
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
"Lo berdua disini jagain yang lain, gue mau pergi dulu" perintah Leo pada kedua sahabatnya, sambil mengisi tas ransel hitam nya dengan beberapa alat yang bisa berguna nanti
"Mau kemana Lo?" tanya Justin
"Nyusul Eva" jawab Leo
"What! Lo sendirian? bahaya Leo!!!" tegas Gibran
"Justru disini yang lebih bahaya! mereka dah tau kalo kita ada di sini" ~Leo
"Mereka tau dari mana?" ~Justin
"Mata-mata nya. Udah gue pergi dulu, kalo ada apa-apa hubungi gue atau anggota kita, kemungkinan besar mereka bakal dateng kesini buat nyerang kalian" ~Leo
"Oke, Lo juga ati-ati" ~Gibran dan Justin
"Hem..." ~Leo
Dengan langkah yang mengendap-endap bagaikan maling yang sedang mencuri, Leo berjalan meninggalkan area perkemahan agar ia tak diketahui oleh siapapun. Menyusuri hutan sesuai arah peta yang tadinya dilewati oleh Ratu dll, sendirian di tengah hutan yang amat gelap dan hanya berbekal lampu senter, tak membuat Leo merasa takut ataupun menyerah
"Pohon besar, tinggi, daun coklat, harusnya ada di sekitar sini" gumam Leo "Nah itu dia" tunjuk nya pada sebuah pohon yang sama persis seperti ciri-ciri
Ia berjalan mengelilingi pohon tersebut dan tak sengaja ia menginjak sebuah benda di antara banyaknya dedaunan kering
"Suntikan?" karena penasaran ia pun mencium suntikan tersebut "Ini suntikan obat bius, atau jangan-jangan, akh sial. Bentar itukan kain yang tadi Eva pake buat ngiket kakinya. Gue harus kesana apapun yang terjadi, sekalian gue juga bakal rebut kembali daerah kekuasaan gue yang udah direbut mereka!!!" ucap Leo
Author : "Siapakah Leo sebenarnya? kenapa dia bilang daerah kekuasaan nya? ada yang tau? "
Sekitar 30 menit ia berjalan, akhirnya ia sampai di sebuah bangunan mewah dilengkapi sistem keamanan tingkat tinggi dan penjagaan yang ketat. Berhubung ini sudah malam, jadi penjagaan di bangunan tersebut sedikit berkurang
"Gimana gue bisa masuk ya? pikir Leo! pikir!!!" batin Leo
"Satu-satunya jalan masuk yang gak ada penjaganya itu lewat danau belakang, tapi disana penjagaan di pegang oleh buaya. Pertama-tama gue harus slametin tu cewek aneh dulu, terus lanjut ke rencana gue selanjutnya itu pun kalo ada kesempatan. Biasanya ruang penyekapan ada di bawah tanah, dan setau gue pintu ruang bawah tanah itu juga ada di belakang. Lewat belakang!!!" batinnya memikirkan rencana agar bisa masuk kedalam bangunan tersebut
Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Leo, di belakang bangun tersebut memang tak ada penjagaan, bahkan tak ada pagar yang menutupinya. Namun terdapat sebuah danau lumayan besar dan didalamnya banyak terdapat buaya-buaya ganas yang siap menerkam siapa saja saat melewati danau tersebut
