CHEL

CHEL
Bab 38



Sementara Julia mengambil celah kesempatan untuk berlari masuk ke rumah Anjas. Menghampiri ayah dan ibu Anjas yang sedang mengintip dari balik pintu.


"Permisi. Maaf apa benar ini rumah kak Anjas?" tanya Julia yang langsung menerobos masuk ke rumah.


Di dalam rumah ternyata sudah lengkap. Ada ayah, ibu dan juga Anin yang baru saja pulang. Ayah Anjas sudah bisa berjalan tanpa kursi roda.


"Siapa kamu nak? Apa yang terjadi diluar sana?" tanya ibu Anjas.


"Nanti saya ceritakan Bu. Yang terpenting sekarang adalah ada yang mengincar kak Anjas dan keluarganya. Teman-teman kak Anjas sedang menahan mereka sekarang. Maka dari itu kita harus pergi dari sini." jelas Julia singkat.


"Kalau begitu kita lewat belakang." kata ayah Anjas langsung ke kamarnya. Dia mengambil semua berkas penting yang ada dalam tas lusuh miliknya.


Anin juga bergegas ke kamarnya. Mengambil beberapa barang yang dia perlukan. Sementara ibu Anjas sudah menunggu di pintu belakang yang menghubungkan ke gang kompleks sebelah.


Ayah dan Anin pun keluar kamar dengan tas mereka. Dengan segera mereka berlari keluar rumah. Pergi bersama Julia. Julia juga sudah menelpon satu orang yang mengemudikan Van untuk menjemput mereka.


Kita kembali ke pertempuran. Di sana Karena kalah jumlah. The FALCON yang awalnya berjumlah 40 orang sekarang sudah terlihat berkurang menjadi 12 orang. Sedangkan geng Revon masih banyak sekitar 30 orang lebih dari 60 orang yang datang.



Justin dan Jordan yang sedang menghadapi Marvin dan Delon. Dion dan beberapa anak buahnya dan anak buah Justin sedang menghadapi 20 orang lebih anggota geng Revon.



Mereka terpojok dan mulai kelelahan. Jilo yang awalnya memerhatikan pertempuran itu dari tadi. Sekarang mulai membantu Marvin. Dia menyerang Dion yang sibuk menghadapi beberapa orang.



"Buak!" Dion tersungkur saat mendapat tendangan di dadanya. Serangan itu sangat tiba-tiba.



Dion mencoba berdiri tapi sudah mendapatkan sebuah tendangan lagi di wajahnya. Hingga Dion terkapar tidak berdaya. Namun tidak pingsan.



Sedangkan Justin yang menghadapi Delon sedikit di atas angin. Dia berhasil memberikan beberapa pukulan tinju telak pada Delon. Delon yang hanya petarung bebas dibuat kewalahan.



Begitu juga dengan Marvin. Walaupun jumlah geng Revon masih banyak. Marvin masih kewalahan menghadapi Jordan yang memang memiliki kemampuan Taekwondo. Pertarungan terlihat tidak seimbang. Tapi bisa juga tidak.



Saat geng The FALCON yang benar-benar sudah terpojok. Karena orang yang tersisa hanya Justin, Jordan dan satu orang dari The FALCON yaitu Opan. Mereka sudah pasrah bila mereka akan terluka.



Yang terpenting adalah keluarga ketua mereka sudah selamat. Benar saja Jilo baru saja menyadari hal itu. Bahwa gadis yang datang bersama The FALCON sudah tidak terlihat. Saat dia memeriksa ke dalam rumah Anjas sudah tidak ada orang sama sekali.


"Aku lengah." gumam Jilo.



"Sialan. Mereka lolos! Cepat cari mereka!" perintah Jilo yang sudah kembali ke samping Marvin.



Segera Marvin menyuruh beberapa orang untuk mengejar Julia dan keluarga Anjas yang kabur.



"Sekarang kalian pilih mengatakan dimana Anjas berada dan kemana keluarganya kalian bawa? atau aku akan membunuh kalian?" Jilo yang sudah emosi sudah mengeluarkan sebuah pistol.



"Heh kau kira aku takut mati." hardik Justin meremehkan.



Mendengar perkataan Justin. Jilo langsung mengokang pistol itu lalu menodong ke arah Justin.



"Kesempatan terakhir. Cepat katakan!" teriak Jilo emosi.




