EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 60 Pecel Lele



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


"Belum puas main disini..." ucap Zahra sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur seperti tak rela meninggalkan tempat itu. Sedangkan kedua sahabatnya tengah sibuk mengemasi barang-barang mereka


"Kapan-kapan kita ke pantai bareng yuk, yang deket-deket aja gak usah jauh-jauh" usul Cici


"Good idea, yok lah tinggal atur waktu. Zah! Lo gak beres-beres? barang Lo yang paling banyak loh ini, ketinggalan bus mampus deh Lu" timpal Eva


"Iya iya, ini gue beres-beres" jawab Zahra


"Hais~ gue dah selese auuu" ~Eva


"Kenapa Va? masih sakit?" ~Zahra


"Hem gak banget lah" ~Eva


"Jangan lakuin yang berat-berat biar lukanya cepet sembuh!" ~Cici


"Iya" ~Eva


Setengah jam telah berlalu, waktunya bagi mereka untuk segera naik kedalam bus masing-masing melanjutkan tujuan mereka yang terakhir. Tempat duduk mereka masih sama kecuali jika mereka ingin bertukar tempat


Membutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan dari pantai ke salah satu tempat bersejarah yang bernama candi xxx


"Hoaaaaaaam..." Zahra menguap tanpa menutup mulutnya


"Tiati lalet masuk" ucap Eva


"Hem" kata Zahra memasang muka datar


"Yuk turun" ajak Cici


"Wokeh" ~Eva dan Zahra


Mata mereka langsung menyapu segala pemandangan indah yang telah Tuhan ciptakan. Candi yang masih tetap berdiri kokoh walaupun sudah bertahun-tahun lamanya. Pengunjung disana pun selalu ramai


"W... o... w... bagus banget weh, ini pertama kalinya gue kesini" decak kagum Eva


"Sama Va" begitupun Zahra


"Gue sih udah pernah, eh guys kita ke suatu tempat yuk gue tau tempat yang pas buat foto-foto" ajak Cici


"Yok" ~Zahra dan Eva bersemangat


Namun niat mereka harus ditunda terlebih dahulu karena Pak Badrun memanggil mereka semua untuk berkumpul "Anak-anak siswa K'Internasional High School dimohon untuk berkumpul sebentar di aula dekat parkiran bus" ucap Pak Badrun menggunakan toa


"Ah elah perasaan kumpul mulu deh"


"Iya bener"


"Yaudah lah dari pada nanti kita kena semprot, yuk kesana"


"Baru juga mau ambil foto, udah disuruh kumpul"


"Lama-lama gue kaya Mak gue dah, kumpulan mulu"


"Anak-anak Bapak ingin mengatakan sesuatu sebelum kalian berkeliling. Pertama, waktu kita hanya 3 jam saja disini kira-kira jam 5 kita harus segera kembali. Kedua, saat kalian berkeliling nanti akan ada tour guide yang akan menjelaskan tentang tempat ini. Ketiga, kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok menyesuaikan petugas tour guide nya. So silahkan buat kelompok, masing-masing kelompok ada 10 orang. Cepat, cepat, cepat!!!" jelas Pak Badrun panjang lebar


Dengan cepat semua murid menggerombol dengan orang pilihan mereka menjadi sebuah kelompok


"Of course the three of us should be a group!!" ucap Eva ( Tentu saja kita bertiga harus satu kelompok!! )


"Yeah" jawab Cici tersenyum manis


"Sama siapa lag--" ucap Zahra terpotong


"Kita" ucap Leo dkk yang sendari tadi menjadi buronan murid-murid apalagi Ratu dkk


"Haih??" ~Eva


"Udah diem! butuh 4 orang lagi, siapa?!" ~Leo


"Kita boleh ikut?" tanya Lili dan Lulu


"Of course baby, we are a group" ~Zahra


"Two again" ~Justin


"Kita!!" ~Ratu dan Mita


"Hais males bet gue satu kelompok sama orang yang gak bisa ngaca dan sombong nya amit-amit dah jangan sampe gue and keturunan gue kaya gitu" ~Zahra


"I don't care, Lo pikir gue mau sekelompok sama kalian? gak! itu karena disini ada Leo" ~Ratu


"Boleh ya kita satu kelompok sama kalian?!" ~Mita


Leo dan Gibran pun kompak melirik kearah Eva mengisyaratkan apakah boleh mereka gabung?


