CHEL

CHEL
Bab 87



Melihat notifikasi itu Anjas mengingat sesuatu. Bahwa di pulau Jawa ada padepokan Macan Putih yang dulunya sangat terkenal. Tapi padepokan itu mulai mengasingkan diri ke sebuah hutan. Tapi tidak ada yang tau kalau hutan itu yang saat ini dia datangi.


"CHEL. Apakah kanker itu bisa disembuhkan dengan ramuan Kesehatan?" tanya Anjas pada sistem untuk memastikan.


[Bisa saja tapi efeknya akan bertahan selama empat hari saja. Dengan kata lain hanya memperpanjang waktu masa tenggang.]


Terkejut Anjas dengan jawaban sistem. Berarti ramuan Kesehatan hanya untuk penyakit biasa. Sedangkan kanker hanya menahan penyakit untuk sementara.


"Apakah ada cara biar bisa sembuh permanen?" tanya Anjas lagi.


[Ada. Anda harus memiliki keahlian dalam bidang meramu obat. Tapi untuk level sekarang anda belum bisa membuka keahlian itu di Shop. Anda harus berada di level 6 untuk membukanya atau mendapatkannya lewat hadiah atau menggunakan tiket Lotre.] jelas sistem.


"Alternatif lain adalah hadiah dan lotre. Mungkin aku harus melihat isi dari kotak hadiah yang aku dapat." gumam Anjas tersenyum.


"Buka Status." gumam Anjas.


[Nama \=> Anjas Rahadi ]


[Kesehatan \=> 95% (Sehat)]


[Level \=> 4/100 (425/450 - exp)]


[Keahlian \=> Karate Legendaris, Muaythai Legendaris, Mengemudi Super, Mekanik Super, Pemusik Super, Teknik Belati Api,Teknik Pedang Legendaris, Teknik Ilusi mental, Mata Tembus Pandang, Pelukis Expert, Tubuh Menembus Segala Benda, Melihat Tak Kasat Mata, Hacker Super, Teknik Beladiri Yin Yang tingkat Legendaris.]


[Kekuatan \=> 595]


[Kecepatan \=> 500]


[Ketahanan \=> 615]


[Kecerdasan \=> 565]


[Item Yang Digunakan: Sarung Tangan Petarung, Cincin Tak Kasat Mata, Cincin Giok Penyimpanan,]


[Mental \=> 100% (Sehat)]


[Saldo rekening \=> Rp.733.829.343.792.500]


[Poin Sistem \=> 86.150]


[Status Hubungan \=> Pacaran (Jumlah: 1 orang), Yang menyukaimu (Jumlah: 2 orang)]


[Inventori \=> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.]


[Tiket lotre \=> 2 Tiket Lotre ]


[Misi \=> Selesai]


[Shop \=> Shop terbuka. Menyediakan berbagai macam hal.]


"Aku tidak tahu kalau aku disukai oleh orang lain. Siapa?" gumam Anjas saat melihat status hubungan miliknya.


"Ah sudahlah aku harus fokus pada hal sekarang. Sistem buka semua kotak Emas." perintah Anjas.


[Bing! Membuka 5 kotak Emas.]


[Bing! Selamat anda mendapatkan Keahlian Sniper, Sarung Tangan Pengubah, Keahlian Summon.]


[Bing! Selamat anda mendapatkan Cincin Keagungan, Ketahanan +500, 50 Granat.]


[Bing! Selamat anda mendapatkan Keahlian Shadows, Exp +400 poin, Kekuatan +500.]


[Bing! Selamat anda mendapatkan Tombak Veora ( Sang Tombak Langit ), Keahlian Penjinak Hewan, Teknik Regenerasi Ekstrim.]


[Bing! Selamat anda mendapatkan Keahlian Bernafas Dalam Air (Level Tidak Terbatas), Pedang Nomelles (Pedang Kehampaan), Kecepatan +500.]


[Bing! Selamat anda naik ke level 5. Beberapa item di Shop terbuka.]


Anjas hanya membelalakkan matanya saat melihat hal apa saja yang dia dapatkan dari kelima kotak hadiah. Dia mendapatkan 6 keahlian dan dua senjata. Juga status kekuatan, ketahanan dan kecepatan bertambah. Lalu ada item yang sering digunakan di dunia yaitu granat. Exp miliknya bertambah sehingga dia naik level.


Langsung saja dia membuka statusnya sekali lagi.


"Buka Status." gumam Anjas.


[Nama \=> Anjas Rahadi ]


[Kesehatan \=> 95% (Sehat)]


[Keahlian \=> Karate Legendaris, Muaythai Legendaris, Mengemudi Super, Mekanik Super, Pemusik Super, Teknik Belati Api,Teknik Pedang Legendaris, Teknik Ilusi mental, Mata Tembus Pandang, Pelukis Expert, Tubuh Menembus Segala Benda, Melihat Tak Kasat Mata, Hacker Super, Teknik Beladiri Yin Yang tingkat Legendaris, Sniper, Summoner, Shadows, Penjinak Hewan, Teknik Regenerasi Ekstrim, Bernafas Dalam Air (Level Tidak Terbatas).]


