
Setelah mengurung kembali Chan Bee. Anjas masuk ke markas. Menemui ayahnya membahas perihal pindah rumah.
"Ayah apa sebaiknya kita pindah rumah saja. Dari pada kembali tinggal di rumah lama. Aku akan segera mencari rumah yang cocok untuk kita besok." ujar Anjas sambil duduk di sebelah ayahnya.
"Ayah hanya ikut saja. Asal tidak membuat kau terbebani." sahut ayahnya setuju.
Ibunya yang mendengar percakapan Anjas dan ayahnya langsung menambahkan.
"Kalau begitu cari saja yang dekat dengan kafe milikmu nanti. Agar kau bisa cepat sampai di kafe." ujar ibunya.
"Ide yang bagus. Aku akan cari sesuai dengan permintaan ibu." jawab Anjas.
Setelah berbincang sebentar dengan kedua orang tuanya. Anjas masuk keruangan istirahat ketua geng. Membuka laptopnya dan masuk ke dunia internet.
Baru saja Anjas ingin melakukan pencarian terhadap keberadaan Yana dengan tools Watchdog Eye. Seseorang mengirimkan email ke akun Anjas. Dengan nickname "The Golden".
"From:@TheGolden.
Hai Dewa Pedang. Perkenalkan aku The Golden. Aku disini ingin kasih kau peringatan. Hapus semua file video yang kau sebarkan tentang kejahatan perusahaan Megacitra Ajisaka sekarang juga. Atau kau akan hancur beserta keluargamu. Jika dalam waktu 24 jam semua video itu tidak dihapus. Kau sudah menyatakan perang padaku." isi dari email itu.
Melihat waktu pengiriman email itu sudah lebih dari 7 jam. Anjas tersenyum setelah membaca email itu. Dia mendapatkan perlawanan dari keluarga Ajisaka dengan menyewa seorang hacker terbaik. Tapi ini seperti sebuah tantangan.
Anjas lalu membalas email itu. Dengan tantangan yang mungkin memicu amarah dari si hacker itu.
"From: Dewa Pedang
To: The Golden
Maaf sekali bro. Sekali aku menargetkan mereka. Maka akan aku buat mereka hancur hingga akarnya. Juga kau bisa mencoba semua kemampuanmu untuk bisa mencari dan menemukan posisiku sekarang. Aku tidak akan lari. Juga coba saja kau hapus file video yang aku sebar. Jika kau mampu melakukan hal itu. Aku akan menyerahkan diri." balas Anjas.
"Baiklah. Kita tunggu responnya." gumam Anjas.
Sambil menunggu balasan email. Anjas beralih ke pelacakan Yana. Cukup lama proses pelacakan Yana yang hampir 5 menit. Tapi Anjas cukup puas. Setelah mengetahui posisi Yana. Anjas beralih ke email yang balasan dari si The Golden.
"From: @TheGolden
Sungguh berani kau. Oke aku terima tantangan dari kau. Sebaiknya kau bersiap untuk pergi ke neraka setelah aku menemukan kau.😡😡😡." isi email balasan.
"Hahahaha inilah yang aku tunggu." seru Anjas. Sebenarnya email yang dikirim itu adalah jebakan. Dia sudah melakukan teknik hacker yang cukup kuat. Yaitu SQL injection sehingga sekarang Anjas bisa dengan mudah masuk ke komputer milik si The Golden. Tanpa diketahui oleh sama sekali.
"Aku kira kemampuanmu luar biasa. Ternyata termakan oleh emosi dan masuk ke jebakan yang aku buat." ujar Anjas yang sudah masuk ke jaringan komputer milik The Golden.
Dengan memasukkan virus buatannya. Anjas membuat semua data pada komputer itu error dan terhapus. Termasuk semua tools pendukung yang biasa digunakan The Golden. Meskipun nantinya The Golden akan mengetahui hal itu tapi sudah terlambat. Virus baru buatan Anjas hanya Anjas yang bisa menghentikannya.
Saat ini mungkin The Golden sedang panik untuk melawan virus yang menyebar di komputernya. Anjas bisa mengetahui itu karena dia sedang mengawasi dari webcam orang itu sekarang.
"Kau sudah membuat kesalahan berurusan denganku. Jadi nikmatilah kegagalan mu." gumam Anjas tersenyum bangga pada dirinya.
Selagi Anjas memperhatikan penampilan rekaman langsung pada layar laptopnya. Dia tidak secara langsung menghapus semua data yang dimiliki oleh The Golden. Sebagian besar dia copy dan simpan di hardisk eksternal miliknya.
Selain itu Anjas juga membuka akun banking milik The Golden dan menguras semua isinya. Dipindahkan ke akun milik ibunya. Dari 3 akun banking, isi 2 akun dia pindahkan ke akun ibunya. Sementara isi akun banking yang memiliki saldo paling banyak dipindahkan ke akun miliknya. Kira-kira jumlah isi seluruh 3 akun tersebut sebesar 7 triliun rupiah.
Sekarang Anjas mengakhiri aksinya dengan membuat sistem perangkat keras komputer milik The Golden mati. Sehingga komputer itu jika dihidupkan akan hanya menampilkan layar biru polos. Jika ingin memperbaiki komputer itu maka biayanya akan sama seperti membeli komputer baru.
