
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Sore hari dengan cuaca yang lumayan dingin pun tiba. Sebagian siswa dan siswi yang belum membersihkan tubuh mereka, sedang mengantri di depan kamar mandi, yang putra di kamar mandi putra dan yang putri di kamar mandi putri
Dikarenakan jumlah mereka yang tidak sedikit dan kamar mandi dengan jumlah yang terbatas, jadilah mereka mengantri nya lama terlebih lagi bagi yang perempuan
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
SKIP GAME YANG KETIGA
"Yah Va kita ga sekelompok, mana Lo sekelompok sama Ratu and sodara Lo lagi. Gue khawatir sama Lo" ucap Zahra
"Iya sama, gue juga khawatir kalo misal Lo di apa-apa in sama mereka gimana? Lo sendirian" ucap Cici
"Siapa bilang gue sendirian, kan ada Allah. Udah kalian gak usah khawatir gue bakal baik-baik aja ko, gue janji bakal pulang dengan selamat oke. Gue juga sebenernya pengin sekelompok sama kalian, tapi nasib berkata lain. Gue harus sekelompok sama mereka" kata Eva
"Lo tukeran sama Gibran aja lah, males gue sama dia!" ~Zahra
"Males napa?" tanya Cici
"Nyebelin banget orangnya" jawab Zahra
"Awas Lo, nanti suka" ledek Eva
"Iiiiiih... amit amit dah gue suka sama cowok kaya dia" elak Zahra
"Ya serah Lo lah, tuh kan suara Pak Handoyo udah keluar, yaudah gue ke kelompok gue dulu ya babay" pamit Eva
"Iya bay, inget pesen gue Lo harus hati-hati sama mereka berdua paham!" ucap Zahra dan Cici bersamaan
"Buset kompak bener, iya cayang-cayang ku, gue bakal jaga diri ko, kalian juga. Dah~" ucap Eva
Di permainan kali ini, masing-masing kelompok akan terdiri dari 5 anak dan hasil kelompoknya pun guru-guru yang menentukan. Kebetulan Eva satu kelompok dengan Ratu, Mita, dan dua laki-laki bernama Alex dan Reyhan. Hal tersebut membuat kedua sahabatnya khawatir akan nasib nya nanti
"Eh Mit, kita kerjain Eva yuk" ajak Ratu
"Yuk lah, tapi kerjain apa?" jawab Mita
"Sini gue bisikin" Ratu membisikan rencana jahatnya kepada Mita
"Bagus juga ide lu, tapi apa gak berlebihan?" ucap Mita ragu
"Apanya yang berlebihan si, lu mau gak Gibran jadi milik Lo?!" ~Ratu
"Ya mau lah, orang itu tujuan gue" ~Mita
"Makannya kita harus singkirin satu persatu batu yang menghalangi jalan kita" ~Ratu
"Okelah gue setuju" ~Mita
"Nah itu baru sahabat gue, yok" ~Ratu
"Perhatian anak-anak!!! game kita kali ini lumayan menantang jadi kalian harus menjaga satu sama lain. Apalagi ini sudah malam, cuaca nya juga dingin, jangan sampai kalian tersesat. Jika itu terjadi maka aktifkan sinyal kalian lewat alat yang telah diberikan di setiap kelompok, alat tersebut hanya digunakan saat kalian sedang terdesak saja ya, jika tidak kalian hanya diperbolehkan menggunakan peta. Apakah kalian paham?!!!" jelas Pak Handoyo panjang kali lebar
"Paham Pak!" ~All
"Baiklah kalau begitu nanti setiap kelompok akan melewati rute yang berbeda mengikuti peta. Oke tanpa menunda-nunda lagi, suasana juga sudah malam, mari kita mulai game nya. Dihitungan ke tiga kalian boleh pergi menjelajah" ~Pak Handoyo
1... 2... 3...
