
"Plak.." suara tamparan pelan terdengar. Itu karena Maryam menampar pipinya sendiri.
"Sadar Maryam. Kau tidak sebanding dengan Anjas. Dia sudah membantumu untuk menghindari pekerjaan yang kotor. Tempat tinggal dan pekerjaan juga dia yang kasih. Apalagi dia kayaknya lebih muda darimu." gumam Maryam pelan mengingatkan dirinya.
Segera dia keluar dari kamar. Jangan sampai nafsunya lebih membara lagi. Di kamarnya dia masih terbayang otot-otot tubuh Anjas. Yang sangat ideal dan terlatih.
"Yah tentu saja kan dia bisa beladiri." gumam Maryam lagi. "Uuuuh kok masih diingat sih? Sudah Maryam. Lebih baik tidur biar tidak ada pikiran yang tidak-tidak.
Pagi harinya.
Maryam sudah menyediakan sarapan roti bakar isi berbagai selai. Kulkas dua pintu di dapur memang sangat lengkap. Bahkan di lemari stok makanan tersedia beberapa bungkus roti tawar.
Anjas yang baru saja mandi dan berpakaian rapi. Keluar dari kamar dan menyadari bahwa pintu kamarnya tidak di kunci.
Pergi ke dapur Anjas mendapati Maryam yang sudah selesai menyiapkan sarapan. Anjas langsung duduk dan menyantap sarapan pagi.
"Maaf Anjas. Bisa saya meminta bantuan?" sela Maryam di tengah sarapan.
"Apa yang kau perlukan?" kali ini Anjas tidak terlihat dingin. Tapi terlihat santai dengan sedikit senyuman.
Maryam masih ragu untuk meminta pinjaman. Tapi dia harus membantu keluarganya untuk bisa mendapatkan tempat tinggal sementara dan beberapa keperluan rumah lain.
"A...aku ingin meminjam uang. Rumah di kampung ku kebakaran. Keluargaku membutuhkan uang untuk membayar sewa kontrakan." kata Maryam terbata-bata.
"Berapa yang kau perlukan?" Anjas menanggapi. Sudah pasti Anjas akan membantu. Entah itu misi atau bukan Anjas dengan senang hati membantu.
"Tidak banyak hanya 5 juta saja. Apa bisa?" ujar Maryam.
"Berikan nomor rekening orang tuamu. Biar aku transfer sekarang." Anjas mengambil HP nya lalu membuka aplikasi mobile banking.
Maryam yang merasa senang segera memberikan nomor rekening ibunya. Anjas tidak mengirim 5 juta tapi mengirim 10 juta sekaligus. Setelah transaksi sukses Anjas menunjukkan bukti pengiriman.
"Astaga Anjas itu sudah kelebihan. Aku mungkin tidak bisa menggantikan semua uan itu." Maryam heran dengan tindakan Anjas yang meminjamkannya uang lebih dari yang dia minta.
"Tidak perlu diganti. Kau harus perlu mengurus apartemen ini. Karena aku akan jarang ke sini dan tidak akan ada kesempatan untuk membersihkan tempat ini." sebenarnya bukan itu alasan Anjas.
Dia sudah melakukan deteksi kebohongan dengan sistem. Mendapati tidak ada kebohongan maka dia memberikan uang lebih.
"Baiklah aku tidak akan membuat kau kecewa." janji Maryam. Dia tersenyum.
Lalu Maryam permisi untuk menghubungi ibunya. Dia masuk ke dalam kamar.
Mendapat kesempatan Anjas langsung memerintahkan sistem untuk membuka 2 kotak Emas yang dia dapatkan. Lalu notifikasi sistem muncul.
\[Selamat anda mendapatkan kemampuan Mekanik super.\]
\[Selamat anda mendapatkan Cincin giok penyimpanan.\]
\[Selamat anda mendapatkan 10 pil Penguat Jiwa.\]
\[Selamat anda mendapatkan kemampuan Bermusik Super.\]
\[Selamat anda mendapatkan Teknik Belati Api.\]
"Cukup banyak yang aku dapat hanya dengan 2 kotak Emas saja." gumam Anjas.
