekolah?" ~Pangeran


"Liat nanti" ~Eva


"Ekhem... ekhem... panas ya padahal AC nyala 15° lagi, apa jangan-jangan rusak ya AC nya?" ucap Zahra berniat menyindir mereka berdua sebab dirinya merasa bagaikan patung yang tak dipedulikan


"Hehehe mangap" ~Eva


"Thanks" ~Eva


"Masih sakit?" ~Pangeran


"Gak, udah baikan" ~Eva


"Sukur deh, istirahat gih masih pucet banget Lo" ~Pangeran, ia pun berinisiatif mengambil tisu basah dan menggunakan nya untuk membersihkan wajah Eva yang terkena tepung walaupun hanya sedikit


Tak lama kemudian dari arah pintu ruang UKS, muncullah 3 pria tampan yang tak lain lagi adalah Leo, Justin, dan Gibran. Mereka masuk dengan muka datar saat melihat adanya Pangeran di samping brankar Eva dan mengobrol bersamanya


"Ekhem..." dehem Leo bertujuan untuk memberi tahu jika dirinya ada di situ juga


"Leo? ngapain?" tanya Eva


"Gak ngapa-ngapain, siapa Lu" jawab Eva


"Ooo... gue Pangeran William, sahabat Eva dari kecil, nice to meet you" ucap Pangeran memperkenalkan diri


{Nice to meet you \= Senang bertemu denganmu}


"Hum... too, gue Leo" ~Leo


"Kalo gue Justin dan ini Gibran" ~Justin


"Gue mencium bau-bau persaingan deh kayaknya, akhir-akhir ini gue perhatiin si kutub selatan Leo mulai mencair oleh si matahari Eva, terus sahabat? tapi yang gue liat dari tatapannya dia nyimpen perasaan yang lebih buat Eva. Haduh... pusing gue" batin Gibran


Hening itulah yang dirasakan saat ini, tak ada satupun dari mereka yang berbicara. Sendari tadi Pangeran maupun Leo saling curi pandangan ke arah Eva dan disaat tatapan mata mereka bertemu, terjadilah tatapan penuh arti yang sulit diartikan


"Va, gue dah bawa baju ganti Lo nih gan... ti... dulu..." ucap Zahra yang awalnya semangat dan berakhir bingung, pasalnya aura disana sangatlah dingin dan banyak cogan yang mengelilingi sahabat nya itu


"Ah udah ya, Zah bantu gue" ucap Eva yang ingin segera terbebas dari ruangan tersebut


"Gak usah biar gue aja" ucap Leo dan Pangeran bersamaan


"Tuh kan bener apa yang gue pikirin" gumam Gibran yang masih bisa didengar oleh Justin


"Mikirin apa?" tanya Justin


"Ntar gue jelasin" bisik Gibran


"Eh gak usah gue sama Zahra aja, yuk Zah" ucap Eva langsung buru-buru pergi bersama Zahra


Di dalam toilet~


"Udah belum? lama banget, dah mau masuk nih!" ucap Zahra


"Iya, bentar lagi" jawab Eva "Dah yuk" Eva keluar dengan baju seragam yang bersih tanpa noda tepung


"Em bentar deh, tadi ko gue ngerasa hawa disana dingin banget ya" ~Zahra sambil memain-mainkan air di wastafel dan melihat Eva melalui pantulan cermin


"Maksud Lo di UKS tadi? iya gue juga ngerasa gitu makannya gue nyuruh Lo buru-buru pergi dari sana, Lo masih mending cuma sebentar lah gue dari pertama Leo dateng uh langsung deh dingin gitu" ~Eva


"Kayanya mereka berdua Leo sama si em siapa tu, ah ya Pangeran suka deh sama Lo. Terus mereka gak suka kalo Lo deket sama salah satu dari mereka" ~Zahra


"Kalo ngomong dipikir dulu! ya kali mereka suka sama gue, mereka tu tajir banyak yang suka sama mereka masih banyak wanita-wanita yang lebih cocok jadi pendamping mereka. Gue? ah jauh, gak mungkin juga" ~Eva


"Gak ada yang gak mungkin, kalo misal bener Lo bakal pilih yang mana?" ~Zahra menggoda Eva


"Ish lama-kelamaan omongan Lo ngaco, dah yuk lah ke kelas bentar lagi bel" ~Eva


"Acieee... dua cogan sekaligus loh ini kalo gak mau buat gue aja sini, dengan sangat senang hati gue terima. Eh kampret tungguin woy!" ~Zahra


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Leo + Eva?


Pangeran + Eva?


Ditunggu dukungannya ya...


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...