Semua kelompok langsung berpencar sesuai arah yang ditunjukkan oleh peta mereka masing-masing. Sebuah hutan yang lebat akan pepohonan besar nan tinggi, membuat suasana di dalam hutan tersebut sangatlah menakutkan apalagi saat malam hari
Author : "Author lebih fokuskan ke Eva dan kelompok nya aja ya"
Kini Eva, Ratu, Mita, Alex, dan Reyhan sudah menempuh setengah dari perjalanan yang ada. Saat itulah Mita dan Ratu sedang mencari cara untuk melancarkan rencana mereka
"Woy jalannya yang cepet dong, lembek amat kaya siput lu!!!" tegas Mita pada Eva
"Ya maap, kaki gue masih sakit jadi gak bisa jalan cepet" ucap Eva
"Halah alesan, ngaku aja Lo cuma pura-pura terkilir doang kan! biar Lo bisa dapet perhatian nya Leo, dasar cewek murah!" sindir Ratu
"Kalo gue jadi Leo, gue mah ogah nolongin Lo apalagi pasangan sama cewek kaya Lo! gak tau diri banget, ya gak?!" ucap Reyhan
"Yoi bro, gue sepemikiran sama Lo" sambung Alex
"Nah denger sendiri kan, mereka aja ogah sama Lo. Gue saranin ya mending Lo jauhin Leo deh, Leo tu gak pantes buat Lo, dia tu cuma pantes buat gue! kerjaan nyokap Lo apa sih? sampe punya anak kaya gini? apa jangan-jangan nyokap Lo itu jala*g dan jangan-jangan Lo anak hasil nge--" ~Ratu
"CUKUP!!!" teriak Eva
"Cukup kalian ngehina nyokap gue, kalian boleh sepuasnya ngehina gue. Tapi jangan sesekali kalian ngehina keluarga gue, paham!!!" ucap Eva dengan nada tinggi nya
"Wooow... liat cewek sialan ini udah mulai berani haha. Heh! lu dah berani ya ngejawab gue!" ~Ratu
"Emang kenapa kalo gue berani? masalah? atau Lo takut sama gue?" tantang Eva
Plakkk...
"Beraninya Lo ya!" ~Ratu sambil menampar Eva
Belum sempat Mita menjambak rambut Eva, terdengar suara tembakan pistol yang melesat di hadapan nya untung saja peluru itu tak mengenai dirinya
Setelah terdengar suara tembakan tersebut, keluarlah beberapa orang berpakaian serba hitam dengan adanya lambang macan hitam di punggung dan lengan baju mereka
"Rey Rey, itu kan Black Ti... ger" ucap Alex terbata-bata
"Iya Lo bener. Ratu, Mita, Lex, kita harus cepet-cepet kabur dari sini kalo gak nyawa kita bisa melayang" bisik Reyhan
"Mereka siapa?" tanya Mita
"Udah ntar gue jelasin, sekarang kita kabur dulu!!!" kata Alex
Secepat kilat mereka berlari meninggalkan tempat itu dan melupakan Eva yang sedang tidak bisa berlari
"Woy tungguin gue! akh kaki gue sakit banget hiks~ Hah si... siapa kalian? mau apa kalian? pergi! emmppph..." akibat obat bius yang disuntikan oleh salah satu dari mereka pada lengan Eva, membuatnya langsung jatuh pingsan. Mereka pun langsung membawa Eva entah menuju kemana
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Sementara itu, diperkemahan semua sudah berkumpul kecuali kelompok dari Ratu. Waktu menunjukkan pukul 11 malam, namun belum ada tanda sama sekali dari mereka. Dari kejauhan terdengar suara beberapa orang yang sedang berlarian menuju tempat perkemahan itu
"Loh Ratu, Mita, Alex, Reyhan kenapa kalian lari-larian terus Eva kemana?" tanya Bu Dewi
"Eva kenapa?! cepet jawab! sahabat gue kenapa?!" tanya Zahra khawatir
"Itu Eva ketinggalan" jawab Reyhan
"Ha!!! ko bisa?" kejut Cici
"Biar gue yang jelasin" ucap Alex "Tadi pas waktu kita lagi jalan, tiba-tiba ada sebuah tembakan untungnya tembakannya meleset. Nah terus ada segerombolan orang pake baju item plus senjata kek mau nyerang kita gitu. Nah karna kita takut jadi ya kita langsung buru-buru lari, dan gue lupa kalo Eva gak bisa lari" jelas Alex
