
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Seorang gadis berjalan menyusuri jalan trotoar membelah kerumunan orang-orang sambil menuntun sepeda nya dengan melamun, mengabaikan tetesan air hujan yang menimpa tubuhnya. Terlihat jelas dari raut wajahnya, ia sedang ada masalah. Air hujan yang mengguyur tubuhnya telah berhasil menyembunyikan air mata nya
Entah datang dari mana, tiba-tiba ada sebuah payung hitam berada tepat di atas kepalanya. Merasa aneh mengapa air hujan mendadak berhenti, ia melirik ke samping dan mendapati Leo berdiri memegangi payung untuk nya
"Dasar cewek aneh, ngapain Lo disini?!" tanya Leo
"Gak ngapa-ngapain, Lo sendiri ngapain disini?!" jawab Eva dingin
"Ditanya malah balik tanya, bentar Lo nangis?" ~Leo
"Enggak, kata siapa gue nangis! ini air ujan bukan air mata" ~Eva, berbohong
"Bodoh dalam berbohong, jelas-jelas hidung, mata, bibir Lo merah" ~Leo
"Ini tu--" ~Eva
"Gue udah bilang Lo itu gak bisa bohong" ~Leo
"Iya emang gue boong, gue bodoh, gue gak ada gunanya!!! puas Lo hiks~" ~Eva
Mendengar jawaban Eva membuat hatinya seketika luluh dan merasa bersalah
"Lo ada masalah? kalo Lo mau Lo bisa cerita ke gue, siapa tau gue bisa bantu?" sejak kapan Leo yang dingin, cuek, kasar, menjadi hangat, perhatian, dan lembut seperti ini
Entah dorongan dari mana, kini tangan kanan Leo sudah bertengger di punggung Eva dan merasakan tubuh gadis itu bergetar hebat. Ia membawanya ke dalam pelukan hangat nya, dan membiarkan sepeda putih Eva terjatuh begitu saja beserta payung nya juga ia lembar ke sembarang arah
"Kalo nangis bisa buat Lo lega, nangis aja jangan di tahan" ucap Eva
Di tengah hujan deras mereka berdiri di tengah-tengah trotoar sambil berpelukan. Yang satu sedang meluapkan semua kesedihannya dengan cara menangis di pelukan Leo, dan yang satunya berusaha memberikan kenyamanan untuk nya
Cukup lama mereka berpelukan, setelah dirasa cukup Eva melepas pelukannya. Perasaan nya menjadi lebih tenang walaupun tidak bisa dipungkiri jika ia masih sedih, khawatir, dll
"Makasih" ~Eva
"Em... cengeng! kalo ada masalah bukan gini caranya, itu sama aja nyusahin diri sendiri tau gak. Lo boleh nangis tapi Lo juga harus bisa mengubah tangisan itu menjadi senyuman. Jangan menyerah dengan apa yang ada, kalo nyerah berarti Lo lemah!" ~Leo, nada bicaranya sedikit tinggi dan terkesan sedang membentak, namun sebenarnya ia sedang memberikan kata-kata dorongan untuk Eva dengan caranya sendiri
"Sekali lagi makasih, gue pulang dulu" ~Eva
"Mau gue anter?" ~Leo
"Gak usah gue bisa sendiri" ~Eva, mengambil sepedanya yang terjatuh dan segera menaikinya
Leo diam menatap punggung Eva yang lama-kelamaan mulai kabur dari penglihatannya. Memastikan bahwa Eva sudah tak terlihat lagi, akhirnya ia melanjutkan perjalanan nya
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Di rumah Eva~
Waktu terus berjalan, dari sore hari kini berubah menjadi malam hari. Menggunakan pakaian yang lumayan tebal, membawa tas ransel kecil di punggung nya, dan tas dengan ukuran yang agak besar. Eva berjalan keluar rumah hendak menuju rumah sakit menggunakan jasa ojek online
"Atas nama Mba Eva Aurora?" tanya sang tukang ojek online
"Iya benar, ke Rumah Sakit Hansin ya Pak" jawab Eva
"Baik Mba" tukang ojek tersebut memberikan helm kepada Eva
Mengendarai motor di tengah ramainya kota saat malam hari terasa sangat indah. Lampu-lampu bersinar terang sepanjang jalan, angin sejuk setelah hujan terasa lebih segar dari biasanya, bulan purnama bersinar terang ditemani oleh banyaknya bintang-bintang, membuat malam itu terlihat sangatlah indah
Rumah Sakit Hansin, memang tempat tersebut sangatlah mewah dan bagus. Tapi siapa yang mau jika mereka atau salah satu anggota keluarganya menginap disitu, karena kebanyakan dari mereka yang menginap disitu adalah orang-orang yang sedang ada gangguan pada kesehatan mereka. Kecuali orang-orang yang sedang menemani atau mendampingi dan merawat pasien rumah sakit tersebut, dll
"Mba, em kamar atas nama Aldiandra Putra dimana ya?" tanya Eva pada bagian resepsionis
"Sebentar ya Mba saya cari dulu. Oh dengan nama Aldiandra Putra berumur 12 tahun dengan alamat xxx?" jawab sang resepsionis
"Iya Mba benar" ~Eva
