
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
Tak berselang lama setelah orang pertama tergeletak di tanah, orang kedua pun ikut ambruk, tapi bedanya yang satu itu pingsan bukan kehilangan nyawanya
"Eva please bangun..." Leo menepuk-nepuk pipi Eva pelan
"Dia hanya pingsan gara-gara shock dan kehabisan tenaga, dia tidak makan seharian penuh ditambah saat Kakak ku menculik nya ia baru selesai melaksanakan operasi selama 10 jam. Jadi tenaganya terkuras habis" ucap seseorang datar, orang yang telah membunuh Kakak nya sendiri yaitu Pangeran
"Adya... kamu?" tanya Leo
"Sudahlah, Kakak ku pantas mendapatkan itu semua atas apa yang telah ia lakukan selama ini, tenang saja aku tidak akan mempunyai dendam kepada kalian, toh aku sendiri yang membunuhnya" ucap Adya santai. Ya dia adalah Adya Citra P teman baru Eva dirumah sakit yang ternyata adalah adik dari Pangeran
"Aku pegang kata-kata mu!" ~Leo
"Hem kau bisa percayakan pada ku, kalau sampai aku mengkhianati janjiku sendiri, aku akan bersedia menyerahkan nyawa ku. Ah sebaiknya kau bawa teman ku ke rumah sakit, dia harus mendapatkan perawatan sebelum terlambat!!" ~Adya
Tanpa ba-bi-bu Leo langsung membawa Eva menuju rumah sakit. Leo sedikit kesusahan saat membawa nya menuju rumah sakit, pasalnya ia menggunakan motor bukan mobil, tapi ia usahakan yang terbaik untuk keselamatan nya
°•°•°•°
Disebuah ruang VVIP rumah sakit yang sangat mewah dan mahal tentunya, bahkan ruangan tersebut tidak seperti ruangan di rumah sakit melainkan kamar hotel bintang lima. Disana terbaring lah Eva dengan muka pucat pasi dan Leo yang stay di sampingnya
"Hey... bangun napa! gue ngerasa bersalah kalo Lo gak bangun-bangun, terus gue harus ngomong apa sama nyokap bokap Lo. I need you, you are my love, don't take away half of my heart that is in you" ucap Leo
(Aku membutuhkan mu, kamu adalah cintaku, jangan bawa pergi setengah hati ku yang ada pada mu)
"Leo, udah lah gue yakin dia bakal sadar ko, dan satu lagi Lo harus kasih tau Om Tante, mereka berhak tau jangan Lo sembunyiin kaya gini terus" saran Gibran
"Iya, pasti mereka cemas udah 3 malam gak ada kabar dari anaknya, orang tua mana sih yang gak khawatir anaknya gak ada kabar" tambah Justin
"3 jam, kasih gue waktu 3 jam lagi, kalo dia gak sadar-sadar gue bakal kasih tau Om Riko sama Tante Lusi" jawab Leo
"Okelah serah Lo, gue pergi cari makanan dulu ya, laper gue. Eh gak jadi lah, di kulkas ada makan gak, gue males keluar" ~Justin
"Ada ramyeon" ~Leo
"Ramyeon? lumayan lah, kalian mau gak biar sekalian gue buatin?" ~Justin
"Boleh" ~Gibran
"Gue dah kenyang, kalian berdua aja" ~Leo
Yeah ruang VVIP itu dilengkapi dengan fasilitas dapur mini, kulkas, kamar mandi dalam, lemari, dan ruang menonton tv yang sangat nyaman. Sebenarnya itu adalah ruangan pribadi Leo yang sudah ia setting sedemikian rupa, agar membuat nya nyaman
Author : "Kira-kira buat apa ya ruangan itu bagi Leo?"
