EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 41 Saranghae



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


"Ntar, pulang sekolah aku jemput, oke" ucap Pangeran pada Eva


"Iya, yaudah ku ke kelas dulu ya papay" jawab Eva


"Cuma gitu doang?" ~Pangeran


"Gitu doang gimana?" ~Eva


"Ya apa ke gitu, yang lebih roman" ~Pangeran


"Em... apa ya?...... Chagiya saranghae!!" ~Eva, langsung berlari begitu saja menuju kelasnya


"Dasar gadis nakal, awas ya nanti" ~Teriak Pangeran, "Hem seberapa tebal topeng kamu Eva, kamu bisa menutupi semua kesedihan dan masalah mu agar orang lain tidak tau. Aku akan berusaha membuat mu bahagia walaupun gak... eh gue ngomong apa sih udah lah mending pulang" lalu setelah itu ia mengendarai motor sport hitam bercampur merahnya kembali menelusuri jalanan


Sesampainya di kelas, ia tak melihat seseorang yang biasanya tidur dikelas dan kedua sahabatnya yang suka bermain game online. Tak mau memikirkan hal tersebut Eva langsung duduk, senyuman nya tak luntur sedikit pun sendari tadi, membuat Zahra sang sahabat merasa aneh


"Woy, kesambet apa Lo? senyam-senyum kek orang gila tau gak" ucap Zahra


"Enak aja gue dikatain gila! Zah lu tau gak?" ucap Eva


"Apa? kan Lo belum ngasih tau, ya gue gak tau lah be*o" ~Zahra


"Ah iya hehe, tau gak gue sama Pangeran udah..." ~Eva


"Udah? ish apa si kalo ngasih tau tu yang lengkap jangan setengah-setengah!" ~Zahra


"Pacaran" ~Eva


"WHAT LO SAMA PANGERAN UDAH PAC--" ~Teriak Zahra yang langsung dibekap oleh Eva


"Jangan keras-keras mba" ~Bisik Eva


"Sorry gue kelepasan, emang bener Lo sama Pangeran udah...?" ~Zahra


"He'em" ~Eva


"Uweee pj nya loh gue tunggu" ~Zahra


"Pj mulu yang Lo pikirin, eh btw ni trio cowok nyebelin kemana?" ~Eva


"Ntah, bolos kali, inget udah punya pacar masih nanyain yang lain" ~Zahra


"Apa an si, udah ah tu Bu Dewi udah masuk, fokus!" ~Eva


"Iye iye" ~Zahra


"Morning everyone" sapa Bu Dewi


"Morning too" ~All


"Okey, karena ujian kenaikan kelas kalian telah selesai jadi sekarang tidak ada pelajaran lagi tapi kalian tetap disini sampai jam pulang berakhir oke! oh ya Eva karena Leo dkk tidak hadir jadi nanti kamu sendiri ke ruang guru ya" ~Bu Dewi


"Baik Bu" ~Eva


"Yaudah silahkan lanjutkan aktivitas kalian, kalian bebas melakukan apa saja tapi jangan sampai melanggar peraturan sekolah paham?!" ~Bu Dewi


"Ya Bu" ~All


"Hanya segitu yang ingin Ibu sampai kan, kalau begitu Ibu permisi dulu, ayo Eva" ~Bu Dewi


Dengan membawa buku catatan OSIS Eva berjalan mengikuti Bu Dewi menuju ruang guru. Disana ia membicarakan suatu hal tentang liburan akhir tahun bersama beberapa guru yang ada


"Baik semuanya telah sepakat kita akan mengadakan liburan akhir tahun ke luar kota dan disana kita akan mengunjungi beberapa tempat seperti museum, pantai, dan beberapa tempat lainnya disana ya" finish Pak Kepala Sekolah yang diangguki oleh semuanya


"Untuk soal waktu Bapak percayakan kepada para pengurus OSIS, dikarenakan saat ini Leo dan lainnya tidak berangkat jadi Eva nanti kamu bicarakan dengan mereka dan Bapak tunggu hasil nya" ~Kepsek