"*CHEL, apa gunanya cincin giok penyimpanan? kan sudah ada inventori sistem*." Anjas merasa sudah tidak perlu lagi memiliki tempat penyimpanan lain.
\[Cincin Giok Penyimpanan adalah cincin memiliki luas 100.000 m³. Ini lebih luas dari inventori sistem yang hanya memiliki 10.000 m³. Bahkan bisa menyimpan benda yang memiliki berat berton-ton seperti truk dan kapal. Sedangkan inventori sistem tidak bisa melakukan hal itu.\] jawab jelas sistem.
Anjas tertegun sejenak. Mengetahui bahwa cincin itu bisa menyimpan hal di luar nalar. Anjas bertanya lagi.
"*Dari mana cincin ini sebenarnya*? " masih penasaran dengan cincin tersebut.
\[Cincin ini adalah alat teknologi dari masa depan. Tepatnya 100 tahun kedepannya. Di mana teknologi dan teknik kultivasi berkolaborasi. Jadi hal yang tercipta adalah hal di luar nalar manusia.\] jelas sistem.
"*Pantas saja. Kemungkinan juga semua barang yang aku dapat juga dari hadiah misi pasti benda berteknologi canggih dari masa depan*." pikir Anjas.
\[Benar sekali. Semua hal didapatkan dari hadiah misi sistem adalah benda, alat dan kemampuan yang berasal dari masa depan.\] tanggapan sistem.
Anjas hanya mengangguk. Dia paham sekarang. Tertarik dengan cincin giok itu dia meminta sistem untuk langsung menggunakan cincin itu. Seketika cincin itu muncul di jari telunjuk tangan kirinya.
Lalu Anjas di sadarkan oleh notifikasi Hp nya. Di sana banyak pesan WA dari adiknya dan Beno.
Adiknya menanyakan keberadaannya. Ibunya mengkhawatirkan keadaan Anjas. Juga Beno yang membalas pesan Anjas tadi malam. Beno ingin menunjukkan tempat bagus yang dia temukan untuk kafe mereka nanti.
Dia membalas pesan adiknya. Mengatakan bahwa dia menginap di rumah temannya yang bernama Beno. Karena akan pergi mencari lokasi kafe mereka.
Dia juga membalas pesan Beno. Dia meminta alamat tempat itu. Membuat janji bertemu pagi ini di tempat itu dengan Beno. Langsung dibalas ok dari Beno.
Lalu Anjas pamit pada Maryam. "Aku ingin pergi bertemu dengan teman bisnisku. Kau bisa pergi ke toko sendiri kan. Sampai jumpa." kata Anjas.
"Iya hati-hati." balas Maryam mengangguk.
Menggunakan motornya dia menuju ke titik tujuan yang diberitahukan Beno dari pesan WA. Dia memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Dia menuju ke arah selatan kota.
Tidak sampai setengah jam Anjas sudah sampai di lokasi yang dimaksud Beno. Itu adalah gedung Haeri yang ada di Jakarta Selatan. Orang biasa menyebutnya Haery Building adalah bangunan kantor tipe Grade C yang terletak di Jakarta Selatan. Dengan total luas bangunan 2.125 m², bangunan kantor beralamat di Jl. Kemang Selatan No 151 tersedia untuk sewa.
Haery Building adalah bangunan kantor medium dengan 5 lantai yang berdekatan dengan Pejaten Village, ITC Fatmawati dan Cilandak Town Square. Haery Building yang dilengkapi dengan 2 lift yang dibagi menjadi 1 zona, dikenal dengan Low Zone.
Haery Building memiliki 40 tempat parkir yang dapat digunakan oleh tenan dan tamu serta Security dan Mushola sebagai fasilitas di kawasan kantor.
Anjas tidak menemukan Beno. Menanyakan keberadaan Beno dari pesan WA. Yang dibalas Beno adalah dia masih di jalan.
"Ah aku terlalu cepat datang." Anjas menepuk jidatnya. "Baiklah aku akan menunggu Beno di dalam saja." di beranjak dari dari tempat parkir dan masuk ke dalam gedung berlantai lima itu.
Baru saja dia sampai di depan pintu masuk gedung. Anjas mendapatkan notifikasi misi sistem.
[Bing! Misi Sistem: Belilah sebuah gedung berlantai minimal 5 lantai. Waktu 3 hari. Hadiah 3 kotak Perunggu dan 5 kotak Normal.]
Anjas tersenyum karena mendapat misi lagi. Dia sangat senang hingga dia tidak sadar dia menghalangi jalan.
"Hei nak jangan menghalangi jalan. Aku mau lewat." suara pria paruh baya terdengar di belakang Anjas.