EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 46 Serahkan Dirimu!!



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Sesuai janji Pangeran kemarin malam, pagi ini ia pergi menuju rumah Eva namun bedanya kali ini ia menggunakan mobil bukan motor


"Assalamualaikum" ucap Pangeran sambil mengetuk daun pintu rumah Riko


"Waalaikumsalam, eh nak Pangeran mau jemput Eva ya?" tanya Lusi


"Iya Mah" jawab Pangeran


"Bentar ya Mamah panggil Eva nya dulu" ucap Lusi "EVA... TU PANGERAN UDAH DI DEPAN JANGAN LAMA-LAMA GIH, KASIHAN PANGERAN NYA NUNGGUIN KAMU" kembali ke kebiasaan penghuni rumah tersebut, tiada hari tanpa berteriak


"IYA MAH SEBENTAR" jawab Eva "Mah aku berangkat dulu ya, assalamualaikum" ~Eva


"Waalaikumsalam, ati-ati!! nanti kamu pulang nya langsung ke rumah aja ya gak usah ke rumah sakit, biar nanti Mamah yang jagain adek kasian pasti kamu capek apalagi kamu kan mau berpergian jauh" nasihat Lusi


"Em... oke Mah" ~Eva


"Yaudah sana berangkat" ~Lusi


"Oks" ~Eva, sambil mengedipkan sebelah matanya


Ceklekkk... pintu terbuka dan terlihatlah seorang pria tampan sedang bersender di depan mobilnya, membuat pria tersebut terlihat sangat cool apalagi ditambah kaca mata hitam yang melekat menutupi mata indahnya. Ia tersenyum saat melihat Eva keluar, bersamaan dengan itu ia juga melepas kaca mata tersebut lalu mencantolkan di sela-sela kancing bajunya


"Good morning baby" sapa Pangeran


"Morning too price" sapa balik Eva


"Yok berangkat, nanti telat lagi. Heran deh kan ujian udah berakhir tapi ko masih masuk terus, aku aja udah lulus lama" ~Pangeran


"Kan beda, sekolah kamu sama aku, ini juga masuk cuma buat nyiapin acara akhir tahun doang, terus sisanya jamkos" ~Eva


"Acara akhir tahun apa?" ~Pangeran


"Traveling" ~Eva


"Ooo... yah kayanya aku gak bisa nganterin kamu deh by, sore nantikan aku harus terbang ke luar kota eh lebih tepatnya luar pulau" ~Pangeran


"Gak papa, udah yuk berangkat aja" ~Eva


"Siap tuan putri, silahkan" ~Pangeran membukakan pintu mobil untuk Eva lalu sedikit berlari untuk masuk kedalam mobil tempat mengemudi


Sepanjang perjalanan mereka lalui dengan tenang, obrolan-obrolan kecil pun tercipta saat itu. Hingga ketenangan mereka diganggu oleh beberapa orang berpakaian serba abu-abu yang menghadang mereka


"Heh keluar Lu, atau kalo gak gue pecahin ni kaca!!" ancam mereka


"By mereka siapa?" tanya Eva khawatir


"Aku juga gak tau, kamu disini aja ya biar aku yang hadapi mereka" jawab Pangeran


"Gak jangan, nanti kalo mereka bawa senjata tajam gimana?" ucap Eva


"Gak akan, justru kalau aku gak turun bisa-bisa kita berdua celaka, aku gak bisa biarin kamu terluka lagian aku juga udah janji sama Papah kamu untuk jagain putri nya. Kamu gak usah khawatir, kamu hanya perlu diam disini terus kunci pintunya jangan biarkan mereka masuk aku akan mengalihkan mereka, oh ya satu lagi telfon polisi, oke?!!" ucap Pangeran sambil menatap kedua manik mata Eva serius


Eva hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, ia bingung harus berbicara apa lagi, mulutnya seakan terkunci dan air mata tak bisa dibendung lagi. Saat Pangeran sudah keluar, sesuai apa yang dikatakan Pangeran tadi ia langsung mengunci pintu lalu menelfon polisi


Jalanan yang biasanya ramai entah kenapa saat ini menjadi sepi bahkan tak ada satu orang pun yang melintasi jalanan tersebut


"Siapa kalian?!" tanya Pangeran tegas


"Tak perlu tau siapa kami! hari ini adalah hari terakhir mu bisa melihat dunia, serang!!" jawab salah satu dari mereka


