EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 27 Lo Jahat!!!



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Di setiap perjalanan, perasaan khawatir terus melekat di diri Eva. Sendari tadi air matanya tak pernah berhenti mengalir, melihat kondisi Leo saat ini membuat hatinya merasakan sesak dan sakit


"Leo gue mohon bertahanlah, hiks~" ucap Eva


"Siapa nona ini? sampai-sampai Tuan mau menaruhkan nyawanya. Sepertinya perasaan perempuan ini sangat tulus, dan jika diperhatikan dia juga seperti nya baik ah ya satu lagi, dia cantik" batin orang suruhan Leo


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


SKIP SESAMPAINYA DI RUMAH SAKIT


Para dokter dan suster sudah mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkan jika nanti pasien darurat mereka datang, mulai dari brankar, kursi roda, alat bantu pernafasan, dan lain-lain. Mereka juga sudah stand by di depan rumah sakit untuk menunggu pasien nya


Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan kerumunan dokter dan suster tadi, dengan cekatan mereka langsung memindahkan Leo ke atas brankar dan membawa Eva menggunakan kursi roda


Kedua orang tersebut pun langsung dibawa masuk kedalam ruangan yang berbeda. Penanganan pada Eva tidak terlalu serius dikarenakan Eva cuma terkilir saja, hanya perlu dikompres dengan air dingin, dibalut menggunakan perban, lalu mengonsumsi obat pereda nyeri saja sudah cukup


Berbeda dengan Leo yang terkena gigitan buaya di kakinya, tertembak di lengannya, dan beberapa luka memar ditubuh nya


"Tuan bagaimana kondisi Leo?" tanya Eva, saat dirinya telah selesai diobati


"Saya juga tidak tau nona, dokter masih memeriksa nya di ruang UGD, kita doakan yang terbaik saja buat Tuan Leo" jawab orang suruhan Leo


"Hiks~ kalo aja kemarin aku tak tertangkap orang-orang itu, pasti ini semua tak akan terjadi. Ini semua salah ku" kata Eva menyalahkan dirinya sendiri


"Sudahlah nona, semua sudah terjadi masa lalu biarlah berlalu. Ini juga bukan kesalahan nona, ini murni karena takdir jadi tak ada yang bersalah"


"Hem... baiklah, ngomong-ngomong nama tuan siapa?" ~Eva


"Nama saya Zio, nama nona sendiri?" ~Zio


"Namaku Eva. Zio, Leo, apakah kalian bersaudara?" ~Eva


"Bukan nona, kami bukan saudara, saya hanya bawahan Tuan Leo saja" ~Zio


"Ooo... oke, maaf atas kelancangan saya" ~Eva


"Tidak papa Nona" ~Zio


"Tuan bolehkah saya meminjam ponsel anda?" ~Eva


"Untuk?" ~Zio


"Hanya untuk menelfon sahabat ku saja, agar dia tak khawatir, kumohon sebentar saja" ~Eva


"Baiklah ini pakai saja" ~Zio


"Terimakasih" ~Eva


📱📱📱


"Iya hallo, dengan siapa ya ini?" tanya Zahra dari sebrang telfon


"Zah, ini gue Eva" jawab Eva


"What! Eva??? beneran ini Lo?" ~Zahra


"Iya, gue pake hp orang buat ngabarin Lo" ~Eva


"Ok gue percaya ko, Va lo kemana aja si semua disini pada khawatir nyariin Lo tau apalagi si Ketos kita juga ikut ilang, gimana kondisi Lo sekarang" ~Zahra


"Maaf, memang kemarin gue sempet di culik sama seseorang terus Leo dateng nyelametin gue. Lo gak usah khawatir lagi, gue udah gak papa cuma terkilir kemarin aja yang belum sembuh, sekarang gue juga lagi di rumah sakit. Intinya Lo kabarin ke yang lainnya terutama ke guru-guru kalo gue sama Leo baik-baik aja oke" ~Eva


"Oke oke" ~Zahra


"Kalo gitu udah dulu ya, gak enak gue pake ponsel orang lain, bay" ~Eva


"Um yang penting Lo harus tetep jaga kesehatan, nanti gue sampein ke guru-guru, bay" ~Zahra


📱📱📱


Lama mereka menunggu di depan ruang UGD, namun belum ada tanda-tanda apapun dari dalam. Sampai pada akhirnya, seorang dokter keluar dengan keringat yang bercucuran di dahinya


"Permisi, dengan keluarga Leondra Aldebaran?" tanya sang dokter yang merawat Leo


"Saya Dok!" jawab Zio dan Eva


"Apakah kalian keluarga intinya?" ~Dokter


"Bukan dok, tapi saya asisten nya" ~Zio


"Apakah keluarga intinya masih ada? soalnya saya perlu keputusan mereka tentang tindakan yang akan kami lakukan terhadap saudara Leo" ~Dokter


"Dokter-dokter, pasien telah sadarkan diri dan dia terus-menerus menyebut nama 'Eva'" ucap seorang suster


