CHEL

CHEL
Bab 17



"Maaf yah nak Anjas. Ibu lagi ada tamu." ujar Ibu Mutia. Ibunya Beno.


"Tidak apa-apa Bu. Aku hanya berkunjung saja. Silahkan dilanjutkan." sahut Anjas tersenyum.


Penampilan para pria paruh baya itu seperti pekerja kantoran. Dengan kemeja dan dasi.


"Jadi begini Bu Mutia. Jika ibu ingin berinvestasi di perusahaan kami sebanyak satu juta maka setiap dua bulan sekali uang ibu akan bertambah 10%. Apalagi produk dari kami terjual habis maka untungnya dua kali lipat. Bagaimana Bu? Tertarik?" kata pria yang di nametag nya tertulis nama Kardi.


"Ini adalah kesempatan yang kami berikan pada 100 member pertama yang mengikuti investasi ini Bu. Juga jika ibu menginvasi dengan nominal yang lebih banyak maka untungnya juga akan lebih banyak." sambung pria yang satunya bernama Yanto.


Ketika mereka berkata seperti itu. Notifikasi sistem berbunyi.


[Bing! Misi Sistem: Jangan biarkan Ibu Beno tertipu oleh dua orang penipu itu. Mereka menipu dengan melakukan investasi bodong. Waktu 1 jam. Hadiah: 2 Perak, 50 poin sistem dan +50 exp.]


Memang benar firasat Anjas. Dia pria itu memang memiliki niat buruk pada ibu Beno.


"Oh benarkah? Apa nama perusahaan kalian? Aku ingin ikut investasi juga. Apakah ini memiliki izin dan sertifikasi resmi? Aku harus tahu seluk beluk perusahaan yang menjadi tempat uangku diinvestasikan." potong Anjas sebelum ibu Beno menjawab.


"Nama perusahaan kami 'PT. Into Mandiri. com'. Semua berkas tentu ada di kantor kami. Tidak bisa dibawa kemana-mana. Apalagi ini juga investasi online jadi tidak perlu membawa banyak berkas." kelit Kardi. Lumayan juga alasannya. Tapi...


"Hahahaha... nama perusahaan kalian saja tidak ada di pencarian perusahaan yang terdaftar dalam resmi di Indonesia. Lalu kalian ingin beralasan bahwa berkasnya ada di kantor. Kantor yang mana? Kantor khayalan?" waktu mereka menjawab Anjas sudah masuk ke pencarian perusahaan yang terdaftar di bursa saham resmi Indonesia. Tentunya melalui HP nya.


"Apa maksudnya ini Anjas?" Bu Mutia yang terdiam sejenak langsung bertanya.


"Bu. Mereka berniat menipu ibu dengan embel-embel investasi. Jadi jika ibu memberi mereka uang untuk investasi maka. Mereka akan melarikan diri dan menghilang tanpa kabar." jelas Anjas.


Tentu hal itu mengejutkan Bu Mutia. Beno yang langsung keluar dari kamar dengan marah.


"Bajingan kurang ajar kalian!! Kalian ingin menipu ibuku.!!" tangan Beno sudah menarik kerah baju si Kardi yang paling dekat dengannya.


"Aa...m.mm...maaf kami tidak bermaksud untuk..." Kardi gagap. Tubuhnya kurus itu bisa ditarik dengan mudah oleh Beno.


"Tidak bermaksud apa Hah!?" potong Beno.


"Sebaiknya kalian pergi dari rumahku. Jangan pernah kembali." hardik Bu Mutia. Dia langsung mengerti situasi itu.


"Cepat pergi sana!" Beno melepaskan kerah baju Kardi sedikit mendorong.


Segera si Kardi dan Yanto pun pergi meninggalkan rumah Beno. Mereka tidak melawan karena memang mereka takut di hajar Beno yang memiliki tubuh yang lumayan besar.


"Terimakasih nak Anjas. Kalau tidak ibu mungkin sudah ditipu oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu dan kehilangan banyak uang." ujar ibunya Beno.


"Sama-sama Bu." sahut Anjas.


[Bing! Misi Selesai.]


[Selamat anda mendapatkan 2 kotak Perak, 50 poin sistem dan +50 exp.] notifikasi sistem.


[Selamat anda sudah membuka akses Shop sistem.]


Anjas tersenyum mendengar suara notifikasi sistem.


"Oh iya. Aku datang ke sini untuk memberikan ini. Saat itu aku dengar ibu sedang sakit jadi aku membawa obat untuk ibu." kata Anjas memberikan satu pil kesehatan yang diambil dari inventori sistem.


Barang atau benda apapun yang ada di dalam inventori bisa langsung diambil dengan menggunakan pikiran saja. Langsung akan muncul di tempat yang diinginkan oleh pemilik sistem.


Pil yang diberikan berwarna putih bersih. seukuran kacang tanah. Melihat itu Bu Mutia melihat Beno meminta pendapat.


"Aku percaya sama Anjas. Di jalan tadi Anjas sudah memberitahu dia memiliki obat yang lumayan manjur. Jadi ibu cobalah." kata Beno membenarkan.


"Baiklah. Terimakasih lagi nak Anjas." sembari mengambil pil kesehatan itu. Dia pun langsung menelannya.


"Reaksinya akan dirasakan setelah sepuluh menit. Jadi sekarang ibu beristirahat dulu. Ibu terlihat lemas." ucap Anjas dan memberi tanda pada Beno untuk membantu.


"Ah iya kalau begitu ibu masuk duluan nak Anjas." Bu Mutia yang ingin berdiri langsung dibantu oleh Beno.


Bu Mutia masuk ke kamarnya. Setelah Beno keluar dari kamar ibunya dia menghampiri Anjas.


"Terimakasih kawan. Aku tidak tahu harus membalas dengan apa." ucap Beno tulus.


"Tidak apa-apa. Ini juga untuk kau. Ini untuk tulang. Bagus untuk yang belajar beladiri." lanjut Anjas.


"Sekali lagi terimakasih." Beno langsung menelan pil tanpa ragu.


Mereka pun melanjutkan berbincang tentang rencana membuka kafe. Mulai dari izin, tempat usaha,modal dan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan. Tentu saja beberapa hal bisa di penuhi oleh Anjas seperti modal. Untuk izin dan tempat mereka akan mencari informasi.


"Sebenarnya aku ingin mengajak Deni untuk rencana ini. Tapi kita tidak tahu di mana dia sekarang." ujar Anjas di sela obrolan.


"Semoga dia baik baik saja." sambung Anjas.


Tidak lama mereka membicarakan tentang rencana membuka kafe. Lalu Anjas pamit pulang.




Anjas sedang berada di dalam kamarnya di apartemen miliknya. Maryam menempati kamar yang satunya. Saat Anjas tiba di apartemen Maryam sudah tidur.




"CHEL buka semua kotak yang aku dapatkan." ucap Anjas pelan seperti berbisik.



\[Bing! Membuka semua kotak...\]



\[Selamat anda mendapatkan Sepasang Sarung Tangan 4 Elemen.\]



\[Selamat anda mendapatkan Kemampuan Mengemudi Super.\]



\[Selamat anda mendapatkan Cincin Tak Kasat Mata.\]



\[Selamat anda mendapatkan Topeng penyamaran Bunglon.\]



\[Selamat anda mendapatkan Busur Dewa Panah.\]



\[Selamat telah terbuka sistem Pelacak.\]



\[Selamat anda mendapatkan 3 Pil Peremajaan Kulit\]



\[Selamat anda mendapatkan uang 10 juta dolar.\]



\[Selamat anda mendapatkan 2 Pil Kehidupan.\]



\[Selamat anda mendapatkan 100 poin sistem.\]



\[Selamat anda mendapatkan \+25 Kecerdasan.\]



\[Semua Hadiah sudah disimpan di dalam Inventori.\]



"Wooooooowwwww... ini sungguh luar biasa. Aku tidak menyangka bahwa hadiah dari kotak Platina itu sungguh luar biasa...!" Anjas sungguh terkagum-kagum semua hadiah yang dia dapatkan.



Melihat salah satu hadiah adalah sebuah kemampuan untuk mengemudi Anjas penasaran lalu bertanya.



"CHEL apa yang dimaksud dengan Kemampuan Mengemudi Super?"



\[Bing! Mengemudi Super adalah kemampuan dimana seseorang bisa mengemudikan semua kendaraan yang berada di darat, laut dan udara.\]



\[Karena pemilik sistem telah mendapatkan kemampuan ini maka semua perizinan dan surat-surat yang diperlukan telah disimpan di dalam inventori.\]



"Sungguh kemampuan yang berguna untuk segala kondisi dan tempat." gumam Anjas.



"Jadi kalau begitu aku harus memiliki kendaraan sendiri selain motor." ujar Anjas santai. Sudah dia pikirkan apa yang selanjutnya akan dia lakukan.