
Setelah hampir sejam melakukan aktivitas olahraga di ranjang. Anjas menghadap laptopnya. Kali ini dia ingin menghancurkan semua usaha dan perusahaan yang dikelola oleh keluarga Ajisaka. Juga dia terpikirkan tentang keluarga Wijaya yang berkemungkinan akan bekerja sama dengan keluarga Ajisaka.
"Aku akan membuat kalian miskin dan tidak memiliki apa-apa lagi." gumam Anjas tersenyum licik.
Langsung saja Anjas sudah masuk ke server beberapa perusahaan yang bernaung di bawah perusahaan Megacitra Ajisaka grup. Semua ada 8 cabang perusahaan dalam negeri dan 3 cabang di luar negeri. Masih ada 5 anak perusahaan yang bergerak di bidang berbeda.
Segera Anjas membuat semua perusahaan itu lumpuh total dengan cara memblokir semua akses internet yang dimiliki mereka. Lalu memindahkan semua data perusahaan Megacitra Ajisaka grup ke bank data yang pernah dia buat. Bank data ini bisa menampung hingga 1 juta Gigabyte data apa pun.
Tidak berhenti sampai disitu. Anjas membobol semua akun banking milik keluarga Ajisaka. Ada lebih dari 700 Triliun kekayaan keluarga Ajisaka yang dia dapatkan. Semua uang itu dia simpan dalam akun bank luar negeri.
Juga semua kartu kredit mereka diblokir. Hingga mereka tidak bisa melakukan transaksi pembayaran apa pun lagi. Anjas benar-benar membuat mereka bangkrut.
Hanya dalam setengah jam semua hal itu dilakukan Anjas. Semua itu juga tidak terdeteksi oleh cybercrime. Karena memang kebanyakan tools yang digunakan adalah tools dengan kualitas super. Bahkan Anjas bisa saja membobol server pemerintah negara lain tanpa diketahui oleh mereka.
Anjas sedikit merenggangkan otot saat selesai melakukan pekerjaannya. Ada rasa puas dalam hati.
"Tinggal beberapa hal lagi yang harus aku lakukan agar bisa membuat kalian hancur lebur tanpa jejak sedikit pun." gumam Anjas bahagia.
Sementara itu beberapa kekacauan terjadi di Megacitra Ajisaka grup. Semua data dari perusahaan utama Megacitra Ajisaka, 8 cabang perusahaan dalam negeri, 3 cabang perusahaan luar negeri dan 5 anak perusahaan mereka hilang tanpa jejak. Termasuk data penting untuk kerja sama dengan perusahaan lain juga hilang.
Pokoknya mereka Keos dalam hari itu. Mereka tidak bisa melanjutkan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya mereka kerjakan. Proyek-proyek gagal dilanjutkan. Produk-produk baru mereka juga gagal dirilis.
Kekacauan itu tidak sampai di situ. Hampir semua karyawan yang seharusnya mendapatkan gaji di akhir bulan itu. Mereka tidak mendapatkan gaji tersebut. Sehingga beberapa karyawan yang ada di kantor utama maupun cabang dalam dan luar negeri. Sedang demo karena mereka tidak bisa merayakan tahun baru tanpa gaji.
Di pihak pimpinan perusahaan Megacitra Ajisaka juga memiliki kendalanya sendiri. Mereka tidak bisa mengirimkan uang gaji ke setiap karyawan yang seharusnya digaji hari itu. Karena mereka sudah menunda penggajian sehari. Jadi mereka tidak bisa memundurkan waktu gajian di awal bulan depan.
"Bagaimana situasi saat ini?" tanya Direktur keuangan Megacitra Ajisaka. Aditya Harun saat ini sedang melakukan pemeriksaan akun banking milik perusahaan.
"Semua saldo bank perusahaan kita nol pak. Tidak ada sisa. Entah apa yang terjadi? Dalam sehari semuanya lenyap. Bahkan di cabang dalam dan luar negeri juga nol pak." jawab salah satu bawahannya.
"Brak! Sialan siapa yang melakukan hal ini?! Apa kau mendapati jejak hacker?!" Aditya mulai kalut. Dia takut jika tidak bisa mengatasi hal ini akan habis riwayat hidupnya.
"Tidak ada sama sekali pak. Jika ada serangan dari hacker tim IT akan melaporkan masalah itu. Sementara ini kami sudah melaporkan semua itu ke pihak cybercrime." jawab bawahan lain.
Aditya hanya bisa memijat jidatnya. Pusing dengan hal yang diluar nalar terjadi di kantornya.
Hal yang lebih rumit terjadi pada keluarga Ajisaka itu sendiri. Beberapa anggota keluarga Ajisaka yang sedang melakukan transaksi pembayaran. Mendapatkan kendala saldo rekening bank tidak mencukupi. Bahkan kartu kredit mereka dinyatakan telah diblokir oleh pihak bank.
Sekarang semua anggota keluarga Ajisaka sedang berkumpul di ruang keluarga Ajisaka. Mereka sedang berdebat tentang masalah keuangan mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi Bu? Kenapa semua kartu kredit dan ATM ku tidak bisa dipakai?" Jinan pada ibunya Rinjani Ajisaka.