Harum ramyeon yang telah masak tercium sedap di hidung mereka masing-masing. Justin datang membawa ramyeon lezat langsung memakai panci nya dan dua pasang sumpit ke hadapan Gibran
"Woah enak nih, pinter juga Lo masak" puji Gibran langsung menyaut sumpit dan melahap ramyeon panas tersebut
"Justin gitu loh, apa aja serba bisa, masak, kerja, jadi mafia, buat anak juga bisa" bangga Justin
"Uhukkk... uhukkk... kerja dulu yang bener!!! buat anak konon, nikah aja belom" ~Gibran
"Yang penting kan udah ada calon nya, Lo tuh belum hahaha..." ~Justin
"SERAH!!!" ~Gibran
Waktu terus berjalan, 2 jam setengah pun telah berlalu, Leo masih tetap stay menunggu Eva sadar, sedangkan kedua sahabatnya tengah tidur pulas di atas sofa akibat kekenyangan
"Hais, wait gue ke toilet bentar" Leo pun beranjak pergi menuju toilet untuk menuntaskan hasrat nya
Tetesan air infus terus menetes mengalirkan tenaga untuk seseorang yang membutuhkan nya, bersamaan dengan tetesan air tersebut bulir bening mengalir dari kedua kelopak mata Eva. Mata indahnya kini perlahan membuka menatap lingkungan sekitar
Prangkkk...
Tangannya yang masih lemas tak kuasa menahan beban gelas tersebut dan berakhir jatuh kelantai
"Musuh!!! cepat selamatkan diri masing-masing!" ucap Gibran terkejut
"KUCING... itu awas kucingnya terbang" ucap Justin lalu kembali tidur
"Lah anj*r suara apaan sih bikin kaget aja, lagi enak-enak tidur juga!!" Gibran melirik kearah gelas pecah lalu pandangan nya naik keatas dan mendapati Eva yang sedang menatap nya sendu "Ohhh Eva" ~Gibran
"Eh siapa tadi?! wah Tin bangun, woy kebo bangun! Va, Lo dah sadar sukurlah akhirnya Lo sadar juga" Gibran langsung mendekat kearah Eva
"Air..." lirihnya lagi
"Oh air bentar, nih minum biar gue bantuin" ~Gibran
"Wah sukur Lo dah bangun, Lo dah bikin Leo kaya orang bodoh tau selama Lo pingsan" ~Justin, ikut bergabung
"WOY KALIAN NGAPAIN??!!!" teiak Leo saat melihat posisi mereka yang sangat dekat dengan Eva "Eh ini beneran? Lo dah sadar?" kejut Leo
"Emm..." ~Eva
"Sukurlah" ~Leo tersenyum senang
Tiba-tiba... cekrek...
"Momen langka nih, harus di abadikan" ucap Gibran sambil mengambil foto Leo tengah tersenyum
"Bener-bener, ambil yang banyak ntar taro di museum kalo gak kita cetak lalu jual, pasti laku dah tu" ~Justin
"Apa-apa an sih Lo berdua, gaje banget!" ~Leo, menghiraukan mereka berdua yang sudah seperti paparazi
"Leo... Aldi gimana?" tanya Eva
"Aldi, sepengetahuan gue sih dia masih belum sadar tapi kondisi nya mulai membaik seiring berjalannya waktu, Lo tenang aja" ~Leo
"Ohhh... sukur deh, eh Mamah Papah tau gak gue disini?" ~Eva
"Maaf gue belum sempet kasih tau--" ~Leo
"Jangan dikasih tau, biari aja, gue gak mau bikin mereka cemas, gue mohon" ~Eva
"Oke, kalo itu mau Lo, gue gak bakal kasih tau" ~Leo
"Em makasih" ~Eva
"Yaudah Lo istirahat aja, biar cepet sembuh" ~Leo, yang diangguki oleh Eva
...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...
...Jangan terjebak dalam mimpi orang lain♡...
Bukan Eva yang mati hehe...
Thanks like vote komen hadiah jangan lupa ya😘
^^^~Beach Breeze~^^^
... SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ...