CHEL

CHEL
Bab 34



"Tuan Anjas tunggu." Tyo memanggil Anjas.


Yang dipanggil pun berbalik badan. Dia menatap Tyo dengan senyum bersahabat.


"Terimakasih tuan." lanjut Tyo.


"Jangan panggil aku Tuan. Cukup Anjas saja. Kau lebih tua dariku. Jadi aku akan memanggilmu dengan sebutan kakak. Kalau begitu aku pergi dulu." Anjas berbalik lagi dan langsung pergi bersama Beno. Mereka berpisah di sebuah perempatan jalan.


Di perjalanan pulang ke rumah. Notifikasi sistem terdengar. Itulah yang ditunggu oleh Anjas.



\[Bing! Selamat Misi Selesai.\]



\[Bing! Selamat anda mendapatkan 3 kotak Perunggu dan 5 kotak Normal. Hadiah sudah disimpan di inventori.\]



"Terimakasih sistem." gumam Anjas. Anjas langsung menarik gas menuju rumah.


Sampai rumah Anjas berpapasan dengan seorang gadis yang merupakan tetangga mereka. Yang pernah dia selamatkan sebelumnya dari perampok di rumah Juragan Burhan. Ya, itu anak dari juragan Burhan yang bernama Bella.


Dia baru saja keluar dari Anjas. Di tangan Bella ada rantang stainless dua susun. Kemungkinan dia membawakan makanan untuk keluarga Anjas.


"Eh ada dek Bella." sapa Anjas.


"Hai kak Anjas. Baru dari mana kak? Kok baru kelihatan?" balas sapa Bella bertanya.


"Dari rumah teman, menginap di sana. Mau pulang?" jawab Anjas.


"Oh gitu. Iya nih Kak disuruh mama buat ngantar makanan buat ibunya kak Anjas. Soalnya udah tidak lagi datang ke rumah buat bantu-bantu mama katanya." jawab Bella.


"Mau diantar?" tawar Anjas.


"Tidak usah kak." tolak Bella. "Oh iya kak. Aku mau bilang terima kasih karena sudah menyelamatkan keluargaku dari para perampok itu. Aku berhutang budi sama kakak." ungkap Bella.


"Sama-sama. Itu sudah kewajiban sesama manusia dek. Oke kalau begitu kakak masuk dulu." pamit Anjas masuk ke rumah.


"Iya kak saya pergi dulu." Bella juga pamit.


Di dalam rumah. Ibunya sedang menyajikan makanan. Itu makanan dari Bella tadi. Ayahnya juga sudah ada di meja makan. Melihat anak mereka datang. Langsung disambut dengan hangat dan mengajak makan. Padahal masih jam 10.45.


Setelah makan Anjas mengajak mereka berbincang. Saat Anjas yakin, dia pun mengutarakan tujuannya.


"Ayah, Ibu. Anjas ingin menikah." ujar Anjas mantap.


"Kau yakin nak. Kau kan mau memulai usaha kafe. Bagaimana kau bisa mengurus pernikahan nanti? Terus siapa calonnya? Kau kan belum punya pacar. Atau sudah punya tapi belum dikenalkan pada kami?" tanya ayahnya. Berbagai tanya dilontarkan.


"Tidak sekarang ayah. Setelah kafe ku sudah dibuka dan lancar usahanya. Aku baru menikah. Tapi aku akan memperkenalkan pacarku besok lusa. Kita akan pergi makan malam bersama." jawab Anjas untuk menenangkan ayahnya.


"Hahahaha akhirnya anak kita sudah dewasa. Sudah mau memikul tanggung jawab. Kau lelaki sejati sekarang nak." balas ayahnya lagi bangga.


Setelah berbincang sebentar. Anjas pamit mandi.


Setelah mandi dan ganti pakaian. Anjas ke kamar dan mengunci pintu kamar. Lalu Anjas segera memerintahkan sistem untuk membuka semua kotak hadiah.


"CHEL buka semua kotak hadiah." benak Anjas sambil duduk.


[Selamat anda mendapatkan 15 juta dolar.]


[Selamat anda mendapatkan 1 tiket Lotre.]


[Selamat anda mendapatkan Jam tangan Hublot Big Bang Gold Blue Diamond seharga 250 juta rupiah.]


[Selamat anda mendapatkan 18 triliun rupiah.]


[Selamat anda mendapatkan Sepatu Kayne West Nike Air Yeezy 1 ‘Prototype’ seharga 1,8 juta USD.]


[Selamat anda mendapatkan 270 poin sistem.]


[Selamat anda mendapatkan +50 kekuatan, +50 kecepatan, +50 exp, +20 kecerdasan, +50 Ketahanan.]


[Semua hadiah sudah disimpan di inventori.]


"Hmm setelah aku melihat perbedaan antara hadiah dari kotak normal, perunggu, perak, emas, bahkan platina. Aku sudah mengerti apa yang akan didapat nanti." pemikiran Anjas saat dia menyadari sesuatu.