"Lah napa nanya ke gue? serah kalian aja" ~Eva


"SEMUANYA AYO CEPAT!!!" teriak Pak Budi


"Yaudah lah, tapi jangan bikin rusuh Lo berdua" ~Gibran


Leo dkk, Eva dkk, ditambah Lili, Lulu, Ratu, dan Mita akhirnya pun menjadi satu kelompok. Sudah bisa ditebak perasaan mereka masing-masing saat Ratu dan Mita ikut satu kelompok dengan mereka, tidak suka, ya itulah yang dirasakan mereka. Andai saja waktu masih ada, mereka lebih baik mencari orang lain yang ingin menjadi kelompok mereka dari pada harus dengan mereka berdua


Beberapa tour guide mulai berdatangan dan menghampiri salah satu kelompok yang telah terbuat


"Hai, perkenalkan nama saya Putra saya akan menjadi tour guide kalian, salam kenal semoga kita bisa menjadi partner yang baik" ucap seorang tour guide bernama Putra. Ia masih muda dan terlihat tampan dengan celana levis hitam, kaos seragam berwarna putih ada tulisan Candi xxx, dan sepatu sneaker putihnya, namun ketampanan nya belum ada apa-apa dibandingkan dengan Leo dkk


...Leondra Aldebaran...



...Gibran...



...Justin...



...Eva Aurora...



...Zahra Laura...



...Cici...



Author : "Yuhuuu... gimana, fisualnya suka gak???" ❤️


"Iya Ka, mohon bimbingannya" jawab Eva ramah


"Ganteng!!" heboh Zahra yang langsung mendapat senggolan lengan oleh Cici dan Eva, sedangkan tour guide tersebut hanya bisa tersenyum "Ish apaan si?!" ~Zahra


"Kalo ganteng yaudah Lo sama dia aja, biar Gibran buat gue!" timpal Mita


"Napa jadi bawa-bawa Gibran dah? emang Lo siapa nya Gibran ha, kek orang pentingnya aja padahal cuma benalu yang hidup aja" sindir Zahra


"Apa Lo bilang benalu! Lo yang benalu!!!" ~Mita


"Bisa diem gak!!" bentak Leo, mereka yang tengah berdebat pun langsung diam menutup rapat mulut mereka karena takut


"Udah yuk" ~Eva, dengan senyum mengembang


Mereka berjalan mengitari sekitar candi dengan sesekali mereka mengambil foto untuk dijadikan kenangan. Putra pun menjalankan tugasnya sebagai tour guide, menjelaskan sejarah tempat tersebut, mengarahkan arah kepada mereka, dan lainnya. Semua nampak bahagia menikmati suasana disana kecuali 2 orang yang tengah risih menghadapi kedua wanita yang terus menempel kepadanya. Sedangkan Lili dan Lulu memilih untuk diam, karena mereka satu kelompok bersama Leo dkk yang membuat mereka merasa canggung


"Terimakasih tuhan engkau telah membebaskan hamba dari wanita cicak, dan tolong sabar kan lah hati kedua sahabat hamba, aamiin" gumam Justin senang


Kruyuk... kruyuk...


"Eh suara apaan itu?" tanya Eva


"Suara apa? Lo aja kali pendengarannya yang salah" elak Leo


Kruyuk... kruyuk...


"Apa!?" ~Leo


"Laper bro?" tanya Justin


Skak mat sudah saat ini, Leo sudah tidak bisa mengelak lagi karena memang benar suara tersebut berasal dari perutnya yang minta diisi


"Em btw gue juga sih" ~Eva


"Leo, kita makan di restoran yuk katanya kamu laper" ucap Ratu caper


"Gak gue gak laper, sono gih gak usah deket-deket! risih tau gak!" ~Leo


"Ish ko kamu gitu sih?!" ~Zahra


"Apakah kalian lapar? saya tau dimana tempat makan yang enak disekitar sini" ucap Putra


"Boleh juga deh Ka, kebetulan aku juga lapar tadi siang kita gak makan gara-gara ada kuntilanak, serem kan Ka hiks~" ~Zahra


"Kuntilanak?" ~Bingung Putra


"Iya Ka bener, serem banget mereka mana kuntilanak nya gak tau malu!" ~Zahra melirik Ratu dan Mita


"Apa Lo ha, maksud Lo kita gitu?!" ~Ratu


"Ck ngaku juga" ~Zahra


"Anji*g!" ~Mita


"Bac*t!!" ~Zahra


"Ba*I" ~Ratu


"Breng--" belum juga Zahra menyelesaikan ucapannya, namun mulutnya sudah di bungkam oleh Gibran dengan tangannya


"Cantik cantik tapi mulutnya gak bisa dijaga!!" ucap Gibran


Blusss...


