CHEL

CHEL
Bab 60



Walaupun Anjas tidak tertarik dengan julukan sebagai Raja Jalanan baru. Berita itu sudah menyebar sampai ke telinga 2 Raja Jalanan lainnya. Mereka berdua adalah Prince yang memiliki mobil merek Force dan Edward yang memiliki mobil merek Mustang.


Selain nama, foto wajah dan mobilnya juga tersebar. Ke lima tim balap liar. Sehingga mulai muncul pendukung dari para wanita karena wajah Anjas yang tampan. Juga ada beberapa orang yang membencinya dari kalangan pria karena iri dengan keberhasilan Anjas mengalahkan Gabriel.



Di lain pihak Anjas sudah sampai di depan gedung miliknya. Di sana Beno dan Rina sudah ingin pulang karena memiliki urusan lain. Terkhusus Rina, dia harus ke kampus karena ada mata kuliah.



"Aduh bro dari mana saja kau? Kita sampai bolak balik dari restoran sebelah untuk menunggu kau. Saking lamanya." keluh Beno yang sedikit marah.



"Maaf teman-teman tadi aku punya urusan lain jadi harus mengurusnya dulu. Tapi saat di jalan balik mobilku bersenggolan dengan mobil lain. Jadinya aku harus mengurus itu juga. Maaf yah." jelas Anjas meyakinkan bahwa dia tidak sengaja terlambat.



"Sudah, itu tidak apa-apa. Yang penting kau sudah membereskan masalah itu kan. Pertemuan kita tunda dulu. Aku harus masuk kelas, ada mata kuliah jam sebelas." ujar Rina memaklumi. Tapi dia buru-buru.



"Biar aku antar yah Rin. Ini untuk tanda permintaan maaf. Oke?" tawar Anjas.



"Oke deh. Dari pada naik taksi pasti lama." Rina mengiyakan.



"Lah terus aku macam mana ini?" keluh Beno lagi. Tidak mau ditinggal sendirian. Yang sebenarnya Beno yang tadinya ingin mengantar Rina.



"Sudah, nanti sore aku traktir makan deh." jawab Anjas sambil berjalan beriringan dengan Rina.



Mereka lalu masuk ke mobil. Lalu pergi meninggalkan gedung itu. Yang sedang di renovasi akibat kejadian pertarungan kemarin.



Di dalam mobil. Anjas dan Rina diam diam saja. Anjas tidak tahu harus memulai obrolan dari mana. Sementara Rina sedang asyik bermain dengan HP nya. Membuka YouTube dan tidak sengaja membuka sebuah video tentang berita perusahaan Megacitra Ajisaka.



"Perusahaan besar Megacitra Ajisaka diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap karyawan dan warga sipil. Juga ada dugaan perusahaan yang bergerak dalam bidang obat dan makanan ini, melakukan produksi narkoba secara besar-besaran. Juga mengedarkannya. Namun hal ini masih belum terbukti. Karena menurut video yang beredar bahwa tempat produksi narkoba itu berada di sebuah rumah elit. Tapi saat polisi melakukan penyelidikan rumah tersangkut tidak ditemukan bukti yang ditunjukkan dalam video." yang didengar oleh Anjas dan Rina. Mereka masih diam dan terus mendengarkan.



"Saat ini orang yang bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan salah satu pimpinan perusahaan itu. Sedang diintrogasi polisi. Juga dua orang yang menjadi tersangka sedang ditangani dan ditahan pihak polisi. Juga polisi mencari informasi tentang korban kekerasan dan penganiayaan itu. Sang korban ternyata sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa sekarang. Sekilas berita, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih." akhirnya berita itu berakhir.



"Aku heran kenapa mereka melakukan tindakan yang seharusnya diatasi dengan cara baik-baik. Apalagi yang melakukan itu adalah atasan dari sang korban." komentar Rina.



"Begitulah manusia. Jika dia merasa dia berkuasa dan lebih tinggi dari orang lain. Maka dia akan melakukan kehendaknya sendiri dengan sesuka hati. Kau jangan sampai jadi seperti itu karena aku tidak suka dengan orang seperti itu." sahut Anjas tersenyum.



Mendengar perkataan Anjas Rina menjadi malu. Dia merasa bahwa Anjas perhatian dengannya. Sampai diberikan sebuah nasihat yang ditujukan padanya.



"Iya. Aku tidak akan menjadi seperti yang kau tidak suka. Akan aku ingat itu." balas Rina dengan pipi yang sudah kemerahan.



Anjas tidak memerhatikan Rina yang salah tingkah. Dia hanya fokus berkendara.



Hingga sampai mereka masuk ke area kampus. Hampir semua orang terpukau karena kedatangan mobile sport berwarna putih. Mobil yang dimaksud adalah mobil milik Anjas. Lamborghini Aventador adalah salah satu mobil impian para anak muda.