"Kamar pasien ada di lantai 2, ruang Bangsal nomor 7" ~Resepsionis
"Baik terimakasih" ~Eva, yang dibalas anggukan kepala oleh resepsionis tersebut
Kamar Aldi~
Di ruang Bangsal nomor 7, terbaring lah tiga orang di atas brankar yang salah satu dari mereka adalah adik nya, Aldi. Sebelum memasuki kamar tersebut, ia menarik nafasnya terlebih dahulu untuk menetralkan perasaan
"Assalamualaikum Mah, Dek" sapa Eva
"Waalaikumsalam" jawab Lusi, dan Aldi
"Ni Mah pesanan Mamah, sama itu ada sedikit makanan buat Mamah kebetulan tadi Eva masak" ~Eva
"Wah makasih sayang, pas banget Mamah belum makan. Kalau gitu Mamah makan dulu ya" ~Lusi
"Ka kenapa?" tanya Aldi saat memperhatikan raut wajah sang Kaka seperti sedang memikirkan sesuatu
"Ah enggak, gimana kondisi Lo?" ~Eva
"Oh udah lebih baik sih Ka" ~Aldi
"Bagus deh kalo gitu, cepet sembuh!" ~Eva
"Ye Aldi juga maunya kaya gitu, tapi yaudah lah adanya kaya gini mau gimana lagi" ~Aldi
"Yang sabar ya, Kaka yakin kamu pasti sembuh" ~Eva
"Ka minjem hp" ~Aldi
"Buat?" ~Eva
"Nge game lah" ~Aldi
Eva menyerahkan ponsel nya ke Aldi, dan dia lebih memilih untuk duduk di ujung ranjang sang adik sambil menonton TV. Tak jarang juga ia mengobrol dengan pasien teman sekamar Aldi
Ranjang Aldi berada di pinggir sebelah kanan dekat dengan cendela. Sebelahnya ada ranjang yang berisi cowok kira-kira berumur 15 dan 12 tahun
2 jam lamanya, Eva berada di rumah sakit menemani Aldi dan Mamah nya. Dikarenakan waktu sudah semakin malam, Lusi menyuruh Eva untuk pulang sedangkan dirinya harus standby menemani Aldi di rumah sakit
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Pagi hari nya~
Pagi-pagi disebuah rumah sudah terdengar adu mulut antara Ibu, anak, Kaka, dan menantu
Plakkk...
Satu tamparan keras mengenai pipi mulus sang anak, tamparan tersebut ia peroleh dari ibunya sendiri. Ibunya merasa kecewa dengan keputusan yang telah anaknya ambil, namun menurut anak tersebut keputusan nya sudah benar dan tepat
"Dasar anak gak tau terimakasih! kamu lebih milih suami kamu dari pada Ibu, bener-bener dasar sampah!!" ucap Merry penuh penekanan, sambil memukul-mukul Lusi
Tak ada yang bisa Lusi lakukan saat ini selain pasrah dan menangis, Riko sebagai suami tetap melindungi istrinya dari pukulan Merry
"Anak gak tau diuntung! Ibu benci sama kamu, pergi dari hadapan Ibu dan jangan pernah kamu injakan kaki kamu itu ke rumah ini, satu lagi jangan panggil Ibu dengan sebutan 'Ibu' kau bukan anak ku lagi paham!!!" bentak nya
"Bu, tolong jangan lakukan ini hiks~ mana mungkin aku--" ~Lusi
"Saya sudah bilang, jangan pernah kau menyebutku 'Ibu' aku bukan ibumu lagi. Cepat pergi, saya muak melihat wajah anda dan suami anda!! Merry bawa mereka keluar" ~Ibu
"Baik Bu. Gak usah sok sedih deh, sebenernya kalian senang kan udah bisa menguasai harta warisan Ibu heh. Cepat keluar dari rumah ini!" ~Merry
"Ibu, tolong dengarkan penjelasan kami, ini semua tidak seperti yang Ibu pikirkan" ~Riko
"Ka, tolong jangan berkata tanpa mengetahui kenyataan, semua ini gara-gara Kaka kenapa Kaka menghasut Ibu hah! salah ku apa?!" ~Lusi
"Udah salah malah nyalahin orang lain. Ibu liat sendiri kan gimana mereka, mereka malah menyalahkan ku atas semua ini, jadi apa yang ku katakan selama ini ke Ibu itu benar" ~Merry
"Cepat keluar saya sudah muak dengan kalian semua! Merry sebaiknya kau juga ikut pulang Ibu ingin menyendiri" ~Ibu
Tanpa belas kasih Merry menyeret adik dan iparnya keluar, Lusi sendari tadi hanya bisa menangis menangis dan menangis. Sedangkan Riko merasa gagal dalam memimpin keluarga kecilnya itu
Setelah berhasil menyeret mereka keluar, Merry berjalan pergi tapi sebelum itu tak lupa ia mengunci pintu terlebih dahulu. Lusi terus saja menggedor-gedor pintu sambil memanggil sang Ibu, lama ia menangis membuat energi nya terkuras dan kini pandangannya mulai kabur
Riko dengan sigap menangkap tubuh sang istri saat terjatuh pingsan, segera ia membawa nya pulang lalu mengobati nya
"Maafkan Papah, gara-gara Papah gagal memimpin keluarga kecil kita Mamah jadi kaya gini. Seharusnya kejadian ini tak terjadi tapi gara-gara Papah akhhh ini salah Papah!!!" ~Riko menyesal
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...