Ya, perbedaan hadiah antar kotak berbeda. Kotak normal berisi hadiah untuk meningkatkan status. Kotak Perunggu berisi hadiah untuk kekayaan seperti benda atau sesuatu yang mahal. Kotak Perak berisi hadiah berupa senjata dan ramuan. Lalu kotak Emas berisi kemampuan khusus atau super. Kotak Platina berisi hadiah berupa teknik beladiri.


Tapi kadang kala akan ada hadiah selipan seperti poin sistem, tiket Lotre dan tambahan exp. Itu semua sudah diatur dalam sistem. Juga masih ada kotak hadiah lebih tinggi lagi dari platina. Yaitu kotak Epik, Kotak Glory dan Kotak Legendaris. Belum tahu akan ada apa isinya.


Lalu Anjas memeriksa lagi status sistem.


[Nama \=> Anjas Rahadi ]


[Kesehatan \=> 78% (Sehat)]


[Level \=> 3/100 (385/450 - exp)]


[Keahlian \=> Karate Legendaris, Muaythai Legendaris, Mengemudi Super, Mekanik Super, Pemusik Super, Teknik Belati Api,Teknik Pedang Legendaris, Teknik Ilusi mental,]


[Kekuatan \=> 185]


[Kecepatan \=> 150]


[Ketahanan \=> 185]


[Kecerdasan \=> 205]


[Item Yang Digunakan: Sarung Tangan Petarung, Cincin Tak Kasat Mata, Cincin Giok Penyimpanan,]


[Mental \=> 97% (Sehat)]


[Saldo rekening \=> Rp.18.829.969.341.500]


[Poin Sistem \=> 113.000]


[Status Hubungan \=> Pacaran]


[Inventori \=> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.]


[Tiket lotre \=> 1 Tiket Lotre ]


[Misi \=> - Misi: Selesai. ]


[Shop \=> Shop terbuka. Menyediakan berbagai macam hal.]


Melihat status sistem sudah sangat jelas bahwa dia tidak perlu lagi kerja keras seperti sebelumnya. Saat ini dia bisa membeli apapun yang dia mau. Lalu dia mengingat bahwa dulu dia sangat ingin membelikan sebuah mobil untuk keluarganya.


"Aku harus beli satu untuk ayah. Dia bekerja sebagai supir taksi untuk membiayai aku sejak kecil. Jadi ini mungkin bisa menyenangkan hati ayah." gumam Anjas tersenyum.


Segera Anjas menggunakan celana jeans lamanya. Juga jaket yang sering dia pakai untuk ronda malam.


"Ah aku mungkin harus menambah baju lagi." tambah Anjas saat melihat isi lemari lama dalam kamarnya.


Anjas keluar dari kamar. Lalu pamit pergi lagi. Dia menuju ke sebuah dealer mobil. Rocket Motor Company yang berada ada di Jakarta Selatan. Anjas berniat beli mobil bekas saja.



Sesampainya di tempat itu. Anjas sudah bisa melihat berbagai model mobil sport dan mobil mewah berjejer dari luar gedung. Saat masuk dia disambut oleh seorang pemuda yang mungkin seumuran Justin. Di nametag kemejanya tertulis nama Habil.



"Ada yang bisa dibantu mas." sapa Habil.



"Saya ingin membeli mobil bekas tapi yang masih bagus." ujar Anjas sambil berjalan memerhatikan beberapa mobil.



"Mobil apa yang anda inginkan? Yang mewah dan elegan saran saya adalah merek BMW atau Mercedes. Atau mungkin yang sporty dan keren, ada Ferarri, Lamborghini dan Mustang. Anda tertarik yang mana?" jelas Habil menawarkan.



"Aku ingin melihat Mercedes." jawab cepat Anjas.



Dia ingat bahwa ayahnya memimpikan memiliki mobil Mercedes. Tapi hanya mimpi saja. Karena ayahnya tentu belum mampu. Tapi sekarang Anjas ingin menghadiahkan mobil itu untuk ayahnya.



"Mari silahkan di sebelah sini." ajak Habil ke dalam dealer. Menuju salah satu sudut ruangan dealer yang luas.


"Kami punya 2020 Mercedes-Benz C300 2.0 AMG Sedan. Keadaan masih mulus dan mewah. Harganya hanya 900 juta. Ada juga 2019 Mercedes-Benz C300 2.0 AMG Sedan. Walaupun model lama tapi masih terlihat mewah. Dengan harga sekitar 800 jutaan." jelas Habil menunjuk dua mobil berwarna hitam dan gray pada Anjas.



"Aku pilih yang pertama. Ini aku bayar dengan kartu debit. Juga aku ingin satu mobil lagi. Mobil sport yang cepat dan keren." ujar Anjas sambil menyerahkan kartu miliknya.



"Baik mas. Silahkan ikuti saya." Habil mengambil kartu tersebut. Lalu dia mengantar Anjas ke sudut lain dealer itu.