"Baik Pak, nanti saya akan bicarakan ini dengan Leo dkk, secepatnya nanti akan saya laporkan ke Bapak" ~Eva


"Bagus, Saya rasa rapat ini sudah cukup, semuanya boleh kembali bekerja. Eva terimakasih kamu boleh kembali ke kelas kamu" ~Kepsek


"Iya Pak terimakasih" ~Eva, sebelum pergi ia menundukkan kepalanya terlebih dahulu pada guru-guru lalu pergi kembali menuju kelas


Sambil berjalan ia mencoba menghubungi Leo namun tak ada respon sama sekali dari nya, hanya ada suara operator saja yang ada, hal tersebut juga terjadi saat ia menelfon Gibran dan Justin


"Ish ini orang pada kemana si? pas dibutuhin malah ngilang, Gibran sama Justin juga. Sesibuk apa si sampe telfon gue gak diangkat!" ucap Eva sebal


DALGONA CAFE~


Telah terjadi keributan di ruang meeting yang bertempat di Dalgona Cafe. Mereka berdebat untuk mendapatkan kata 'iya' dari pemilik perusahaan D'CORPORATION


"Tuan, anda benar-benar sudah memancing kesabaran saya, dengan anda menolak kerja sama ini anda sama saja mencari mati!" ucap Tuan Sirex


"Mencari mati? untuk apa saya mencarinya seperti tidak ada pekerjaan lain saja. Kenapa anda sangat memaksakan kehendak saya? itu hak saya! dan kenapa anda tidak meminta bantuan kepada menantu anda yang kaya itu, malah meminta ah lebih tepatnya memaksa ku untuk menerima kerjasama itu? jika perusahaan anda benar-benar dalam keadaan jatuh" ucap Leo tenang sambil menyeruput secangkir kopi kesukaan nya


"Baiklah jika anda masih berada pada pendirian anda, saya akan meminta Tuan Yoon besan saya untuk menyerahkan proyek nya kepada saya, dengan begitu anda tidak hanya akan kehilangan proyek besar itu tapi anda juga akan kehilangan kepercayaan Tuan Park. Dan berakhir perusahaan anda akan jatuh bangkrut" ~Sirex, menekan kata 'besan saya'


"Silahkan saja jika anda bisa, mari kita lihat nanti perusahaan siapa yang akan masuk berita atau acara televisi karena dikabarkan sudah bangkrut" ~Leo


"Tuan Sirex yang terhormat, saya sarankan agar anda menarik ucapan anda tadi" ~Gibran


"Untuk apa saya menarik ucapan saya, karena saya yakin bahwa sayalah yang akan memenangkan persaingan ini. Ah saya sudah tidak sabar untuk melihat berita besok pagi, kalau begitu saya pergi dulu sampai jumpa Tuan Leo" ~Sirex


"Hem..." ~Leo


Saat di ambang pintu, tiba-tiba Tuan Sirex berhenti dan kembali berucap "Pintu apartemen saya masih terbuka, barangkali anda membutuhkan tempat tinggal kebetulan saya juga membutuhkan supir dan pengawal baru"


"Wah sungguh baik sekali anda Tuan, terimakasih sebelumnya" ~Leo dengan senyum palsu


Segelas wine yang masih utuh dilemparkan begitu saja oleh Justin ke tembok, emosi yang sendari tadi ia tahan-tahan kini ia lupakan dengan melakukan hal tersebut


"Berani-beraninya lelaki brengs*k itu ngomong kaya gitu! sumpah tangan gue dah gatel pengin ngulitin tu orang" ucap Justin


"Sama gue juga, pengin tek cincang-cincang terus gue buang ke hutan biar dimakan binatang buas" ~Gibran


"Hey! wine mahal tau main buang-buang aja!" ~Leo


"Lah lu ngapain malah ngurusin wine si, wine kaya gini kecil buat Lo" ~Justin


"Ya terus gue harus ngapain, ngamuk kaya orang gila gitu? bukan cara gue, udahlah nanti juga ada waktunya buat kita main sama tu ba*i. Oh ya untuk urusan wine itu, satu botolnya bisa 50 juta walaupun kecil buat gue tapi rasanya sangat lezat" ~Leo


