
Melihat progres misi pikiran Anjas menjadi bingung. Apakah Keluarga Ajisaka masih belum hancur?
"CHEL kenapa misi masih belum selesai? Di mana kurangnya? " tanya benak Anjas.
[Secara kekayaan Keluarga Ajisaka sudah mencapai kata miskin. Tapi mereka belum benar-benar hancur dalam hal hubungan keluarga dan kerja sama dengan dunia hitam dan para mafia.] jelas sistem.
"Apa yang harus aku lakukan untuk menyelesaikan misi CHEL? " desak Anjas.
[Anda harus melenyapkan kepala keluarga dan keturunannya. Juga semua orang yang menjadi antek-anteknya. Melenyapkan dalam hal ini ada kehidupan.] jawab sistem dengan sangat jelas.
"Ah jadi aku harus membantai mereka secara menyeluruh. Itu pekerjaan yang lebih mudah." senyum jahat langsung terukir di wajah Anjas.
Anjas sudah menunggu saat seperti ini. Melenyapkan musuh tanpa ampun. Juga tanpa belas kasihan.
Sementara itu di markas organisasi Black Mamba.
"Brak! Sialan! Ini sudah kedua kalinya orang yang aku kirim gagal dalam tugas. Kalau bukan mati, mereka akan berkhianat! Bajingan busuk itu rupanya bukan orang sembarangan." Kong sudah tidak bisa menahan emosi. Meja dari kayu mahoni hancur dengan sekali pukul karena dia meluapkan kemarahannya.
Dia lalu melihat masih ada 4 foto lengkap dengan bingkainya yang dia gantung di ruangannya. Keempat foto tersebut adalah empat orang terkuat setelah dia di organisasi Black Mamba.
"*Haruskah aku meminta bantuan mereka. Mereka ada para ahli beladiri yang kuat juga*." pikir Kong.
"Ah sudahlah. Setidaknya si nomor 4 masih bisa aku minta tolong." lalu Kong mengeluarkan HP nya. Melakukan panggilan telepon.
Menunggu sesaat, panggilan pun diangkat. "Ling Han? Apa kabar kawan? Kau sedang di mana sekarang? Aku punya misi buat kau." kata Kong langsung pada intinya.
"Hahahaha sudah lama kau tidak menelpon aku bos. Aku baik saja. Sekarang aku sedang di Texas. Seperti biasanya kirim berkasnya lewat email. Aku akan langsung kerjakan. Soal uang kita bicarakan nanti." panggilan langsung ditutup oleh Ling Han. Dia sudah paham kalau ada misi untuknya. Itu berarti orang yang diincar ada ahli beladiri yang kuat.
Untuk sementara Kong merasa lega. Tapi dia masih khawatir karena sudah dua orang anggota Black Mamba yang mati dan dua lagi berkhianat.
"Semoga kali bisa selesai dalam waktu singkat." gumam Kong dengan tatapan tajam.
Kembali lagi ke Anjas. Saat ini dia tidak tahu kalau Bos Black Mamba sedang mengirim orang lagi untuk membunuhnya. Dia sedang memantau kondisi Dendi di hutan. sekarang Dendi berada tidak jauh dari sebuah desa. Tapi Dendi masih belum masuk ke desa itu. Dia masih berputar-putar di beberapa titik. Sepertinya Dendi sedang melatih fisiknya. Itu yang dipikirkan Anjas.
Lalu setelah pamitan pada Maryam. Anjas pergi meninggalkan apartemen miliknya. Tidak lupa untuk memuluskan rencananya nanti. Anjas menyimpan Lamborghini Gallardo miliknya di cincin giok penyimpanan tanpa diketahui kamera CCTV.
Lalu dia pulang ke rumah baru. Perlu 15 menit saja untuk sampai ke sana.
Anjas disambut oleh ibunya. Mereka ternyata sedang menyiapkan makan malam. Memang waktu sudah menunjukkan pukul 06.35. Tidak mengganti pakaian dia sudah memakai pakaian biasa, seperti kaos dan celana jeans.
Sedangkan para anggota geng The FALCON. Mereka sudah mendapatkan jatah uang makan sendiri dari Justin.
Mereka makan dengan nikmat dan hikmat. Masakan ibunya Anjas adalah makanan yang paling disukai oleh Anjas. Dia akan terus merindukan masakan ibunya itu.
Setelah makan mereka pergi ke kamar masing-masing. Di dalam kamar Anjas sedang memeriksa inventori sistem. Di dalamnya hanya ada hadiah sebelumnya yang dia dapatkan dari misi menangkap pelaku tabrak lari.
Kemudian dia memeriksa isi dari cincin giok penyimpanan. Mulai dari dokumen penting dan surat izin mengemudi, Senjata tajam dan api, juga pil-pil dan ramuan-ramuan juga racun dari sistem yang dia beli ada di dalam cincin itu.
