CHEL

CHEL
Bab 63



Dengan Mercedes yang dia beli untuk ayahnya. Anjas membawa Maryam dan Rahmi ke Mall Ciputra. Tanpa mereka sadari ada yang sudah mengikuti mereka di perjalanan menuju Mall. Sekitar empat mobil yang mengikuti mereka. Para menguntit itu adalah orang suruhannya Hasan. Hasan yang merasa tertantang dengan perkataan Anjas. Segera dia memerintahkan beberapa anak buahnya dari keluarga Ajisaka untuk membututi Anjas hingga apartemen. Juga menculik Anjas dan orang yang ada di dekatnya hari itu juga.


Di dalam salah satu mobil yang mengikuti Anjas. Para anak buah Hasan sedang berdiskusi.


"Kita ikuti mereka hingga ke jalan sepi. Kita akan cegat dia bersamaan. Lalu menyeret semua orang yang ada dalam mobil itu. Jika ada yang melawan bunuh saja kata bos." kata seorang pria yang mungkin menjadi pemimpin mereka di situ.


"Baik kak!" seru semua orang dalam mobil.


Sedangkan di sisi Anjas. Dia sudah mengetahui bahwa dia sudah diikuti. Anjas sudah menghitung jumlah orang dalam empat mobil itu dengan bantuan scanning sistem. Semua ada 20 orang, setiap mobil ada 5 orang.


"Sepertinya mereka orang suruhannya Hasan Ajisaka. Karena aku baru saja menyinggung agar dia yang datang sendiri padaku." benak Anjas. Diam berpikir.


Rahmi yang menyadari bahwa mereka diikuti juga hanya diam. Dia masih trauma dengan kejadian saat di kost waktu lalu.


Sampai saat di sebuah jalan yang pernah Anjas dan Beno dicegat oleh Miguel. Keempat mobil itu langsung menutup jalan menghalangi jalur Anjas. Dengan serentak 20 orang turun dari mobil. Mereka menggunakan belati sebagai senjata.


Maryam yang melihat itu sedikit terkejut. Dia mengetahui siapa orang-orang itu. Mereka anak buah dari keluarga Ajisaka. Tapi bukan orang suruhan Herino.


"Kalian tunggu di dalam mobil. Kunci mobilnya saat aku sudah keluar." kata Anjas sambil keluar dari mobil.


Segera dilakukan oleh Maryam. Apa yang dikatakan oleh Anjas. Dia sudah tahu akan ada perkelahian.


Di luar mobil. Anjas sudah dikelilingi oleh beberapa orang. Sepuluh orang sekaligus. Mereka menutup arah kabur Anjas.


"Ikut kami untuk bertemu dengan bos Hasan. Jika tidak mau kami akan membawamu dan dua wanita dalam mobil dengan kekerasan." ujar orang yang ketua kelompok itu.


"Padahal aku sudah mengatakan bahwa dia harus datang sendiri padaku. Aku tidak suka dijemput oleh orang lain. Tapi dia tidak mengindahkan peringatan itu." balas Anjas sinis.


"Ternyata kau mau dengan kekerasan. Kalau jangan harap bisa lolos. Semuanya habisi bajingan ini!" seru perintah si ketua kelompok itu.


Tanpa basa-basi lagi Anjas meladeni mereka semua. Tanpa banyak mengeluarkan banyak tenaga dia bisa mengalahkan 19 orang dalam waktu hampir 3 menit. Hampir dari mereka semua dibuat patah tulang tangan dan kakinya. Itu dilakukan Anjas sebagai peringatan.


Setelah melumpuhkan si ketua kelompok 20 orang suruhan Hasan. Anjas menyingkirkan mobil yang menghalangi jalan dan meninggalkan mereka yang masih mengerang sakit.



Sesampainya di Mall Ciputra. Maryam dan Rahmi diajak menuju tempat yang pernah dikunjungi oleh Anjas. Di mana toko baju bermerek itu juga menjual pakaian untuk wanita.



Gladys yang dulu pernah melayani pembelian Anjas juga ada di sana. Melihat orang kaya yang pernah datang ke toko mereka. Gladys menyambut dengan antusias dan bersemangat. Dia akan mendapatkan bonus lagi nanti.



"Selamat datang tuan dan nyonya!" sambut Gladys yang mengira Maryam yang menggandeng Anjas adalah istri.



"Hai. Kita bertemu lagi. Pacarku dan temannya ingin berbelanja tolong dilayani dengan baik." balas Anjas.



"Baik tuan. Silahkan nyonya." ajak Gladys mengarahkan kedua wanita cantik itu menuju ke bagian pakaian wanita. Begitulah yang dipikirkan oleh Gladys.