Sementara itu di sebuah warnet di selatan kota. Seorang pria paruh baya sedang menjerit marah. Hal itu diakibatkan oleh komputernya error bahkan rusak perangkat kerasnya. Dia tidak menyangka dia dijebak oleh orang yang memiliki nickname Dewa Pedang. Kemampuan hacker nya kalah dengan orang itu.
"Dasar brengsek! Sialan! Bagaimana bisa dia melakukan ini?! Padahal aku sudah memasang pengaman saat mengirim email. Virus miliknya sangat kuat dan tidak bisa dihentikan oleh antivirus buatanku.!!"
Saat dia ingin keluar dari ruangan khusus pemilik warnet. Seorang wanita penjaga warnet masuk dan mengatakan bahwa semua perangkat keras komputer yang ada di warnet itu juga rusak. Tidak bisa berfungsi lagi.
"Kurang Ajar Kau Dewa Pedang!!! Akan aku balas kau!" jerit Mulyono alias The Golden itu.
Dia sekarang mengalami kerugian besar. Lalu dia melakukan panggilan telepon.
"Halo.. nyonya Ajisaka...! Aku gagal dan sekarang aku mengalami kerugian besar karena kau! Mulai sekarang kau jangan hubungi aku lagi!" bentak Mulyono pada Rinjani Ajisaka. Langsung menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari seberang.
Lalu Mulyono pergi keluar meninggalkan warnet itu. Menuju ke tempat yang mungkin bisa membantunya mengalahkan si Dewa Pedang itu.
Di sisi lain Rinjani yang tidak bisa bersuara untuk membalas bentakan Mulyono. Membanting HP nya hingga tidak bisa digunakan lagi ke salah satu sudut kamarnya.
"Habislah sudah! Jika dengan bantuan hacker terbaik tidak bisa membuat perusahaan Megacitra Ajisaka tertolong. Maka hanya bisa menunggu waktu kehancuran perusahaan itu terjadi.!" perasaan marah dan takut bercampur aduk dalam diri Rinjani.
Belum lagi tadi dia mendapatkan telepon dari kepolisian. Bahwa anaknya Jakson Geraldo ditangkap karena tuduhan perampokan dan tabrak lari. Ini menambah beban pada keluarganya juga.
"Jika ayah tahu dia akan tambah marah. Aku harus melakukan sesuatu. Ayo berpikir Ani..." gumam Rinjani dalam benak.
"Ah iya. Keluarga Wijaya. Aku akan meminta bantuan mereka." Rinjani keluar dari kamar dan pergi dengan mobil meninggalkan rumah yang bisa dibilang seperti istana.
"Masih seratus tahun lagi kau bisa untuk melawan virus buatanku." gumam Anjas sambil mematikan laptopnya.
Saat dia ingin berbaring di kasur. Dia mendapatkan notifikasi dari aplikasi mobile banking. Bahwa dia baru saja menerima transferan uang sebesar 5 triliun rupiah.
Lalu Anjas segera melihat status sistem.
"*Buka status*." benak Anjas.
\[Nama \=\> Anjas Rahadi \]
\[Kesehatan \=\> 75% (Sehat)\]
\[Level \=\> 3/100 (445/450 - exp)\]
\[Keahlian \=\> Karate Legendaris, Muaythai Legendaris, Mengemudi Super, Mekanik Super, Pemusik Super, Teknik Belati Api,Teknik Pedang Legendaris, Teknik Ilusi mental, Mata Tembus Pandang, Pelukis Expert, Tubuh Menembus Segala Benda, Melihat Tak Kasat Mata, Hacker Super.\]
\[Kekuatan \=\> 195\]
\[Kecepatan \=\> 160\]
\[Ketahanan \=\> 195\]
\[Kecerdasan \=\> 265\]
\[Item Yang Digunakan: Sarung Tangan Petarung, Cincin Tak Kasat Mata, Cincin Giok Penyimpanan,\]
\[Mental \=\> 90% (Sehat)\]
\[Saldo rekening \=\> Rp.23.829.876.792.500\]
\[Poin Sistem \=\> 92.600\]
\[Status Hubungan \=\> Pacaran (Jumlah: 1 orang)\]
\[Inventori \=\> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.\]
\[Tiket lotre \=\> 1 Tiket Lotre \]
\[Misi \=\> 1. (2⭐) Menaklukkan Keluarga Ajisaka yang sudah menjadi kejahatan yang tersembunyi. Runtuhkan semua bisnis mereka dan balaskan dendam semua orang. Waktu 7 bulan. Hadiah 2 kotak Glory, 2 kotak Platina dan 5 kotak Emas.
2. Bantu menuntaskan kasus tabrak lari. Tangkap pelaku yang sudah sering melanggar hukum tabrak lari. Waktu 1 pekan. Hadiah 4 kotak Perunggu.\]
\[Shop \=\> Shop terbuka. Menyediakan berbagai macam hal.\]
Melihat status miliknya. Anjas berpikir bahwa dia masih terlalu lambat berkembang. Maka dari itu Anjas berniat membeli beberapa pil yang bisa menambah kekuatan tubuhnya.
"CHEL buka menu Shop." gumam benak Anjas. Lalu muncul layar transparan biru menu Shop.