Seketika muka Zahra menjadi merah merona setelah mendengarkan ucapan Gibran barusan. Berbeda dengannya, ada pula yang merasa panas melihat kedekatan mereka dan mendengarkan sendiri ucapan Gibran, siapa lagi coba jika bukan Mita


"Ini kalo kaya gini terus kapan makannya? gue dah laper banget sumpah" ~Eva


"Astaga sampe tangan Lo dingin gini Va" ~Cici


"Yasudah mari ikut saya" ~Putra, memimpin jalan mereka menunju sebuah warung makan lesehan yang sederhana


"Nah yang kek gini nih yang gue cari, sangat pas!" ucap Justin menatap berbinar-binar warung sederhana itu


"Huwaaa... pecel lele akhirnya setelah sekian lama bisa makan lele goreng" heboh Eva


"Dih, kampungan!" ~Ratu


"Lo juga suka?" ~Justin, mengabaikan ucapan Ratu


"Yup, eh tapi Zah Lo alergi ya sama ikan air tawar?" ~Eva


"Hehe gak papa Lo makan aja dulu, gue cari makanan lainnya. Ci mau temenin gue gak?" ~Zahra


"Hayuk, Va pesenin pecel lele nya satu, sama minumannya em ice teh aja" ~Cici


"Arasseo, yuk Li, Lu kita masuk!!" ~Eva


"Eh iya ayo" jawab Lili dan Lulu


Zahra dan Cici pun berkeliling mencari makanan untuk Zahra yang kebetulan mempunyai alergi dengan ikan air tawar


"Iyuh, Leo kita cari restoran aja yuk jangan makan disini gak higienis" ajak Ratu menatap warung tersebut jiji


"Lo aja sono, gue mau makan disini" ucap Leo berjalan masuk mengikuti Eva dan Justin yang sudah masuk duluan


"Iiiiiii Leo!" ~Ratu


Menunggu ikan lele yang masih di goreng pun semakin membuat perut mereka keroncongan, bau nya sangat harum, apalagi saat membayangkan tekstur krispy dan lembutnya daging ikan tersebut bisa membuat air liur menetes


"Silahkan dinikmati den, non" ucap Ibu-ibu sambil meletakkan beberapa piring berisi kan makanan di meja


"Terimakasih bu" ~Eva


"Sama-sama non, kalau begitu saya pamit dulu"


"Oke, mari makan!" ~Justin, bersemangat


"Let's go" disaat dirinya hendak mencelupkan tangan kanannya ke dalam mangkuk berisikan air untuk mencuci tangan, barulah ia tersadar jika masih ada perban yang membalut tangannya "Huf~ tangan kiri" ~Eva tersenyum


"Em.. susah juga ya makan pake tangan kiri" gumam Eva


"Enak juga makanan pinggir jalan, gak kaya ekspektasi gue selama ini" batin Leo, merasakan makanan disana sangat enak


"Ada apa?" tanya Leo


"Gak papa" ~Eva


Leo melirik ke arah piring Eva dan melihat ikan nya masih utuh dan hanya nasi nya saja yang berkurang, dia pun merasa kasihan, dia tau jika gadis tersebut sedang kelaparan "Sini gue bantuin" ~Leo


"Eh gak usah, gu--" ~Eva


"Buka mulut!" ~Leo


Masih dalam keadaan terkejut, Eva perlahan membuka mulutnya membiarkan Leo memasukkan makanan di dalam mulutnya


"Ekhem... so sweet" ~Gibran


"Bisa diem?!" ~Leo datar


"Haredang.... haredang...." ~Justin, berniat menyindir Ratu


"Huh!!" Ratu menarik tangan Mita untuk meninggalkan tempat tersebut


"Hey! liat-liat kalo jalan" ~Zahra, saat Ratu sengaja menyenggol dirinya


"Omoo..." ~Cici, terkejut saat melihat Leo tengah menyuapi Eva dengan mesra


"Apa Ci? assalam, pantesan tu ulet keket kepanasan" ~Zahra


"Ci nih pesanan Lo" ~Eva dengan mulut penuh nasi


"Makasih" ~Cici


"Harap maklumin ya Ka, kita emang kaya gini" ~Zahra


"Iya santai aja, saya juga pernah merasakan hal yang sama" ~Putra


"Woah... pasti Kaka yang jadi incarannya ya?" ~Zahra


"Ha gak juga" ~Putra


"Makan!" ~Gibran


"Sirik aja Lu" ~Zahra


Mereka pun melanjutkan makan siang mereka dengan suasana yang damai tanpa ada gangguan dari dua ulet keket. Karena Zahra dan Cici telah kembali, jadilah Eva makan di bantu oleh mereka berdua bukan lagi dengan Leo, kenapa tidak dengan Lili atau Lulu? jawabannya mereka berbeda meja


Eva merasa sangat beruntung bisa mendapatkan teman seperti mereka, baik, tidak memandang status, mau menemani jika salah satu dari mereka down, saling membantu, dan lainnya yang membuat Eva merasa terharu dan senang


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Gak kerasa udah 60 episode aja, makasih atas dukungan kalian selama ini, love you all ❤️


Like, vote, komen, hadiah nya ya...


Thank you 🤗💜


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...