Terkhusus para wanita dan gadis mereka akan merasa bangga jika menaiki mobil itu. Apa lagi yang memiliki mobil merek ternama itu adalah pacar mereka. Atau minimal milik kakak mereka.



Yang tidak disangka adalah Gabriel dan kawan-kawan juga kuliah di universitas dan fakultas yang sama dengan Rina. Saat mobil Anjas melintas di depan gedung fakultas ekonomi. Kilan memberitahu bahwa orang yang baru saja mengalahkan Gabriel baru saja lewat.



"Itu mobil yang kalahin kau Gabs." seru Kilan pada Gabriel dengan panggilan masa kecilnya.



"Kenapa dia ada di sini? Apa dia juga kuliah di kampus ini?" tanya Tigo.



"Sebaiknya kita lihat dulu ada urusan apa dia ke sini." ujar Gabriel melangkah mendekati mobil Anjas.



Di sekitar mobil beberapa orang ingin memerhatikan siapa orang yang akan turun dari sana. Banyak yang penasaran orang kaya mana yang mengendarai mobil itu.



"Seperti mobil ini jadi pusat perhatian deh." ujar Rina yang ragu-ragu untuk keluar dari mobil.



"Sudah jangan pedulikan mereka." sahut Anjas tidak peduli. Saat ini dia sedang memeriksa status sistemnya.



\[Nama \=\> Anjas Rahadi \]



\[Kesehatan \=\> 96% (Sehat)\]



\[Level \=\> 3/100 (445/450 - exp)\]




\[Kekuatan \=\> 295\]



\[Kecepatan \=\> 200\]



\[Ketahanan \=\> 315\]



\[Kecerdasan \=\> 265\]



\[Item Yang Digunakan: Sarung Tangan Petarung, Cincin Tak Kasat Mata, Cincin Giok Penyimpanan,\]



\[Mental \=\> 99% (Sehat)\]



\[Saldo rekening \=\> Rp.23.829.376.792.500\]



\[Poin Sistem \=\> 90.150\]



\[Status Hubungan \=\> Pacaran (Jumlah: 1 orang)\]



\[Inventori \=\> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.\]



\[Tiket lotre \=\> 1 Tiket Lotre \]



\[Misi \=\> 1. (2⭐) Menaklukkan Keluarga Ajisaka yang sudah menjadi kejahatan yang tersembunyi. Runtuhkan semua bisnis mereka dan balaskan dendam semua orang. Waktu 7 bulan. Hadiah 2 kotak Glory, 2 kotak Platina dan 5 kotak Emas.


2. Bantu menuntaskan kasus tabrak lari. Tangkap pelaku yang sudah sering melanggar hukum tabrak lari. Waktu 1 pekan. Hadiah 4 kotak Perunggu.\]



\[Shop \=\> Shop terbuka. Menyediakan berbagai macam hal.\]



Dia merasa heran kenapa misi menangkap pelaku tabrak lari belum juga selesai. Padahal dia sudah menangkap Jakson kemarin.



Lalu dia bertanya pada sistem. "CHEL kenapa misi menangkap pelaku tabrak lari belum selesai?"



\[Seperti keterangan misi. Menangkap pelaku yang sering melakukan tabrak lari. Pelakunya bukan hanya satu orang. Jadi anda harus menangkap satu orang lagi.\] jelas sistem.



"*Jadi seperti itu. Aku harus mencari tahu siapa orang yang bersama Jakson waktu itu*." pikir Anjas.



"Anjas!" seruan Rina membuat Anjas kembali ke kesadarannya.



"Ah iya ada apa?" sahut Anjas.



"Kamu melamun? Ini tolong bukakan pintu mobilnya." minta Rina.



"Kenapa tidak buka sendiri?" Anjas tidak peka.



"Aku malu jadi perhatian orang." alasan Rina.



"Oke oke. Aku parkir dulu. Nanti aku antar kau ke kelas." langsung saja mobil itu diparkir di dekat gedung fakultas.



Anjas keluar mobil lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Rina. Lalu mereka beriringan masuk ke gedung perkuliahan.



Sementara di sisi Gabriel dan kawan-kawan. Mereka melihat salah satu bunga kampus mereka baru saja keluar dari mobil Anjas.



"Gila! Jadi dia pacarnya Rina si bunga kampus. Aku kira Rina lagi dekat dengan tuan muda dari keluarga Ajisaka?" seru Kilan heran.



"Sepertinya kak Hasan punya saingan berat. Orang seperti Anjas itu. Yang bisa memiliki mobil merek Lamborghini. Pasti dari keluarga kaya juga. Akan ada pertunjukan seru nanti. Aku jamin." ujar Gabriel berekspektasi. Lalu melangkah masuk gedung perkuliahan mereka.



"Pasti akan ada drama di kampus deh." sambung Tigo. Mengikuti kawanannya.