CHEL

CHEL
Bab 50



Sementara Jordan masih menghadapi dua orang yang cukup lihai menghindari tendangannya. Tentu hal itu dikarenakan Jordan yang sudah kelelahan. Dia sudah mencapai batasnya. Sehingga dia tidak selincah di awal.


"Aaaarrrgghh! gedebuk!" jeritan terdengar yang mana itu adalah Miguel baru saja tumbang karena serangan cepat dari Beno. Kena telak di ulu hati Miguel membuatnya tersungkur di lantai.


Beno menyebar pandangan ke beberapa arah. Menyadari bahwa semua orang di lantai 4 sudah berhasil mereka lawan. Juga listrik gedung sudah menyala. Terlihat jam di dinding menunjukkan pukul setengah sepuluh.


"Hah anggaplah ini olahraga pagi." gumam Beno.


Menggeser lagi pandangan. Dia melihat Jordan yang kewalahan melawan dua orang. Beno ingin membantu. Eh tiba-tiba sebuah tubuh besar Ungke melayang ke arah dua orang pria yang menghadapi Jordan. "Gubrak!" tabrakan beruntun membuat dua orang itu ikut tersungkur dan tertindih tubuh Ungke yang lebih besar dari tubuh mereka.


Hal itu adalah perbuatan Anjas. Tendangan keras Anjas membuat Ungke melayang lagi dan menabrak dua orang tersisa.


"Ting!" terdengar suara lift terbuka. Justin dan Dion keluar dari lift tersebut.


"Ada yang butuh tumpangan?" ujar Dion dengan senyum candaan garing. Menunjuk ke arah lift.


"Dengan begini tinggal menghampiri si brengsek Herino di atas." ujar Jordan menghampiri Anjas. Jordan sedikit tersengal-sengal.


Dari mereka berlima hanya Anjas yang terlihat masih bugar. Tentu saja karena kesehatan Anjas masih terbilang cukup besar. Itu dibuktikan saat Anjas melihat status sistem sebentar.


"Buka status." benak Anjas.


[Nama \=> Anjas Rahadi ]


[Kesehatan \=> 89% (Sehat)]


[Level \=> 3/100 (445/450 - exp)]


[Keahlian \=> Karate Legendaris, Muaythai Legendaris, Mengemudi Super, Mekanik Super, Pemusik Super, Teknik Belati Api,Teknik Pedang Legendaris, Teknik Ilusi mental, Mata Tembus Pandang, Pelukis Expert, Tubuh Menembus Segala Benda, Melihat Tak Kasat Mata, Hacker Super.]


[Kekuatan \=> 195]


[Kecepatan \=> 160]


[Ketahanan \=> 195]


[Kecerdasan \=> 265]


[Item Yang Digunakan: Sarung Tangan Petarung, Cincin Tak Kasat Mata, Cincin Giok Penyimpanan,]


[Mental \=> 94% (Sehat)]


[Saldo rekening \=> Rp.18.829.876.792.500]


[Poin Sistem \=> 92.600]


[Status Hubungan \=> Pacaran (Jumlah: 1 orang)]


[Inventori \=> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.]


[Tiket lotre \=> 1 Tiket Lotre ]


[Misi \=> 1. (2⭐) Menaklukkan Keluarga Ajisaka yang sudah menjadi kejahatan yang tersembunyi. Runtuhkan semua bisnis mereka dan balaskan dendam semua orang. Waktu 7 bulan. Hadiah 2 kotak Glory, 2 kotak Platina dan 5 kotak Emas.



Bantu menuntaskan kasus tabrak lari. Tangkap pelaku yang sudah sering melanggar hukum tabrak lari. Waktu 1 pekan. Hadiah 4 kotak Perunggu.]



[Shop \=> Shop terbuka. Menyediakan berbagai macam hal.]


Setelah itu mereka masuk ke lift dan naik ke Roof top gedung itu. Mereka sedikit beristirahat di dalam lift.


Sementara itu di roof top. Herino yang masih menunggu hasil dari anak buahnya. Dengan santai melihat ke arah Tyo dan istrinya.



" Hahahaha! Sudah hampir jam sepuluh. Mereka belum juga sampai ke sini. Mungkin mereka sudah babak belur dipukuli anak buahku di lantai 2. Jadi mereka tidak bisa datang.!" ucap Herino yang sangat sarkas itu.



"Si kutu yang bernama Anjas itu sudah tamat sekarang." ujar Herino beranjak dari duduknya dan berjalan menuju tangga yang bersebelahan dengan lift.



"Ting!" terdengar suara lift terbuka.



