EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 51 Pangeran



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...



Di sebuah mension megah itu, banyak orang berpakaian serba gelap saling berkerumun. Muka mereka menampakkan ekspresi kesedihan, dan satu lagi yang sangat menonjol yaitu sebuah bendera kuning tertempel di salah satu tiang penyangga mension tersebut


Deg...


Detak jantung Eva berpacu lebih kencang dari sebelumnya, ia masih kebingungan tentang kondisi yang sedang terjadi saat ini. Banyak orang, bendera kuning, dan karangan bunga dengan tulisan yang sangat membuat hatinya seakan tercabik-cabik


"Apa ini, itu tulisan? gak gak pasti ini gak bener, Pa... pa... ngeran? gak mungkin Pangeran ninggalin aku, gak!!! gak!!!" ucap Eva sudah seperti orang gila, bahkan ia kini menjadi pusat perhatian orang-orang


"Mamah... Mamah..." Eva lari masuk kedalam menemui sang Mamah, lagi dan lagi ia dikejutkan dengan adanya orang yang sedang tertidur nyenyak di tengah-tengah sekerumunan orang


"Mah..." panggil Eva dengan gemetar, pandangannya tak lepas dari orang yang tengah tertidur nyenyak itu


"Eva sayang, sini" jawab Risa sambil memaksakan tersenyum dan menggeser posisinya


Kebingungan kini sedang melanda pikiran Eva, benar-benar saat ini ia tidak bisa berfikir sama sekali, hanya ada air mata yang keluar dari pelupuk mata nya. Ia duduk di sebelah Risa dan orang tidur itu


"Sayang, kamu ingin ketemu Pangeran?" ~Risa


"Maksud Mamah apa, bukannya Pangeran lagi di luar kota?" ~Eva


"Gak sayang, Pangeran ada disini, di depan kamu hiks~ hiks~" ~Risa


"Ha? Pangeran...?" ~Eva


"Hem... buka lah" ~Risa


Sebelum membuka kain putih tersebut ia menatap Risa, meminta penjelasan namun tidak ada respon apa pun dari Risa. Dengan tangan bergemetar, Eva mulai membuka kain putih tersebut. Sedikit demi sedikit wajah orang itu mulai nampak, semakin ia membuka kain tersebut semakin sakit pula hatinya


"Pangeran?" lirih Eva "Mah, Pangeran kenapa?" tanya Eva


"Sayang kamu yang kuat ya, Pangeran udah gak ada. Tuhan lebih sayang sama Pangeran--" ucap Risa terpotong


"GAK MUNGKIN!!! By kamu bercanda kan, kamu lagi ngprank aku kan, kamu cuma lagi tidur kan, iya kan? jawab Ran!" ~Eva


"Sayang..." ~Risa


"Gak Mah, Pangeran gak bakalan ninggalin aku! Pangeran bangun! bangun! Pangeran Wiliam bangun! kalo kamu gak bangun kita putus!!" ~Eva


"Kenapa kamu gak bangun ha, kamu mau hubungan kita berakhir sampe sini, iya?! Setelah bertahun-tahun aku nunggu kamu, akhirnya kamu kembali dan membuat hidup ku bahagia lagi, tapi sekarang apa?! kamu ninggalin aku lagi, jahat kamu!!" ~Eva


Tangisan Eva pecah tak menyangka bahwa orang yang ia sayangi pergi begitu saja untuk selama-lamanya. Baru kemarin rasanya mereka saling tertawa, mengungkapkan rasa cinta, bermain, dan masih banyak lagi. Dan sekarang, itu semua sudah menjadi kenangan indah nan menyayat hati bagi Eva, hubungan mereka yang baru seumur jagung harus kandas disaat salah satu dari mereka pergi meninggalkan


Para tamu disana hanya bisa melihat dan merasa kasihan, mereka tau bagaimana perasaan Risa dan Eva saat ini, disaat sedang sayang-sayang nya malah ditinggal pergi untuk selamanya, sungguh sangat sakit bagi yang ditinggalkan


Eva memeluk tubuh pucat Pangeran, ia menangis tersedu-sedu di pelukan nya yang akan membuatnya rindu, rindu berada di pelukan hangat nya kembali, suara, tingkah, dan lain-lain


"Eva... Eva, sayang?" panggil Risa setelah menyadari tidak ada pergerakan sama sekali dari Eva "Ya Allah nak, Bu tolong minyak kayu putih nya" ~Risa membawa Eva kedalam pangkuannya


