EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 98 Ekstra Part



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Entah kenapa semenjak kehamilan Eva memasuki trimester terakhir, ia menjadi orang yang sangat sensitif dan manja. Sampai-sampai Leo saja kewalahan menghadapi nya, ini salah, itu salah, semua yang ia lakukan serba salah dimata istri nya itu


Perlu diketahui juga, jika Justin dan Cici telah menikah 7 bulan yang lalu, mereka memutuskan untuk menetap di Jerman. Memulai hidup baru dan membina keluarga kecil mereka disana. Leo dengan senang hati memberikan posisi sebagai CEO di salah satu perusahaan nya kepada Justin, walaupun CEO utamanya masih tetap dirinya


Gibran? Zahra? entahlah mereka masih menyendiri dan sibuk bekerja. Menikah, seperti nya belum ada di dalam deretan daftar rencana mereka. Sebenarnya mereka berdua cocok, namun dari mereka belum ada yang mau mengakui perasaan mereka terlebih dahulu


Di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut, ada dua pasang suami istri tengah menikmati waktu luang mereka dengan berbelanja barang-barang yang mereka butuhkan dan untuk calon bayi yang akan lahir di dunia ini melengkapi keluarga kecil Leo dan Eva


"Mah, ini masih terlalu cepat untuk membeli barang-barang baby bear" ucap Leo


"Gak papa mumpung Mamah sama Papah ada waktu luang buat belanja bareng, lagian Eva yang calon Mamah nya aja diam tuh, kamu cerewet banget tinggal diem nurut aja. Ayo sayang kita kesana sepatu, baju nya aduh lucu-lucu banget sih" ucap Vanya menarik Eva menuju toko sepatu bayi yang mempunyai koleksi sangat lucu-lucu dan menarik


"Sabar, dulu Mamah kamu lebih parah dari istri kamu, sampai Papah udah nyerah ngadepin Mamah kamu eh ternyata keluar nya modelan kaya kamu ini, pink boy! hahahaha..." ledek Lerik pada Leo karena hari ini Leo menggunakan stelan baju serba pink, itupun atas kemauan Eva


"Papah!!! ini juga karena kemauan Eva kalo gak, ogah banget dah pake baju pink kaya gini" ~Leo


"Iya iya, ayo" ~Lerik


Mereka pun memasuki toko baju anak-anak dan perlengkapan bayi. Vanya sangat antusias memilihkan baju-baju lucu untuk calon cucu pertama nya yang diprediksi berjenis kelamin perempuan


"Sayang, kamu kenapa? gak ada yang bagus ya di toko ini?" tanya Vanya saat melihat Eva hanya diam


"Gak kok Mah, semua bagus-bagus ko, bahkan sampai aku bingung milihnya" jawab Eva "Yeah sampai pusing liat harganya, astaga satu stelan baju seharga gajian ku dulu waktu di restoran" batin Eva


"Semua bagus ya, baiklah. Mba tolong bungkusin semua baju-baju yang untuk bayi perempuan ya, menantu saya menyukai semuanya, dan kirimkan ke alamat xxx" ucap Vanya


"What semua?! Mah, bukan gitu maksudnya--" ~Eva


"Eva sayang, sudahlah gak papa, sekali-kali belanja yang banyak bahkan sering juga gak papa. Suami kamu juga pasti gak bakal ngelarang kok, malah seneng kamu mau bantuin dia buat habisin uang nya" ~Vanya


Glekkk...


Eva menelan susah saliv nya, ia mengingat kenangan nya dulu, dimana harus banting tulang untuk mencari selembar uang dan harus menghemat. Kini? dia bisa dengan mudah menggunakan uang seberapa pun ia mau tanpa harus memikirkan besok mau makan apa. Tapi ia bukan tipekal orang yang suka menghamburkan uang begitu saja untuk hal-hal yang dirasa tidak terlalu dibutuhkan


Mereka berbelanja hingga siang hari, akhirnya mereka memutuskan pergi ke restoran untuk makan siang sekaligus istirahat sebentar. Leo memperhatikan sang jidat sang istri yang berkeringat dan tangannya yang memegangi pinggul dan perutnya yang membuncit


"Terimakasih dan maaf" ucap Leo sambil mengelap keringat Eva


"Untuk?" tanya Eva bingung


"Kamu udah susah payah ngandung anak kita, pasti berat sama capek ya?" ~Leo


"Hem... itu memang sudah kodrat seorang wanita, mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, anak-anak nya kelak dan masih banyak lagi" ~Eva dengan senyum yang tulus


"Ih apaan sih Mah?!" ~Leo


"Leo, Eva, maaf ya Papah gak bisa temenin kalian jalan-jalan lagi hari ini, soalnya Papah harus ke Ausi hari ini" ~Lerik


"Oh iya Pah, gak papa, ati-ati di jalan" ~Eva


"Kalo gitu Mamah juga pamit ya, tau sendiri kan Papah kalian itu kalo peking gak pernah bener pasti ada aja yang ketinggalan. Maaf ya sayang, aduh cucu omah sehat-sehat ya disana, omah udah gak sabar denger tangisan kamu" ~Vanya


"Iya omah, omah sama opah hati-hati di jalan ya" ~Eva, meniru gaya bicara anak kecil


"Kami pamit dulu ya, Leo jaga Eva. Babay see you" ~Lerik dan Vanya


"Iya Pah" ~Jawab Leo "Gimana, mau pulang atau lanjut jalan-jalan?" sambungnya


"Em pulang aja deh, nanti jam 2 juga ada jadwal senam kan?" jawab Eva


"Yaudah, ayo pulang" ~Leo


°•°•°•°


Tepat pukul 2 siang, seorang guru senam pun datang ke kediaman Aldebaran. Eva yang sudah siap langsung menuju tempat gym Leo, karena disana lah senam nya berlangsung. Diantara alat-alat canggih maupun manual milik Leo untuk membentuk otot-otot nya, Eva bersama dengan guru senam melakukan gerakan senam kehamilan


"Perfect!!" gumam Leo tersenyum penuh arti


"Tuan Leo dari pada anda hanya memandangi istri anda, lebih baik anda membantu nya, karena disini peranan seorang suami juga sangat penting" ucap guru senam memergoki Leo sedang melihat mereka dari kejauhan


"Saya?" tanya Leo menunjuk dirinya sendiri


"Iya anda"


"Ah baiklah saya akan ganti baju terlebih dahulu" ~Leo


Tak lama kemudian Leo pun datang memakai celana pendek hitam dan kaos putih berlengan pendek. Mengikuti arahan dari sang guru senam mereka melakukan berbagai gerakan senam berpasangan


Sungguh serasi pasangan itu hingga siapa saja yang melihat nya pasti cemburu dan menginginkan pasangan yang seperti mereka, bahkan guru senam yang sudah menikah itu pun merasa cemburu dan iri, tapi ia harus bersikap profesional jika tidak ingin bernasib seperti temannya. Yang dipecat dan sekarang susah mendapatkan pekerjaan dimana-mana karena ia sudah berani menggoda Leo secara terang-terangan


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Thank you...


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...