"Masih ada 45 pisau lempar, 30 jarum lempar, ada belati dan pedang, serta racun. Ini bisa jadi senjata tempur yang sangat efisien. Kalau begitu aku akan melenyapkan mereka dalam senyap. Mereka tidak akan menyangka jika mereka akan mati tanpa mereka tahu." gumam Anjas tersenyum jahat.
Kemudian Anjas meraih HP nya. Dia menggunakan tools pelacak yang ada di HP nya untuk mengetahui letak kediaman keluarga Ajisaka. Anjas akan melakukan penyerangan setelah malam tahun baru.
Juga setelah dia menjumpai keluarga Brower. Anjas janji jika ada waktu akan berkunjung malam ini.
Lalu setelah itu Anjas mengganti pakaiannya. Ternyata pakaian yang ada di lemari Anjas dibelikan oleh ibunya. Ibunya tahu ukuran yang pas untuk tubuhnya. Dengan kemeja biru lengan panjang Anjas keluar dari kamar.
Di ruang keluarga dia menemui ayah dan ibunya dan Anin. Mereka ingin merayakan tahun juga. Tapi tidak tahu merayakan di mana.
Langsung saja Anjas mengajak untuk menghadiri acara ulang tahun anak dari temannya. Tanpa menunggu lama mereka pun pergi ke kediaman keluarga Bruwer menggunakan mobil pribadi ayahnya Mercedes Benz berwarna hitam.
Butuh 40 menit untuk sampai di kediaman keluarga Bruwer. Dikarenakan tempat mereka ada di wilayah Utara kota.
Dengan mudah mereka masuk ke gerbang kediaman keluarga Bruwer. Sebelumnya Anjas sudah memberitahu bahwa dia akan datang ke acara ulang tahun Layla dengan keluarganya. Tentunya Samuel antusias dan memberi tahu satpam di gerbang agar membukakan pintu saat orang yang bernama Anjas datang.
"Anjas, akhirnya kau datang!" seru Samuel di depan pintu rumah, menyambut keluarga Anjas dengan uluran tangan. Anjas pun menyambut uluran tangan itu.
"Kakak Pahlawan!" seru anak kecil dari dalam rumah. Dia adalah Layla. Berlari kecil menuju ke arah Anjas.
"Layla." Anjas menyapa Layla sambil berjongkok. Tapi yang tidak disangka Layla langsung memeluk Anjas.
Layla sangat merindukan Anjas. Walaupun pertemuan Anjas dan Layla sangat singkat. Tapi aksi yang dilakukan Anjas sangat besar. Layla sudah menganggap Anjas sebagai kakaknya sendiri. Padahal Layla memiliki kakak kandungnya yang bernama Keyla berusia 9 tahun.
"Kakak, ayo ikut Layla. Ada yang ingin aku tunjukkan." melepas pelukannya Layla sungguh antusias menarik tangan Anjas.
Tanpa ragu Anjas mengikuti Layla setelah mendapat anggukan kepala Samuel. Dua menit kemudian Anjas dan Layla sudah berada di halaman belakang rumah. Di sana suasananya sudah berbeda. Banyak hiasan ulang tahun di beberapa bagian dinding rumah. Ada juga meja yang di atasnya terdapat sebuah kue ulang tahun.
Kue itu sedikit unik. Memiliki tiga tingkat dan tiga warna berbeda di setiap tingkat. Di tingkat paling bawah berwarna pink dan hiasan krim putih. Di tingkat kedua kue berwarna kuning juga sama memiliki hiasan krim putih. Di tingkat paling atas berbeda. Kue itu berwarna biru langit dan memiliki hiasan gambar salah satu karakter kartun terkenal.
Beberapa jam kemudian acara ulang tahun Layla pun dimulai. Karena menunggu masuk waktu tahun baru. Tamu yang datang juga hanya para kerabat dekat Samuel. Mereka pun merayakan ulang tahun Layla dan tahun baru secara bersamaan. Sungguh momen yang susah dicari.
Makanan yang tersedia juga hanya makanan ringan seperti kue bolu dan brownies. Semua orang menikmati acara itu dengan senyum dan tawa.
Di kejauhan, tepatnya di tengah kota dan sekitarnya terlihat banyak kembang api meledak di udara. Menerangi kota dengan warna warni. Suara terompet juga tidak luput dari pendengaran. Semua orang bersuka cita menyambut tahun baru.
Tapi yang tidak mereka tahu bahwa Anjas sudah meninggalkan rumah kediaman Bruwer. Tanpa siapa pun yang tahu. Tujuannya ada kediaman keluarga Ajisaka musuhnya.