"Eva itu siapa? apakah dia ada disini?" ~Dokter


"Saya dok" ~Eva


"Bagus kalau begitu mari ikut saya masuk" ~Dokter


Eva mengikuti langkah sang dokter untuk masuk menemui Leo, tapi sebelum itu Eva diperintahkan untuk memakai baju khusus terlebih dahulu


Di atas brankar, terbaring lah seorang lelaki tampan dengan banyaknya alat bantu kesehatan yang nempel pada tubuh nya. Tak terasa air mata kembali lolos dari pelupuk mata Eva, dengan langkah yang pelan namun pasti Eva berjalan mendekati Leo


Entah dorongan dari mana, tangannya kini telah bertengger di jidat Leo untuk mengelus kepalanya. Leo yang sebenarnya sudah sadar, merasakan usapan lembut dari Eva pun diam merasakan usapan tersebut


"Awas suka lo nanti" ucap Leo tiba-tiba sambil membuka matanya


"Ha!? Lo udah sadar?" tanya Eva terkejut


"Menurut Lo?" ~Leo


"Dasar cowok nyebelin, baru sadar aja udah nyebelin nya minta ampun" gumam Eva


"Lo bilang apa?!" tanya Leo yang masih bisa mendengar ucapan Eva barusan


"Gak, gue gak bilang apa-apa Lo aja yang salah denger. Eh btw makasih" ~Eva


"Buat?" ~Leo berpura-pura tak tau


"Huf~ buat kemarin karna Lo udah nyelametin gue" ~Eva


"Oh oke" ~Leo


"Maaf, permisi apakah saya mengganggu?" tanya dokter


"Ah tidak dok, silahkan, ada apa ya?" ~Eva


"Saya mau bertanya kepada pasien, apakah anda mempunyai keluarga?" ~Dokter


"Punya dok, emang kenapa?" ~Leo


"Sukurlah, bisakah anda menghubungi mereka ada yang ingin saya sampaikan kepada mereka" ~Dokter


"Baiklah. Eh Lo, beliin gue cemilan gih" ~Leo


"Uang?" ~Eva


"Pake duit Lo dulu, nanti gue ganti. Udah sono buruan!" ~Leo


"Iya, iya, permisi Dok" ~Eva


"Bicarakan saja ke saya Dok, keluarga saya lagi ada di luar negri" ucap Leo setelah memastikan Eva pergi


"Apakah ini tidak apa-apa?" ~Dokter


"Sudah bicarakan saja" ~Leo


"Baiklah, jadi begini................" Dokter tersebut pun membicarakan nya langsung pada Leo tentang kondisi kesehatan nya


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Dengan jalan yang masih terpincang-pincang, Eva berjalan kembali menuju ruang rawat Leo dengan sekantong plastik putih


Ceklekkk.....


"Kalian mau kemana?" tanya Eva


"Pulang" jawab Leo


"What? bukannya Lo seharusnya masih dirawat ya? napa udah pulang!? emang kondisi Lo udah sehat? Dokter juga udah ngizinin apa?" ~Eva


"Tadi Dokter sudah mengizinkan nya Nona, jadi Tuan Leo sudah bisa pulang" jawab Zio


"Ooo..." ~Eva


"Nona bisa minta tolong, dorongin kursi roda nya. Soalnya saya harus membayar administrasi dulu" ~Zio


"Baiklah" ~Eva


Zio melangkah meninggalkan mereka berdua menuju tempat administrasi, seperginya Leo suasana di ruangan tersebut langsung berubah hening


"Apa liat-liat!!!" ~Eva


"Dih siapa yang liatin, PD kali anda!" ~Leo


"Nih, pegang" ~Eva, melemparkan kresek putih yang ia bawa ke pangkuan Leo. Dengan susah payah, Eva mendorong kursi roda Leo menuju pintu utama rumah sakit


"Berat banget sih Lo" ~Eva


"Hem..." ~Leo


Tak lama kemudian, Zio datang menggunakan mobil putih. Dirinya langsung turun untuk membantu Leo masuk kedalam mobil. Setelah dirinya memasukkan kursi roda Leo ke bagasi, ia berlari menuju arah kursi pengemudi untuk mengemudikan mobil tersebut.


Rencananya, mereka akan mengantarkan Eva pulang terlebih dahulu, baru mereka pulang ke rumah Leo. Urusan kemah, mereka sudah izin ke guru agar mereka pulang lebih awal dengan alasan karena mereka sakit, dan memang kenyataannya mereka sedang sakit bukan?