"Buset banyak juga, perasaan dulu buayanya cuma ada lima kenapa sekarang nambah si, ngerepotin aja lu semua!!! itu juga CCTV kenapa lu ada di situ!!!" umpat Leo kesal
Leo mengambil pistol kedap suara di dalam saku celananya, dan menembakkan nya ke arah CCTV itu. Seperti sudah terbiasa menggunakan alat tersebut, dengan sekali percobaan peluru itu tepat mengenai CCTV itu hingga hancur
"Itu ada rakit, gue bisa gunain itu buat nyebrang. Tapi gak mungkin juga gue cuma ngandelin rakit itu, oya gue kan bawa cairan yang dibuat Justin, semoga cairan ini bisa berfungsi" batin Leo
Leo mengeluarkan cairan yang dimaksud nya tadi, lalu berjalan perlahan menaiki rakit bambu yang ada. Cairan apakah itu? jawabannya, cairan tersebut adalah cairan yang dibuat sendiri oleh Justin, untuk kegunaannya itu berfungsi untuk melumpuhkan lawan baik manusia ataupun hewan
Dengan sangat hati-hati, Leo mendayung rakitnya menuju ke seberang danau. Setiap ada buaya yang mendekati nya, ia langsung menumpahkan cairan tadi secukupnya. Hal tersebut membuat buaya yang awalnya mendekati rakitnya, kini mulai berenang menjauh
Nasib sial menimpa dirinya, cairan yang dibawanya ternyata sudah habis sedangkan ia masih berada di tengah-tengah danau
"Akh... sial pake acara abis lagi! mau gak mau gue harus tetap maju, nanggung udah setengah perjalanan" ucap Leo
Semenjak cairan yang dibawanya telah habis, ia mempercepat laju rakitnya itu. Hampir saja ia sampai di tepi danau, namun sebuah guncangan dari bawah rakitnya membuat dirinya oleng dan berakhir jatuh ke dalam danau
Di bawah sana, Leo berusaha untuk menghindari buaya-buaya yang siap menerkam nya kapan pun. Dengan bantuan sebuah dayung rakit tadi, ia melawan para buaya yang mendekat. Disaat Leo tengah lengah, ada seekor buaya dari arah belakang menggigit kakinya. Refleks ia langsung mencolok mata buaya tersebut menggunakan ujung dayung yang lumayan runcing
Merasa aman, ia langsung berenang menuju ke tepian dengan keadaan kakinya yang terus mengeluarkan darah dan dibelakang nya ada beberapa buaya yang ikut mengejarnya
"Hah~ aneh kenapa buaya itu tak menyerang ku lagi? Akhhhh...!!!!" ucap Leo saat sudah berada di daratan
Melihat kakinya yang terus menerus mengeluarkan darah, ia langsung membuka kaos hitam nya lalu mengikatkan kaosnya dengan erat pada bekas gigitan buaya tadi
"Lumayan lah, tapi gue gak bawa baju ganti. Masa bodo, sekarang gue harus pikirin gimana gue bisa masuk ke ruang bawah tanah itu" batin Leo
Sebelum masuk, Leo mengambil ponsel pintarnya dari saku celana lalu menggerakkan jari-jarinya untuk mengetik sesuatu. Untung saja ponselnya tahan air, jadi walaupun tadi ponselnya ikut tercebur tak akan mati
📱📱📱
"Markas The Black Tiger, jemput saya disana tapi kalian hanya perlu menunggu, jangan ikut masuk! cukup dua mobil saja jangan banyak-banyak!!!" perintah Leo
"..........."
