EVA AURORA

EVA AURORA
Episode 19 Back to Story



...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Dua hari telah berlalu, acara pernikahan itu pun sudah selesai dan kini kedua pasangan pengantin baru itu sedang menikmati bulan madu mereka di Jepang


"Pagi anak-anak" sapa Bu Dewi memasuki kelas 11 A


"Pagi Bu..." ~All


"Baiklah langsung saja buka buku cetak kalian halaman 116, kita akan melanjutkan materi fisika kemarin yang belum selesai" ~Bu Dewi


"Yah Bu... kenapa setiap hari selalu aja pelajaran nya IPA, fisika lagi! serasa rumus-rumus fisika di otak itu udah mau pecah tau gak" protes salah satu murid


"Jika kamu gak mau pelajaran IPA setiap hari, kenapa kamu dulu malah masuk kelas sini yang udah jelas-jelas disini itu adalah kelas MIPA, otomatis di kelas ini akan ada pelajaran IPA setiap harinya karena dikelas ini kita akan di lebihkan dalam pelajaran Ibu" ~Bu Dewi


"Ya maksudnya tu gini loh Bu, kita kan udah lama gak liburan terakhir kayaknya tahun lalu. Liburan kemana kek gitu yang asik" ucapnya lagi


"Kalau urusan liburan kalian bisa ajukan ke anggota OSIS terlebih dahulu, nanti mereka yang akan menentukan dan mengurus liburan nya dengan persetujuan para guru dan kepala sekolah. Nah kebetulan para anggota OSIS nya ada di kelas ini, kalian bisa ajukan ke Justin, Gibran, Eva, ataupun Leo langsung secara kan ia adalah ketua OSIS nya" ~Bu Dewi


"Oke Bu..." ~All


"Sekarang Ibu minta kalian fokus, karena materi kali ini sedikit menantang dan ini biasanya akan muncul di ujian kelas 12 nanti" ~Bu Dewi


Pelajaran berlangsung dengan santai dan menyenangkan tapi fokus, hal itulah yang membuat materi-materi yang disampaikan lebih mudah masuk dari pada jika belajar dengan tegang, malah itu akan membuat materi-materi akan susah masuk ke otak. Itulah yang dirasakan murid-murid kelas 11 A


Satu jam kemudian Bu Dewi keluar dari kelas 11 A untuk kembali ke habitatnya, dengan seketika kelas berubah menjadi pasar. Dimana banyak orang yang sedang mengerumuni penjualan nya, tapi bedanya mereka kini sedang mengerumuni meja Leo dan Eva untuk membahas tentang rencana liburan yang mereka inginkan


Mengabaikan hal itu Mita berjalan mendekati kursi Gibran dan Justin sambil membawa sebuah coklat


"Em... hai" sapa Mita


"Hem ada apa?" tanya Gibran datar, cuek, tanpa melihat orang yang sedang menyapanya


"Ini ada coklat buat kamu" Mita menyodorkan coklatnya yang sudah dihiasi pita pink di bungkusnya pada Gibran


Sedikit melirik ke arah coklat yang disodorkan Mita, lalu memutar bola matanya malas


"Asal Lo tau ya, nih masih banyak coklat yang ada di laci gue belum dimakan, Lo mau liat gue punya trauma sama coklat gara-gara harus makan coklat tiap hari. Dan satu lagi gue paling gak suka sama warna apapun yang berbau pink ingat itu!" tolak Gibran


"Lo ko nggak ngehargain banget sih pemberian gue, jahat Lo" ~Mita


"Serah Lo mau ngatain gue apa, gue gak peduli. Udah sono pergi!" ~Gibran


Mita pergi dengan perasaan kesalnya, tapi ia tetap menaruh coklat nya di atas meja Gibran berharap jika Gibran akan memakannya. Tapi harapan dengan kenyataan berbeda jauh, iya coklat itu dimakan namun bukan oleh Gibran melinkan Gibran memberikan coklat itu pada cewek lain atas namanya, cewek mana yang akan menolak pemberian dari seorang Gibran


"DIAM!!!" bentak Leo, saat merasa tak nyaman. Bagaikan kucing yang kelaparan lalu di beri makanan oleh majikannya, mereka semua langsung diam tanpa berani mengucapkan satu kata pun saat ini


"Nanti gue omongin sama anggota OSIS yang lainnya dulu, sekarang bubar dari hadapan gue!" ~Leo pergi meninggalkan kelas


...~ GRUP CHAT ANGGOTA OSIS ON ~...


^^^From Leo (Ketua OSIS)^^^


^^^Rapat dadakan! : ✉️^^^


^^^Sekarang juga : ✉️^^^


From Anggota OSIS


✉️ : Apah!? sekarang?


^^^From Leo (Ketua OSIS)^^^


^^^Buta apa gimana! bisa baca kan! : ✉️^^^


From Justin (Bendahara OSIS)


✉️ : Udah mendingan kalian cepetan ke ruang rapat dari pada ada yang ngamuk!


From Gibran (Wakil ketua OSIS)


✉️ : Bener tuh!!!