"Apa! jadi Eva? gak gak, kalian gimana sih jadi cowok gak ada gunanya sama sekali. Sekarang keadaan sahabat gue gimana hiks~ Eva" ~Zahra
"Zah, Lo harus tenang, Eva pasti baik-baik aja ko. Pak, Bu, ini bagaimana?" ~Cici
"Sebentar, bapak sudah hubungi timsar buat bantu kita mencari Eva. Yang lainnya silahkan masuk ke tenda masing-masing untuk beristirahat" ~Pak Handoyo
"Zahra, Cici, sebaiknya kalian kembali ke tenda dulu biar ini urusan kami, kalian gak usah khawatir Ibu dan yang lainnya akan berusaha untuk mencari Eva ya" ~Bu Dewi
"Gak Bu, aku mau ikut nyari Eva aja!" ~Zahra
"Jangan Zahra ini sudah malam, biar kami saja yang mencarinya" ~Bu Dewi
"Zah, jangan gitu. Inget kata-kata Eva tadi, dia udah janji bakal kembali dengan selamat, Lo tau sendiri kan dia itu bukan tipe orang yang suka ingkar janji" ~Cici
"Iya Lo ada bener nya juga, Bu, Pak, tolong cari Eva sampai ketemu ya hiks~" ~Zahra
"Iya Zahra, Bapak akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari Eva. Kamu istirahat saja" ~Pak Handoyo
"Baik Pak terimakasih, mari Pak Bu selamat malam" pamit Zahra dan Cici, lalu pergi menuju tenda mereka
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Sementara itu di pinggiran sungai, Leo sedang duduk melamun melihati air yang mengalir. Tak lengkap jika ada Leo namun tak ada kedua sahabatnya, yaitu Gibran dan Justin
"Woy, ngapain Lo bengong disini?" tanya Justin
"Ada yang Lo pikirin? coba ceritain ke kita, siapa tau kita bisa bantu ya gak Tin" ucap Gibran yang diangguki oleh Justin
"Soal Eva" jawab Leo
"Eva?" ~Justin dan Gibran
"Iya, Lo berdua tadi dengerkan penjelasan nya si Alex?" ~Eva
"Denger, katanya pas mereka lagi jalan tiba-tiba ada tembakan meleset, terus ada orang-orang plus senjata karena takut jadi mereka lari. Dan untuk Eva, mereka lupa jika dia gak bisa lari gegara kakinya sakit, kan" ~Justin
"Gue curiga sama orang berbaju hitam plus senjata itu, tau sendiri kan disini deket sama markasnya BT (Black Tiger)" ~Leo
"Jadi intinya, Lo curiga kalo Eva di tangkep sama mereka gitu?" ~Gibran
"Hem..." ~Leo
"Kalo kaya gitu berarti kita yang harus turun tangan, gak mungkin timsar sama guru-guru bisa nyelametin cewek itu" ~Gibran
"Eh Le, mau kemana?" ~Justin
"Alex" ~Leo
"Udah gak usah bengong, kita ikutin aja yuk" ~Gibran
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
"Lex" panggil Leo pada Alex dengan datar
"Ya kenapa?" tanya Alex
"Gue mau tanya sama Lo dan Lo harus jawab dengan bener, tentang yang tadi" ~Leo
"Ooo... tanyain aja gue bakal jawab sepengetahuan gue" ~Alex
"Bagus, oke yang pertama waktu Lo sama yang lain di datengin orang-orang baju item tadi, Lo tau gak ciri-ciri mereka kaya apa?" ~Leo
"Tau, kalo gak salah tadi gue liat kaya ada gambar macan hitam di punggung sama lengan baju mereka, terus gue langsung ngira mereka itu Black Tiger. Jadi gue sama yang lain langsung buru-buru kabur" ~Alex
"Lo tau Black Tiger?" tanya Gibran
"Gak, cuma tau namanya sama pakaian nya doang" ~Alex
"Oh" ~Gibran
"Lo masih inget dimana tempat kejadian tadi?" tanya Justin
"Gak banget sih, tapi di sekitar TKP ada pohon besar, tinggi, dengan daun coklat, itu doang yang gue inget" ~Alex
"Oh yaudah thanks" ~Justin
"Ya, tapi ngapain kalian nanya-nanya kata gitu?" ~Alex
"Buat catatan aja di OSIS" ~Leo
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Ngebosenin ya? maap ya...
Please :
❥ Like
❥ Vote
❥ Komen
❥ Favoritkan
❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉
Thank you 🤗
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...