"Ah ilah ni anak wine mulu pikiran nya, ini baru wine 50 juta, kalo wine kesukaan nya yang 1 M itu di buang kaya tadi udah kena peluru di jantung kali ya" batin Justin


"Huh udah gue bilangin buat jangan keseringan minum wine, malah tambah sering!" batin Gibran


"Yaudah serah lu dah" ~Gibran dan Justin


Sebenarnya Leo juga merasakan hal yang sama seperti Gibran dan Justin, tapi ia tahan. Menurutnya membunuh dengan perlahan itu lebih nikmat dari pada langsung menembakkan peluru di jantung atau menebas kepala. Saat ia menyalakan kembali telfonnya yang ia mati dayakan, beberapa nontifikasi bermunculan di layar ponselnya. Tertera disana ada 30 pesan belum dibaca dan 10 panggilan tak terjawab dari Eva


"Ngapain tu cewek aneh nelfon gue?" tanya Leo


"Cewek aneh... maksud Lo Eva?" ~Justin


"Iya" ~Leo


"Eh iya gue juga, buset 5 panggilan berturut-turut" ~Gibran


"Gue juga ding tapi punyaku cuma 2" ~Justin


Malas membaca pesan dari Eva yang sangat panjang-panjang itu, langsung saja Leo menelfon balik Eva


📱📱📱


"Ngapain nelfon gue" ucap Leo datar


"Baca pesannya" jawab Eva


"Males, udah cepet ngomong" ~Leo


"Dasar pemalas! yaudah intinya tu soal liburan akhir tahun karena tadi kalian gak masuk jadi gue doang yang rapat sama guru-guru. Dan Pak kepsek nyerahin ke OSIS kapan waktu liburannya, dia nyuruh gue buat diskusi sama Lo, Gibran, sama Justin" ~Eva


"Yaudah serah Lu aja, kita setuju aja" ~Leo


"Eh enak aja gue kerja sendirian kalian trima beres doang, ga adil!" ~Eva


"Ribet banget hidup Lo! Lo dimana?" ~Leo


"Di sekolah, mang napa?" ~Eva


"Ntar gue sama lainnya ke sono, bay" ~Leo


"Hem..." ~Eva


📱📱📱


"Cabut ke sekolah" perintah Leo


"Wokeh" jawab Gibran dan Justin


Skip sampai sekolah. Karena mereka tidak membawa seragam jadilah mereka hanya melepas jas mereka lalu berjalan memasuki sekolahan tanpa rasa malu, padahal kedatangan mereka sudah sangat telat ditambah tidak menggunakan seragam sekolah lagi


"Baru dateng?!" ucap Eva tanpa mengalihkan pandangannya dari layar leptop saat menyadari Leo dkk sudah datang


"Hem cepetan apa yang mau didiskusiin?" jawab Leo


"Telat! udah gue selesein semuanya sendiri" ~Eva


"Terus kita ngapain disini" ~Justin


"Gini aja, ini kan udah waktunya pulang, kalian baca-baca ini aja biar kalian tau rencana dan kapan acaranya, terus nanti serahin ke kepsek gampang kan. Gue mau pulang dulu, udah ditungguin babay" ~Eva, sambil mengemasi barang-barang nya


Leo terus saja memperhatikan langkah Eva hingga terhalang oleh sebuah pintu. Ia pergi mendekati cendela untuk melihat apa yang sedang terjadi di bawah. Dan ternyata sebuah pemandangan yang membuat hatinya kembali terasa teriris. Dimana disana Eva menghampiri Pangeran dan memeluknya, lalu pergi bersama menggunakan motor dengan romantis. Karena restoran K'S sudah selesai dibangun jadi Pangeran mengantarkan Eva menuju restoran tersebut


"Sabar bro, udah yuk kita kumpulin aja terus pulang" ~Justin


"Hem..." ~Leo


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Saran


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE[ ۝...