"Bukain" suruh Leo pada Eva, untuk membukakannya sebungkus roti


"Punya tangan kan? buka sendiri lah" jawab Eva


"Wow... baru kali ini gue denger dan liat sendiri ada yang berani menolak perintah Tuan selain kedua sahabatnya apalagi dia seorang perempuan lagi, salut gue, good nona" batin Zio


"Gak usah mbatin!" tegur Leo yang membuat Zio langsung diam dengan keringat bercucuran


"Btw, hp gue mana ya? Lo tau gak?" tanya Eva


"Hp?" tanya Leo "Apa jangan-jangan hp yang tadi gue banting ya?" batin Leo


FLASHBACK


"Jadi begitu Tuan, lalu apa keputusan yang akan kau ambil?" tanya sang dokter setelah selesai menjelaskan tentang kesehatan Leo


"Akhhhhhhhhhhhhh..." teriak Leo sambil tak sengaja ia melemparkan sebuah benda pipih berwarna hitam sampai hancur berkeping-keping


"Tenang Tuan, semuanya masih bisa di sembuhkan asalkan anda mau mengikuti program tersebut" ~Dokter


"Akan ku coba, tapi aku minta hari ini aku bisa pulang!" ~Leo


"Tapi Tuan, kondisi anda masih kurang sehat saya sarankan untuk dirawat beberapa hari lagi disini" ~Dokter


"Saya tidak peduli!!!" ~Leo


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan anda, mari saya bantu melepaskan infusnya" ~Dokter


FLASHBACK OFF


"Emang mereknya apa?" ~Leo


"S*****g" ~Eva


"Warna item?" ~Leo


"Nah iya bener, Lo tau?" ~Eva


"Nih, maap tadi gak sengaja kelempar sama gue" ucap Leo santai sambil menyodorkan beberapa komponen ponsel Eva yang sudah tak berbentuk lagi


Eva yang melihat keadaan ponselnya hancur berkeping-keping pun terbengong seketika, memikirkan apakah benar itu adalah ponselnya


"LEOOOOOO.....!!!" teriak Eva yang membuat gendang telinga Leo dan Zio seakan-akan hendak pecah


"Hiks~ hp gue Huwaaa..." tangis Eva meruntuki nasib ponsel hitam yang kini sudah hancur lebur tak bisa digunakan kembali


"Ah elah hp butut, murahan kaya gitu aja ditangisin dasar cengeng, ntar gue ganti sama hp yang jauh lebih bagus dan mahal deh!" ~Leo


"Lo seenaknya ya bilang kaya gitu, tau gak perasaan gue kaya gimana?! mungkin menurut Lo ini cuma hp butut dan murahan, tapi Lo tau gak seberharga nya hp ini buat hidup gue! asal Lo tau ini hp hadiah ulang tahun gue yang diberikan oleh almarhum nenek gue hiks~ Lo Jahat!!! Zio berhenti" ~Eva


Ada rasa sakit di hati Leo saat Eva mengungkapkan bahwa dirinya 'Jahat'. Disaat Zio sudah menghentikan mobilnya, dengan segera Eva keluar dari mobil dan berjalan menjauh dengan perasaan kecewa


"Woy Va mau kemana Lo!!!? cepet balik atau gue tinggal!" ~Leo


"Tinggal aja, gue gak peduli!" ~Eva


"Oke gue tinggal, Zio jalan!" ~Leo


"Tapi Tuan" ~Zio


"Majikan mu aku atau dia hah?!" ~Leo


"Baik Tuan, maaf nona" ~Zio


Setiap perjalanan pulang, Leo terus saja dihantui rasa bersalah. Karena tadi ia telah salah bicara dan sudah meninggal kan Eva di jalan sendirian


"Zi, gue sesalah itu kah?" tanya Leo


"Em maksud Tuan?" tanya balik Zio


"Soal yang tadi" ucap Leo


"Sebelumnya saya minta maaf Tuan, tapi memang benar tadi anda sudah keterlaluan terhadap Nona Eva. Apalagi saat Tuan mengejek ponsel Nona yang telah anda rusak, ditambah lagi Tuan meninggalkan nya sendirian disana" nasihat Zio


"Yaudah balik ketempat tadi!" perintah Leo


"Baik Tuan" jawab Zio


Dengan kecepatan sedang, Zio mengendarai mobil kembali menuju tempat tadi saat mereka meninggalkan Eva. Sesampainya di sana, mereka melihat bahwa Eva masih berada disana bersama dengan seorang lelaki


Kedatangan Leo sudah terlambat, dikarenakan Eva sudah terlebih dahulu di jemput oleh rekan kerjanya yang bernama Farrel. Bagaimana bisa? jadi tadi kebetulan Farrel sedang bersepeda di sekitar tempat tersebut dan tak sengaja ia melihat Eva yang sedang bengong, jadilah ia menghampiri nya


Berdua naik sepeda, membuat kesan romantis antara kedua orang tersebut bisa tercipta. Walaupun hanya menggunakan sepeda, bukan menggunakan motor atau mobil mewah mereka berdua tetap senang menikmati pemandangan kota yang sangat indah


"Jalan!" perintah Leo


"Baik Tuan" ~Zio


"Kenapa gue jadi gak rela dan pengin marah ya, liat Eva sama lelaki tadi. Akh, gak mungkin cuma perasaan gue doang kali, dah lah" batin Leo


"Tuan seperti nya anda sedang jatuh cinta, namun anda telah melakukan kesalahan. Saya yakin anda pasti bisa memperbaikinya" batin Zio melihat raut wajah Tuan nya yang masam, dia juga seperti tau apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan oleh Tuannya itu


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Hai, ada saran gak buat author tentang cerita "Perjalanan Hidup Eva Aurora" ini? jawab di kolom komentar ya... makasih


Oh ya, selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin semuanya 🤗🥰



Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Beri hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...