Entah berapa lama Eva pingsan hingga saat ia membuka matanya, ia sudah berada di sebuah kamar. Kepalanya sangat pusing, tubuhnya lemas


"Kamu tega, jahat!" ucap Eva kembali menangis sambil memeluk erat guling di samping nya


Flashback~


11 tahun yang lalu, hiduplah 2 sahabat yang saling menyayangi. Saat itu usia mereka masih 6 tahun, nama mereka adalah Pangeran Wiliam dan Eva Aurora. Rumah mereka berdekatan jadi memudahkan mereka untuk bermain bersama, mereka telah bersahabat dari kecil


"Aduh" ucap seorang anak kecil saat terjatuh dari sepedanya


"Eva, Eva gak papa?" tanya seorang lelaki seumuran dengannya, ya anak kecil tersebut adalah Eva dan yang menghampiri nya adalah Pangeran


"Sakit hiks~" ~Eva, memegangi lututnya yang perih


"Jangan nangis, biar Pangeran liat ya" ~Pangeran, menyipakan dress Eva sedikit agar ia bisa melihat luka di lutut Eva "Darah..."


"Huwaaa... Pangeran sakit" ~Eva


"Haduh gimana ya? yaudah Eva naik ke punggung Pangeran ya" ~Pangeran


"Eva berat, terus emang Pangeran bisa gendong Eva?" ~Eva


"Gak papa, Pangeran kuat ko gendong Eva" ~Pangeran


"Em... yaudah" ~Eva


Sungguh pemandangan yang sangat menggemaskan dari kedua bocah itu. Pangeran, si anak kecil imut nan tampan menggendong Eva yang sedang sakit menuju rumah Eva. Dengan sangat hati-hati Pangeran mendudukkan Eva di sebuah kursi depan rumah, tak lama kemudian keluarlah seorang lelaki dewasa dari dalam rumah tersebut


"Loh, Eva kenapa?" tanyanya


"Eva jatuh dari sepeda Kek, hehe" jawab Eva


"Ko bisa?" tanyanya lagi, dia adalah Kakek dari Eva yang bernama Kakek Surya


"Ma... maaf Kek, tadi Pangeran gak ngejagain, sampe Eva bisa jatuh dari sepeda hiks~" jawab Pangeran


"Gak papa, ini bukan salah Pangeran. Wajar Eva jatuh dari sepeda dia kan masih belajar, Kakek yang udah tua juga bisa jatuh dari sepeda. Tunggu sini ya, Kakek ambilin kotak P3K dulu" ~Kakek Surya


"Pangeran kotak P3K itu apa?" ~Eva


"Entah, Pangeran juga gak tau" ~Pangeran


"Kotak P3K itu atau yang disebut 'pertolongan pertama pada kecelakaan' buat ngobatin luka. Di dalamnya ada perban, obat-obatan, betadine, dam masih banyak lagi" ~Kakek Surya menjelaskan setelah kembali mengambil kotak P3K


"Ooo... betadine itu apa Kek?" ~Eva


"Betadine itu obat merah buat bantu agar luka kaya punya Eva ini gak infeksi, besok kalo Pangeran sama Eva udah gede pasti ngerti. Sekarang Kakek obatin dulu ya" ~Kakek Surya


"Au... Kek sakit!!!" ~Eva


"Pegang tangan Pangeran biar gak sakit" ~Pangeran, tersenyum manis


"Nah udah gak sakit lagi kan?" ~Kakek Surya, setelah mengobati luka di lutut Eva


"Iya Kek, makasih" ~Eva


"Yaudah kalo gitu Kakek pamit pulang dulu ya udah sore, Pangeran gak mau pulang?" ~Kakek Surya


"Entar aja lah Kek, Pangeran masih mau main sama jagain Eva" ~Pangeran


"Hais kalian berdua ya masih kecil udah sweet kaya gini, Kakek pamit dulu ya, assalamualaikum" ~Kakek Surya


"Waalaikumsalam" ~Pangeran dan Eva, mencium punggung tangan Kakek Surya


Oeeek... Oeeek...