"Kau bisa diam? Ibu sedang bingung. Seharusnya ibu sekarang harus menjemput kakakmu di penjara dan menebusnya. Tapi karena hal ini aku tidak bisa ke sana." Rinjani berencana membebaskan Jackson dari penjara. Tapi karena semua ATM miliknya kosong. Maka dia ingin bertanya pada ayahnya. Juga ingin mengurus masalah suaminya yang ditahan polisi karena kasus narkoba.
"Sebaiknya kita tunggu ayah datang. Jadi kau jangan ribut lagi Jinan." Herman pun bersuara. Dia jengah juga dengan kekacauan itu. Apalagi dia ingin membawa Herino ke Singapura untuk pengobatan. Tapi kendala mereka sama keuangan.
Septian Ajisaka hanya diam. Dia juga seharusnya sedang bertemu klien sekarang. Tapi batal karena berkas-berkas tentang proyek pembangunan hotel yang mereka rencanakan hilang semua. Bahkan semua data dalam server perusahaan pun hilang. Dia sudah mengalami kerugian skala besar. Hasan Ajisaka juga ada di sana dia ingin membuat pesta tahun baru dengan gengnya di kampus tapi dia batal melakukan hal itu.
"Ayah!" ketiga anaknya menyambut. Mereka berdiri dan menundukkan kepalanya. Seperti memberi hormat.
"Ayah apa yang sebenarnya terjadi?" Rinjani yang sudah tidak sabar bertanya.
"Kekacauan ini terjadi karena ada hacker dengan nickname 'Dewa Pedang' yang membobol server perusahaan. Juga mengalihkan semua saldo rekening bank kita ke tempat lain. Juga kartu kredit diblokir oleh hacker itu Tuan. Tapi yang menjadi pertanyaan besar adalah siapa dia?" jawab Jarot panjang lebar.
"Sialan hacker itu. Apa tim IT kita tidak bisa melawannya?" Septian bersuara. Dia geram dengan serangan hacker itu.
"Bahkan hacker yang kita kerahkan juga tidak bisa membantu. Dia tidak bisa melacak siapa orang yang melakukan itu. Masalah soal kasus dalam perusahaan dan juga kasus narkoba yang menjerat Jerry juga dia dalangnya Tuan." jawab Jarot lagi.
"Ayah kita bisa meminta bantuan keluarga Wijaya. Mereka memiliki hacker yang bekerja pada perusahaan mereka." saran Rinjani pada ayahnya.
"Aku juga berpikir begitu. Tapi saat ini kita benar-benar miskin dibuat oleh hacker itu. Melaporkan hal ini ke cybercrime juga akan terbongkar semua kejahatan yang kita lakukan. Kemungkinan besar keluarga Wijaya akan memanfaatkan peluang ini untuk menguasai keluarga Ajisaka." Fedrian pun bersuara saat menjawab.
Semua orang kebingungan mencari cara yang tepat untuk krisis ekonomi mereka. Juga mereka sudah dinyatakan bangkrut sekarang walaupun belum dinyatakan resmi bangkrut.
Sementara itu Anjas sedang menyeduh kopi. "Buka Status." gumam Anjas.
[Nama \=> Anjas Rahadi ]
[Kesehatan \=> 91% (Sehat)]
[Level \=> 4/100 (25/450 - exp)]
[Keahlian \=> Karate Legendaris, Muaythai Legendaris, Mengemudi Super, Mekanik Super, Pemusik Super, Teknik Belati Api,Teknik Pedang Legendaris, Teknik Ilusi mental, Mata Tembus Pandang, Pelukis Expert, Tubuh Menembus Segala Benda, Melihat Tak Kasat Mata, Hacker Super.]
[Kekuatan \=> 295]
[Kecepatan \=> 200]
[Ketahanan \=> 315]
[Kecerdasan \=> 265]
[Item Yang Digunakan: Sarung Tangan Petarung, Cincin Tak Kasat Mata, Cincin Giok Penyimpanan,]
[Mental \=> 95% (Sehat)]
[Saldo rekening \=> Rp.733.829.343.792.500]
[Poin Sistem \=> 86.150]
[Status Hubungan \=> Pacaran (Jumlah: 1 orang)]
[Inventori \=> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.]
[Tiket lotre \=> 1 Tiket Lotre ]
[Misi \=> 1. (2⭐) Menaklukkan Keluarga Ajisaka yang sudah menjadi kejahatan yang tersembunyi. Runtuhkan semua bisnis mereka dan balaskan dendam semua orang. Waktu 2 bulan. Hadiah 2 kotak Glory, 2 kotak Platina dan 5 kotak Emas. (Progres: 80%)]
[Shop \=> Shop terbuka. Menyediakan berbagai macam hal.]
Mendapati bahwa progres misi sistem tentang menghancurkan keluarga Ajisaka sudah mencapai 80%. Masih ada 20% lagi yang harus dia dilakukan. Waktunya juga berkurang menjadi 2 bulan saja untuk misi itu.