From Anggota OSIS


✉️ : Okeh, Otw


From Eva (Sekertaris OSIS)


✉️ : Rapatnya cuma perwakilan perdevisi aja, semuanya jangan ikut ya


From Anggota OSIS


✉️ : Siap Bu Sek


Author : "Kalo semisal mereka bicara lewat chat kaya gitu, mereka akan menggunakan bahasa seperti biasanya yaitu 'gue' / 'Lo', baru kalo ketemu mereka akan menggunakan bahasa formal"


Sambil membawa buku tebal nya Eva berjalan sedikit berlari menuju ruang rapat OSIS begitupun yang lainnya. Sebab Leo yang akan mengadakan rapat dadakan


Skip sampai di ruang rapat anggota OSIS, mereka semua langsung duduk di kursi masing-masing. Hanya sekitar 15 orang saja yang berada di ruangan tersebut


"Ekhem... langsung saja, jadi saya mengundang kalian kesini untuk membicarakan tentang liburan. Akhir-akhir ini banyak siswa yang meminta untuk berlibur jadi mari kita diskusikan kemana dan kapan liburan itu akan dilaksanakan. Apakah ada yang mempunyai pendapat?" ucap Leo yang bertugas memimpin jalannya rapat


"Saya" ucap salah satu perwakilan dari devisi yang ada


"Ya silahkan" ~Leo


"Bagaimana jika kita berlibur ke puncak saja?" ~Ucapnya


"Usul yang bagus saya setuju, gimana dengan mu Le?" ~Justin


"Leo!!! Kalau saya sih setuju-setuju saja, apakah ada pendapat lain?" ~Leo


"Saya, sebentar" ucap Eva yang sedang sibuk menulis


"Hentikan dulu kegiatannya, baru ngomong" ~Leo


"Iya iya dasar bawel. Baiklah pendapat ku adalah em... tadi saat aku melihat-lihat jadwal yang akan terjadi dekat-dekat ini aku jadi mempunyai ide untuk menggabungkan pendapat nya tadi dengan acara yang akan terjadi itu, kebetulan acara ini belum ada tempat tujuan yang pasti" ~Eva


"Acara apa itu?" ~Gibran


"Kalau tak salah acara itu adalah berkemah, yang akan dilaksanakan sekitar satu Minggu lagi" ~Eva


"Ide yang bagus, tak salah kita memilihnya sebagai sekertaris" ~Anggota OSIS


"Baiklah, buat laporan nya kalau sudah jadi berikan kepadaku untuk cek in baru kita ajukan ke pihak kepala sekolah" ~Leo


"Baiklah, secepatnya aku akan membuat laporan itu, dan aku kirim lewat email saja ya" ~Eva


"Oke, rapat ini sudah selesai untuk perkembangannya nanti akan menyusul, kalian boleh bubar" ~Leo


Semuanya pun langsung berpencar, kembali menuju tempat tujuan masing-masing, tapi kebanyakan dari mereka memilih menuju kantin untuk memuaskan mulut dan perut mereka dengan makanan-makanan yang sangat lezat-lezat, sebelum bel masuk berbunyi


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


RESTORAN K'S


Seperti biasa, Eva dan para pelayan lainnya melayani para pelanggan dengan ramah dan sebaik mungkin agar mereka puas. Karena restoran tersebut semakin lama semakin maju dan berkembang pesat saat kepemimpinan nya sudah beralih ke tangan anak dari orang yang sudah mendirikan restoran itu dari nol sampai saat ini, jadilah restoran itu semakin ramai pengunjung. Perlu diketahui jika pemilik restoran tersebut bukan berasal dari negara ini (Indonesia) siapa kah dia? entah😁


Kini tak hanya orang biasa saja yang berkunjung ke restoran tersebut, tak jarang pula para pejabat ataupun pengusaha-pengusaha hebat datang ke restoran K'S walaupun hanya sekedar untuk makan saja


"Bang, sebenernya siapa sih CEO restoran ini?" tanya Eva penasaran


"Ntah, Abang juga belum pernah ketemu janganpun untuk ketemu namanya aja Abang gak tau, tapi denger-denger sih kayaknya beliau bukan dari Indonesia" jawab Gavin


"Jadi beliau bukan dari Indonesia, melainkan dari luar negri gitu?" ~Eva


"Iya, beliau lebih memilih untuk menjalankan pekerjaan nya yang hampir di seluruh dunia terdapat bisnis-bisnis nya, baik dari restoran, mall, perkantoran, dll dari sana. Itu yang gue tau ah iya satu lagi beliau gak mau kalau identitas nya terekspos" jawab Farrel


"Sungguh misterius" ~Eva


"Sudah, sudah mending kita lanjutin kerjaan kita, dari pada nanti ketahuan sama bos lagi ngomongin CEO kita bisa berabe urusannya" ~Gavin


"Wokeh Abang ku" ~Farrel dan Eva


...🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿...


Please :


❥ Like


❥ Vote


❥ Komen


❥ Favoritkan


❥ Kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya 😉


Thank you 🤗


^^^~Beach Breeze~^^^


...۝ SEE YOU IN THE NEXT EPISODE ۝...