CHEL

CHEL
Bab 52



Setelah mempersiapkan diri. Anjas pun keluar dari mobilnya. Melihat ke depan saat lalu berpaling ke belakang. Dua orang itu memiliki postur tubuh seperti Maryam. Tapi memiliki perbedaan yaitu pakaian yang mereka kenakan. Orang yang ada di depan mobilnya sangat terlihat bahwa dia seorang wanita seksi dan hot. Itu terlihat karena bagian atas tubuhnya terbuka sedikit.


Sementara yang di belakang mobil Anjas. Dia terlihat seperti layaknya pria berotot. Walaupun ototnya tidak sebesar Jordan. Tapi Anjas masih bisa melihat cetakan bulat di bagian dadanya. Yang menandakan dia adalah wanita.


"Kali ini siapa diantara kalian yang ingin mengujiku?" ujar Anjas sedikit mengeraskan suara.


"Aku yang membunuhmu." seru Yana setelah membuka helmnya.


"Cantik juga dia." gumam Anjas setelah sesaat terpanah dengan kecantikan Yana.


Anjas berpaling melihat orang yang ada di belakang. Ternyata orang itu sudah membuka helmnya juga. Wajah kaku Chan Bee tetap terlihat imut di mata Anjas.


"Yang satu ini lumayan imut juga. Di permak sedikit dengan make up. Pasti akan terlihat sempurna." benak Anjas sambil tersenyum melihat Chan Bee.


"Setidaknya aku ingin tahu nama kalian. Sebelum kalian mati." kata Anjas yang saat ini berubah ekspresi wajah dingin.


"Hahahaha... calon mayat ternyata masih bisa bergurau." Chan Bee tertawa mendengar pertanyaan Anjas.


"Namaku Yana. Orang yang akan mencabut nyawamu." ucap Yana sambil berjalan maju.


Tiga jarum yang panjang telah siap di tangan Yana. Sedetik kemudian "Syut..syut..syut.." Yana melempar jarum-jarum itu dengan sangat cepat. Anjas tidak bergerak. Membuat Yana berpikir bahwa Anjas tidak akan lolos dari jarumnya.


Namun "Ting Ting Ting!" suara benturan benda logam tipis terdengar. Hal itu terlihat jelas di mata Yana. Tiga jarumnya terhempas ke tanah dan tidak mencapai kulit Anjas. Juga terlihat tiga jarum lain di sana.


"Kau memiliki jarum juga ya?" Yana merasa tersaingi. "Baiklah mari kita lihat seberapa cepat antara jarum milikmu dan milikku." lanjut Yana. Dia membentuk sebuah kuda-kuda.


"CHEL pindai wanita itu. Beberapa banyak jarum yang dia miliki?" gumam Anjas dalam benak.


[Memulai pemindaian....]


[Bing! Pemindaian selesai. Wanita itu telah menyimpan 60 jarum beracun di beberapa bagian tubuh, khususnya di daerah paha.]


"Terimakasih CHEL." balas benak Anjas.


"Huh serangan mematikan Yana akan keluar." gumam Chan Bee.


Yana tersenyum miring. Sedetik kemudian "Syut Syut Syut Syut Syut Syut Syut Syut...." rentetan lemparan jarum dengan kecepatan tinggi mengarah ke Anjas. Anjas sudah bersiap dengan cepat bergerak dengan lincah menghindari semua jarum tersebut. Menunduk, berkelit dan melompat dengan sangat cepat.


"Jangan kira kau bisa lari.!" "syut Syut Syut Syut.." seru Yana sambil masih melempar jarum.


Mendengar perkataan Yana. Anjas dengan cepat mengambil belati berwarna hitam dari belakang bajunya. Dengan cepat pula menangkis beberapa jarum. "Ting tang Ting Ting." suara benturan jarum.


Tapi pada saat Anjas melihat keadaan belatinya. Anjas sedikit terkejut. Belati yang terbuat dari baja meleleh seperti plastik terbakar.


"Aku beritahu kau. Racun pada jarum itu memiliki zat asam yang bisa membuat baja luntur seperti plastik. Syut Syut Syut." ujar Yana kembali menyerang.


Anjas kembali menghindari jarum yang tertuju padanya. Sambil melirik ke arah dia berdiri tadi. Beberapa dinding kontainer yang kena ke jarum Yana tadi sudah menjadi lubang sebesar genggaman tangan Anjas. Besi saja bisa meleleh, bagaimana jika kena kulit atau daging? Tidak bisa dibayangkan hancurnya bagian tubuh yang kena racun itu. Apalagi tertusuk tepat di jantung.


Ternyata jarum milik Yana memiliki bagian seperti jarum suntik di ujung tajamnya. Tepatnya seperti wadah tidak terlihat karena sangat kecil.