Melihat lift terbuka Herino langsung terbelalak. Juga bertambah lebar lagi saat lima orang pemuda keluar dari lift itu.



"Bagaimana mungkin mereka bisa sampai ke atas sini?" gumam Herino yang masih tercengang.



"Yo! Apa kabar kalian semua!?" seru Anjas. Membuat semua orang di roof top memusatkan perhatian mereka ke arahnya.




"Bajingan sialan! Kalian tunggu apa lagi!? Segera patahkan kaki mereka semua!" seru perintah kejam Herino.



"Hyaaaaa!" teriakan delapan puluh orang menggema di udara. Maju menerjang ke arah kelompok lima orang Anjas.



"Apa kalian masih sanggup?" tanya Anjas yang sudah melangkah maju.



"Yaaaaa!" tentu saja empat orang yang ditanya masih sanggup untuk bertarung. Walaupun dikepung tidak membuat nyali mereka ciut.



Pertarungan babak akhir pun dimulai. Lima vs 82 orang. Adakah yang berani melakukan hal itu? Ya, hanya kelompok lima orang Anjas yang berani.


Di tempat lain tidak jauh dari Haery Building milik Anjas. Tepatnya di roof top sebuah gedung sebelah. Yana sedang memantau kondisi roof top gedung milik Anjas dengan teropong. Di sana juga ada Chan Bee.


"Target sedang bertarung di roof top. Ternyata dia lumayan lincah. Juga tampan." ujar Yana menurunkan teropong.


"Kemungkinan besar polisi akan datang ke sana." lanjut Yana.


"Apa kau akan langsung menghadapi si target?" tanya Chan Bee.


"Aku menunggu saat dia sendirian. Lalu kita akan membunuhnya." jawab Yana.


"Baiklah kita tunggu sampai gelap." balas Chan Bee.


Di markas geng The FALCON. Semua orang sibuk untuk menyiapkan pesta ulang tahun Anin. Beberapa hiasan dinding sudah terpasang.



Anin sedang sekolah sekarang. Dia akan pulang jam 3 sore nanti. Walaupun Anin tahu bahwa hari ini adalah ultahnya. Dia tidak berekspektasi yang berlebihan.



Suasananya sangat sibuk di markas itu. Ada yang membantu memasak. Ada juga yang membuat dekorasi lain. Bahkan Julia sedang membantu membuat kue ultah bersama ibunya Anjas.



Saat ini mereka berdua sedang menghias kue itu. Tidak ada angin dan hujan. Ibunya Anjas menanyakan sesuatu yang membuat Julia tersipu.



"Nak Julia ini pacaran dengan anak saya kan?" tanya ibu Anjas.



Julia hanya terdiam. Entah apa yang dipikirkan oleh Julia. Yang pasti wajah putihnya menjadi merah merona sekarang.



"Tidak usah malu untuk mengakui hal itu nak. Jika itu benar adanya. Ibu tidak akan melarang. Itu hak Anjas untuk memilih." lanjut ibu Anjas memancing Julia untuk mengatakan sesuatu.



"Jika kak Anjas pacaran dengan aku. Ibu akan berikan restu?" tanya Julia memastikan.



"Tentu saja iya nak. Kau adalah anak baik yang ibu lihat." jawab ibu Anjas mengangguk.



Sebuah senyuman tergambar di wajah Julia. Dia tidak menyangka akan mendapatkan restu dari ibu orang yang dia suka.



"*Aku tidak yakin kak Anjas mau pacaran dengan aku. Tapi aku berharap*." benak Julia.


Kembali ke kelompok Anjas. Sangat diragukan jika melihat jumlah orang yang Anjas dan teman-temannya lawan. Delapan puluh orang lebih.


Tapi dengan kekuatan, kecepatan dan ketahanan tubuh Anjas yang sekarang ini. Bahkan dua ratus orang masih mampu ditumbangkan dengan satu serangan saja.


Sekarang saja jumlah orang yang tumbang dan pingsan sudah mencapai lima puluh orang. Anjas mengeluarkan semua kemampuan beladiri dan kemampuan ilusi miliknya. Sehingga dia tidak bisa disentuh oleh satu pun senjata atau pukulan.


Herino tadinya bangga karena dia berpikir lima orang yang dia anggap kutu itu. Bisa begitu kuat dan berani melawan delapan puluh orang dari keluarga Ajisaka.


"Ini tidak baik. Aku harus meminta bantuan dari ayahku." gumam Herino melihat bawahannya masih terus berkurang.


Dia melakukan panggilan telepon. Menunggu sesaat. Click. Seorang pria mengangkat telepon itu di seberang.


"Halo ayah." sapa Herino pada ayahnya.