[Kekuatan \=> 1095]


[Kecepatan \=> 1000]


[Ketahanan \=> 1115]


[Kecerdasan \=> 665]


[Item Yang Digunakan: Sarung Tangan Petarung, Cincin Tak Kasat Mata, Cincin Giok Penyimpanan,]


[Mental \=> 100% (Sehat)]


[Saldo rekening \=> Rp.733.829.343.792.500]


[Poin Sistem \=> 86.150]


[Status Hubungan \=> Pacaran (Jumlah: 1 orang), Yang menyukaimu (Jumlah: 2 orang)]


[Inventori \=> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.]


[Tiket lotre \=> 2 Tiket Lotre ]


[Misi \=> Selesai]


[Shop \=> Shop terbuka. Menyediakan berbagai macam hal.]


"Astaga ini... Ini sungguh gila. Ini semua baru hadiah dari kotak Emas. Bagaimana dengan kotak Platina dan Glory? Lebih baik aku simpan dulu." pikir Anjas.


Namun dari semua hadiah itu tidak ada yang bisa membuat Anjas menyelesaikan misi spesial dari sistem. Anjas masih berpikir untuk bisa mendapatkan solusi.


"Sistem apakah ada misi untukku agar experience milikku bisa bertambah?" tanya Anjas lagi.


[Poin Experience akan didapatkan dari berbuat kebaikan, hadiah misi, dan kotak hadiah. Sedangkan misi belum bisa muncul jika belum terdeteksi sebuah kejadian di sama depan dalam waktu dekat.] jelas sistem.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan mencari cara lain. Mungkin akan aku dapat nanti." gumam Anjas. Lalu dia melompat dari atas pohon dan mendarat di tanah.


Berjalan sebentar ke arah yang dia tuju sebelumnya. Masih berjarak sekitar 20 meter berjalan. Anjas menyadari bahwa dia sedang diawasi oleh banyak orang dari balik pepohonan. Segera dia aktifkan Mata Tembus Pandang dan kemampuan Melihat Tak Kasat Mata.


Terhitung jumlah mereka sebanyak 30 orang. Selain itu Anjas melakukan scanning body hanya untuk melihat aura mereka. Dari 30 orang hanya 4 orang yang memiliki aura kuning terang dan 1 orang yang putih keperakan. Aura mereka adalah aura petarung yang sudah memiliki pengalaman bertarung yang tinggi.


"Aku datang dengan damai. Aku ingin bertemu dengan pendiri padepokan Macan Putih. Juga ingin menjemput seorang pemuda yang empat hari lalu datang ke sini!" kata Anjas dengan nada agak tinggi biar di dengar oleh mereka yang bersembunyi.


Karena sudah diketahui keberadaannya. Lima orang yang memiliki aura kuat. Keluar dan berdiri di depan Anjas. Mereka terdiri dari tiga orang pria dan dua orang wanita.


"Siapa kau sebenarnya? Bagaimana cara kau menemukan tempat ini? Tempat ini dirahasiakan oleh semua murid di padepokan Macan Putih!" tanya wanita yang memiliki rambut pendek sebahu. Nada bicaranya sangat ketus.


"Aku tidak bisa mengatakan bagaimana cara aku sampai di sini. Tapi yang pasti aku ingin bertemu dengan pendiri padepokan Macan Putih. Juga seorang pemuda yang empat hari lalu datang ke tempat ini adalah muridku jadi aku ingin menjemputnya. Hanya itu." jawab Anjas. Anjas tidak suka dengan nada bicara si wanita.


"Oh jadi pemuda yang bertanding dengan si Asep itu adalah muridmu? Dia memang tangguh tapi masih harus belajar lebih untuk mengalahkan murid dari padepokan kami." kata si pria berambut gimbal. Sambil menunjuk ke arah pria satunya lagi yang berambut seperti batok kelapa. Ekspresi si pria yang bernama Asep juga terlihat tersenyum miring meremehkan.


"Dia memang masih harus mengasah kemampuan lagi. Juga dia baru sepuluh hari berlatih beladiri. Tidak heran jika dia kalah dalam latihan tanding." balas Anjas dengan ekspresi datar.


"Sudah-sudah. Marwa, Ujang, sudah cukup!" bentak pria yang terlihat lebih tua dari mereka.


"Maaf kak Jefri." sahut pelan si wanita berambut pendek dan si pria berambut gimbal.


"Maaf dengan sikap kedua adik seperguruan ku. Kalau boleh saya tahu. Nama saudara siapa? Juga berasal dari mana? Ada keperluan apa ingin bertemu dengan pendiri padepokan kami?" Tanya pria bernama Jefri.


"Namaku Anjas Rahadi dari Jakarta. Saya ingin bertemu dengan pendiri padepokan ini karena aku tahu dia sakit dan aku tau cara menyembuhkan kankernya." jawab Anjas secara jujur dan terbuka.


Mendengar itu Jefri yang mengetahui hal itu sedikit terkejut. Tapi dia tidak menampakkan ekspresi lebih.


Sedangkan keempat orang yang berdiri di belakang Jefri. Mereka tidak mengetahui hal itu sama sekali. Teringat sesuatu Jefri pun membiarkan Anjas masuk.


"Ternyata kau orang yang guruku maksud. Kalau begitu silahkan ikuti saya. Lewat sini." Jefri pun menuntun jalan menuju padepokan Macan Putih. Keempat orang yang lain hanya menatap heran dengan tingkah kakak seperguruannya.