EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 45 Mita Wulandari



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


"What! what! what! kita dikatain ondel-ondel!!!" heboh Lintang setelah Pangeran dan Eva sudah pergi, memang benar mereka lebih mirip dengan ondel-ondel:v


"Ish kenapa sih tu cewek selalu beruntung, udah bisa dapet perhatian nya Leo, dan sekarang malah jadi pacarnya Pangeran!! akh sebel!" ~Ratu


"Udah yuk guys dari pada mikirin tu cewek miskin mending kita shopping" ~Lintang


"Hah bener tu, gue butuh hiburan ayok lah" ~Ratu


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


MITA~


"Gue gak bisa terima, Lo udah banyak dapet kebahagiaan lebih dari gue! dan sekarang waktunya Lo menderita" batin Mita merasa iri pada sepupunya


"Eh guys gue gak ikut shopping ya, gue ada urusan mendadak" ucap Mita pada para sahabatnya, ah lebih tepatnya teman yang hanya memanfaatkan dirinya saja begitupun sebaliknya


"Why? gue bayarin semua yang Lo mau, tenang aja" ucap Ratu


"Bangs*t dia kira gue gak bisa bayar apa?! huh kalo gue gak butuh kalian, udah gue bejek-bejek kalian" batin Mita


"Makasih tapi gue harus pergi sekarang, bay" ucap Mita


"Udah lah yuk guys gak penting juga tu orang, bodoh sama kaya sodaranya gak ada gunanya" ucap Ratu


"Lah terus ngapain Lo nerima tu orang masuk ke geng kita?" tanya Lintang


"Entah iseng aja, sekalian buat koleksi" jawab Ratu


"Lo berarti nganggep kita koleksi juga?!" ~Charlyn


"Hais kalo kalian bukan koleksi gue, kalian sahabat real gue" ~Ratu


"Oh oke" ~Lintang dan Charlyn


Oke mari kita kembali ke Mita. Saat ini dia sedang berdiri di depan pintu Mall menunggu taxi online pesanannya tiba


📱📱📱


"Gue pengin ketemu sama Lo, Lo dimana?" tanya Mita


"....."


"Gue ada tugas buat kalian! cepet kasih tau kalian dimana" ~Mita


"......"


"Oke gue kesana" ~Mita, bertepatan taxi online pesanannya datang ia masuk kedalam taxi tanpa memutus sambungan telepon nya


"Pak, ke alamat... apa tadi?" ~Mita bertanya pada orang yang ia telfon


"......"


"Sudah tau kan Pak?" ~Mita


"Sudah non" ~Supir taxi


📱📱📱


"Hem habis Lo sama gue sekarang! tunggu hari kehancuran Lo Eva?!" gumam Mita


Mobil berwarna biru muda yang merupakan taxi itu berjalan menyusuri jalan, hingga lama kelamaan jalanan yang mereka lalui bertambah sepi dan menyeramkan


"Ini non tempatnya" ucap pak supir menunjuk sebuah bangunan modern di sebuah desa terpencil


"Bapak yakin?" tanya Mita ragu


"Yakin non, bahkan bapak pernah nganterin orang juga kesini, bapak saranin non hati-hati ya" ~pak supir


"Iya Pak saya sudah tau siapa yang akan saya kunjungi saat ini. Ini pak uangnya terimakasih" ~Mita


"Sama-sama non" ~pak supir kembali melajukan mobilnya


Tanpa ragu ia masuki bangunan tersebut, penjagaan disana cukup ketat mereka tak membiarkan orang asing masuk kecuali sudah mempunyai janji. Karena Mita sudah membuat janji dengan ketua mereka, jadi ia bisa langsung masuk tapi ia juga harus tetap diperiksa apakah membawa sesuatu yang mencurigakan ataupun tidak. Setelah memastikan aman ia diantarkan menuju sebuah ruangan dimana disana sudah ada ketua mereka yang menunggu


"Selamat datang nona, senang bertemu dengan mu kembali. Bagaimana rumah ku yang baru? tubuhmu sangat indah apakah anda ada keinginan menjadi salah satu istri ku, jika iya saya akan menjamin hidupmu bahagia, semua yang kau inginkan akan ku kabulkan" ucapnya yang mempunyai nama Kael king of Mafia Black Wolf. Sekelompok Mafia besar namun tidak terlalu besar, atau bisa dibilang sedang


Bagaimana Mita bisa mengenal mereka? Mita tau mafia tersebut dari lelaki yang pernah ia layani di bar dulu, ia juga pernah meminta bantuan kepada Kael dan anggota nya untuk melakukan sebuah tindakan kriminal. Berkat kemampuan dari Black Wolf, perbuatan nya dulu tidak diketahui oleh siapapun bahkan pihak kepolisian sekalipun