Sedangkan racun pelumpuh Anjas yang cepat kering jika kena angin hanya dilumuri ke jarum lempar biasa. Juga ukuran yang sedikit lebih pendek dari jarum milik Yana.


Seperti biasa memprediksi ke mana Anjas akan melangkah. Yana melempar jarum ke arah yang sama dengan arah menghindar Anjas.


"Aku harus mencari cara untuk membalas serangan." benak Anjas berpikir cepat.


Serangan lemparan jarum Yana lebih cepat dari serangan yang tadi. Walaupun lemparan Anjas juga cepat tapi dia belum bisa melakukan refleks yang tepat.


[Anda memiliki kemampuan Tubuh Menembus Segala Benda. Anda bisa menggunakan kemampuan itu. Bahkan peluru tidak akan menyentuh tubuh anda. Anda hanya bisa tersentuh oleh kulit manusia saja.] suara sistem mengingatkan Anjas.


"Astaga kenapa aku bisa lupa dengan kemampuan itu?" benak Anjas dengan kening berkerut.


"Tubuh Menembus Segala Benda... Aktif.." perintah Anjas dalam benak. Dengan berdiri diam.


[Hing! Kemampuan Tubuh Menembus Segala telah diaktifkan.] suara sistem.


"Hehe akhirnya kau diam! Syut Syut Syut!" tiga jarum melesat cepat ke arah Anjas. Yana senang dan merasa Anjas sudah sampai pada batasnya. Sehingga berdiri diam mengambil nafas.


Saat jarum-jarum itu sudah dekat dengan dada anjas. Wus wus wus. Tapi yang terjadi adalah tidak satupun jarum yang kena atau tertusuk ke tubuh Anjas.


Yana mengira dia meleset. Sekali lagi melempar jarum ke Anjas. "Syut Syut Syut Syut Syut". kali ini lebih banyak. Namun yang terjadi masih meleset.


"Apa yang terjadi hah?" tanya Yana heran dengan situasi yang berubah.


Anjas tidak menjawab. Dia melihat ke belakangnya di mana jarum yang tadi di lemparkan Yana yang tujukan padanya. Tapi tembus karena kemampuan khusus yang dimiliki Anjas.


Kembali menghadap ke Yana. Anjas malah maju ke arah Yana dengan senyum lebar Joker.


"Sialan! Apa yang terjadi?! Kenapa semua jarum-jarum milikku meleset... tidak tapi menembus tubuh orang itu seperti tidak ada apa-apa di sana." benak Yana yang sudah panik.


Melihat ekspresi wajah Yana yang panik. Chan Bee segera berlari menyerang Anjas. Sebuah pedang pendek keluar dari lengan jaketnya. Hingga Anjas refleks menghindar. Padahal dia tidak akan terluka karena kemampuan khusus masih aktif.


Wus! "Ternyata kau memiliki kemampuan khusus. Aku penasaran dengan kemampuan beladiri mu. Apa kau mau memberikan aku kesempatan?" ajak Chan Bee mengajak Anjas berduel.


Hal itu dilakukan Chan Bee untuk mengulur waktu. Agar Yana bisa lari. Karena Yana akan mati jika terus dibiarkan menghadapi Anjas.


Tahu maksud kekasihnya. Yana langsung berlari menuju motor sportnya. "Syut. cessssss" tapi sebuah jarum tertancap di salah satu ban motor. Melihat itu Yana berbelok dan berlari ke arah motor sport milik Chan Bee. Sehingga tubuh Yana terbuka dari serangan lemparan jarum dari Anjas.


"Syut." sekali lagi Anjas melempar jarumnya. Tapi dengan cepat Yana bisa menghindari jarum itu. Padahal dia tidak melihat ke belakang sama sekali.


"Hehehe kau tidak akan bisa menyerang dia dari belakang." gerutu Chan Bee mengejek kegagalan Anjas.


"Syut. Ting... Syut. cessssss..." dua kali lemparan Anjas lakukan. Tapi tetap gagal. Bahkan karena meleset jarum Anjas malah tertusuk ke ban mobilnya.


"Sialan itu cewek!" bentak Anjas dalam benak.


Karena Anjas masih terpaku dengan kejadian itu. Chan Bee melakukan serangan menusuk secara tiba-tiba dengan cepat sebanyak mungkin. "Sing sing sing sing sing sing!"


Tapi yang terjadi adalah Anjas tidak terluka sama sekali. Chan Bee sadar apa terjadi tadi sehingga Yana menjadi panik. "BUAK! gedebuk!" namun baru saja Chan Bee ingin melakukan serangan lagi. Anjas sudah memukul tengkuk Chan Bee hingga pingsan.


"Brummm! Rummmm!" suara seruan motor sport yang meraung pergi.