Mereka mulai menyerang Pangeran secara brutal, untung saja Pangeran pernah belajar bela diri jadi ia bisa melawan mereka. Walaupun seperti itu ia tetap kalah jumlah, jadilah ia mulai kewalahan menghadapi mereka semua


"Pangeran!!! hiks~" jerit Eva dari dalam mobil, ingin sekali ia keluar dan membantu Pangeran tapi ia berfikir jika ia keluar malah akan menambah masalah saja "Ini polisi mana sih gak dateng-dateng!! hiks~ ku mohon bertahanlah, apa aku telfon orang lain aja ya?" ucap Eva. Ia pun menelfon seseorang dengan acak


📱📱📱


"Gue mohon hiks~ siapapun itu tolongin gue Aaaa... Pangeran!!!" ucap Eva, rasa terkejutnya itu membuat ponsel dalam genggamannya terlempar jatuh


"Hallo, hey Lo masih disitu? woy jawab, posisi Lo dimana?! hais ni orang" tanya orang yang Eva telfon


📱📱📱


Jatuh bangun Pangeran menghajar orang-orang tersebut, mukanya sudah dipenuhi dengan luka lebam. Melihat hal tersebut Eva sudah tak berpikir panjang lagi, ia keluar dan tanpa sengaja melihat ada sebuah batang besi di sampingnya. Menggunakan besi tersebut ia membantu Pangeran menghajar orang-orang tersebut, karena ia menggunakan rok dan roknya itu pendek jadi ia agak kesusahan untuk bergerak


"EVA!!!" ~Pangeran


"Gak aku akan bantu kamu, ah..." rintihnya saat dirinya di dorong dan jatuh


"Dasar manusia biad*p!" Pangeran langsung kembali bangkit dan mengajar mereka dengan sisa tenaga yang ia punya


"Diam atau pacarmu akan ku musnahkan" ancam salah satu dari mereka sambil menodongkan pisau tepat dileher


Melihat hal tersebut Pangeran sudah tak bisa berkutik, ia menyerah membiarkan orang-orang itu memukulinya


"Pangeran... hiks~ hiks~" Isak tangis sudah tak bisa ditahan, ingin membantu sang kekasih namun tidak bisa. Karena sedikit saja ia menggeser anggota tubuhnya, maka pisau kecil nan tajam itu akan tertancap tepat di lehernya


"WOY BERANINYA KEROYOKAN LU PADA, KALO BERANI LAWAN GUE" bak seorang pahlawan bagi Pangeran dan Eva, Leo datang dengan ekspresi wajah datarnya itu


"Heh siapa Lu, jangan ikut campur urusan kita, kalo Lo masih mau hidup"


"Leo... Leo please tolongin Pangeran" pinta Eva


"Lo minta tolong buat nyelametin dia?, padahal Lo juga lagi di ujung tanduk Eva, heh~" batin Leo


"Banyak bac*t, serang!" perintah orang yang menyekap Eva


Buggg.....


Buggg.....


Krakk.....


Akhhh.....


Buggg.....


Pukulan demi pukulan dilayangkan oleh mereka kepada Leo, bukan Leo namanya jika tidak bisa menangkis dan mengalahkan mereka. Dalam sekejap mereka semua telah tepar tak berdaya di atas aspal dengan penuh luka lebam sama seperti Pangeran. Kini hanya tersisa orang yang sedang menyandra Eva saja


"Lepaskan dia kalau tidak nyawa mu akan melayang hari ini juga!" tegas Leo


"Siapa kau?! aku tidak akan melepaskan gadis ini, jika hari ini aku mati maka gadis ini juga harus mati!" jawabnya santai sambil menempelkan pisau tersebut di leher Eva


"Bangs*t lepaskan Eva akh" teriak Pangeran


"Ternyata kau masih punya kekuatan untuk berbicara haha"


"Jika kau ingin aku melepaskan gadis ini, maka serahkan dirimu!!"


"Gak jangan Ran!!!" ucap Eva


"Diam kau!"


"Baiklah, tapi lepaskan dia dulu!" ~Pangeran


"Serahkan dirimu terlebih dahulu"


"Leo, gue mohon tolong jaga Eva" ~Pangeran


"Huf~ drama yang membosankan" batin Leo


Perlahan Pangeran mendekatkan diri ke arah orang tersebut, tepat saat orang tersebut telah mendorong Eva dan hendak menancapkan pisau tersebut ke tubuh Pangeran


"Pangerannn....!!!" ~Eva


DOR.....


Srettt.....


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Apa yang terjadi.....?


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...