
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Dengan mata terpejam, muka yang memerah, orang tersebut hanya diam menahan amarahnya. Eva yang melihat perubahan wajah dari orang tersebut pun berniat untuk kabur. Namun dengan sigap orang tersebut mencengkram erat lengan Eva
"Mau kemana Hem?!"
"Mau... mau itu... anu... apa itu, mau ambil bakso, hah iya bakso" ucap Eva gelagapan
"Setelah apa yang Lo lakuin? enak aja main kabur-kabur!"
"Ya... itu salah Lo lah, ngapain juga Lo ngagetin gue jadi muncrat kan tu ice cream" kata Eva tak mau salah
Siapakah orang tersebut? jawabannya adalah Leo
Leo mengambil sapu tangan di balik Jaz hitam nya lalu mengibaskan tepat di depan muka Eva, ia mulai mengelap mukanya sendiri dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya masih setia menempel di lengan Eva
"Iii... lepasin napa, gue bukan penjahat yang mau kabur gitu aja lepasin Leo"
Tanpa menjawab ucapan Eva, Leo menyodorkan sapu tangannya kepada Eva yang bermaksud menyuruh Eva untuk mengelap mukanya
"Gak mau!" tolak Eva
Cengkraman di lengannya semakin kuat akibat dirinya menolak perintah Leo, tatapan Leo juga semakin tajam. Hal itu membuat Eva menelan susah payah air liur nya
"Iya, iya, tapi lepasin dulu! sakit tau. Dasar cowok nyebelin!" ucap Eva
Mengambil sapu tangan Leo dengan kasar, lalu mengelap mukanya dengan lembut tapi dengan tatapan sebal. Jarak yang begitu dekat, membuat jantung mereka seakan sedang lari maraton. Untuk merahasiakan kegugupannya, Eva mengedarkan pandangannya ke arah lain. Alangkah terkejutnya saat ia melihat seorang laki-laki berkulit putih, tunggi, mata sipit, rambut hitam sedikit kecoklatan, sedang menatap nya dengan tatapan rindu
Lee Jong Suk (Aktor)
"Eric..." ucap Eva pelan namun masih bisa didengar oleh Leo
Dengan cepat ia bersembunyi di balik bahu Leo, berharap Eric tak melihatnya. Tapi sayang ia sudah melihat Eva sendari tadi, langkah kaki lebarnya berjalan menuju Leo dan Eva saat ini
"Haiii... apakah aku menggangu?" tanya Eric lembut plus senyum manis dibibir nya
"Hem... anda siapa?" tanya Leo datar
"Saya Eric, saya rasa perempuan di belakang mu tau siapa diriku, ya kan Bear?" tanya Eric melirik ke arah Eva
Setelah mengumpulkan segenap keberanian, Eva perlahan keluar dari tempat persembunyiannya dan berdiri di samping Leo
"Kumohon jangan panggil aku dengan nama itu lagi, Tuan. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi saat ini, jadi bersikaplah seperti kau baru mengenal ku" jawab Eva
Ada rasa sakit di hati Eric saat mendengar ucapan Eva, wanita yang selama ini ia rindukan ternyata sudah tak menganggap nya lagi. Sedangkan Leo dibuat bingung dengan sikap dan omongan mereka berdua
"Aku minta maaf" ~Eric
"Tak perlu meminta maaf, aku sudah memaafkan mu Tuan. Em... kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Leo ayo" Eva menarik tangan Leo menjauh dari Eric
"Sapa sih dia, ko Lo kaya ngindarin om om tadi, atau jangan-jangan Lo..." ucap Leo saat mereka sudah menjauh dari sana
"Enak aja Lo gue cewe baik-baik ya!" ~Eva
"Terus siapa laki-laki tadi?!" ~Leo
"Harus banget gitu gue jawab? udah lah gak penting. Masa lalu biarlah berlalu, gue cuma mau mikirin masa depan gue aja sekarang, tapi bukan berarti gue ngelupain masa lalu gue" ~Eva
"Hem terserah Lo aja sih, itu hak Lo" ~Leo
"Eh ya btw Lo ngapain kesini?" ~Eva
"Nganterin plus nemenin nyokap" ~Leo
"Ough... yaudah gue pergi dulu. Jangan kangen hahaha..." ~Eva
"Dih apaan si, amit-amit dah gue kangen sama Lo" ~Leo
Kepergian Eva membuat suasana hatinya kini menjadi sepi, ia melihat ke arah Mommy nya yang masih asik mengobrol bersama teman-teman nya. Tak mau bergabung dengan sang Mommy, ia pun memutuskan untuk mengambil minuman soda di atas meja dan meminumnya
"Hah~ kalo bukan karna Mommy males gue disini, mau kesana tapi nanti jadi bahan omongan, disini udah kaya orang ilang, itu juga cewek nyebelin... akh serba salah gue" gumam Leo
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"Bear, em maksud ku Va" panggil Eric disaat Eva sedang bercanda bersama Aldi. Senyuman manis dari bibir Eva kini seketika pudar begitu saja saat kehadiran Eric
"Loh ini Kak Eric kan? ya Allah Ka dah lama gak ketemu, kemana aja? baik kan?" tanya Aldi antusias
"Kaka ke Jepang buat nerusin kuliah kaka, alhamdulillah kabar Kaka baik, kamu sendiri?" jawab Eric
"Baik juga, Ka Kunti napa diem mulu? dulu biasanya Kaka selalu ngobrol sama Ka Eric, bahkan sape ngelupain adeknya sendiri" ucap Aldi polos, memang dia belum mengetahui masalah apa yang terjadi pada Eva dan Eric waktu dulu
"Gak papa" kata Eva
"Maaf Tuan saya sedang sibuk" ~Eva
