
Saat melihat isi dari menu Shop. Segera dia memilih pilihan pil, ramuan, racun dan penawar. Yang memiliki lambang seperti tanda tambah berwarna merah.
Ada 5 pil,. 3 ramuan, dan 3 racun beserta penawarnya yang bisa dibeli.
[Shop: Poin Sistem: 92.600
Pil Penguat Sumsum Tulang \= 30 poin/butir.
Pil Penguat Raga Jasmani \= 30 poin/butir.
Pil Tulang Perunggu \= 50 poin/butir.
Pil Darah Emas \= 50 poin/butir.
Pil Pengeras Otot \= 45 poin/butir.
Ramuan Penghilang Raga \= 100 poin/botol.
Ramuan Penambah Vitalitas Tubuh \= 100 poin/botol.
Ramuan Kepintaran \= 50 poin/botol.
Racun Polonium dan penawar \= 300 poin/botol.
Toksin Botulinum dan penawar \= 400 poin/botol.
Racun Sianida dan penawar \= 200 poin/botol.]
Lumayan banyak pilihan yang ditawarkan. Juga beberapa pil dan ramuan yang baru dia ketahui.
Anjas membeli tiga macam pil. Yaitu Pil Tulang Perunggu, Pil Darah Emas, dan Pil Pengeras Otot. Masing-masing dibeli sebanyak 10 butir pil. Juga membeli 10 botol ramuan Penambah Vitalitas Tubuh.
"Haruskah aku membeli salah satu dari racun ini? Walaupun ada penawar racunnya, ini masih terbilang berbahaya." gumam Anjas bimbang.
[Anda telah membeli 10 butir Pil Tulang Perunggu. Pil Tulang Perunggu berfungsi untuk menambah kekuatan dan kekerasan tulang di seluruh tubuh. Menjadi sekeras logam perunggu. (+100 kekuatan)]
[Anda telah membeli 10 butir Pil Darah Emas. Pil Darah Emas berfungsi memberikan ketahanan terhadap racun jenis apa pun.(+60 ketahanan)]
[Anda telah membeli 10 butir Pil Pengeras Otot. Pil Pengeras Otot berfungsi untuk menambah dan memperkeras otot di seluruh tubuh sekeras besi. Namun tubuh semakin ringan. (+60 ketahanan dan +40 kecepatan)]
[Anda telah membeli 10 botol ramuan Penambah Vitalitas Tubuh. Ramuan ini berfungsi untuk menghilangkan capek, lelah, letih dan mengantuk dalam waktu 10 hari. Stamina kesehatan akan terus dalam keadaan bugar 100% selama durasi waktu.]
[Semua barang sudah disimpan di inventori.]
Langsung saja Anjas menelan 3 pil berbeda macam itu. Satu menit kemudian Anjas merasakan begitu banyak energi yang mengalir ke dalam tubuhnya. Hingga tubuhnya sedikit bergetar saat semua energi itu bertumpu pada satu titik yaitu jantungnya. Lalu menyebar lagi keseluruhan tubuh. Itu adalah perasaan yang muncul saat Pil Darah Emas bekerja.
Selain itu dia merasa pertumbuhan tulang dan ototnya sudah pada batas maksimal. Merasa tubuhnya bugar dan sehat.
Lalu Anjas terpikirkan bahwa sebaiknya semua barang yang penting dan biar bisa langsung dipakai dipindahkan ke cincin giok penyimpanan saja. Lalu dia memerintahkan sistem untuk mengeluarkan semua barang yang ada di dalam inventori kecuali tiket Lotre dan berkas penting. Mulai dari pil dan ramuan. Lalu senjata-senjata, SIM, kartu ATM dan uang tunai yang dia miliki. Lalu item-item dari hadiah sistem.
Selesai memindahkan semua barang yang dia perlukan ke dalam cincin giok penyimpanan. Dia keluar dari ruangan.
Mendapati Anjas keluar dari ruangan istirahatnya. Ibunya langsung menghampiri Anjas.
"Nak ibu baru saja mendapatkan notifikasi dari aplikasi mobile banking. Ibu baru saja ditransfer uang sebesar 2 triliun rupiah dari akun banking yang ibu tidak kenal. Apa itu dari kau nak?" ujar ibunya tanpa basa-basi.
"Iya Bu. Itu aku hasilkan dari jual beli saham online. Aku mendapatkan penghasilan tambahan sebesar 7 triliun rupiah dari situ. Lalu sebagian aku transfer ke akun banking milik ibu." jawab Anjas santai beralasan.