"Baiklah"
📱📱📱
Tubuh atletis dan berotot milik Leo yang tak tertutup sehelai benang pun terlihat begitu mempesona. Dada bidang dan otot perut yang sudah seperti roti sobek, membuat siapa pun wanita yang melihat nya pasti akan meleleh
Kaki terluka dan tak memakai baju, tidak membuat niat Leo gugur dan berhenti. Berjalan mengendap-endap mencari pintu ruang bawah tanah, tak jarang pula dia bertemu beberapa anggota The Black Tiger yang mengharuskan dirinya menyerang mereka
Sebuah pintu berdiri kokoh dengan bantuan dinding di sekitarnya, yang diyakini Leo bahwa itu adalah pintu ruang bawah tanah. Disaat ia hendak membuka pintu tersebut, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya lumayan keras
"Hallo Tuan, senang bisa bertemu dengan mu kembali, ada urusan apa sampai-sampai anda datang ke markas ku yang kecil dan jelek ini?" tanya Bara pemilik tempat tersebut
Bara, adalah seorang King Mafia dari The Black Tiger. Umurnya masih 20 tahun dan dia memiliki kembaran yang sudah mati terbunuh oleh mafia lain. Diusianya yang ke 20 tahun itu, dirinya dan saudara kembarnya sudah mampu mendirikan sebuah organisasi gengster yang ia beri nama The Black Tiger
"Saya hanya ingin membawa gadis yang kau culik tadi" jawab Leo datar
"Gadis? ah gadis itu. Ada apa dengan gadis itu? sampai-sampai kau rela berkorban demi nya" ~Bara
"Bukan urusan mu!" ~Leo
"Tentu saja ini urusan ku. Gadis itu lumayan juga, cantik, imut, sangat cocok jadi mainan ku" ~Bara
"Apa kau bilang?! mainan!!! dasar bajing*n!!!" ~Leo
Dengan emosi yang meluap-luap, Leo menyerang Bara menggunakan tangan kosong begitu pun sebaliknya. Karena luka di kakinya yang kembali terbuka, lama-kelamaan Leo merasa lemas dan berakhir kalah
"Masukan dia! ikat dia jangan sampai mereka bisa kabur!!!" perintah Leo pada para mafioso
"Baik King" ~Mafioso
Gubrak...
Tubuh Leo dibanting sangat keras oleh para mafioso di ruang bawah tanah. Setelah tugas mereka selesai, mereka keluar dan kembali mengunci ruangan tersebut
"Akhhh... dimana gue?! tunggu itu kaya gue kenal" batin Leo saat melihat seorang perempuan yang tertidur di atas kardus bak putri salju "Eva! gimana cara banguninnya ya?"
"Emmppph... eeemmmm...!"
Prank....
Leo menjatuhkan botol kaca yang ada di sampingnya, lalu menggunakan pecahan kaca tersebut untuk memotong tali di tangannya. Segera mungkin ia melepas lakban di mulutnya dan tali yang mengikat kedua kakinya
"Va, woy bangun!!" ucap Leo sambil menepuk-nepuk pipi chubby Eva "Obat bius itu memang sangat ampuh, Eva bangun please"
Mata indah yang awalnya tertutup kini perlahan mulai membuka
"Aaaaa... jangan sakiti aku hiks~" teriak Eva ketakutan
"Hey tenang gue Leo" ~Leo
"Leo?" tanpa berfikir panjang lagi Eva langsung memeluk erat tubuh Leo "G... gue takut" gumam Eva
"Tenang disini udah ada gue ko" ~Leo
Sadar akan apa yang ia lakukan, Eva langsung menarik kembali tubuhnya dari pelukan Leo "Sorry" ~Eva
"Hem akhhh..." ~Leo
"Lo kenapa? Leo!!! kaki Lo ya ampun ko bisa kaya gitu, kalo dibiarin Lo bakal kehabisan darah. Ish Lo ya, bentar!" ~Eva
Eva menggunakan shal yang melingkar di lehernya untuk menutupi luka di kaki Leo. Tanpa disadari olehnya, tiba-tiba tubuh kekar Leo kini tumbang menimpa dirinya
"Leo! Leo? Leo please jangan bercanda. Apa yang harus gue lakuin? Leo gue mohon bangun gue takut hiks~" ~Eva
"Ekh... sorry" ~Leo
"Lo gak papa?" ~Eva