"Kaka kenapa sih? udah sono ah jangan malu-malu, biasanya juga malu-malu in" ~Aldi sambil mendorong-dorong tubuh Eva
Akhirnya, Eva pun mengikuti kemana Eric pergi, Eric mempersilahkan Eva untuk masuk kedalam mobilnya. Ada rasa curiga di hati Eva saat hendak memasuki mobil sport putih milik Eric
"Masuklah, aku janji tak akan melakukan apa-apa pada mu" ~Eric
"Baiklah, aku pegang janji mu Tuan" ~Eva
"Bisakah kau tak memanggil ku 'Tuan'? kau masih bisa memanggil ku 'Oppa Panda'" ~Eric
Tanpa memperdulikan ucapan Eric, Eva langsung saja masuk kedalam mobil. Eric hanya tersenyum kecut lalu memutari mobilnya untuk sampai di kursi pengemudi. Ia mengendarai mobil sport putih itu dengan kecepatan sedang sambil sesekali ia mencuri-curi pandang ke arah Bear kecilnya yang kini sudah tumbuh menjadi gadis cantik
Tibalah mereka di sebuah taman yang sangat indah nan sejuk. Duduk disebuah bangku di bawah pohon rindang, membuat mereka mengingat kenangan masa lalu mereka berdua
"Bear" panggil Eric
"Nama saya Eva! bukan Bear, Bear yang kau kenal sudah mati!" ralat Eva
"Baiklah, Eva" ~Eric
"Cepatlah, apa yang ingin kau bicarakan Tuan?! aku tak mempunyai banyak waktu" ~Eva
"Aku minta maaf atas kejadian waktu dulu, aku tak bermaksud mencelakai mu, dulu aku melakukan nya tanpa sadar. Itu juga aku lakukan semata-mata karena aku sangat mencintaimu Va, aku mau kita menjalani hidup bahagia berdua selamanya" ~Eric
"Cukup!!! kenapa anda muncul kembali setelah bertahun-tahun anda menghilang bak ditelan bumi hah! aku sudah tak mau mendengarkan alasan apapun dari mulut mu Tuan! aku tau disini tak sepenuhnya adalah kesalahan mu, tapi tolong lupakan aku dan cintailah wanita yang sekarang sudah sah menjadi istri dan Ibu dari anak mu!" ~Eva
"Tidak bisa, aku tak bisa mencintai nya seperti aku mencintaimu Eva!" ~Eric
"Harus bisa Tuan! hiks~ buktinya kau sudah memiliki anak bersamanya" tanpa sadar air mata mengalir deras membasahi pipi mulusnya
"Aku melakukan nya tanpa sengaja Va, kumohon kembalilah kepada ku dan kita jalani hidup seperti dulu lagi ya. Aku janji jika kau mau bersama ku lagi, aku akan segera menceraikan nya dan menikah dengan mu" ~Eric
"Lihatlah ke sana Tuan" Eva menunjuk seorang wanita yang sedang berdiri di belakang kereta bayi dengan air mata yang sudah tak bisa dibendung lagi "Apakah kau tega menelantarkan mereka yang sudah jelas mereka adalah istri dan anak kandung mu, hanya demi gadis miskin ini? dimana Ka Eric yang dulu kukenal hah?! Hiks~"
"Jika Tuan memang benar-benar sayang dan cinta kepada ku, maka kumohon lupakan aku dan kembalilah ke istri dan anak anda, cintai mereka! sayangi mereka! lindungi mereka! seperti yang kau lakukan kepada ku dulu. Aku harap setelah ini kau tak mencari ku lagi Tuan, jalani lah kehidupan kita masing-masing. Aku pergi dulu" ~Eva
"Baiklah jika itu mau mu, tapi aku punya satu permintaan terakhir untuk mu" ~Eric
"Apa? jangan macam-macam!" ~Eva
"Apakah aku boleh memeluk mu untuk yang terakhir kalinya?" ~Eric
"Hanya sebentar saja" ~Eva
Mata Eric langsung berbinar saat mendapat persetujuan dari gadis kecilnya itu, dengan cepat ia langsung memeluk erat Eva seakan ia tak ingin kehilangannya lagi. Sebuah tangisan pecah, air mata yang mengalir deras, menandakan jika saat ini ia benar-benar sedang sedih
Tak mau larut dalam pelukan Eric, Eva langsung mendorong pelan tubuh kekar itu dan berlari sekencang mungkin meninggalkan taman tersebut. Tapi sebelum benar-benar pergi ia berhenti di hadapan seorang wanita yang tadi ia tunjuk
"Maaf kan aku nona, sekarang suami mu akan kembali kepada mu dan anakmu. Sekali lagi saya minta maaf, kalau begitu saya pamit dulu" ~Eva
"Tunggu!" ucapnya, langsung saja dia memeluk Eva dengan erat "Terima kasih nona, karena kau telah melepaskan nya untukku dan anakku"
"Hem... aku hanya masa lalunya dan Kaka adalah masa depannya. Aku telah mengenal nya lumayan lama, jadi saran ku perlakuan lah dia dengan baik, maka ia akan melakukan hal yang sama pada Kaka. Aku permisi dulu, sampai jumpa" ~Eva
"Terimakasih banyak nona, aku tak akan melupakan jasa mu itu. Aku tau hati mu pasti terluka akan hal ini, semoga kau akan mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari suami ku, dan kau akan hidup bahagia bersama nya sampai akhir hayat" gumam nya
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Siapakah Eric sebenarnya?
Ada hubungan apa ia dengan Eva di masa lalu?
Nanti akan dijelaskan di episode selanjutnya, sambil nunggu episode selanjutnya yuk :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Saran
❥ Favoritkan
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya
Dulu....
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...