"Udahlah gue males basa-basi sama Lo! dan inget gue gak akan pernah mau jadi istri Lo!!" ucap Mita


"Haha... baiklah-baiklah, tugas apa? ah iya kau ambilkan minuman untuk tamu ku ini" ~Kael


"Gue mau Lo lakuin sesuatu ke sodara gue dan pacarnya!" ~Mita


"Bunuh? hancurkan? atau mau Lo gimana?" ~Kael


"Terserah Lu" ~Mita


"Oke oke, tau aturan nya kan? bayar dulu sebelum bertindak" ~Kael


"Berapa?" ~Mita


"Gue kasih diskon jadi 50 juta aja, atau Lo gak usah bayar pake uang tapi Lo harus bayar pake tubuh Lo itu" ~Kael, menatap Mita dengan tatapan mesum


"Apa 50 juta, mahal banget! Lo mau meres gue hah?!" ~Mita


"50 juta gue kira untuk keluarga Lo adalah hal yang sepele, masa Lo gak bisa bayar. Oh apa jangan-jangan Lo milih pilihan kedua? dengan senang hati, mari" ~Kael


"Shit... gimana cara gue bayar nya, gara-gara uang jajan gue dipotong, kartu kredit gue juga disita sama Papah gue gak punya uang 50 juta, gue cuma punya 20 juta. Apa gue pilih pilihan kedua? tapi..." batin Mita memikirkan bagaimana cara agar ia bisa membayar


"Gue kasih Lo 20 juta dulu, sisanya kalo udah beres gimana?" ~Mita


"Gak bisa! pembayaran harus lunas didepan!!" ~Kael


"Hais oke! gue pilih cara yang kedua!!" ~Mita, kesal


"Hahaha itu yang gue tunggu-tunggu Mita sayang, ayo malam ini Lo harus memuaskan buat gue" ~Kael, langsung menggendong Mita ala bridal style menuju salah satu kamar "Lo urus semuanya, besok kita jalankan misi" perintah Kael pada tangan kanannya


"Akhhh... dasar bajing*n kalo gak terpaksa gue gak bakal mau ngelayanin ni lelaki tua!" gumam Mita disela-sela aktivitas nya bersama Kael pria berumur 28 tahun


"Apa yang kau ucapkan baby?" tanya Kael yang ternyata masih bisa mendengar ucapan Mita, tanpa menghentikan aktivitas nya


"Ah bukan apa-apa" jawab Mita


"Gue gak percaya, cepat katakan atau nyawamu melayang detik ini juga" ~Kael menodongkan pisau di leher Mita


"Oke yang tadi gue omongin itu... tentang sodara gue" ~Mita


"Ohhh..." ~Kael


Malamnya tepat pukul 12 malam~


"Mau kemana Lo?!" tanya Kael saat melihat Mita sudah rapih menggunakan bajunya dan hendak keluar kamar


"Gue mau pulang hiks~" jawab Mita


"Jangan nangis, ini udah malem tapi kalo Lo pengin pulang sekarang baiklah anak buah gue yang bakal nganterin" ~Kael


"Dari mana saja kamu!?" tanya Hadi


Mita yang sedang mengendap-endap menuju kamarnya pun terkejut "Eh Papah itu... anu Mita abis dari..." jawab Mita gelagapan


"Jawab Papah dengan benar!" ~Hadi


"Itu Pah aku abis main di rumah temen, terus aku ketiduran jadi aku pulang nya kemalaman deh" ~Bohong Mita


"Oh~ yaudah sana istirahat" ~Hadi


"Iya Pah, Good night" ~Mita


"Night too" ~Hadi


"Hah~ untung Papah percaya, semoga aja si brengs*k itu berhasil" ucap Mita sambil merebahkan tubuh rampingnya itu diatas kasur bed cover


"Dari mana saja kamu?!" tanya Merry sambil memasuki kamar Mita


"Mah, aku aku abis dari rumah temen ko Mah, ada apa?" jawab Mita


"Jangan bohong sama Mamah, itu leher kenapa merah?" ~Merry


"Ha?!" ~Mita


"Jawab jujur! kamu dari bar lagi? sudah berapa kali Mamah bilangin ke kamu jangan pergi kesana, Mamah sama Papah masih bisa biyayain kebutuhan kamu, kurang apa lagi kamu hah semua keinginan kamu Mamah kabulkan--" ~Merry


"Aku iri sama Eva, jadi aku sewa mafia buat celakain dia! selama ini dia bisa mendapatkan apa yang gak bisa aku dapatkan Mah!" ~Potong Mita


"Apa, mafia? kamu gila itu bahaya Mita, apa kamu kurang puas dengan yang udah terjadi kedua orang tua anak itu?!" ~Merry