"Astaga nak. Uang ini sangat banyak. Uang kemarin saja masih banyak sisanya. Masih ada 40 jutaan. Tapi sekarang kau tambah lagi. Malah lebih. Terima kasih sekali nak. Kau sungguh baik pada keluarga." ucap ibunya sambil memeluk Anjas.
Adela sangat bersyukur. Anak kecil yang dia adopsi dulu adalah anak yang membawa keberuntungan. Sekarang mereka tidak miskin lagi. Dengan uang yang diberikan Anjas. Adela bisa diakui oleh keluarga Septo sekarang.
Sedikit flashback.
Sebenarnya ibunya Anjas alias Adela Septo adalah anak bungsu dari tiga bersaudara keluarga Septo. Keluarga Septo adalah salah satu keluarga yang cukup kaya. Tapi belum masuk keluarga 30 terkaya di Indonesia. Biar begitu keluarga itu memiliki banyak relasi dengan beberapa keluarga. Mereka juga memiliki usaha dalam bidang logistik bahan bangunan. Khususnya di daerah Jawa barat.
Hubungan Adela dengan Rajiman (ayah Anjas) ditentang oleh keluarga Septo. Mereka tidak menginginkan hubungan itu. Karena Rajiman adalah anak seorang pembantu rumah tangga yang bekerja di kediaman keluarga Septo itu sendiri.
Adela memaksakan kehendak sehingga terjadi perang mulut antara saudara. Adela yang tidak tahan akan tekanan pun kabur bersama Rajiman dan menikah secara diam-diam. Namun hal itu diketahui oleh keluarga Septo. Sehingga keluarga Septo menyatakan bahwa Adela Septo di hapus dari kartu keluarga Septo.
Kembali tersadar dari lamunannya ibunya Anjas lalu melepaskan pelukannya. Lalu pergi masuk ke ruangan istirahatnya.
Melihat suasana markas geng The FALCON. Masih ada beberapa orang anggota geng yang sedang bercengkrama. Opan ternyata sudah kembali dari tugasnya.
"Opan." seru Anjas memanggil.
Opan pun menghampiri Anjas.
"Bagaimana tugasmu? Apa keadaan rumah lamaku baik saja?" tanya Anjas.
"Masih seperti dulu ketua. Saya juga sempat berkeliling komplek itu untuk mencari informasi. Ternyata beberapa hari yang lalu ada beberapa orang yang datang ke rumah itu. Katanya mereka ingin membeli tanah yang ada di sana. Tapi mereka pergi karena rumah masih kosong." jelas Opan menjawab hasil intaian.
"Kalau begitu biar aku mengurus hal itu. Kau kembali menjaga markas geng saja sekarang. Juga ini upah dari tugasmu. Terimalah." balas Anjas sambil menyerahkan uang sebesar 500 ribu rupiah.
Setelah itu mendapatkan panggilan telepon lagi. Kali ini yang menelpon adalah Luna dari Plaza Mebel. Jam sekarang menunjukkan pukul setengah 7 malam.
"Halo selamat malam pak Anjas. Maaf mengganggu lagi. Saya hanya ingin memberi tahu bahwa tadi kami batal datang karena ada urusan mendadak. Jadi kami menjadwalkan kembali untuk datang ke lokasi lusa nanti. Apa bapak tidak keberatan?" jelas Luna sedikit merasa bersalah karena baru saja mengabarkan hal itu.
"Tidak apa-apa Bu Luna. Aku juga tadi memiliki beberapa masalah di lokasi kafe ku. Jadi tidak masalah mengundur waktu." balas Anjas tidak mempermasalahkan hal sepele.
"Terima kasih atas pengertiannya pak. Kalau begitu sampai jumpa lusa nanti." pamit Luna.
"Iya sama sama." balas Anjas menutup telepon.
Setelah itu Anjas masuk. Untuk ke ruangan istirahatnya dan tidur. Dia merasa mengantuk karena aktivitas yang menguras tenaga.
Keesokkan paginya.
Anjas sudah bersiap untuk pergi. Tujuannya hari ini adalah ke sebuah perusahaan properti yang menjual rumah di perumahan elit. Tempat itu berada di bagian selatan kota. Dia berniat membeli beberapa rumah di sana.
Dia mengajak ayah dan ibunya untuk melihat rumah yang mereka sukai. Dia juga mengajak Julia untuk menemaninya pergi. Tentunya ajakan itu disambut baik oleh Julia. Bahkan sangat antusias.
Dengan mobil Van milik Justin. Mereka pergi ke Precium Simatupang. Perumahan elit Jakarta yang cukup besar dan ramai banyak peminatnya.