"Gak ko, gue cuma butuh istirahat doang. Lo jangan takut selagi gue ada di sini Lo bakal aman ko. Gue minjem paha Lo bentar aja ya, gue mau istirahat dulu" ~Leo yang langsung menempatkan dirinya untuk tiduran dengan menggunakan bantal berupa paha Eva
"Eh..." ~Eva
"Yasudah lah kasihan keliatan nya dia emang lagi kecapean banget, ditambah luka-luka di tubuh nya. Ko kakinya bisa luka kaya gitu ya? itu luka besar Lo kaya luka gigitan binatang buas gitu. OMG ish apa-apaan sih ni cowok nyebelin, pake acara gak pake baju segala lagi!!!" batin Eva
Tengah malam yang gelap gulita di sebuah ruangan bawah tanah, terdapat dua manusia yang sedang terlelap dalam alam mimpi mereka masing-masing. Sungguh malang nasib mereka disekap di ruang bawah tanah yang gelap nan dingin, ditambah lagi rasa sakit di tubuh mereka masing-masing
Disamping itu, disebuah ruangan yang sangat megah dan luas. Terdapat seorang laki-laki sedang memantau keadaan ruang bawah tanah melalui CCTV yang tersambung ke leptop nya itu
"Ada hubungan apa mereka? kelihatannya mereka sangat dekat, apa jangan-jangan mereka sepasang kekasih?" gumam Bara penuh tanda tanya
"Bagus juga kalau mereka sepasang kekasih, jadi dengan mudah aku bisa menghancurkan mu Leondra Aldebaran hahaha..." ucap Bara
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"Leo, Leo, bangun ini udah pagi! kita harus gimana ini?" ucap Eva membangunkan Leo
"Emmmh... lima menit lagi!" jawab Leo
"Ish... cepet bangun kaki gue pegel nih!!!" ~Eva
"Iya iya bawel. Jam berapa sekarang?" ~Leo
"Jam setengah lima pagi" ~Eva
"Bagus, kamu bisa jalan?" ~Leo
"Em... gue coba" ~Eva
"Baiklah sini gue bisikin rencananya!" Leo pun membisikan sesuatu ke Eva "Paham?" tanya Leo yang diangguki oleh Eva "Yaudah yang penting Lo jangan jauh-jauh dari gue ngerti!" ~Leo
"Iya, tapi gue takut" ~Eva
"Gak usah takut ada gue disini ko" ~Leo
Leo membantu Eva berdiri, walaupun kondisi nya juga sangat memperihatinkan, bahkan lebih parah dari luka milik Eva. Saat itu pula pintu terbuka dan muncullah Bara dan beberapa mafioso nya
"Mau kemana kalian Hem?" tanya Bara
"Bukan urusan mu!!!" tegas Leo
"Tentu ini akan menjadi urusanku Tuan, karena anda pasti berniat akan kabur dari sini dengan membawa mainan ku bukan?" ~Bara
"Dia manusia! bukan mainan camkan itu!!!" ~Leo
"Leo, gue takut" ucap Eva yang bersembunyi dibalik tubuh kekar Leo
"Gue dah bilang gak usah takut, ada gue disini. Sekarang Lo minggir dulu" bisik Leo
"Lo mau ngapain? jangan aneh-aneh, jangan tinggalin gue" ~Eva
"Gue gak bakalan ninggalin Lo ko, percaya aja sama gue udah sono minggir dulu" ~Leo
"Hati-hati" ~Eva melangkah mundur
"Urusan Lo sama gue! jadi jangan libatkan dia!! ayo kita selesaikan sekarang" tegas Leo
"Maaf kali ini dia harus terlibat, kalo itu mau anda baiklah aku akan turuti permintaan mu. Mari kita 1 by 1" ~Bara
Kretek...
Suara tulang yang saling bergesekan terdengar jelas, ya Bara sengaja melakukan itu untuk melemaskan otot-otot nya. Mereka mengambil posisi siap bertarung mereka masing-masing
"Hiyaaa..." ~Bara
Bug...
Bug...
Krak...
Gubrak...
"Leo..." teriak Eva saat melihat tubuh Leo yang terbanting, sambil sendari tadi air matanya yang tak berhenti mengalir
"Gue harus kuat!" batin Leo
Sekuat tenaga ia kembali menyerang Bara menggunakan tangan kosong nya begitupun sebaliknya. Namun dari kejauhan tangan kanan TBT, sedang mengarah kan sebuah pistol ke arah Leo
Dorrr...