"Mamah tenang aja semuanya udah aku susun. Gak Mah itu kurang buat ku, jadi tolong ya Mah jaga rahasia ini dari siapapun termasuk Papah" ~Mita


"Mamah gak bisa janji" ~Merry


Setelah mengatakan kalimat tersebut, Merry berjalan keluar dari kamar putrinya. Ia tak menyangka jika putrinya akan melakukan hal yang bisa membahayakan dirinya sendiri, tanpa sepengetahuannya


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Malam hari yang begitu terang akibat sinar rembulan menerangi sebagian permukaan bumi. Disebuah kamar ada seorang gadis sedang menumpangkan kepalanya di atas meja belajar sambil memandangi sebuah komedi putar. Alunan musik yang begitu merdu membuat siapapun merasa tenang dan nyaman. Ringtone lagu 'Film Out by BTS' dari sebuah ponsel membuat perhatiannya teralihkan


📱📱📱


"Iya Hallo, ada apa?" tanya Eva


"Gak cuma kangen aja ko, kamu belum tidur ini kan udah jam 12, kamu lagi ngapain, eh kamu juga lagi dengerin musik dari komedi putar itu ya?" ucap Pangeran


"Enggak, ku lagi tiduran" ~Eva


"Bohong, itu musik apaan?" ~Pangeran


"Ah iya aku bohong, emang kenapa?" ~Eva


"Gak papa, ku cuma seneng aja berarti kamu suka. Eh iya kamu mau hadiah ulang taun apa by?" ~Pangeran


"Kamu lupa ulang tahun aku kan udah lewat jadi masih lama" ~Eva


"Iya aku tau, tapi aku cuma mau nyiapin dari sekarang aja biar semuanya nanti perfect" ~Pangeran


"Aneh, aku gak minta apa-apa" ~Eva


"Oh ayolah sebutkan sesuatu yang kamu mau" ~Pangeran


"Apa ya...? em Min Yoongi" ~Eva


"Hais... jangan bercanda dong" ~Pangeran


"Haha oke oke, banyak yang aku mau, tapi yang aku mau dari kamu adalah sesuatu yang tidak bisa dibuktikan hanya dengan sebuah barang ataupun uang" ~Eva


"By jangan bikin aku berfikir keras deh ini udah malem" ~Pangeran


"Biarin" ~Eva


"Kasihanilah aku by, Hem tapi baiklah demi kamu aku akan memikirkan nya. Tapi sekarang kamu tidur, besok masih masuk sekolahkan, besok aku jemput" ~Pangeran


"Yaaa... bay" ~Eva


"Eits jangan matiin lampunya eh lampu si dasar mulut, maksud aku telfonnya" ~Pangeran, menampol mulutnya sendiri


"Buat apa?" ~Eva


"Aku mau nyanyiin lagu ciptaan ku sendiri buat dijadiin lagu tidur kamu. Udah sono tiduran di kasur, bentar aku cari gitar ku dulu" ~Pangeran


Gubrak...


Kresek...


Jderrr...


Meongg...


Gubrak...


"Anj*r dasar kucing sialan ngapain Lo disini ha?! hus hus pergi sana, gara-gara Lo jadi jatuh kan gue!!"


Berbagai suara terdengar dari sebrang sana, membuat Eva yang tengah merebahkan tubuhnya di kasur tertawa renyah


"Nah ku mulai ya, ko kamu malah ketawa si?" ~Pangeran


"Hahahaha... kamu abis ngapain, sampe ada suara kucing segala, aku tebak kamar kamu sekarang udah kaya kapal pecah" ~Eva


"Kok kamu bisa tau sih, ah gue be*o gue belum matiin suaranya" ~Pangeran


"Udah-udah jadi gak nih nyanyiin? atau aku matiin aja ni" ~Eva


"Eh jangan, oke bentar ekhem... ekhem... ~Pangeran


Jrenggg...


Jrenggg...


Senar gitar mulai di petik oleh Pangeran, suara merdu keluar dari bibir tipis nya yang akan membuat siapapun terpukau. Sudah banyak yang tau jika suara Pangeran itu sangat merdu karena ia sudah sering bernyanyi dari kecil, bahkan ia bercita-cita ingin menjadi penyanyi yang hebat suatu saat nanti


Eva begitu menikmati setiap petikan gitar Pangeran, suara Pangeran yang sangat soft, membuat matanya lama-kelamaan menutup


"Good night dear, sweet dreams baby, love you so much, I don't know if I can be with you always, I don't feel good" ucap Pangeran di akhir setelah itu ia mematikan sambungan telepon tersebut dan mulai menyusul Eva tidur


📱📱📱


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Thank you all 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...