Sementara Anjas berkeliling ke bagian pakaian pria. Sambil membuka status sistem.



\[Nama \=\> Anjas Rahadi \]



\[Kesehatan \=\> 96% (Sehat)\]



\[Level \=\> 3/100 (445/450 - exp)\]



\[Keahlian \=\> Karate Legendaris, Muaythai Legendaris, Mengemudi Super, Mekanik Super, Pemusik Super, Teknik Belati Api,Teknik Pedang Legendaris, Teknik Ilusi mental, Mata Tembus Pandang, Pelukis Expert, Tubuh Menembus Segala Benda, Melihat Tak Kasat Mata, Hacker Super.\]



\[Kekuatan \=\> 295\]



\[Kecepatan \=\> 200\]



\[Ketahanan \=\> 315\]



\[Kecerdasan \=\> 265\]



\[Item Yang Digunakan: Sarung Tangan Petarung, Cincin Tak Kasat Mata, Cincin Giok Penyimpanan,\]




\[Saldo rekening \=\> Rp.23.829.376.792.500\]



\[Poin Sistem \=\> 90.150\]



\[Status Hubungan \=\> Pacaran (Jumlah: 1 orang)\]



\[Inventori \=\> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.\]



\[Tiket lotre \=\> 1 Tiket Lotre \]



\[Misi \=\> 1. (2⭐) Menaklukkan Keluarga Ajisaka yang sudah menjadi kejahatan yang tersembunyi. Runtuhkan semua bisnis mereka dan balaskan dendam semua orang. Waktu 7 bulan. Hadiah 2 kotak Glory, 2 kotak Platina dan 5 kotak Emas. (Progres: 45%)


2. Bantu menuntaskan kasus tabrak lari. Tangkap pelaku yang sudah sering melanggar hukum tabrak lari. Waktu 1 pekan. Hadiah 4 kotak Perunggu. (Progres: 70%)\]



\[Shop \=\> Shop terbuka. Menyediakan berbagai macam hal.\]



"Misi kedua sudah akan selesai. Apakah aku harus pergi ke Surabaya untuk menyeret Vino." gumam Anjas. Berpikir bagaimana cara untuk membuat Vino mendapatkan hukuman.



\[Buat dia datang sendiri ke masuk penjara. Anda bisa melakukan hacking untuk mencari bukti lain dari kejahatan pelaku. Seperti memberi umpan pada ikan. Kirim beberapa bukti pada pelaku dengan sedikit ancaman.\] saran sistem.



"Itu dia! Terima kasih CHEL. Kau memang berguna di saat aku tidak memiliki ide." puji Anjas dalam benak.



\[Itu sudah keharusan sistem untuk membantu.\] balas sistem.



Sekarang sudah tersusun beberapa rencana di kepala Anjas. Dia akan melakukan hacking masuk ke servernya kepolisian untuk melihat catatan kejahatan yang dilakukan Vino yang mungkin tidak ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.



Beberapa saat kemudian Maryam dan Rahmi sudah selesai memilih pakaian yang cocok untuk mereka. Anjas yang membayar semua belanjaan mereka. Tidak banyak yang dihabiskan untuk membayar semua belanjaan mereka. Hanya sebesar 9 juta rupiah. Karena hanya pakaian santai yang mereka beli.



Keluar dari toko mereka sekarang berniat menuju ke toko tas tangan wanita. Anjas yang menganjurkan untuk membeli tas baru untuk Maryam dan Rahmi juga.



Ada beberapa toko yang menjual tas tangan wanita di lantai 2 mall itu. Jadi mereka harus turun satu lantai.



Di mall itu sangat ramai dikarenakan sebuah kunjungan dari idol grup lokal yang sedang melakukan meet & great. Bisa dibayangkan bagaimana padat dan ramainya mall.



Maryam dan Rahmi masuk ke dalam toko membuat mereka tertarik. Sedangkan Anjas tertarik dengan acara para idol grup itu. Dari lantai 2 Anjas menonton performance para idol yang mana adalah para gadis belasan hingga dua puluhan tahun itu. Lagu mereka yang membuat semangat terdengar enak di telinga Anjas. Sehingga dia tidak sadar bahwa Maryam sudah ada di sampingnya untuk meminta dibayarkannya tas yang mereka pilih. Maryam sedikit kesal karena diacuhkan.



"Mereka cantik-cantik yah..." ucap Maryam dengan tatapan tajam ke Anjas.



"Eh sayang... hehe.. udah dapat tasnya?" kilah Anjas mengganti arah pembicaraan.



"Udah mas. Mas yang bayar kan?" jawab Maryam.



"Iya aku yang bayar. Ayo." ajak Anjas menghampiri kasir lalu membayar tas yang dipilih Maryam.



Anjas tidak terkejut melihat harga dua tas itu. Yang satunya seharga 12 juta. Padahal hanya tas tangan wanita dengan ukuran sebesar helm.



"Huh... wow..." gumam Anjas tersenyum ke arah Maryam dan Rahmi.