"LEO!!!" jerit histeris Eva, bagaimana tidak sebuah peluru tepat mengenai lengan kanan Leo
"Akhhh... gue gak papa ko" ucap Leo berusaha menenangkan Eva
"Hahaha... sungguh permainan drama yang sangat bagus. Diamana seorang aktor yang sudah tak berdaya berusaha menenangkan seorang aktris cantik nya" ~Bara
"Gue gak bisa diem aja disini, tapi apa yang harus gue lakuin? pi... pistol? ah gak nanti gue bakal di cap sebagai pembunuh dan masa depan gue bisa hancur. Tapi kalo gue gak bertindak Leo bisa... bahkan nyawaku juga taruhannya. Akh itu pikir nanti yang penting gue sama Leo bisa bebas dulu. Oke pertama-tama gue bakal sasarin ke orang yang udah nembak Leo, lalu baru lelaki itu" batin Eva
Perlahan Eva mulai meraih pistol yang di lihatnya tadi, lalu mengarahkan tepat ke arah sasarannya. Ada rasa ragu dalam diri Eva saat ingin melepaskan peluru tersebut, namun melihat kondisi Leo, perasaan yang awalnya ragu kini berubah menjadi yakin
Dorrr...
Satu peluru melesat tepat pada jantung orang yang sudah menembak Leo tadi, mengakibatkan orang tersebut langsung tewas. Hal tersebut juga membuat kedua pria yang sedang bertarung menjadi berhenti
Dorrr...
"Akhhh... dasar sialan!!! mafioso tangkap mereka!" ~Bara
Satu tembakan kembali ia lepaskan tepat mengenai kaki kiri Bara, setelah melakukan hal itu dengan cepat ia langsung berlari menghampiri Leo
"Kerja bagus Uhuk..." puji Leo
"T... tapi gue sekarang udah jadi pembunuh hiks~ g... g... gue takut" ~Eva
"Membunuh orang yang bersalah bukanlah kesalahan Eva, sudah ayo kita harus cepat ke pintu samping sebelum mereka menangkap kita, disana udah ada orang yang bakal bantu kita" ~Leo
"Baiklah" ~Eva
Kedua kaki yang terluka sungguh membuat Leo kesulitan untuk berjalan, untung saja Eva dengan telaten mau memapah Leo keluar dari neraka itu
Akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga, mereka bisa keluar dari tempat menyeramkan itu. Namun lama-kelamaan Eva merasakan beban yang bertambah berat, dan saat ia melirik kesampingnya ia sudah melihat Leo menutup mata indahnya
"Leo bangun, akh kaki ku" karena tak kuat menopang berat badan Leo dengan keadaan kakinya yang terkilir, merekapun terjatuh
"Mari nona, biar kami bantu"
"Siapa kalian" ~Eva
"Tenang saja kami orang suruhan Tuan Leo, jadi Anda tak usah khawatir"
"Apakah bisa dipercaya?" ~Eva
"Tentu nona"
"Baiklah, tolong bantu kami" ~Eva
Bersyukur orang-orang suruhan Leo datang tepat pada waktunya, jika terlambat sedikit saja maka mereka berdua akan kembali masuk kedalam tempat itu
Badan yang berlumuran darah, mereka abaikan. Yang mereka pikirkan saat ini adalah kesembuhan Leo
"Tuan apakah saya boleh meminjam jaz anda?" tanya Eva
"Tentu nona silahkan"
"Terimakasih" setelah mendapatkan jaz tersebut, ia langsung memakai nya untuk menutupi tubuh Leo, dan membawa kedalam dekapannya
Kejaran dari anggota TBT kini berhasil mereka hindari. Dengan kecepatan tinggi, orang suruhan Leo melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Ngebosenin ya.....
Maaf juga kalo gak nyambung.....
Selamat menjalankan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya, tetap semangat!!!💖
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...