
Satu persatu Anjas mengeluarkan para mayat dari dalam cincin. Dengan keadaan mayat-mayat yang masih berlumuran darah. Saat para hiu sudah mulai menyantap hidangan yang diberikan. Anjas bergegas pergi. Dia sempat melihat sekitar 6 ekor hiu yang pesta daging.
"Tujuan selanjutnya roof top gedung milikku. Aku tidak akan menyisakan satu semut pun tersisa." ujar Anjas bicara sendiri.
Anjas membawa kembali speed boat yang dia gunakan. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi. Anjas berniat untuk menjemput keluarganya. Tapi tadi baru saja dikabari Anin bahwa mereka sudah pulang ke rumah. Untungnya kunci mobil Mercedes sudah dipegang oleh ayahnya. Jadi mereka pulang tanpa harus mencari Anjas dulu.
"Buka Status." gumam Anjas.
[Nama \=> Anjas Rahadi ]
[Kesehatan \=> 65% (Sehat)]
[Level \=> 4/100 (25/450 - exp)]
[Keahlian \=> Karate Legendaris, Muaythai Legendaris, Mengemudi Super, Mekanik Super, Pemusik Super, Teknik Belati Api,Teknik Pedang Legendaris, Teknik Ilusi mental, Mata Tembus Pandang, Pelukis Expert, Tubuh Menembus Segala Benda, Melihat Tak Kasat Mata, Hacker Super.]
[Kekuatan \=> 295]
[Kecepatan \=> 200]
[Ketahanan \=> 315]
[Kecerdasan \=> 265]
[Item Yang Digunakan: Sarung Tangan Petarung, Cincin Tak Kasat Mata, Cincin Giok Penyimpanan,]
[Mental \=> 95% (Sehat)]
[Saldo rekening \=> Rp.733.829.343.792.500]
[Poin Sistem \=> 86.150]
[Status Hubungan \=> Pacaran (Jumlah: 1 orang)]
[Inventori \=> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.]
[Tiket lotre \=> 1 Tiket Lotre ]
[Misi \=> 1. (2⭐) Menaklukkan Keluarga Ajisaka yang sudah menjadi kejahatan yang tersembunyi. Runtuhkan semua bisnis mereka dan balaskan dendam semua orang. Waktu 2 bulan. Hadiah 2 kotak Glory, 2 kotak Platina dan 5 kotak Emas. (Progres: 96%)]
[Shop \=> Shop terbuka. Menyediakan berbagai macam hal.]
Melihat kesehatannya sangat menurun. Anjas langsung meminum ramuan kesehatan. Seketika itu juga di layar transparan bar kesehatan Anjas menjadi seratus persen.
Sepuluh menit kemudian. Anjas sampai di depan gedung.Dia dia sambut oleh para satpam yang jaga malam. Langsung saja Anjas naik ke roof top. Dia mendekati Muklis. Dia melihat Muklis sedang berusaha untuk merangkak.
Anjas sudah tidak memberikan kesempatan kepada Muklis untuk berbicara. Dia langsung memenggal kepala Muklis.
"Tinggal empat orang lagi. Mereka tidak akan lama untuk merasakan hidup." gumam Anjas saat memasukkan jasad Muklis ke cincin. Setelah itu dia pergi dari gedung itu. Menuju ke apartemen untuk istirahat.
Besok paginya. Anjas sudah melakukan kegiatan seperti biasa. Dia sarapan pagi dengan Maryam dan Rahmi. Hari ini dia akan melakukan pengecekan terhadap kafe miliknya. Saat dia berkunjung ke Haery Building dia tidak sempat menengok hasil kerja dari Luna dan Regina. Juga dia memiliki rencana lain. Tentunya tentang misinya.
Saat melihat TV. Berita besar sedang disiarkan langsung. Dimana kediaman keluarga Ajisaka sudah hangus terbakar beserta para penghuni rumah itu. Seluruh penghuni rumah tewas terbakar tanpa terkecuali. Polisi masih menyelidiki sebab terjadinya kebakaran.
Katanya kebakaran sudah terjadi sejak jam 3 dini hari. Beberapa warga sekitar yang melihat api dari kejauhan langsung menyadari bahwa terjadi kebakaran. Berita itu membuat seluruh kota gempar.
Memang sepuluh menit setelah Anjas pergi dari rumah itu. Barir ilusi langsung menghilang dan menampilkan kebakaran tersebut.