Saat itu mereka melihat ada seseorang yang menyerang teman mereka menggunakan belati. Gerakan orang itu sangat lincah dan cepat. Terlihat sudah hampir setengah orang dari sisa pertempuran itu terkapar memegangi kaki mereka.



Saat memerhatikan lagi. Ternyata orang itu adalah Anjas. Orang yang mereka cari. Di tangan kanannya memegang Belati Black Metal.



"Maaf aku datang terlambat." ujar Anjas santai. Dia tersenyum ke arah Justin dan Jordan.



Melihat ketua geng mereka sudah datang. Beberapa orang dari geng The FALCON yang sudah terkapar mulai bangkit lagi. Juga Justin dan Jordan yang kembali bersemangat.


Kita mundur ke lima belas menit sebelumnya.


Anjas yang sudah keluar dari apartemen segera mengendarai motor menuju rumah. Saat masih di jalan dia mendapatkan notifikasi misi sistem.


[Bing! Misi sistem (2⭐): Menaklukkan Keluarga Ajisaka yang sudah menjadi kejahatan yang tersembunyi. Runtuhkan semua bisnis mereka dan balaskan dendam semua orang. Waktu 7 bulan. Hadiah 2 kotak Glory, 2 kotak Platina dan 5 kotak Emas.]


"Inilah yang aku tunggu. Sudah waktunya aku beraksi." gumam Anjas sambil mengeluarkan dua buah pil yaitu Pil Penguat Sumsum Tulang dan pil Kehidupan. Lalu dia tanpa ragu menarik gas ke kecepatan maksimum.



Kembali lagi ke waktu sekarang. Pertarungan kembali terjadi. Geng Revon sudah menyerang Anjas. Di sana Jilo sedang menepi. Dia sedang menerima telepon dari Herino. Jilo melaporkan bahwa keluarga Anjas berhasil kabur tapi Anjas sedang bertarung melawan geng Revon. Sesekali ada yang menyerangnya tapi langsung dikalahkan dengan mudah.



"Hahahaha ternyata dia memakan umpan. Baiklah aku akan datang dengan orang-orang dari keluarga Ajisaka untuk membantu kalian." kata Herino. Dia sudah tidak sabar untuk memberi pelajaran kepada Anjas.



Sementara itu Anjas sudah membuat lebih dari 40 orang dari geng Revon terkapar kesakitan. Ada yang kembali bangkit. Dia sudah tidak menggunakan belati. Tapi kelincahan dan kecepatan Anjas masih terbilang mustahil untuk diikuti oleh orang biasa.



Marvin yang melihat itu kehilangan keberanian untuk menyerang Anjas. Sekarang keadaan berbalik. Marvin dan gengnya terpojok dan tersisa lima orang saja. Jika ditambah Jilo mereka ada enam orang.



"Kalian sudah kalah sekarang." ujar Jordan yang tersenyum miring. Melihat Marvin yang ketakutan.



"Aku belum selesai." Jilo yang tidak takut langsung mengarahkan pistol yang dia pegang dari tadi ke arah Anjas.



"Kau kira bisa membunuhku? syut Cik!" ujar Anjas sambil melempar sebuah jarum yang sudah dilumuri racun. "Aaahrrhhh!" Jilo mengerang kesakitan karena bahunya yang tertusuk jarum.



"Sialan kau!" Jilo baru saja ingin menembak Anjas yang telah menyerangnya. Tiba-tiba jatuh lemas. Dia sama sekali tidak bisa bergerak. Lalu terbaring di tanah.



"Apa yang kau lakukan padaku?" tapi Jilo masih bisa berbicara.



"Aku hanya membuat kau lumpuh. Tenang saja efeknya akan hilang dalam beberapa bulan." jawab Anjas mengejek.



"Jadi kalian mencari aku yah. Aku ingin memberitahu kalian. Bahwa kalian sudah membuat masalah dengan orang yang salah." ujar Anjas dengan ekspresi wajah dingin yang sering dia tunjukkan saat dia marah.



"Keluarga Ajisaka tidak akan membiarkan kau lolos." balas Jilo geram mendengar perkataan Anjas. Dia ingin sekali menghabisi nyawa Anjas saat itu. Tapi dia tidak bisa melakukan itu. Terdapat dendam di hati Jilo kepada Anjas.