Suara tangisan bayi dari dalam rumah terdengar sangat keras, ya bayi tersebut adalah Aldi adik laki-laki Eva. Usianya pada saat itu masih belum genap satu tahun


"Eh dedek nangis, liat yuk" ajak Pangeran berjalan memasuki rumah


"Pangeran, tungguin Eva" ucap Eva


"Oh iya ayo" ~Pangeran


"Pangeran jangan tinggalin Eva, janji?!" ~Eva, mengacungkan jari kelingking kecilnya


"Iya, Pangeran janji gak akan tinggalin Eva, Pangeran akan selalu jagain Eva ya?! omis" ~Pangeran menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Eva


"Omis apa?" ~Eva


"Omis itu janji, Pangeran pernah denger Papah ngucapin kaya gitu sama Mamah sambil janji kelingking kaya gini, jadi Pangeran tiru deh" ~Pangeran


"Ohhh... Eva juga omis" ~Eva, tersenyum


"Ayo Pangeran bantu" ~Pangeran


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Malam pun tiba, Pangeran masih berada di rumah Eva. Ia terlalu asik bermain bersama gadis itu dan adiknya sampai-sampai tidak ingin pulang, bahkan Mamah nya sampai menjemput dan mengajak pulang tapi tetap ia tolak. Dengan sebuah rayuan puppy eyes dari Pangeran dan Eva agar Mamah Pangeran (Risa) memperbolehkan Pangeran menginap disini, ternyata mempan


"Aduh Lus maaf ya ngerepotin" ucap Risa


"Gak papa santai aja, gak repot ko mereka keliatan seneng banget" jawab Lusi sambil menggendong Aldi kecil


Risa dan Lusi sebenarnya adalah teman sekolah sejak dulu saat mereka SMP sampai SMA


"Makasih, oh ya mungkin ini mendadak tapi kayanya besok aku sekeluarga harus pergi ke London. Mas Alby Alhamdulillah nya dapet kerjaan yang lebih mapan disana" ~Risa


"Alhamdulillah, aku ikut seneng. Jaga kesehatan ya, jangan lupain aku!" ~Lusi


"Iya pasti lah aku gak bakalan lupain kamu, gak kerasa ya persahabatan kita udah lama dan masih bisa bertahan. Sampe kita udah punya anak loh, dulu pas SMP sama SMA inget kan kalo kita pernah berantem gegara 1 cowok brengsek" ~Risa


"Wah inget banget sih itu, suka aneh sama diri ku yang dulu ko be*o banget ya kita hahaha" ~Lusi


"Bener banget weh hahaha mengakak" ~Risa


"Inget umur yuk, haduh" ~Lusi


"Udah malem aku harus siap-siap, ku titip Pangeran dulu ya sebenernya sih berangkat besok malem tapi kan kalo udah udah ayem" ~Risa


"Iya hati-hati jangan sampe ada yang ketinggalan" ~Lusi


"Dah see you tomorrow, Pangeran baik-baik disini jangan nakal, Mamah pulang dulu Assalamualaikum" ~Risa


"Iya Mah" ~Pangeran


"Waalaikumsalam" ~Lusi, Pangeran, dan Eva


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Malam hari yang sangat sepi, kini di kacaukan oleh suara tangisan 2 anak kecil yang tidak ingin dipisahkan satu sama lain. Mereka menangis tersedu-sedu sambil berpegangan tangan erat, sedangkan kedua orang tua mereka mencoba melepas genggaman tangan tersebut. Apalah daya mereka saat melawan orang dewasa, sudah pasti akan kalah. Perlahan genggaman tangan tersebut terpisahkan dan secara otomatis tangisan mereka semakin kencang dan tak terkendali, didalam pelukan Papah masing-masing mereka tak bisa berkutik ingin turun tapi tidak bisa


"Hati-hati ya, semoga selamat sampai tujuan dan jaga kesehatan kalian" ucap Lusi


"Makasih Lus, nanti aku hubungi kamu kalo udah ganti nomor. Gak tega ya Allah misahin mereka" jawab Risa


"Sama, tapi gak papa nanti juga lama kelamaan mereka ngerti" ~Lusi


"Udah jam setengah 7, aku berangkat dulu ya kamu jaga diri, kesehatan, dll baik-baik. Kalo ada apa-apa kabarin aku oke! titip kecup pipi buat Aldi" ~Risa


"Iya" ~Lusi


Risa menghampiri Alby yang tengah kewalahan menggendong Pangeran yang terus memberontak, sebelum memasuki taxi mereka menunduk hormat kepada Riko dan Lusi begitupun sebaliknya


Lama kelamaan bagian belakang taxi tersebut mulai menjauh dan menghilang, lewat kaca belakang yang transparan Pangeran berdiri dan melihat ke belakang dimana disana ada Eva yang masih menangis sambil memanggil-manggil nama nya


Riko, Lusi, Alby, dan Risa masing-masing mencoba menenangkan anak mereka. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mereka berhasil menenangkan mereka berdua


Flashback off~


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Like, Vote, Komen...


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~ ^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...