Anjas terus menunggu. Matanya tidak lepas dari layar laptop. Setelah pencarian selesai dia. mendapatkan lima data yang menyangkut kata kunci. Tapi tidak menyebutkan nama Ajisaka, tapi nama keluarga Yan di Macau. Lima data itu adalah data lima orang anggota keluarga Yan.
Saat Anjas memeriksa kelima data tersebut. Anjas tidak menemukan nama Feng Yan atau Choi Yan. Tapi yang ada hanya Yan Fuzui dan Yan Luxian.
Dua orang ini adalah ayah dan anak. Yan Fuzui memiliki ibu yang bernama Yan Mei. Sangat berbeda dengan informasi yang diberi tahu oleh Delon.
"Mungkin yang diceritakan oleh Herino kepada Delon namanya disamarkan juga untuk tidak diketahui secara total. Hebat juga mereka menyimpan hal ini." gumam Anjas.
Setelah mendapat informasi yang diperlukan. Anjas langsung pergi bersama Maryam untuk melihat kafe mereka yang tidak lama lagi akan dibuka.
Sesampainya di Haery Building. Anjas di sambut oleh Beno, Rina dan Luna. Regina tidak ada karena sedang mengerjakan proyek lain.
Di lantai 2.
"Bagaimana pak Anjas? Apakah sesuai dengan selera anda?" tanya Luna dengan senyum semangat.
"Hasilnya sangat bagus. Aku suka. Terima kasih atas kerja samanya." ungkap Anjas.
"Sama-sama pak. Orang kami memang sangat profesional. Jadi tidak diragukan. Kalau begitu aku akan pamit. Jika ada yang dibutuhkan bisa hubungi kami." Luna pun pamit. Dia masih harus pergi ke toko lagi.
Sepeninggalannya Luna. Anjas langsung memberi Beno tugas untuk merekrut karyawan dan pelayanan kafe. Rina juga sudah membawa alat yang diperlukan untuk kafe dua hari lalu. Bahkan izin usaha sudah didapat dari lima hari lalu. Semua sudah lengkap. Diperkirakan kafe itu akan dibuka dalam satu minggu ke depan.
Setelah memeriksa semua keperluan dan berbincang sebentar. Anjas menyerahkan semua keperluan pada Beno dan Rina.
Anjas dan Maryam pergi dari gedung. Anjas mengantar Maryam ke toko pak Umar. Lalu dia menuju ke rumah sakit untuk menjenguk ibu Dendi yang rencananya akan keluar hari.
Sesampainya di rumah sakit. Anjas langsung menuju ruangan tempat ibunya Dendi berada. Dia menemukan ibu Dendi sedang duduk di ranjang.
"Ibu. Aku mau jemput ibu. Dendi tidak bisa datang karena dia lagi sibuk." sapa Anjas.
"Iya tidak apa-apa. Dia memang sering begitu." sahut ibu Dendi.
"Kalau begitu ayo kita pergi." mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit.
Anjas tidak mengantarnya ke rumah mereka tapi membawanya ke salah satu rumah baru miliknya. Tentunya langsung mendapat izin dari ibunya Anjas. Yang memang perlu teman ngobrol.
Setelah itu dia pergi lagi untuk urusan penting lain. Tentang misi sistem.
Di bandara internasional Soekarno Hatta.
Suasana bandara terlihat agak sepi karena memang lagi libur tahun baru. Jadi hanya sedikit orang yang berlalu lalang di bandara itu. Apalagi ini hari pertama di tahun baru.
Seorang pria berusia sekitar 34 tahun. Baru saja menghentikan taksi untuk pergi ke suatu tempat. Paras pria itu sangat tampan. Memiliki wajah maskulin yang bisa membuat para wanita tergila-gila padanya. Dia seorang keturunan China Prancis. Tapi lebih dominan China. Dia adalah Ling Han, si pembunuh bayaran no.4 dari organisasi Black Mamba.
Ling Han adalah seorang ahli beladiri tenaga dalam yang kuat. Dia tidak memilih target. Semua yang ditugaskan untuknya dilakukan tanpa ada perasaan. Semua dibabat habis.
"Anjas Rahadi. Dia sudah membunuh dua orang dari Top Ten Grup Black Mamba. Juga membuat dua orang lain berkhianat. Aku yakin dia juga adalah ahli beladiri yang kuat juga. Aku harus berhati-hati dalam menyelesaikan misi ini." pikir Ling Han menganalisa.