
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, memang menyakitkan apalagi jika kita berpisah dengan orang yang sangat berarti dalam hidung kita. Luka dari rasa sakit itu akan sulit untuk di sembuhkan, sekalipun sembuh akan tetap ada bekas yang tertinggal
Acara perpisahan siswa kelas 12 K'Internasional High School telah dipersiapkan dengan matang oleh para anggota OSIS baru yang menggantikan Leo dkk, Eva, dan para pengurus OSIS lainnya yang sudah lulus. Walaupun masih terbilang baru, mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan amanah dan rapih sama seperti kepengurusan sebelumnya
Sebuah gedung yang disewa sebagai tempat acara tersebut berlangsung pun sudah di dekor sedemikian rupa oleh para io yang bertugas. Desain acara tersebut sangatlah elegan dan terlihat manis, memberikan kesan senang dan sedih yang bercampur menjadi satu di aula gedung tersebut
Acara itu akan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama adalah acara formal dan sesi kedua acara non formal
Sesi pertama adalah sesi yang dilakukan pada pagi hari pukul 9 hingga selesai. Saat acara tersebut mereka menggunakan seragam putih abu-abu dan ditambah selempang yang bertengger di pundak melengkapi penampilan mereka
Berbagai acara dilakukan pada sesi pertama, contohnya pengumuman kelulusan, penghargaan kepada siswa terbaik, pidato perpisahan, pesan kepala sekolah, pesan dan kesan yang disampaikan oleh perwakilan kelas 12 yaitu Leo, dan lain sebagainya
Pada hari itu semua wali siswa juga turut menghadiri acara tersebut untuk mengetahui hasil kerja keras anak mereka selama bersekolah di K'Internasional High School
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Skip. Pada malam hari pukul setengah 7. Seseorang tengah duduk di depan meja belajar yang dijadikan tempat makeup sementara. Dalam genggaman tangannya terdapat sebuah lipstik merah, ia mengoles-oles kan ke bibirnya yang sudah ranum tanpa diwarnai. Sebuah riasan natural sudah membuat gadis tersebut terlihat begitu cantik malam ini
"Selesai" ucapnya
Dengan berbalut dres coklat selutut, rambut yang ia kuncir kuda, anting-anting kecil, tas selempang kecil berwarna putih, dan sepatu kesayangan nya heels putih, ia keluar kamar
"Kamu anak siapa?" pertanyaan konyol mulai muncul dalam benak Riko
Tukk...
"Hais anak kita lah, lupa udah pernah punya anak?!" jawab Lusi setelah menjitak kepala suaminya sendiri
"Hehe ya gak lah, tapi beneran papah pangling sama kamu. Kamu cantik banget sayang" puji Riko
"Makasih Pah" ucap Eva
"Kamu kesana nya sama siapa nak?" tanya Lusi
"Pake ojek aja lah Mah, katanya tadi motor papah lagi mogok" ~Eva
"Oh no no, masa udah cantik kaya gini pake ojek nanti riasan kamu luntur, apalagi diluar gerimis. Pake taxi aja biar mamah yang pesenin" ~Lusi
"Gak mah gak papa ko, lagian ongkos taxi mahal tau" ~Eva
"Udah gak papa sayang, ini semua kita lakukan untuk kamu demi kebahagiaan kamu juga" ~Riko
"Hidup dengan mempunyai keluarga seperti kalian saja Eva udah bersyukur dan bahagia Pah" ~Eva
"Udah diem dan nurut!" finish Lusi
Melawan sang Mamah? ah sepertinya lebih baik diam dan menurut saja dari pada mendapatkan sebuah omelan atau karma, batin Eva. Mereka kembali duduk mengobrol sambil menunggu taxi online pesanan Lusi datang
Tin tin...
Tak lama kemudian dari luar terdengar suara klakson mobil, dengan cepat Lusi dan Riko mengantarkan sang putri sampai depan rumah
"Gak, bener, mamah pesen taxi! tapi apa mobil taxi nya mobil mewah ya?" jawab Lusi
"Tunggu aja supir nya keluar" ucap Riko
Dari dalam mobil keluarlah seorang pria bertubuh tegap menghampiri mereka sambil membawa 3 paper bag berwarna hitam di tangannya
"Hah~ permisi Tuan, Nyonya, Nona, maaf saya terlambat" ucap Pak supir tersebut
"Maaf bapak siapa ya?" tanya Riko
"Oh ya saya orang yang diminta oleh Tuan Pangeran untuk mengantarkan gaun dan mengantarkan nona ini ke pesta malam ini. Ini benar kan dengan kediaman Riko Saputra dan anaknya Eva Aurora?"
"Pangeran?" lirih Eva
"Pangeran, bagaimana bisa? kalo rumah sih benar saya Riko Saputra dan ini anak saya Eva Aurora" ~Riko
"Jadi begini Tuan, sebenarnya sebelum Tuan Pangeran meninggal beliau sudah mempersiapkan ini semua, tapi karena beliau sudah meninggal Tuan Alby mengamanahkan nya kepada saya untuk menggantikan Tuan Pangeran untuk mengantarkan gaun ini dan mengantarkan Nona ke pesta"
"Ha?" ~Eva
"Jadi pada intinya, dulu tuan Pangeran pernah bilang dan kebetulan saya mendengarnya. Bahwa dia ingin sekali melihat nona Eva memakai gaun pilihannya dan pergi bersama beliau ke pesta, tapi itu semua tidak akan mungkin terjadi karena Tuan Pangeran sudah--"
"Cukup Pak, saya mohon jangan dilanjutkan" pinta Eva, dengan muka yang sudah memerah dan matanya yang berkaca-kaca
"Oh maaf nona, jadi bisakah anda mengganti gaun anda dengan gaun ini? saya mohon nona jangan menolak ini adalah perintah dan permintaan Tuan Pangeran dan Tuan Alby sendiri"
"....." ~Eva diam saja
"Sayang, ayo Mamah bantu ganti bajunya ya. Udah jangan sedih gini, nanti kalau Pangeran ikutan sedih gimana? senyum dong" ~Lusi
"Pak, apakah benar ini Pangeran yang minta?" ~Eva
"Benar nona, beliau sangat berharap anda bisa memakai gaun ini"
"Huf~ baiklah" ~Eva "Terimakasih Pangeran, walaupun kamu udah gak ada tapi kamu masih tetap ada di sini" batin Eva memegang dadanya seakan sedang memegang hatinya
Membutuhkan waktu cukup lama bagi Eva untuk berganti pakaian dengan gaun yang diberikan Pangeran. Kini penampilan nya jauh lebih cantik dari sebelumnya
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Please like, vote, komen, hadiah nya ya...
Love ʕ´•ᴥ•`ʔ
Thank you...
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...